Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI GAME ONLINE PUZZLE BERBASIS ISLAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA alia wardani; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Fatma Zulaikha
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 8 No 1 (2026): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v8i1.777

Abstract

Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan pada anak usia sekolah akibat lingkungan yang tidak familiar dan prosedur medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi game online puzzle berbasis Islami terhadap tingkat kecemasan pada anak usia sekolah di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan sampel sebanyak 16 anak usia 7-12 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner the short from Chinese Version of the State Anxiety Scale for Children (CSAS-C) dan dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat kecemasan menurun dari 37.13 sebelum intervensi menjadi 26.00 setelah intervensi, dengan nilai p = 0.001 (<0.05), yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan secara bermakna setelah pemberian intervensi. Kata Kunci : Anak usia sekolah, Hospitalisasi, Kecemasan, Terapi game online puzzle
Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR Tiara; Fithriyanti Imamah, Nur; Zulaikha, Fatma; Wayan Wiwin Asthiningsih, Ni
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 7 No 1 (2026): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v7i1.396

Abstract

Latar Belakang: Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat, keterlambatan peningkatan berat badan, serta memperpanjang lama perawatan. Permasalahan tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang bersifat non-farmakologis, aman, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemampuan menyusu dan pertumbuhan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang NICU serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek adalah bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU RSUD Inche Abdoel Moeis dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi berupa stimulasi oral diberikan secara terstruktur sesuai standar operasional prosedur rumah sakit selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan berat badan serta respons refleks oral-motor bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemberian stimulasi oral secara rutin memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi. Terjadi peningkatan berat badan meskipun belum sepenuhnya mencapai target optimal sesuai usia gestasi. Selain itu, ditemukan perbaikan refleks hisap dan refleks rooting sebagai luaran tambahan yang diamati secara objektif selama proses evaluasi keperawatan. Respons ini menunjukkan adanya adaptasi fisiologis bayi terhadap intervensi stimulasi oral yang diberikan. Simpulan: Penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Stimulasi oral dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan di ruang NICU untuk membantu proses menyusu dan menunjang pertumbuhan bayi secara optimal. Perawat diharapkan dapat mendampingi dan menerapkan intervensi ini secara konsisten sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal. Kata kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Stimulasi Oral, Peningkatan Berat Badan
Hubungan Pola Makan, Kualitas Tidur, Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Hemoglobin : Literature Review Namira Abiyah Juliyanti; Nur Khaylila Ramadhanti; Rurun Kamila; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9202

Abstract

Kadar hemoglobin merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan seseorang, terutama untuk mendeteksi anemia yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan global pada kelompok remaja dan dewasa muda. Mahasiswa termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kadar hemoglobin akibat perubahan gaya hidup, seperti pola makan tidak teratur, kurang tidur, dan aktivitas fisik yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola makan, kualitas tidur, dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin melalui pendekatan literature review. Metode penelitian menggunakan literature review deskriptif dengan pendekatan PRISMA. Artikel diperoleh melalui database Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2022–2026 menggunakan kata kunci terkait hemoglobin, pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan anemia. Dari hasil identifikasi awal sebanyak 120 artikel, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan merupakan faktor yang paling konsisten dan signifikan memengaruhi kadar hemoglobin, terutama asupan zat besi, protein, vitamin B12, dan asam folat. Sementara itu, kualitas tidur dan aktivitas fisik menunjukkan hasil yang bervariasi, meskipun sebagian besar penelitian menyatakan adanya hubungan positif dengan kadar hemoglobin. Kesimpulannya, penerapan gaya hidup sehat secara menyeluruh diperlukan untuk menjaga kadar hemoglobin tetap optimal dan mencegah terjadinya anemia pada mahasiswa. Selain itu, perbedaan hasil antarpenelitian dipengaruhi oleh variasi desain penelitian, karakteristik responden, jumlah sampel, serta instrumen pengukuran yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan dan pemantauan gizi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa pentingnya menjaga kadar hemoglobin.
Effectiveness of Nonpharmacological Cooling Therapy on Body Temperature Stability of Pediatric Patients with Hyperthermia: Literature Review Ikalia Ulandari; Sendy Glaudia Dede Tule; Laila Alfida Yahya; Masriati Nabila; Fathir Bayu Pratama; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 4 No. 2 (2026): USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v4i2.2306

