Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PLANETARIUM DI MANADO (MIMESIS DALAM ARSITEKTUR) Ogelang, Ardi C.; Rogi, Octavianus H. A.; Siswanto, Wahyudi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4876

Abstract

ABSTRAK Minimnya pengetahuan serta minat masyarakat terhadap ilmu astronomi yang sedang berkembang danmeningkatnya kualitas penelitian dibidang astronomi. Selain itu juga tuntutan perancangan Arsitektural untuk menunjang visi kota Manado sebagai  kota pariwisata dunia maka dibutuhkan suatu objek yang bisa menarik perhatian masyarakat sehingga lewat kehadiran objek tersebut sektor pariwisata di kota Manado  bisa meningkat. Planetarium merupakan objek yang tepat untuk menjawab persoalan yang ada dimana lewat Planetarium beserta fasilitas-fasilitas pendukungnya  diharapkan dapat memfasilitasi berbagai persoalan yang ada. Proses perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi 2 sesuai dengan kategorisasi dari Horst Rittel yang terbagi dalam 2 fase, fase yang pertama merupakan pengembangan wawasan komprehensif yang terdiri dari 3 aspek yaitu pemahaman terhadap objek rancangan, pemahaman terhadap tema rancangan, dan pemahaman terhadap lokasi dan tapak. Fase yang kedua merupakan fase konseptualisasi dengan menggunakan mekanisme Image-Present-Test menurut John Zeisel.Pada fase ini perancang melakukan transformasi konsep berdasarkan data yang didapat dari pengembangan wawasan komprehensif (fase 1). Transformasi ini diawali dengan tahap Imaging (pemikiran konsep), dilanjutkan dengan tahap Presenting (penyajian konsep ke dalam bentuk gambar atau model) dan diakhiri dengan Testing (pengujian konsep berdasarkan kriteria pengujian tertentu/proses asistensi). Dikatakan ‘Siklus’ karena ketika mencapai tahap Testing, proses transformasi tidak langsung selesai melainkan diperbaiki kembali. Tema perancangan yang dipilih yaitu Mimesis dalam Arsitektur, konsep dari mimesis itu sendiri lebih mengutamakan Pengimitasian bentuk dan borrowing (peminjaman). Pengimitasian bentukkan serta borrowing (peminjaman) lebih mengacu pada item-item jagad raya, item-item tersebut nantinya akan disatukan dengan medium gubahan dalam tabel rekomendasi agar supaya output dari konsep tersebut bisa memiliki nilai keindahan yang dapat menarik perhatian pengunjung. Penerapan Mimesis dalam Arsitektur menghasilkan suatu rancangan planetarium dengan konsep Edutainment atau Educative and Entertainment yang menjadikan objek ini sebagai objek yang mempunyai nilai tersendiri dalam menghadirkan unsur-unsur keindahan. Perancangan ruang dalam maupun ruang luar pada objek ini menghadirkan item-item jagad raya sebagai sumber imitasi diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang akan berkunjung ke Planetarium.   Kata kunci :Planetarium, Mimesis, Edutainment
PENERAPAN PRINSIP PRINSIP SENI EKSPRESIONISME DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Mudeng, Janny; Siswanto, Wahyudi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.362

