Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penyuluhan Alat Konstrasepsi terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Rokhimah, Alfian Nisa; Sari, Devi Purnama; Nurlaila, Oktavia; Siswanto, Yuliaji; Pranowowati, Puji
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30079

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten Semarang pada tahun 2014 cukup tinggi, yaitu sejumlah 17.771 pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), 1.506 menggunakan Medis Operasi Pria (MOP), 6.688 menggunakan Medis Operasi Wanita (MOW), dan 26.952 menggunakan implan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa 60% masyarakat mempunyai pengetahuan yang buruk tentang alat kontrasepsi. Untuk itu perlu diteliti efek penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner untuk pretest dan postest, video dan leaflet untuk kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pengetahuan responden yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 53,3%, kategori cukup 6,7%, dan kategori baik 40%. Setelah intervensi menunjukkan bahwa 100% responden mempunyai kategori pengetahuan yang baik, sehingga dapat dikatakan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan.
Determinan Kejadian Berhenti Pakai (Drop Out) Alat Kontrasepsi Widyawati, Sigit Ambar; Siswanto, Yuliaji; Najib, Najib
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.32124

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan. Salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas pemakaian alat/cara KB adalah berhenti pakai (drop out) yaitu kejadian berhentinya menjadi akseptor pada PUS yang sebelumnya sudah menjadi akseptor KB. Tujuan Penelitian: Umengetahui faktor determinan kejadian berhenti pakai alat kontrasepsi pada PUS 10–49 tahun pada tahun 2017. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif menggunakan data sekunder daari SDKI Jateng Tahun 2017. Populasi adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status kawin yang berusia 10–49 tahun. Sampel adalah 3.414 PUS yaitu pasangan usia subur usia 10–49 tahun dengan status kawin, pernah menggunakan dan masih menggunakan kontrasepsi di Jawa Tengah.. Analisa menggunakan analisa deskriptif dengan uji korelasi Chi Square menggunakan program SPSS versi 17. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara kejadian drop out dengan tingkat pendidikan, tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian drop out dengan tingkat kesejahteraan pada PUS di Jawa Tengah. Simpulan: Tingkat pendidikan merupakan determinan kejadian berhenti pakai (drop out) alat kontrasepsi di Jawa Tengah. Keywords : contraception,couples of childbearing, drop out Abstract Background: Family Planning is an effort to regulate child birth, distance and ideal age for childbirth, regulate pregnancy. One of the important indicators for measuring the quality of use of methods is to stop using, namely the occurrence of cessation of being an acceptor in an Fertilage Age (EFA) who has previously been a family planning acceptor. Research Objectives: To find out the determinant factors of the incidence of stopping contraception at EFA 10–49 years in 2017. Research Method: Descriptive study using secondary data from the Central Java Year 2017. Population this research are couples of childbearing age 10–49 years who are married as much 3,414. Sample in this research are all couples of childbearing age of 10–49 years with marital status, have used and still use contraception in Central Java. The analysis uses descriptive analysis with Chi Square correlation test using SPSS version 17. Results: There was a significant relationship between the incidence of drop out and the level of education, there was no significant relationship between the incidence of drop out and the level of welfare at EFA in Central Java. Conclusion: Educational level is a determinant of the incidence of drop out in contraception in Central Java. Keywords : contraception, couples of childbearing, drop out
Hipertensi pada Remaja di Kabupaten Semarang Siswanto, Yuliaji; Widyawati, Sigit Ambar; Wijaya, Alya Asyura; Salfana, Budi Dewi; Karlina, Karlina
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41433

Abstract

Hipertensi umumnya terjadi pada usia lanjut, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi dapat muncul sejak remaja dan prevalensinya mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir. Namun banyak yang belum menyadari sehingga menjadi penyebab munculnya hipertensi pada usia dewasa dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi pada remaja di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 147 responden yang diambil dengan two stage cluster sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian mendapatkan responden laki – laki sebanyak 73 orang (49,7%) dan perempuan sebanyak 74 orang (50,3%). Sebagian besar (77,6%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan sebanyak 9 orang (6,1%) kategori hipertensi stage 2, sebanyak 18 orang (12,2%) termasuk kategori hipertensi stage 1, sebanyak 22 orang (15,0%) termasuk kategori pre-hipertensi dan sebanyak 98 orang (66,7%) mempunyai tekanan darah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepertiga responden sudah mengalami hipertensi.
Riwayat Pemberian MP-ASI dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Hidayah, Astriya; Siswanto, Yuliaji; Pertiwi, Kartika Dian
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47526