Abstract

Hyperthermia in pediatric patients is a condition in which body temperature exceeds normal limits which can be caused by infection, inflammatory responses, or environmental factors. This condition requires quick and appropriate treatment to prevent complications such as seizures, fever and organ damage. This literature review aims to analyze the effectiveness of nonpharmacological cooling therapy on the body temperature stability of pediatric patients with hyperthermia. The method used is in the form of literature studies using sources or references in the form of national and international journals. The results of the literature review show that there are several effective nonpharmacological cooling techniques that help reduce the body temperature of pediatric patients with hyperthermia, namely evaporative cooling techniques, cooling baths, tepid sponge water, and oral cooling. These techniques work through the mechanism of evaporation, conduction, and body heat exchange so that they can help maintain the stability of the patient's body temperature. The conclusion of this review is that non-pharmacological cooling therapy can be used as an independent intervention or nursing action in helping to reduce and maintain body temperature stability in pediatric patients with hyperthermia.
The Effect of Islamic Storytelling Audiovisual Therapy on Anxiety Levels in Preschool-Aged Children at Inche Abdoel Moeis Regional General Hospital, Samarinda Rona Mika; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Fatma Zulaikha
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1055

Abstract

Background & Objective: Hospitalization frequently triggers anxiety in preschool children due to unfamiliar environments, separation from parents, and exposure to medical procedures that may be perceived as frightening. Anxiety can negatively affect children’s emotional responses, cooperation during care, and recovery process. Therefore, non-pharmacological nursing interventions that are safe and appropriate to the child’s developmental stage are needed. This study aims to analyze the effect of Islamic storytelling audio-visual therapy on anxiety levels in hospitalized preschool children. Method: This study employed a pre-experimental research design using a one group pretest-posttest approach. The population consisted of preschool children undergoing hospitalization at Inche Abdoel Moeis Regional General Hospital, Samarinda, with a total sample of 16 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using an anxiety assessment instrument before and after the intervention. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal data distribution. Result: The findings showed that the mean anxiety score decreased from 25.56 before the intervention to 21.68 after the intervention, with a significant value of 0.002. This shows a statistically significant reduction in anxiety levels following the intervention. Conclusion: Islamic storytelling audio-visual therapy has a significant effect in reducing anxiety levels among preschool children during hospitalization and can be considered an effective non-pharmacological nursing intervention.
Hubungan Komponen Penilaian Australasian Triage Scale (ATS) dengan Outcome klinis dan Lama Waktu Tunggu Pasien Kardiovaskular di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review Alamsyah, Fachmi; Ridho , Muhammad; Wati, Putri Sintya; Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2770

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang memerlukan penanganan cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penerapan Australasian Triage Scale (ATS) menjadi salah satu sistem triase yang berperan dalam menentukan prioritas berdasarkan tingkat pelayanan kegawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komponen penilaian Australasia Triage Scale (ATS) dengan hasil klinis dan lama waktu tunggu pasien kardiovaskular berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan desain literatur review dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci terkait ATS, penyakit kardiovaskular, hasil klinis, waktu tunggu, dan Instalasi Gawat Darurat. Artikel yang diterbitkan pada periode 2022–2026 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi syarat untuk dijelaskan secara deskriptif naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa komponen penilaian ATS yang meliputi penentuan tingkat urgensi berdasarkan kondisi klinis dan parameter fisiologis berhubungan dengan ketepatan prioritas pelayanan, percepatan waktu respon , serta penurunan lama waktu tunggu. Selain itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi ATS, efektivitasnya dipengaruhi oleh sumber daya dan sistem pelayanan. Disimpulkan bahwa komponen penilaian Australasia Triage Scale memiliki hubungan dengan hasil klinis dan lama waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat. Penerapan ATS yang tepat berpotensi meningkatkan melindungi prioritas pelayanan, mempercepat respon klinis, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan.
Literatur Review : Terapi Nonfarmakologis Kompres Aloe Vera sebagai Upaya Penanganan Demam pada Anak Shabrina Safitri; Richa Cahya Setyowati; Nurkhalisah; Anisa Duwi Putri; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9559