Abstract

ABSTRAK Karya tulis ini bertujuan untuk  untuk mengingatkan kembali tentang prinsip dan ciri-ciri Arsitektur Ekspresionis yang benar, yang di mana akan dapat kita terapkan kembali ke dalam suatu perancangan Arsitektural, atau Regionalisme yang diakui dalam Arsitektur Post Modern. Pembahasan ini ditempuh melalui studi literatur disertai analisis terhadap teori-teori yang diperoleh dalam karya-karya Arsitektur yang mewakilinya, hasil pembahasan ini kemudian dipresentasikan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan yang relevan. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa ekspresionis dalam Arsitektur yaitu adalah usaha untuk menghargai kebebasan berimajinasi dan kebebasan mencipta yang merupakan Seni dalam Arsitektur. Kebebasan yang dimaksud ini adalah Seni yang tidak hanya dibatasi oleh modul yang akan menjadikan bentuk bangunan terlihat kaku dan monoton. Bentuk ekspresinya biasa terdapat pada emosi kemarahan dan depresi serta emosi bahagia. Kata Kunci: Ekspresionisme, Arsitektur
ADAPTASI SUREALISME DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR Tiwow, Anita; Siswanto, Wahyudi
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSurealisme merupakan gerakan budaya yang pertama berkembang di daerah Eropa tepatnya di Prancis. Surealisme beradaptasi dari dadaisme yang merupakan suatu gerakan revolusioner. Dalam hal ini surealisme mengangkat hal-hal yang tidak rasional ke dalam dunia nyata. Psikoanalisis dari Sigmund Freud menjadi pemikiran dasar para surealis. Dimana perilaku manusia dikendalikan oleh alam bawah sadarnya. Paham surealis mengangkat mimpi, mitos, dan metamorfosis serta halusinasi dan fantasi manusia. Keadaan yang seperti ini membuat suatu pengaplikasian yang secara otomatis membentuk suatu karya. Optimisme dan otomatisme merupakan dua hal yang penting dalam mengangkat dan menerapkan alam bawah sadar. Berbagai teknik pun dilakukan untuk menerapkan surealisme. Teknik-teknik itupun dibagi menjadi dua prinsip, yakni incongruous combination dan metamorfosis.Kata kunci : otomatisme, optimisme, metamorfosis
KONFIGURASI DAN KOMPOSISI SEBAGAI PENDEKATAN DALAM GUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR Siswanto, Wahyudi
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rules of configuration and composition have been known for so long in the history of architecture. Both are methods and design approaches that are connected one to another, nevertheless in many cases, they were seen as opposition one to another, along with the change views and concepts that are applied by scientists and designers. By understanding the meaning, function and the development of configuration and composition in architectural design, the critical scientific standpoint toward both of  the methods can be achieved. Keywords: Configuration, Compotition, Design methode.
EKSPLORASI MUSIK DALAM MORFOLOGI ARSITEKTUR Mantiri, Yohanes Y.; Siswanto, Wahyudi
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan salah satu ungkapan manusia yang artistik dan alami. Musik dapat menjadi sumber inspirasi dalam desain.Fenomena musik dalam arsitektur belum banyak dibicarakan dikalangan arsitektur sendiri. Oleh sebab itu perlu ditelaah lebih lanjut tentang keberadaan fenomena musik dalam arsitektur, bagaimana Fenomena musik dalam arsitektur menjadi penting dan semakin penting dalam masyarakat karena merupakan realitas sosial yang terjadi dalam tiap pengambilan keputusan arsitektural untuk mendirikan bangunan, dan mempengaruhi wujud arsitektur sekarang ini. Sebenarnya di dalam music dan arsitektur terdapat kesamaan yaitu dimana kedua-duanya membutuhkan kedisiplinan.Kepekaan akan prinsip estetika : harmoni, ritme, keseimbangan, penekanan, dll. Kesan psikologis warna, bahan dan konstruksi melengkapi pula perwujudan desain yang utuh dan integral. Musik dapat divisualisasikan dalam desain interior dan arsitektur. Pada perkembangan di era konseptual seperti sekarang area-area publik seperti restoran, café bergaya retro dengan mengambil tema aliran musik tertentu juga merupakan contoh bagaimana kekuatan memori terhadap popularitas jenis maupun kelompok musik tertentu menent Mahasiswa Prodi S1 Arsitektur, Fak. Teknik, Universitas Sam Ratulangi ukan segala bentuk desain, bentuk image yang ingin ditampilkan hingga tampilan fisik interior, arsitektur dan lansekap.Kata kunci : eksplorasi, musik, morfologi
MODEL PENDIDIKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK BALITA MELALUI PEMANFAATAN WAKTU LUANG IBU RUMAH TANGGA Siswanto, Wahyudi
EGALITA EGALITA (Vol 2, No 2
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.448 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v0i0.1962

Abstract

Banyak orang sukses yang mengalami krisis spiritual. Itulah sebabnya, orang ingin mengetahui sebab penyakit spiritual ini. Tahun 2000 orang mengungkapkan adanya kecerdasan spiritual. Mereka percaya bahwa inilah kecerdasan tertinggi. Para top eksekutif sepakat bahwa spiritual terbukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader. Kedudukan ibu rumah tangga begitu penting di dalam agama Islam. Di antara waktu luang yang dimiliki ibu rumah tangga, akan bermanfaat bila digunakan untuk mendidik balitanya. Salah satu yang bisa dididikkan adalah kecedasan spiritual. Hal ini bisa dilakukan melalui (a) contoh perbuatan, (b) nasihat, (c) permainan, (d) teka-teki, (e) cerita, (f) lagu, (g) pembiasaan tingkah laku, dan (h) pembiasaan perkataan.Kata kunci: kecerdasan spiritual, ibu rumah tangga, balita
Humor dalam Novel Resign! Karya Almira Bastari Rabita, Cinda; Siswanto, Wahyudi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i62024p591-603

