Roland Martin Simatupang
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam pada Struktur Gedung Hasyr Thawaf Syahristany Rahman; Roland Martin Simatupang; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding geser merupakan elemen vertikal yang berfungsi meningkatkan kekakuan dan kestabilan struktur terhadap gaya gempa dan angin. Namun, penempatannya, seperti penggunaan dinding beton bertulang pada area evakuasi, dapat menimbulkan ketidakseimbangan massa dan kekakuan yang memicu torsi saat terjadi gempa. Desain bangunan modern tidak hanya harus memenuhi aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, termasuk ketentuan area evakuasi tahan api sesuai regulasi. Permasalahan muncul ketika penambahan elemen struktural di area evakuasi, meskipun bertujuan memperkuat struktur, justru meningkatkan risiko ketidakteraturan torsi akibat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkuatan tambahan terhadap ketidakteraturan torsi pada bangunan. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua model menggunakan perangkat lunak struktur: Model 1 (eksisting) dan Model 2 (dengan penambahan dinding geser setebal 25 cm). Evaluasi mengikuti ketentuan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, dengan pengendalian partisipasi massa dan skala gaya gempa. Parameter yang dianalisis meliputi ketidakteraturan torsi, simpangan antar tingkat, serta gaya dalam (gaya geser, aksial, dan momen). Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 1 mengalami ketidakteraturan torsi dan tidak memenuhi persyaratan simpangan pada beberapa tingkat. Sebaliknya, penambahan dinding geser pada Model 2 menghilangkan ketidakteraturan torsi, membuat simpangan memenuhi syarat, serta menurunkan gaya dalam secara signifikan, yaitu sebesar 3,2% hingga 71,80%. Temuan ini menegaskan pentingnya perkuatan struktural dalam meningkatkan kinerja seismik bangunan. Kata kunci : dinding geser, gaya dalam, ketidakberaturan torsi, simpangan, torsi
Penilaian Kerusakan Jalan Menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dengan Membandingkan Metode IRI (International Rougness Index) dan PCI (Pavement Condition Index) Fazri Fadzila Alwi; Hendi Bowoputro; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya merupakan infrastruktur vital yang memerlukan pemantauan berkala demi menjamin keselamatan pengguna, yang umumnya dilakukan menggunakan metode konvensional seperti International Roughness Index (IRI) dan Pavement Condition Index (PCI); namun, tingginya intensitas kerusakan dan padatnya lalu lintas menuntut metode survei yang lebih efisien, cepat, dan aman. Dilakukan pada ruas Jalan Surabaya-Madiun (STA 8+800 – 10+800), penelitian ini mengumpulkan data primer melalui survei lapangan menggunakan pesawat nirawak, alat IRI Meter 2, serta survei visual manual, di mana data UAV diolah melalui tahapan fotogrametri digital hingga Orthomosaic untuk divalidasi dengan data manual. Hasil analisis menunjukkan tingkat akurasi metode UAV terhadap metode manual PCI sebesar 88% dengan kecenderungan estimasi luasan kerusakan lebih besar 12% akibat sensitivitas sensor kamera, yang menyimpulkan bahwa meskipun belum sepenuhnya dapat menggantikan metode manual, teknologi pesawat nirawak layak digunakan sebagai metode survei pendahuluan yang efektif dan minim risiko.
Pengaruh Penambahan Bracing Konsentris terhadap Ketidakberaturan Torsi dan Kinerja Seismik Gedung X Berdasarkan Analisis Pushover Dewi Aisyah Vilaprilia; Roland Martin Simatupang; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan bertingkat di daerah rawan gempa seperti Indonesia memerlukan penerapan standar keselamatan yang tinggi. Pada Gedung X sebagai fasilitas pendidikan, penambahan dinding beton bertulang pada area lift dan tangga darurat sebagai sistem proteksi kebakaran pasif menyebabkan distribusi kekakuan struktur menjadi tidak merata sehingga memicu eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan yang berpotensi menimbulkan ketidakberaturan torsi berlebih. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan sistem Rangka Bracing Konsentris (Concentrically Braced Frames) menggunakan ETABS pada tiga kondisi model, yaitu Model 1 kondisi eksisting atau tanpa perkuatan, Model 2 dengan bracing tipe X, dan Model 3 dengan bracing tipe Inverted V berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Evaluasi dilakukan melalui analisis Respons Spektrum dan pushover untuk meninjau perilaku dan respons dinamik, kapasitas struktur, serta tingkat kinerja berdasarkan ATC-40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bracing konsentris mampu meningkatkan kinerja struktur, dengan Model 2 sebagai konfigurasi paling optimal karena mampu menghilangkan ketidakberaturan torsi, mereduksi simpangan antar lantai sebesar 57,409%, meningkatkan base shear sebesar 79,422%, serta mengurangi displacement atap sebesar 51,368%, dengan seluruh model mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO).
Analisa Pengaruh Variasi Jarak Rusuk serta Penambahan Balok Interior terhadap Perilaku Struktur Waffle Slab Bentang Lebar Rante, Yusril; Simatupang, Roland Martin; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung dengan konsep desain arsitektur modern berupa ruang bebas kolom (column-free space) bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan ruang, namun berakibat pada penggunaan sistem pelat bentang lebar. Sistem pelat bentang lebar harus memiliki kekuatan penampang serta kemampuan layan yang memadai untuk menahan beban yang diterima. Dalam hal ini, waffle slab dapat menjadi solusi, karena memiliki sistem struktur berupa konfigurasi rusuk yang menyediakan kekuatan serta kekakuannya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kekuatan dan lendutan waffle slab bentang lebar dengan variasi jarak rusuk dalam arah-x dan y, serta adanya penambahan balok interior. Tinjauan kekuatan pelat dilakukan berdasarkan perbandingan persentase reduksi berat sendiri pelat, rasio kekuatan lentur dan geser, serta rasio efisiensi pelat. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi dengan lx = ly , merupakan yang paling optimal dalam aspek kekuatan dan efisiensi berat serta lendutan. Sementara itu, konfigurasi dengan lx < ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-, sedangkan konfigurasi pelat A dengan lx > ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-y. Penambahan balok interior memberikan pengaruh yang cukup bervariasi terhadap kekuatan pelat baik dalam arah-x maupun arah-y. Namun, penambahan balok interior mampu mereduksi nilai lendutan pelat. Selain itu konfigurasi pelat dengan  lx = ly mampu menghasilkan nilai lendutan yang paling optimal.
PENGARUH PENAMBAHAN PERKUATAN BRACING TERHADAP RESPONS SEISMIK GEDUNG X AKIBAT BEBAN GEMPA TIME HISTORY Vania Olivia Patiung; Roland Martin Simatupang; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga bangunan gedung harus dirancang agar mampu menahan beban gempa. Pemasangan area evakuasi tahan api pada gedung bertingkat berpotensi menimbulkan ketidakberaturan struktur akibat distribusi massa dan kekakuan yang tidak merata, sehingga dapat memengaruhi respons seismik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan perkuatan Rangka Bresing Konsentrik terhadap respons seismik Gedung X akibat pembebanan gempa Time History yang ditinjau berdasarkan parameter perpindahan, simpangan antar lantai, dan rasio simpangan. Analisis dilakukan terhadap gedung perkuliahan beton bertulang sembilan lantai menggunakan perangkat lunak ETABS. Pemodelan mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, dan SNI 1727:2020, dengan analisis Time History menggunakan data rekaman gempa aktual. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan respons struktur eksisting dan struktur yang telah diperkuat menggunakan bresing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bresing mampu menurunkan rata-rata simpangan antar lantai sebesar 34,92% pada arah X dan 21,30% pada arah Y. Perpindahan pada titik ekstrem bangunan mengalami penurunan pada arah X, sedangkan pada arah Y terjadi peningkatan di beberapa lantai. Nilai rasio simpangan juga menurun pada arah X dan meningkat pada arah Y, namun seluruh nilai masih memenuhi kriteria tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO) berdasarkan ATC-40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuatan Rangka Bresing Konsentrik efektif meningkatkan kinerja seismik struktur, terutama dalam mengurangi simpangan antar lantai.
Analisis Respons Seismik dan Pengaruh Perkuatan Dinding Geser pada Gedung X akibat Beban Gempa Time History Silitonga, Jhonatan Elfrancius; Roland Martin Simatupang; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung yang memiliki bentuk tidak simetris di Indonesia yang rawan mengalami gempa bumi dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada respons seismiknya, seperti perpindahan, simpangan antar lantai, dan rasio simpangannya. Penilitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian dinding geser sebagai perkuatan pada model struktur terhadap respons seismik struktur yang dianalisis. Adapun objek penelitian ini merupakan sebuah gedung fasilitas pendidikan dengan ketinggian 9 tingkat yang dianalisis menggunakan metode time history analysis dengan beban gempa time history yang aktual, hal ini bertujuan agar respons yang didapatkan lebih aktual. Hasil analisis pada penelitian ini menyatakan bahwa pemberian dinding geser pada struktur meningkatkan kekakuan struktur sehingga ia memengaruhi respons seismik yang dianalisis, yaitu perpindahan, simpangan antar lantai, dan rasio simpangannya. Perpindahan struktur mengalami penurunan sebesar 12,77% pada arah X dan 18,33% pada arah Y, simpangan antar lantainya mengalami penurunan rata-rata sebesar 15,75% pada arah X dan 10,44% pada arah Y, sementara rasio simpangannya mengalami penurunan pada arah X sebesar 19,68%, sedangkan pada arah Y sebesar 12,27%.