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to a chronic lack of nutritional intake. According to WHO, Indonesia is the third country with the highest incidence in Southeast Asia at 27.7%. This study aims to determine the relationship between the history of complementary feeding and economic status with the incidence of stunting in children under five in Ngjajaran Village, Tuntang District, Semarang Regency. The research design used was observational analytic with a case-control approach. The research sample was 88 toddlers consisting of 22 cases and 66 controls taken by simple random sampling technique. Data were analyzed using chi-square test. The results showed that there was a relationship between the history of complementary feeding and the incidence of stunting in toddlers with p value = 0.004; OR=4.929 (95% CI 1.745-13.936); there is a relationship between economic status and the incidence of stunting in children under five with p value = 0.047; OR=0.327 (95% CI 0.120-0.890). Closing: The conclusion in this study is that there is a relationship between the history of giving complementary feeding and economic status with the incidence of stunting in children under five in Ngajaran Village, Tuntang District, Semarang Regency.
PENGEMBANGAN MODEL PENYULUHAN KB INTERAKTIF PASANGAN USIA SUBUR PARITAS RENDAH (PUSMUAR) Sigit Ambar Widyawati; Puji Pranowowati; Alfan Afandi; Yuliaji Siswanto; Najib -; Sarmini -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.815 KB)

Abstract

Sejak tahun 2004, pasca kebijakan desentralisasi di Indonesia, pelaksanaan program KB diserahkan ke daerah masing-masing sehingga seringkali tidak menjadi prioritas daerah. Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan pemahaman dan kesadaran PUS Muda Paritas Rendah (dan juga kaum pria) terhadap program KB. Tujuan penelitian: (1) mengetahui pemahaman PUSMUPAR dan kaum pria saat ini terhadap program KB, (2) menyusun program penyuluhan KB interaktif. Metode penelitian dengan participatory action research.Pengumpulan data dilakukan dengan 2 tahap, 1) menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan 2)sosialisasi model, persiapan dan implementasi model, dengan metode aksi dan pendampingan. Hasil penelitian tahap pertama :1) Pemahaman PUSMUPAR tentang konsep NKKBS:sebanyak 73% pemahaman dasar responden baik, 70% sudah mendapat info tentang KB, 70 % pengetahuan tentang tujuan KB baik, 52 % hambatan tentang KB kecil dans ebanyak 80 % responden memiliki persepsi nilai anak yang baik, 40 % responden adalah KB aktif, 31 % responden memiliki penguasaan TI baik,76% sosial budaya mendukung, 2) Keikutsertaan Pria pada Program KB:Kondom 10%, Vasektomi 5%,),3) Tersusun Media Pembelajaran Interaktif (MPI) KB. Hasil penelitian tahap kedua: model media penyuluhan interaktif yang diimplementasikan dipahami oleh masyarakat. Disarankan tersusunnya Media Pembelajaran Interaktif dapat digunakan untuk meningkatkan Keikutsertaan Pria padaProgram KB.Kata kunci: KB, Penyuluhan, PUSMUPAR, Media Pembelajaran, Interaktif
PEMAHAMAN PASANGAN USIA SUBUR PARITAS RENDAH (PUSMUPAR) TERHADAP NORMA KELUARGA KECIL, BAHAGIA DAN SEJAHTERA (NKKBS) Yuliaji Siswanto; Puji Pranowowati; Sigit Ambar Widyawati
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.61 KB)