Abstract

Fever in children is an increase in body temperature caused by infection that requires appropriate management to prevent complications. One non-pharmacological therapy that can be used is an Aloe vera compress. This literature review aimed to determine the effectiveness of Aloe vera compress therapy in reducing body temperature in children with fever. The method used was a literature review conducted through article searches in the Google Scholar, PubMed, Garuda, and SINTA databases published between 2021 and 2026. Of the 80 articles identified, 10 articles met the inclusion criteria and were analyzed. The review results showed that Aloe vera compress therapy was effective in helping reduce children’s body temperature, with temperature reductions ranging from 0.1°C to 2.5°C. The effectiveness was influenced by the child’s condition, the cause of fever, the duration of the intervention, and the area of compress application. The mechanism of Aloe vera compress therapy works through its cooling effect, high water content, and conduction process that facilitates heat transfer from the body. In addition to reducing body temperature, this therapy also improved children’s comfort during fever. Therefore, Aloe vera compress therapy can be used as a safe, natural, and easily applicable supportive non-pharmacological intervention in the management of fever in children.
ANALISIS KOMPARATIF KLASIFIKASI MACHINE LEARNING UNTUK MEMPREDIKSI STUNTING PADA ANAK USIA DI BAWAH LIMA TAHUN Yudhi Fajar Saputra; Mahmoud Ahmad Al-Khasawneh; Milkhatun Milkhatun; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Sitti Rahmah
Syntax : Journal of Software Engineering, Computer Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/syntax.v6i1.6852

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang bisa berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Deteksi dini terhadap status stunting anak usia di bawah lima tahun menjadi langkah dalam mencegah gangguan pertumbuhan kronis akibat stunting, sehingga penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi status stunting dengan memanfaatkan pendekatan data mining menggunakan algoritma Decision Tree dan Random Forest. Data yang digunakan diperoleh dari hasil survei terhadap ibu yang memiliki anak dibawah umur lima tahun dengan sejumlah 193 responden, data tersebut mencakup variabel antropometri dan sosial ekonomi, seperti tinggi badan, berat badan, usia anak, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, dan urutan kelahiran. data tersebut diproses melalui tahapan Knowledge Discovery in Databases (KDD) meliputi seleksi atribut, imputasi, encoding, dan klasifikasi melalui proses permodelan data mining, selanjutnya evaluasi dilakukan dengan metrik klasifikasi Classification Accuracy(CA) dan Area Under the Curve (AUC) dari kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest memiliki performa lebih baik dibandingkan Decision Tree dengan nilai CA 71% dan AUC 0.74. dibandingkan Decision Tree dengan nilai CA 67% dan AUC 0.68. Peneliti berharap bahwa Model prdiksi ini berpotensial dapat digunakan sebagai sistem deteksi dini stunting berbasis data atau sebagai rujukan untuk penelitian berikutnyaKata Kunci—Stunting, Machine Learning, Random Forest, Decision Tree, Classification Model, ROC Curve. ABSTRACTStunting is one of the public health issues that can have long-term impacts on the quality of human resources in Indonesia. Early detection of stunting status among children under five years of age is a critical step in preventing chronic growth disorders. Therefore, this study aims to develop a classification model for stunting status using a data mining approach with Decision Tree and Random Forest algorithms. The dataset was obtained from a survey of 193 mothers with children under five, encompassing anthropometric and socioeconomic variables such as height, weight, child’s age, parental education, family income, and birth order. The data were processed through the stages of Knowledge Discovery in Databases (KDD), including attribute selection, imputation, encoding, and classification modeling. The model performance was evaluated using classification metrics: Classification Accuracy (CA) and the Area Under the Curve (AUC) from the Receiver Operating Characteristic (ROC) curve. The results show that the Random Forest model outperformed the Decision Tree, achieving a CA of 71% and an AUC of 0.74, compared to the Decision Tree with a CA of 67% and an AUC of 0.68. This predictive model is expected to be useful as a data-driven early detection system for stunting or serve as a reference for future research.Keywords—Stunting, Machine Learning, Random Forest, Decision Tree, Classification Model, ROC Curve.
Literatur Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Indonesia Gita Anisa Maulida; Erika Syavira; Nia Fauziah; Risma Akmalia; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1177

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) represents a significant global health challenge, with a trend of steadily rising prevalence, including in Indonesia. Patients with CKD undergoing routine hemodialysis face multidimensional challenges that impact their quality of life. This literature review aims to outline and synthesize factors associated with the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis in Indonesia. A systematic literature review method using the PRISMA approach was employed, involving searches across Google Scholar, PubMed, Garuda, and DOAJ databases. Inclusion criteria covered articles with a cross-sectional analytical observational design involving patients with advanced-stage CKD undergoing hemodialysis, published within the last ten years, and utilizing valid and reliable quality-of-life instruments (WHOQOL-BREF, KDQOL-SF, KDQOL-36). A total of 21 national and international articles were selected through a systematic process, and their methodological quality was assessed via mapping and scoring stages. The results highlight various aspects consistently and strongly associated with the quality of life of CKD patients, including: (1) clinical factors such as the duration of hemodialysis and comorbidities; (2) psychosocial factors such as anxiety, depression, family support, motivation, and fatigue; and (3) sociodemographic factors such as education level and economic status. Depression emerged as the most dominant predictor with the highest odds ratio (OR=10.131), followed by the duration of hemodialysis (OR=8.380) and comorbidities (OR=5.044). It is concluded that the quality of life of CKD patients is multidimensional and influenced by the interaction of clinical, psychological, and social factors. Integrated interventions—encompassing routine psychological screening, the strengthening of family support, and comorbidity management—are essential to improving the quality of life for CKD patients in Indonesia.
Islamic Educational Values in Caring for Children with Disabilities: A Literature-Based Qualitative Study Fathul Khair; Ni Wayan Wiwin Asthiningsih; Imam Hakam; Risma Amalia Safitri
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10141

