Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DESA HUTAN RAWA GAMBUT PASCA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMANTAN SELATAN Hafizianor Hafizianor; Gt.Syeransyah Rudi
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.96 KB) | DOI: 10.20527/jht.v9i3.12317

Abstract

The fire of forest and land especially in forest swamp forest have cause changes in the environment biophysical significant the impact on the occurrence of changes in the environment social. Changes in the environment biophysical and environmental social as the impact of the change over to the area of forest swamp peat has been encouraging people to do the adaptation so that they still exist as individuals and as a community to sustain life ( existence ) and improved its well-being life ( welfare ). Based on the background behind it then needs to do research. From the results of the interim research, it was found that there were various adaptation patterns of the community in adapting to peat swamp forest after fires, including adaptation of land use and adaptation of job diversification outside of work based on forest and peat swamp land use.
ANALISIS CADANGAN KARBON PADA TANAMAN REKLAMASI LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN BATUBARA DI PT. BORNEO INDOBARA Muhammad Syamsudin Noor; Hafizianoor Hafizianoor; Suyanto Suyanto
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.716 KB) | DOI: 10.20527/jht.v8i1.8166

Abstract

The purpose of this study is to analyze carbon stocks on reclamation area of post coal mining in Borneo Indobara Ltd. Carbon reserves referred to in this study are composed of trees, poles, saplings, litter and soil. Measurements of carbon stocks were carried out in the reclamation area of OPD WDL which is plant of 2013 and 2015. Samples were taken as many as 5 plots with a size of 20 m × 20 m in each planting year so that the total plot area in each planting year is 0.2 ha. Determination of sample points using the stratified purposive sampling method, the determination of sample points is assisted by the image of the drone by considering areas that have good and not good growth. The results showed that carbon stock per hectare in the reclamation area in 2013 was 71.84 tons or 2,155.24 tons with a total area of 30 ha, while carbon stock per hectare in the reclamation area in 2015 was 70.20 tons or 1,544.45 tons with a total area of 22 ha.
STRATEGI KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI WILAYAH KERJA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) PULAU LAUT SEBUKU Dewi Wulansari; Zainal Abidin; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.846 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14126

Abstract

Pemberdayaan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan produktifitas kea rah kemandirian, maka akan tumbuh dan berkembang kelompok-kelompok di masyarakat sebagai pelaku dan pendukung pembangunan kehutanan berbasis ekonomi, ekologi dan sosial. Penumbuhan dan pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dilaksanakan secara berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompok tani dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Keikutsertaan kelompok tani hutan dalam pengelolaan hutan menjadi pengaruh terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh KPH Pulau Laut Sebuku. Penelitian ini bertujuan Menyusun strategi kelompok tani hutan (KTH) dalam pengelolaan hutan di wilayah kerja KPH Pulau Laut Sebuku. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan memilih responden berdasarkan kemampuan untuk menjawab dan memberikan informasi yang diharapkan. Analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa kondisi pengelolaan hutan di wilayah kerja KPH Pulau Laut Sebuku termasuk ke dalam Kuadran III (Survival/Bertahan) sehingga strategi yang dilakukan adalah Turn around strategy (strategi memutar balik) yaitu strategi untuk melakukan pembenahan/perbaikan terhadap kondisi pengelolaan yang ada sekarang melalui pencarian metode lain agar pengelolaan lebih efisien
POTENSI DAN PENGGUNAAN KAYU BAKAR DARI AGROFORESTRI DUKUH DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Hafizianor Hafizianor; Muhammad Helmi; Yusuf Efendi
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2280

