Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN DIARE BALITA DI KELURAHAN GERENDENG KOTA TANGERANG Wahidin Wahidin; Dina Raindanti
Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Vol 4 (2022): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.197 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v4i1.7881

Abstract

AbstrakDaya tahan tubuh balita yang lemah rentan terhadap organisme penyebab diare. Diare merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama pada balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kejadian diare pada anak balita di Kelurahan Gerendeng Kota Tangerang Propinsi Banten Tahun 2022. Penelitian ini bersipat analitik observasional dengan pendekatan studi potong lintang, uji statistik dengan chi-square dan regressi untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen, sampel sebanyak 56 orang menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan PHBS Keluarga, pengetahuan ibu pada PHBS Keluarga tidak menunjukan adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian diare balita. Namun nilai OR > 1 = 1,500 ( 0.337-3.665) ini menunjukan penerapan Ibu Balita Pada PHBS Keluarga merupakan faktor resiko terjadinya diare pada balita.terdapat 1 faktor dominan memengaruhi kejadian Diare pada balita di kelurahan Gerendeng kota tangerang yaitu ketidak biasaan ibu untuk menstrilisasikan botol susu formulaKata Kunci : factor-faktor , Kejadian Diare, Anak BalitaAbstractThe weak immune system of toddlers is susceptible to diarrhea-causing organisms. Diarrhea is one of the highest causes of death and morbidity in children, especially in toddlers. This study aims to analyze the factors causing the incidence of diarrhea in children under five in Gerendeng Village, Tangerang City, Banten Province in 2022. This research is an observational analytic with a cross-sectional study approach, statistical tests with chi-square and regression to see the relationship between the dependent and independent variables , a sample of 56 people using simple random sampling method. The results showed that the implementation of Family PHBS, mother's knowledge on Family PHBS did not show a significant relationship to the incidence of diarrhea in children under five. However, the OR value > 1 = 1.500 (0.337-3.665) indicates that the application of toddler mothers to family PHBS is a risk factor for diarrhea in toddlers. There is one dominant factor influencing the incidence of diarrhea in toddlers in the Gerendeng sub-district, Tangerang city, namely the mother's unfamiliarity with sterilizing milk bottles. FormulasKeywords: factors, incidence of diarrhea, children under five
Hubungan Aksesibilitas, Dukungan Tenaga Kesehatan dan Persepsi dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Pra Nikah di Puskesmas Sukamulya Kecamatan Sukamulya Kab. Tangerang Tahun 2017 Dina Raidanti; Wahidin Wahidin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.116 KB) | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.11

Abstract

The implementation of Tetanus Toxoid immunization for brides and grooms has been regulated in the Ministry of Religion Decree No.2 of 1989 N0.162 – 1/PD.0304. EI that every prospective bride must have been immunized with Tetanus Toxoid. Tetanus vaccine in women who will marry can increase immunity from tetanus infection. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between accessibility, support from health workers and perceptions with the implementation of pre-marital TT immunization at the Sukamulya Health Center, Sukamulya District, Tangerang Regency in 2017. The type of research used was quantitative research using a cross sectional approach. The population in this study was 120 people and the sample used was 40 people. The sampling technique was carried out by accidental sampling. Univariate and bivariate data analysis using chi square technique. From the results obtained that the distribution of the frequency of the implementation of pre-marital TT immunization that was not immunized was (75.0%), accessibility was not supported (55.0%), lack of support for health workers (52.5%) and less perception (55.0%). %). The results of the chi square test showed that there was a significant relationship between accessibility (P-value = 0.000), support from health workers (P-value = 0.001), and the implementation of pre-marital TT immunization (P-value = 0.000). From the results of this study, it was concluded that there was a relationship between accessibility, support from health workers and perceptions with the implementation of premarital TT immunization.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HAEMORAGIK POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI RSUD CIBINONG Muninggar Muninggar Muninggar; Imella Annisah Annisah; Dina Raidanti Raidanti; wahidin wahidin wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.8915