Abstract

Kitab Ta’limul Muta’allim adalah kitab klasik yang membahas etika pelajar dalam menuntut ilmu, ditulis oleh Syekh Az-Zarnuji. Kitab ini berisi nasihat-nasihat dan syair-syair yang mengajarkan akhlak terpuji dalam proses belajar antara seorang pelajar dengan teman sebaya, pengajar, dan ilmu yang dipelajari. Hampir setiap pesantren dan lembaga pendidikan tradisional di Indonesia saat ini masih mengkaji dan menggunakan kitab Ta’limul Muta’allim. Di lembaga pendidikan formal, kitab ini mulai dikenal setelah diterbitkan versi terjemahannya, meskipun masih relatif sedikit. Penelitian ini ber­tujuan untuk mengeksplorasi proses penciptaan dan mewujudkan karya seni lukis yang terinspirasi dari kitab Ta’limul Muta’allim. Prosesnya dimulai dengan mendes­kripsikan ide gagasan, dilanjutkan dengan proses penciptaan, dan diakhiri dengan hasil karya lukis. Penciptaan karya lukis ini menggunakan prosedur metode penciptaan Alma Hawkins, yang mencakup tiga tahapan: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan tahap perwujudan. Melalui ketiga tahapan ini, dikembangkan enam karya lukis yang ter­inspirasi dari kitab Ta’limul Muta’allim. Karya-karya ini kemudian disajikan dalam bentuk pameran seni lukis. Proses eksplorasi melibatkan penelaahan mendalam ter­hadap isi kitab, memahami nilai-nilai etika dan akhlak yang diajarkan. Tahap improvisasi memungkinkan penulis untuk menginterpretasikan pesan-pesan tersebut dalam bentuk visual, sementara tahap perwujudan adalah proses konkretisasi ide-ide tersebut ke dalam karya seni yang nyata. Pameran ini tidak hanya menampilkan hasil karya lukis, tetapi juga menjadi medium untuk menyebarkan dan memperkenalkan nilai-nilai etika yang diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim kepada khalayak yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin belum mengenal kitab ini sebelumnya.
Pengembangan Media Finger Coloring untuk Anak Down Syndrome dalam Melatih Keterampilan Mewarnai Putri, Reza Sutarna; Siswanto, Wahyudi; Sunandar, Asep; Sumarsono, Raden Bambang; Junaidi, Ahsan Romadlon; Ediyanto, Ediyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 8, No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v8i12022p6-11

Abstract

Media finger coloring adalah media untuk mewarnai yang dilakukan dengan menggunakan jari. Pada penelitian ini media hanya digunakan untuk anak down syndrome usia 5 – 10 tahun. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode need to do. Model penelitian dan pengembangan pada penelitian ini menggunakan model Hasil dari penelitian dan pengembangan media finger coloring yang telah dilakukan mendapatkan hasil kevalidan 97,50% dari Ahli Media dan 68% dari Ahli Pendidikan Seni dengan rata-rata kevalidan 82%. Pada kepraktisan dan kefektifan uji coba siswa kelas 1 mendapatkan hasil 82% dan kelas 3 mendapatkan 90% dengan rata-rata 86%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa media finger coloring valid dan boleh digunakan untuk melatih kemampuan mewarnai anak down. Saran yang diberikan untuk penelitian ini adalah penambahan gambar pada buku mewarnai, mengembangkan media untuk usia 11 – 17 tahun, mengalokasikan waktu agar kualitas, kuantitas, dan waktu belajar dapat seimbang dan selaras, serta perbaikan luas dan ketebalan kertas.
PEMBUANGAN AIR LIMBAH INDUSTRI FARMASI OLEH PT. X BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP: Pharmacy Industry Waste Water Disposal By LLC. X Based On Law Number 32 Of 2009 Concerning Protection and Management Environment Sagala, Juan Gilbert; Siswanto, Wahyudi
AMICUS CURIAE Vol. 1 No. 4 (2024): Amicus Curiae
Publisher : Faculty of Law, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/m48ejz78

Abstract

Industrial developments that continue to grow must be monitored so that they do not pollute the environment which can cause environmental damage which is regulated to be maintained based on Law Number 32 of 2009 (UUPPLH). The author discusses the problem of the suitability of waste disposed of by PT. X with the provisions of UUPPLH and the law enforcement process resulting from the disposal of waste water by PT DKI Jakarta Environment. The data collection method is carried out by analyzing literature using a qualitative approach from which conclusions will then be drawn deductively. After the research was carried out, it was concluded that the waste disposal carried out by PT. Dr. The lifting of sanctions was also appropriate because PT. X has carried out the sanctions given well
REPRESENTASI IDEOLOGI SOSIAL DALAM CERITA PENDEK MAJALAH HORISON TAHUN 1998 Hasbi, Nur; Siswanto, Wahyudi; Sulistyorini, Dwi
JURNAL KONFIKS Vol 10, No 2 (2023): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v10i2.10596

Abstract

Representasi ideologi sosial dalam karya sastra adalah aspirasi pengarang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan selanjutnya dapat digunakan oleh pembaca untuk mengontrol gerak dan arah kegiatan dalam hidup bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan rasional instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa unit teks yang berwujud kalimat dan paragraf cerita dalam cerita pendek. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita pendek majalah Horisontahun 1998. Pengumpulan data dilakukan dengan menyusun panduan dokumentasi studi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Representasi ideologi sosial yang ditemukan dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 terbagi menjadi empat yaitu (1) representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan rasional instrumental. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan rasional instrumental yang ditampilkan dalam (a) kehidupan bermasyarakat (b) kehidupan keluarga (c) kehidupan beragama. (2) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horisontahun 1998 melalui tindakan nilai rasional yang ditunjukkan dalam (a) bekerja (b) mengambil keputusan dan (c) pendidikan. (3) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan afektif yang ditunjukkan dalam (a) rumah tangga dan (b) lingkungan masyarakat. (4) Representasi ideologi sosial dalam cerita pendek majalah Horison tahun 1998 melalui tindakan tradisional yang ditunjukkan terhadap (a) anak (b) orang tua dan (c) masyarakat.