Abstract

Peningkatan laju pertambahan penduduk yang tinggi akan mengancam kelangsungan kehidupan karena ketidakmampuan penyediaan sumberdaya untuk pemenuhan sandang, pangan dan papan.  ProgramKB menjadi satu keharusan untuk dilaksanakan demi mengurangi laju pertambahan penduduk serta membentuk keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.  Salah satu permasalahannya adalah bagaimana pemahaman Pasangan Usia Subur  Paritas Rendah (PUSMUPAR) saat ini terhadap program KB dan konsep NKKBS?. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman PUSMUPAR saat ini terhadap program KB.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan.  Kota Semarang berdasarkan persentase pencapaian PA pria / total PA Kota yang terendah di Jawa Tengah sebesar 1,76%, sedangkan Kabupaten Grobogan berdasarkan persentase pencapaian PA pria / total PA Kabupaten yang terendah di Jawa Tengah sebesar 1,09%.   Hasil penelitian mendapatkan : sebagian besar dari responden (73%) mempunyai pemahaman dasar tentang kehamilan yang baik. Sebanyak 70% responden mempunyai pengetahuan tentang tujuan KB yang baik. Sebagian dari resonden (54%) mempunyai pelembagaan dan pembudayaan  NKKBS baik.Sebanyak 52% responden menganggap hambatan dalam penerimaan NKKBS adalah kecil. Hampir seluruh responden (80%) memiliki persepsi nilai anak yang baik.
Potensi Paparan Pestisida Dan Dampak Pada Kesehatan Reproduksi Wanita Tani Studi Di Kabupaten Brebes Sigit Ambar Widyawati; Yuliaji Siswanto; Puji Pranowowati
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol. 1 No. 1 (2018): September 2018
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.187 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v1i1.107