Abstract

  ABSTRAKHaemoragik post partum merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan menjadi masalah kesehatan dengan prioritas khusus. Haemoragik post partum adalah hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Haemoragik Post Partum pada ibu bersalin di RSUD Cibinong Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, pengolahan dan analisis data univariat bivariat dilakukan dengan bantuan computer sampel sebanyak 95 orang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari 95 orang ibu 80,0% nya mengalami haemoragik post partum dan hanya 20,0% saja yang tidak mengalami haemoragik post partum, 67,4% terjadi pada usia 20 tahun – 35 tahun, Hasil analisa bivariat (alfa = 0,05) diperoleh hasil, umur {p-value = 0,071, paritas {p-value = 0,044 OR = 3,322 (95% CI = 1,138  - 9,696) anemia {p-value = 0,019 OR = 3,932 (95% CI = 1,342 – 11,525) jarak kelahiran {p-value = 0,033 OR = 4,317 (95% CI = 1,161 – 16,056) atonia uteri {p-value = 0,009 OR = 4,538 (95% CI = 1,479 – 13,923) sisa plasenta {p-value = 0,26 OR = 3,714 (95% CI = 1,269 – 10,869) laserasi jalan lahir {p-value = 0,31 OR = 3,497 (95% CI = 1,226 – 9,972. Kesimpulan dan Saran : kejadian haemoragik post partum di RSUD Cibinong mayoritas dipengaruhi oleh paritas, anemia, jarak kelahiran, atonia uteri, sisa plasenta dan laserasi jalan lahir. Pembinaan oleh petugas kesehatan pada ibu dengan usia reproduksi sehat, audit maternal dan anamnesa lengkap harus terus dilakukan untuk menekan kejadian perdarahan pasca persalinanAbstraksPostpartum hemorrhagic is one of the causes of maternal death and is a health problem with special priority. Post partum hemorrhagic is the loss of blood of more than 500 ml in the first 24 hours after the birth of the baby. This study aims to determine the factors associated with Post Partum Haemorrhagic events in mothers giving birth at Cibinong Hospital in 2023. The research used an analytical method with a cross sectional approach, processing and analysis of univariate bivariate data was carried out with the help of a computer for a sample of 95 people. The results of the study showed that out of 95 mothers, 80.0% had postpartum hemorrhage and only 20.0% did not experience postpartum hemorrhage, 67.4% occurred at the age of 20 years - 35 years. Results of bivariate analysis (alpha = 0.05) results, age {p-value = 0.071, parity {p-value = 0.044 OR = 3.322 (95% CI = 1.138 - 9.696) anemia {p-value = 0.019 OR = 3.932 (95% CI = 1.342) – 11.525) birth spacing {p-value = 0.033 OR = 4.317 (95% CI = 1.161 – 16.056) uterine atony {p-value = 0.009 OR = 4.538 (95% CI = 1.479 – 13.923) residual placenta {p-value = 0.26 OR = 3.714 (95% CI = 1.269 – 10.869) lacerations of the birth canal {p-value = 0.31 OR = 3.497 (95% CI = 1.226 – 9.972). Conclusions and suggestions: the majority of post partum hemorrhagic events in Cibinong Hospital influenced by parity, anemia, birth spacing, uterine atony, retained placenta and lacerations of the birth canal.Construction by health workers for women of healthy reproductive age, maternal audit and complete anamnesis must continue to be carried out to reduce the incidence of postpartum hemorrhage.   
Perbedaan Edukasi Dengan Media Video Animasi dan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Edukasi Seks Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual Batlajery, Jomima; Maryanah, Maryanah; Masitoh, Siti; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 8, No 2 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i2.10100

Abstract

Angka kejadian IMS di Jakarta Selatan untuk semua kalangan  mengalami kenaikan sebanyak dua kali lipat pada tahun 2020 hingga 2021 yaitu sebanyak 4.350 menjadi 8.691 kasus termasuk dengan berkembang pesatnya jumlah kasus IMS pada remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Salah satu faktor dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai IMS yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan pada remaja seperti menggunakan poster dan podcast. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perbedaan media poster podcast terhadap pengetahuan remaja tentang IMS di SMA Bunda Kandung Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental (pretest and postest with control group design). Sampel menggunakan proportionate/ proposional sampling dengan teknik sistem random sampling sebanyak 40 sampel untuk satu kelompok. Sebanyak 80 respoden yang dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu media poster dan podcast terdapat perbedaan nilai akhir setelah dilakukan intervensi dengan p-value 0,001. Penggunaan media podcast lebih efektif (47,90 mean rank) dibandingkan dengan media poster (33,10) dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menggunakan media seperti poster dan podcast dalam memberikan edukasi dan promosi kesehatan terutama di wilayah sekolah.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PMB C KOTA TANGERANG TAHUN 2022 Muninggar, Muninggar; Anisah, Imella; Raidanti, Dina Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal JKFT Vol 9, No 1 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i1.11411

Abstract

Latar Belakang: AKDR adalah alat kontrsepsi jangka panjang yang dimasukkan kedalam rahim, berukuran kecil, sering berbentuk huruf T, mengandung tembaga atau levonorgestrel. Berdasarkan data pendahuluan di PMB C selama 1 bulan (1 Januri-30 Januari 2023) didapatkan data primer yaitu dari 143 akseptor kb. 95,8 % (37 orang) menggunakan KB suntik, dan 4,2 % (6 orang) menggunakan pil. Tujuan Penulisan: untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas dn sosial ekonomi dengan minat ibu dalam pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di PMB C Kota Tangerang Tahun 2022. Metode Penelitian: ini merupakan penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Crossectional, menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sample 91 responden, memakai data yaitu data primer (kuesioner), analisis menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik Chi-Square terdapat hubungan Pendidikan nilai p-value (0,003), pengetahuan nilai p-value (0,021) dukungan suami nilai p-value (0,036), dan social ekonomi  nilai p-value (0,042) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Tidak ditemukan hubungan paritas nilai p-value (0,977) dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Kesimpulan: penelitian ini yaitu dari lima variable, empat diantaranya ditemukan hubungan Pendidikan, pengetahuan dukungan suami dan social ekonomi dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR dan satu variabel lainnya tidak terdapat hubungan Pendidikan dengan rendahnya minat ibu dalam pemilihan AKDR. Saran: diharapkan tenaga Kesehatan dapat lebih meningkatkan lagi kuantitas dan kualitasnya dalam memberikan Pendidikan dan penyuluhan tentang AKDR kepada masyarakat.Kata Kunci : AKDR, Minat, pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, paritas, ekonomi.
Pendampingan Wanita Usia Subur pada Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Tempat Praktek Mandiri Bidan R Cisalak Pasar Cimanggis Depok Wijayanti, Rina; Raidanti, Dina; Wahidin, Wahidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14496

