Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Bimbingan teknis budidaya cabai besar sistem surjan di Lahan Rawa Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Susanti, Hilda; Purnomo, Joko; Zairin, Zairin; Nazari, Yudhi Ahmad; Dewi, Indya; Sukmana, M. Laily Qadry; Prasetyo, Bayu; Indra, Indra; Kirana, Hashimia Nindya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35991

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Timbul Tani Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengelola lahan rawa untuk budidaya padi sawah yang ditanam secara polikultur dengan tanaman hortikultura dengan sistem surjan.  Tanaman cabai besar merupakan tanaman andalan yang dibudidayakan sejak tahun 2020.  Permasalahan yang dihadapi petani setempat saat ini adalah penurunan produksi cabai jauh di bawah potensi hasil serta serangan organisme pengganggu tanaman.  Bimbingan teknis mengenai budidaya cabai besar sistem surjan di lahan rawa telah dilakukan pada bulan Agustus 2024 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Tabuk.  Kegiatan ini berbasis permasalahan pada pengolahan lahan dan tindak budidaya cabai pada lahan sub optimal rawa. Mitra sasaran adalah kelompok tani Timbul Tani dengan kategori masyarakat produktif secara ekonomi. Metode pelaksanaan adalah ceramah dan diskusi. Narasumber adalah tim pengabdi.  Petani menyatakan bahwa kegiatan ini sangat berharga karena petani dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan dan bertukar pengalaman dalam melakukan budidaya.  Saat ini, petani telah melakukan rotasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas cabai besar di lahan rawa pada pertanaman selanjutnya. Kata kunci: hortikultura; kelompok tani; pengabdian masyarakat; kearifan lokal. Abstract The Timbul Tani Farmer Group in Abumbun Jaya Village, Sungai Tabuk District, manages swamp land for cultivating lowland rice planted in polyculture with horticultural plants using the surjan system. Large chili plants are the mainstay plants that have been cultivated since 2020. The problems currently faced by local farmers are a decrease in chili production far below the potential yield and attacks by plant pests. Technical guidance on cultivating large chilies using the surjan system in swamp land was carried out in August 2024 at the Balai Penyuluhan Pertanian of Sungai Tabuk District. This activity is based on the problems faced in order to increase chili production in Abumbun Jaya Village. The target partners are the Timbul Tani farmer groups with an economically productive community category.. The implementation method is lectures and discussions. The resource person is a community service team. Farmers stated that this activity was very valuable because farmers could convey the problems faced in the field and exchange experiences in carrying out cultivation. This activity is expected to continue to help farmers increase the production of large chilies. Keywords: horticulture; farmer groups; community service; local wisdom.
FORMULASI PUPUK NPK-HAYATI PADA BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA BISI 234 DI LAHAN RAWA LEBAK Putripertiwi, Dwija; Purnomo, Joko; Sukmana, M. Laily Qadry; Hidayat, Wahyu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21758

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh formulasi pupuk NPK-hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida BISI 234 di lahan rawa lebak Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan empat taraf perlakuan (100%, 75%, 50%, dan 25% NPK yang dikombinasikan dengan pupuk hayati), masing-masing diulang enam kali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, waktu berbunga, serta komponen hasil. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan 75% NPK + hayati secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, berat brangkasan, dan komponen hasil seperti diameter tongkol, jumlah baris dan biji per tongkol. Hasil ini mengindikasikan bahwa dosis NPK dapat dikurangi tanpa menurunkan produktivitas bila dikombinasikan dengan pupuk hayati. Penelitian ini berkontribusi dalam strategi pemupukan adaptif dan efisien pada lahan suboptimal, serta membuka peluang studi lanjutan mengenai sinergi mikroba tanah dalam peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan.