Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENERIMAAN LANSIA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DI DUSUN SAMPANGAN WIROKERTEN BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Setyo Mahanani Nugroho; Listia Dwi Febriati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v3i2.116

Abstract

Latar Belakang: Pada waktu memasuki masa lanjut usia, terjadi berbagai perubahan baik yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Perubahan yang bersifat fisik yaitu penurunan kekuatan fisik, stamina dan penampilan. Ditambah dengan kurangnya penyesuaian diri lansia terhadap perubahan yang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan lansia menjadi depresif atau merasa tidak senang saat memasuki usia lanjut. Kurangnya dukungan keluarga dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan psikis lansia. Penelitian ini penting dilakukan karena terkadang masih kurangnya pengaruh dukungan dari keluarga kepada lansia. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap penerimaan lansia dalam menghadapi perubahan psikososial di dusun Sampangan Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles and Huberman.Hasil: Karakteristik informan berdasarkan umur terbanyak pada 60-74 tahun yaitu 6 orang (85,71%), berdasarkan pendidikan tidak bersekolah yaitu 4 orang (57,14%), berdasarkan keaktifan di posyandu adalah aktif yaitu 6 orang (85,71%). Berdasarkan wawancara perubahan psikososial terbanyak mudah sensitive dan mudah emosi. Dukungan keluarga baik. Semua lansia (100%) menerima perubahan yang terjadi.Kesimpulan: Terdapat pengaruh dukungan keluarga dengan penerimaan lansia dalam menghadapi perubahan psikososial di dusun Sampangan Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta. Keyword; Dukungan Keluarga, Penerimaan Lansia, Perubahan Psikologis
Pengaruh Konseling NLP (Neuro Linguistic Programming) Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Kebidanan Selama Praktik Klinik Setyaningsih, Dewi; Lestariningsih; Nugroho, Setyo Mahanani
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v13i1.200

Abstract

Anxiety is an early symptom of students, which can have a negative impact on student achievement and learning outcomes. If the condition of anxiety is not treated, it can affect reducing immunity, depression, and reducing the quality of education. One approach that can be used is the Neuro-Linguistic Programming (NLP) method. Objective: To determine the effect of NLP techniques in reducing student anxiety during clinical practice. Method: Quantitative research using the Quasi-Experimental method using pre-test and post-test without control. This research used a total sampling of 33 students. Results: There was an effect of NLP therapy on students' anxiety levels while participating in Midwifery Clinical Practice with a p-value of 0.00 < 0.05.
Inisiasi Menyusu Dini Berdampak Positif Terhadap Pelepasan Plasenta pada Persalinan Kala III Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Nugroho, Setyo Mahanani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13403

Abstract

In Indonesia, early initiation of breastfeeding is only carried out by 4% of mothers giving birth. Finding a hospital that is willing to initiate early breastfeeding is also an obstacle. Not all health workers and health facilities understand and are willing to carry out this program. So research was needed that aimed to analyze early initiation of breastfeeding on placental release in mothers in the third stage of labor. Researchers implemented a cross-sectional study, involving 37 mothers giving birth at the Maddiri Midwife Practice, Ny. Sisfitriyah, Madiun, selected using simple random sampling technique. Data was collected through direct observation, then analyzed using the independent samples t-test. The results of the analysis showed that the average length of placental release for mothers who initiated early breastfeeding was 7.9 minutes; meanwhile, for mothers who did not initiate early breastfeeding, it was 18 minutes. The t-count value was 9.853, while the t-table was 2.2065. So it was interpreted that there was a significant length of placental detachment between mothers who carried out and did not carry out early initiation of breastfeeding with a higher speed in mothers who carry out early initiation of breastfeeding. Thus, it could be concluded that early initiation of breastfeeding can accelerate the release of the placenta in parturient mothers.Keywords: early initiation of breastfeeding; detachment of the placenta; third stage of labor ABSTRAK Di Inonesia, inisiasi menyusu dini baru dilakukan oleh 4% ibu melahirkan. Mencari rumah sakit yang bersedia melakukan inisiasi menyusu dini juga menjadi salah satu kendala. Belum semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang sudah memahami dan mau melakukan program tersebut. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis inisiasi menyusu dini terhadap pelepasan plasen pada ibu bersalin kala III. Peneliti menerapkan studi cross-sectional, yang melibatkan 37 ibu bersalin di Praktik Madiri Bidan Ny. Sisfitriyah, Madiun, yang dipilih dengan teknik simple random sampling.  Data dikumpulkan melalui observasi langsung, lalu dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata lama pelepasan plasenta ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 7,9 menit; sedangka pada ibu yang tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 18 menit. Nilai t-hitung adalah 9,853, sedangkan t-tabel adalah 2,2065. Maka ditafsirkan bahwa ada lama pelepasan plasenta secara signifikan antara ibu yang melaksanakan dan tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini dengan kecepatan lebih tinggi pada ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inisiasi menyusu dini dapat mempercepat pelepasan plasenta pada ibu bersalin.Kata kunci: inisiasi menyusu dini; pelepasan plasenta; kala III persalinan
EFEKTIFITAS AROMA THERAPY BLEND DIFUSE DALAM MENGATASI KECEMASAN PASCA SALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN Lestariningsih, Lestariningsih; Yuliani, Istri; Nugroho, Setyo Mahanani; Oktaviani, Fransiska Sela; Wahyuni, Kenik sri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i3.1183

Abstract

Latar belakang: Beberapa perubahan yang terjadi pada ibu pasca salin diantaranya pada fisik, psikologi dan hormonalnya. Hal  ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu pasca salin. Ketidaknyamanan pada ibu pasca salin merupakan hal yang masih normal yang dialami setiap ibu pasca salin. Akan tetapi ketidaknyamanan yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan permasalahan lain, salah satunya adalah kecemasan. Perasaan cemas sering kali tidak terkendali dan menguasai pikiran. Hal ini menyebabkan ibu pasca salin memiliki ketakutan yang tidak rasional atau kekhawatiran berlebihan terhadap kejadian yang mungkin tidak terjadi. Penanganan kecemasan pada ibu pasca salin disesuaikan dengan tingkat keparahan tiap individu, baik dengan obat maupun non-obat. Penanganan non-obat bisa dengan menerapkan komunikasi terapeutik, konseling, teknik relaksasi, dll. Aroma teraphy merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan dengan membuat responden rileks. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas aroma therapy blend difuse dalam mengatasi kecemasan pasca salin di wilayah Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode Quasi Eksperiment karena penelitian ini masih menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek dengan atau tanpa kelompok perbandingan namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subjek ke dalam kelompok perlakukan atau kontrol. Penelitian ini menggunakan Pre test and post test without control yaitu mengungkapkan pada suatu kelompok intervensi dengan membandingkan nilai post test dengan pretest tanpa pembanding. Tehnik pengambilan sampel adalah Consecutive sampling. Analisis data menggunakan pairet t-test. Hasil: Pemberian aroma therapy blend difuse efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu pasca salin. dengan menggunakan aromaterapi ibu pasca salin dapat lebih rileks dan lebih nyaman dalam menjalani masa nifas nya. Kesimpulan: Aroma therapy blend difuse efektif untuk mengatasi kecemasan pada ibu pasca salin.