Abstract

Potensi dan kegunaan kayu bakar yang berasal dari agroforestri dukuh sebagai sumber energi memberikan nilai ketahanan energi bagi masyarakat. Tingkat konsumsi kayu masyarakat  dan potensi kayu bakar yang tersedia perlu diteliti karena tingkat kebutuhan kayu bakar  masyarakat akan sangat beragam tergantung pada kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang berada tinggal di sekitar dukuh/hutan. Konsumsi total kayu bakar sebesar 552,204 m3/tahun dan rata-rata konsumsi kayu bakar tersebut sebesar 276,102 m3/tahun. Sumber kayu bakar yang digunakan berasal dari dukuh yang mereka miliki dan meminta ke dukuh tetangga. Potensi kayu bakar yang ada di dukuh sebesar 370,275 m3/tahun dan rata-rata 185,14 m3/ha. Dari analisis hasil regresi secara parsial dimana variabel berpengaruh nyata adalah jumlah anggota keluarga (X1), pendapatan perbulan (X2), dan jarak dari dukuh  (X4). Perhitungan tersebut menggunakan analisis regresi Y = 0.168 X1 – 0.779 X2 – 0.223 X4 + 0,126884791.Fuelwood is an energy source that has long been used for human purposes. Fuelwood production tends to decrease with decreasing acreage firewood producers such as farms and forests. Fuelwood is more effective and efficient in use for more easily retrieved and obtained without purchasing. The collection of fuelwood shaped wood beams then split into parts. In the storage of fuelwood stored in the side of the house, under the house and above the kitchen. Fuelwood obtained from each hamlet. Consumption of fuelwood both the Village of 552.204 m3/year and average consumption of firewood two villages are sebesat 276.102 m3/year.Potential fuelwood in the hamlet average of 185.14 m3/ha. It turned out to be insufficient consumption of fuelwood per year in which the average volume two of the village of 370.275 m3/year with an average of 185.14 m3/ha. The most widely used type is rubber wood. Based on the analysis of the factors which affect the consumption of fuelwood (Y) is affected by the results of the analysis of partial regression scara where significant variable is the number of family members (X1), monthly income (X2), and the distance of the hamlet (X4). The calculations using regression analysis model Y = 0168 X1 - X2 0779 - 0223 X4 + 0.126884791.
ANALISIS PENGELOLAAN HUTAN OLEH MASYARAKAT DAYAK SIANG DI DESA MUWUN KECAMATAN TANAH SIANG KABUPATEN MURUNG RAYA KALIMATAN TENGAH Kristian Hadinata; Hafizinanor -; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10499

Abstract

Murung Raya District in the middle of the island of Borneo makes this widest district in Central Kalimantan quite isolated. Population centers are separated by hills and mountains. Its natural resources are abundant and have not all been utilized, including coal and gold. This study aims to identify the ecological potential, analyze the management system and determine the performance of forest management by Dayak Siang Communities in Muwun Village, Tanah Siang Subdistrict, Murung Raya District, Central Kalimantan Province. The method used was the interpretation of satellite imagery, sampling techniques, interviews, observation, documentation and performance analysis. The performance value of Forest Areas in Muwun Village, Tanah Siang Subdistrict, Murung Raya District, Central Kalimantan, if viewed in terms of area was not good because 57 ha of natural forest has a level of performance worth 172 with less good category, then in rubber plantations and mixed plantations with an area of 217 ha with a performance value of 315 was very good with a very good category. It can be said that forest management in the Forest area in Muwun Village, Tanah Siang Subdistrict, Murung Raya District Central Kalimantan was less successful because it appeared that around 80% of the forest was ecologically very high on rubber farms and from NTFPs, natural forests have less performance value because the level of community’s awareness to maintain and manage natural forests was still minimal. This happened because they have obtained permission from the Murung Raya Regional Government for forest management on the reason that the local community considered the forest as a source of livelihood to survive.
ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN AGROFORESTRI DUKUH DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA KERTAK EMPAT KECAMATAN PENGARON KABUPATEN BANJAR Gender Analysis in the Management Agroforestry of Dukuh and Contribution to Houselhold Income of Villages Kertak Empat Districk Pengaron Regency Banjar Hafizianor Hafizianor; Rina Muhayah N.P; Siti Zakiah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1518

Abstract

Agroforestri dukuh merupakan bagian dari sistem agroferestri yang terdapat di Kalimantan Selatan dan banyak dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Banjar. Dukuh menurut terminologi Banjar adalah “pulau buah” di areal atau lahan hutan tersebut terdapat bermacam-macam tanaman buah. Asumsi dimasyarakat kehadiran wanita masih belum diperhitungkan secara khusus, karena pekerjaan berat dalam perkebunan dengan pekerjaan laki-laki. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka penelitian ini mencoba menggali informasi mengenai peran perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan, kontribusinya dalam kegiatan pengelolaan agroforestri dukuh terhadap pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai hal-hal tersebut dari analisis gender.Objek penelitian ini adalah rumah tangga yang bermata pencaharian sebagai petani agroforestri dukuh di Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar  Kalimantan Selatan. Kegiatan produktif di dalam pengelolaan agroforestri dukuh, curahan waktu kerja perempuan dalam satu bulan sebesar 46% dan laki-laki sebesar 54% dan diluar agroforestri dukuh perempuan berperan sebesar 47% dan laki-laki 53%.Kegiatan reproduktif curahan waktu kerja perempuan dalam satu bulan berperan sebasar 100%. Pengambilan keputusan kegiatan pengelolaan dukuh  pada tanaman pokok yang sangat berperan adalah suami dan istri sebesar 62,42% serta suami saja sebesar 27,89%. Agroforestri dukuh memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 14% dan dari luar agroforestri dukuh sebesar 86%.Kata kunci: Agroforestri, Dukuh, Gender, Keputusan, Kontribusi
STRUKTUR SOSIAL PADA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DESA PA’AU KABUPATEN BANJAR Asysyifa Asysyifa; Hafizianor Hafizianor; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17634