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian kanker di Indonesia membutuhkan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan dan deteksi dini. Peningkatan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia menjadi sorotan utama. Yayasan Kanker Indonesia menyebutkan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita setelah kanker payudara. Sebanyak 490.000 perempuan di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker serviks setiap bulannya, dan 80% dari kasus tersebut terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. akibat kanker serviks adalah setiap 2 menit, satu perempuan di Indonesia meninggal. Tujuan adalah mengajak wanita usia subur untuk melakukan screening deteksi dini kanker mulut rahim atau kanker serviks dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Metode penyuluhan dengan ceramah yang menggunakan leaflet dan power point sebagai media penyampaian materi penyuluhan terkait kanker serviks dan peserta melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual serviks dengan asam asetat atau IVA test. Peserta terlihat sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan dari awal hingga akhir, terlihat dari hasil posttest yang meningkat dari pretest dan peserta lebih memahami terkait dengan kanker serviks dan dampaknya terhadap kesehatan, serta peserta mengetahui mengenai pencegahan kanker serviks dengan pemeriksaan Inspeksi Visual serviks dengan asam asetat atau IVA test. Kata Kunci: Kanker, Kesehatan, TPMB, Wanita  ABSTRACT The high incidence of cancer in Indonesia requires special attention to prevention and early detection efforts. The increasing number of cervical cancer patients in Indonesia has becomes a primary concern. The Indonesian Cancer Foundation states that cervical cancer is the most commonly suffered type after breast cancer. Approximately 490,000 women worldwide are diagnosed with cervical cancer every month, and 80% of these cases occur in developing countries, including Indonesia. Due to cervical cancer, one woman in Indonesia dies every 2 minutes. The goal is to encourage women of reproductive age to undergo early detection screening for cervical cancer through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA). The education method involves lectures using leaflets and PowerPoint presentations as media for delivering information related to cervical cancer. Participants undergo visual inspection of the cervix using acetic acid or VIA testing. Participants showed great enthusiasm throughout the activity, as evidenced by the increased post-test results compared to the pre-test. Participants demonstrated a better understanding of cervical cancer and its impact on health. Additionally, participants gained knowledge about preventing cervical cancer through visual inspection of the cervix using acetic acid or VIA testing. Keywords: Cancer, Health, Midwife-Led Self-Examination Center, Women.
The role of soybeans on hemoglobin levels in pregnant women Tangerang City in 2022 Afrilia, Eka Mardiana; Musa, Siti Mardhatillah; Wahidin; Lestari, Murni; Rahmawati, Diyah Tepi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1266

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a condition affecting around 70% of pregnant women in Indonesia due to factors such as iron deficiency, vitamin B12 deficiency, and vitamin C deficiency. Soybeans can be an alternative food to prevent anemia in pregnant women, as they are a vital source of health.Objective: To determine the benefits and effects of consuming processed soybean foods on hemoglobin levels in mothers during pregnancy.Method: The study utilized a quasi pre-experimental approach with a pretest-posttest approach to analyze data from 25 pregnant women at Azzahra 2 Clinic Tangerang from July to August in 2022.Results:The results showed that after consuming processed soybean food, pregnant women's hemoglobin levels increased from 10 g/dl to 10.5 g/dl. The effect of giving processed soybean food on hemoglobin in pregnant women at Az-Zahra Clinic 2 Tangerang City was significant (p-value= 0.000 < 0.05).Conclusion: The study concluded that there is a relationship between the provision of processed soybeans and increasing hemoglobin levels in pregnant women. Pregnant women can consume processed soy foods as an alternative to traditional diets.
Effectiveness of Pelvic Rocking Exercise on Primary Dysmenorrhea among Midwifery Students Raidanti, Dina; Wahidin, Wahidin; Fathimah, Siti; Jayanti, Christin
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i2.3508

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems experienced by women of reproductive age, characterized by spasmodic cramps and lower abdominal pain without pathological abnormalities. This condition negatively affects academic activities, productivity, and quality of life. Pelvic rocking exercise, a simple movement using a gym ball, has been suggested to improve uterine blood flow, reduce uterine muscle contractions, and stimulate endorphin release to decrease pain intensity. This study aimed to evaluate the effectiveness of pelvic rocking exercise on primary dysmenorrhea among undergraduate midwifery students. Methods: A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted involving 18 first-year midwifery students experiencing primary dysmenorrhea, selected using accidental sampling. Pain intensity was measured before and after a 15-minute pelvic rocking exercise session and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The mean pain intensity before the intervention was 5.77 (moderate category), which decreased to 2.44 (mild category) after the intervention. The Wilcoxon test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant reduction in pain intensity. Conclusion: Pelvic rocking exercise was proven effective in reducing primary dysmenorrhea among midwifery students. It can therefore be recommended as a non-pharmacological intervention in managing menstrual pain.