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) is a fundamental right for all children, including those with disabilities; however, its implementation remains limited and often lacks adaptive, inclusive approaches. While previous studies have primarily focused on normative discussions of IRE for children with disabilities, there has been insufficient attention to integrating Islamic educational values into practical caregiving strategies. This study, titled Islamic Educational Values in Caring for Children with Disabilities: A Literature-Based Qualitative Study, aims to explore: (1) the core Islamic educational values relevant to children with disabilities, and (2) practical strategies for incorporating these values into caregiving practices. Using a qualitative approach, the research analyzes scholarly books, journal articles, and relevant documents through content analysis, with data reduction, display, and conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure validity. The findings reveal that key Islamic educational values for children with disabilities include faith (iman), piety (taqwa), patience, responsibility, and moral conduct. These values can be implemented through adaptive strategies such as individualized instruction, habituation, demonstration, play-based learning, and continuous guidance. The study highlights the crucial role of families and educators in creating inclusive, supportive, and value-oriented learning environments. This research contributes to an integrative framework that links Islamic educational values with caregiving strategies, offering both theoretical insights and practical guidance for parents, educators, and policymakers in promoting inclusive Islamic education for children with disabilities.
Co-Authors aditya aditya Agus Friyayi Agus Sugiarno Aisyah Astuti Alamsyah, Fachmi Alia Wardani Andi Lis Arming Gandini Anisa Duwi Putri Asrianti, Ulfa Dwi Candra Patniawati Candra Patniawati Chairunnisa, Aldilla Asri Chatarina Umbul Wahyuni Devi Ariyana Devi Clarisa Amanda Dwi Rahmah Fitrniani Egy Febiyanti Eka Indah Lestari Enok Sureskiarti Erika Syavira Fathir Bayu Pratama Fathul Khair Fitria, A’isyah Riski Gita Anisa Maulida Hasanah, Rahmatin Herlina, Nunung ida bagus nuraini Ikalia Ulandari Imam Hakam Imellia Harmoni Syahputri Jihan Aqilah Laila Alfida Yahya Latipah, Asslia Johar Liwu, Desilia Sidong Luluk Muflikhatul Maulidiyah Lusmiati, Lusmiati Lutfia Novi Rahmawati M. Alfarizi Palewo Mahmoud Ahmad Al-Khasawneh Malwani, Selma Aqila Masriati Nabila Milkhatun Milkhatun, Milkhatun Mira Wati Moh Afandi Muhammad Amir Nasruddin Muhammad Bachtiar Muhammad Wahyu Ramdani Namira Abiyah Juliyanti Nia Fauziah Nur Fithriyanti Imamah Nur Khaylila Ramadhanti Nurjanah Nurjanah Nurjannah, Misbah Nurkhalisah Nursela, Nursela Pipit Fitriani Pratiwi, Rani Eka Putri, Nahda Tiramika Rahman suhada Resta Revalda Ningsih Reza Pitaloka Richa Cahya Setyowati Richa Cahya Setyowati Ridho , Muhammad Risma Akmalia Risma Amalia Safitri Rizal, Alfi Ari Fakhrur Rizkia Cantika Rakhmawati Rona Mika Rurun Kamila Rusmawati Rusmawati, Rusmawati Rusni Masnina Sanita Putri Ardiyani Sendy Glaudia Dede Tule Septiawan, Taufik Shabrina Safitri Siti Khoiroh Muflihatin Sitti Rahmah Sri Wahyuni Sutriani, Merinda Sutrisno, Sutrisno Tiara Tirta, Insani Tiara Tri Wijayanti Umi Kalsum Utami, Fathia Wianida Wahyuni, Emmy Putri Wati, Putri Sintya Yudhi Fajar Saputra Zulaikha, Fatma