Abstract

Desa Pa'au salah satu desa yang berada di Pegunungan Meratus yang sekarang dihuni oleh masyarakat suku Banjar yang masih memiliki keturunan dari masyarakat suku Dayak Kayutangi, Masyarakat di Desa Pa’au dalam kehidupannya bergantung pada hutan, rata-rata mata pencaharian mereka adalah petani, buruh tani dengan memanfaatkan hutan untuk berladang, berkebun serta berburu. Pentingnya hutan bagi kehidupan sosial ekonomi semakin diakui, karena nilai-nilai budaya berupa kearifan manusia dalam mengelola alam dianggap sebagai cara terbaik untuk mengelola alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur sosial pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au. Dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Responden diidentifikasi dengan metode purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis kualitatif induktif, yang dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan temuan kajian struktur sosial pada kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan hutan di Desa Pa'au, menggambarkan akulturasi budaya yang membuat adanya perbedaan dari fungsi dan struktur lembaga adat pada masyarakat yang mendiami Pegunungan Meratus pada umumnya. Sedangkan lembaga desa yang ada di desa Pa’au sama dengan lembaga desa pada umumnya. Di Desa Pa’au terdapat aturan yang berkaitan dengan hutan yaitu dilarang memasuki hutan bagian dalam 3 hari sebelum dilakukan ritual sesarahan hutan dan 7 hari setelah dilaksanakan ritual sesarahan hutan. Namun tidak ada sanksi khusus yang diberikan oleh masyarakat apabila ada yang melanggar aturan ini.
Co-Authors - Asysyifa Abdi Fithria Abdul Haris Adi Rahmadi Ahmad Jauhari Ahmad Yamani Ahmad Yunani Alma Rohana Alpianor Alpianor Arfa Agustina Rezekiah Astri Belinda Nur Asrifa Athaillan Mursyid Azizatun Tazkia Badaruddin Badaruddin Bakti Dwi Prasojo Basir Achmad Boyke Wijaya Budi Sutiya Cahyani Hanifah Candra Candra Damaris Payung Danang Biyatmoko Daniel Itta Dewi Wulansari Emmy Sri Mahreda Eny Dwi Pujawati Erika Septiani Theresia Eva Prihatiningtyas Fonny Rianawati Gt.Syeransyah Rudi Gusti Yudha Grifaldrin Hamdani Fauzi Hamdani Fauzi Hapijuddin Noor Heni Meliani Herry Iswahyudi Ilma Hadryanti Irawati Samosir Isabella Andiani Kartika Rakhmawati Khairunisa Khairunisa Kharmaini Mubarak Kissinger Kissinger Kristian Hadinata Lilis Sandari Agustina Mardiah Mardiah Miftahul Anwar Mufidah Asy’ari Muhamad Hamidi Muhamad Nurrahman Abdi Muhammad Adieb Rasyadi Muhammad Halim Mulkarim Muhammad Hasbi Muhammad Helmi Muhammad Husaini Muhammad Muhammad Muhammad Rasid Rida Muhammad Rifa’i Muhammad Rizky Arisandi Muhammad Ruslan Muhammad Syamsudin Noor Naparin, Muhammad Noor Arida Fauzana Normaulida Normaulida Normela Rachmawati Nova Purwanti Nur Weda Wani Nurhidayati Nurhidayati Patar Perdinand Ariokta Rahmawati Rahmawati Raudhah Raudhah Restu Rimbawan Rika Noor Aprilianida Rina Muhayah Noor Pitri Rizain Noor Fikri Rizal Anshari Rizqi Puteri Mahyudin Selimi Guspianor Setia Budi Peran Siti Raihanah Siti Zakiah Sukma Widhiningtyas Sunardi, Ph.D., Sunardi Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Suyanto - Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Vennireza Salsabella Wildani Nugraha Wiwin Tyas Istikowati Yazid Busthami Yusuf Efendi Zainal Abidin