Abstract

Penggunaan pestisida dewasa ini semakin intensif untuk meningkatkan hasil pertanian.  Selain bermanfaat, pestisida juga memiliki potensi yang membahayakan. Pada tahun 2008 pestisida dilaporkan menjadi bahan ke sembilan yang paling banyak menyebabkan keracunan.  Pengguna pestisida bukan hanya petani pria, tetapi juga oleh wanita tani sehingga berpotensi mengganggu kesehatan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi paparan pestisida dan dampak pada kesehatan reproduksi wanita tani.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif  dengan lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling di Kabupaten Brebes, yakni pada lokasi penanaman bawang merah yang intensif penggunaan pestisidanya. Hasil penelitian menunjukkan: 1) para wanita tani juga terlibat dalam berbagai kegitan pertanian, 2) ada potensi penggunaan pestisida yang cukup tinggi dengan dosis diatas dosis yang dianjurkan, 3) ada hubungan antara lama pajanan pestisida dengan kesehatan reproduksi wanita tani, berupa kejadian berat bayi lahir ringan BBLR dan abortus, 4) analisis metabolit DAP dari sampel urin 5 wanita tani menunjukkan 1 orang (20%) terbukti mengalami paparan pestisida.  Disarankan penggunaan pestisida secara selektif, hati-hati dan sesuai dosis yang dianjurkan, dengan menggunkan alat pelindung diri (APD) yang lebih baik, sehingga tidak berdampak pada kesehatan reproduksi wanita tani.
PREGNANCY EXERCISES AND DELIVERY PROCESS IN MOTHERS GIVING BIRTH AT SUMOWONO HEALTH CENTER SEMARANG REGENCY Dwi Okta Diarini; Yuliaji Siswanto; Heni Hirawati Pranoto; Ima Syamrotul; Wulan Margiana; Hamdiah Hamdiah
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pregnancy exercise is a therapy to prepare pregnant women either physically or mentally, so that the delivery can take place spontaneously. The delivery process is a process of releasing the fetus from the uterus to the outside of the uterus through the birth canal. This study aimed to find the correlation between pregnancy exercises and delivery process in mothers giving birth. Method: This was a descriptive-correlative study with cross sectional approach. The data sampling used purposive sampling technique. The population in this study was all mothers who attended the pregnancy exercises in period from January to December 2014 in the region of Sumowono Health Center Semarang Regency. The samples were 132 respondents. The data analysis used Chi Square test. Results: The results of this study indicated that the mothers who attended the pregnancy exercises regularly and had spontaneous delivery were 88.2%. While the mothers who attended the pregnancy exercises regularly and did not have spontaneous delivery were 56.4%. Based on the Chi Square test obtained p-value of 0.000 < α (0.05) so that it could be concluded that there was a significant correlation between pregnancy exercises and delivery process in mothers giving birth at Sumowono Health Center Semarang Regency. Conclusion: It shows that by implementing pregnancy exercises on a regular basis can help the delivery process. Therefore, every pregnant woman is expected to attend and participate in the pregnancy class in their neighborhood. 
Status Gizi dan Merokok sebagai Determinan Kejadian Hipertensi pada Remaja SMA Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.804 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak hanya menyerang pada usia lanjut saja, namun saat ini hipertensi pada anak muda dan anak kecil semakin banyak ditemukan. Prevalensi hipertensi pada remaja sebesar 9% pada tahun 2007, kemudian meningkat menjadi 10,7% pada tahun 2013. Remaja yang mengalami hipertensi dapat terus berlanjut pada usia dewasa dan memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan merokok dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan di SMA yang berada di Kabupaten Semarang pada 138 siswa yang diambil dengan menggunakan two stage cluster sampling. Instrument yang digunakan adalah timbangan berat badan, microtoice, tensimeter digital, dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square, fisher exact test, dan kolmogorov smirnov. Hasil penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian hipertensi (p=0,004), terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan menghindari asap rokok dengan kejadian hipertensi (p=0,005), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p=0,435). Dapat disimpulkan bahwa status gizi dan kebiasaan merokok sebagai determinan kejadian hipertensi pada remaja SMA sehingga perlu adanya upaya pencegahan mulai sejak dini untuk menekan risiko morbiditas dan mortalitas. Kata kunci : hipertensi, status gizi, merokok, remaja NUTRITIONAL STATUS AND SMOKING AS DETERMINANT EVENTS OF HYPERTENSION IN ADOLESCENTS ABSTRACT Hypertension is a disease that not only attacks the elderly, but now hypertension in attacks young children too . The prevalence of hypertension in adolescents in 2007 was 9% in 2007, then increased to 10.7% in 2013. Adolescents with hypertension can continue as adult and have a high risk of morbidity and mortality.This research was observational analytic study that aims to know nutritional status and smoking related to the incidence of hypertension. This research has been conducted in senior high schools in Semarang Regency on 138 students taken using two stage cluster sampling. The instruments used were weight scales, microtoice, digital tensimeter, and interview guides. Data analysis used univariate and bivariate with chi-square test, fisher exact test, and Kolmogorov Smirnov. Data analysis was done by using univariate and bivariate with the chi-square test, fisher exact test, and Kolmogorov Smirnov.The results showed that there was a significant correlation between nutritional status and the incidence of hypertension (p = 0.004), there was a significant correlation between the habit of avoiding cigarette smoke with the incidence of hypertension (p = 0.005), and there was no significant correlation between smoking habits and the incidence of hypertension (p = 0.435). It can be concluded that the nutritional status and smoking habit as a determinant of the incidence of hypertension in high school adolescents so that prevention efforts need to be started early on to reduce the risk of morbidity and mortality. Keywords: hypertension,nutritional status,smoking, adolescents
MOTIVASI DAN LINGKUNGAN TEMAN BERGAUL SEBAGAI PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN Dewie Sulistyorini; Yuliaji Siswanto; Heni Hirawati P
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunci keberhasilan belajar terletak pada proses belajar yang dilakukan oleh siswa dan dalam proses belajar siswa dihadapkan pada masalah-masalah belajar yang disebabkan karena mahasiswa kurang termotivasi untuk memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dan kurang bisa beradaptasi dengan teman yang baru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara motivasi dan lingkungan teman bergaul dengan kesulitan belajar mahasiswa semester III Program Studi DIII Kebidanan STIKES Ngudi Waluyo. Studi deskriptif ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tentang motivasi belajar sejumlah 16 pertanyaan, tentang lingkungan teman bergaul sejumlah 16 pertanyaan dan tentang kesulitan belajar sejumlah 17 pertanyaan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 responden yaitu mahasiswa semester III Program Studi DIII Kebidanan STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27-28 Juni 2008 dan sebelumnya dilakukan uji validitas. Analisis data menggunakan rumus korelasi Kendal Tau. Terdapat 63,3% mahasiswa mempunyai motivasi belajar tingkat sedang, 68,3% mahasiswa mempunyai teman dekat yang tingkat pengaruhnya sedang dalam kegiatan belajar sehari-hari dan 70% mahasiswa mempunyai kesulitan belajar tingkat sedang. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi dan kesulitan belajar (p value (0,002) lebih kecil dari α (0,05) dan ada hubungan antara motivasi dan kesulitan belajar (p<0,05) secara signifikan.