Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko berbasis Digitalisasi Sri Lestari; Yuliaji Siswanto; Kartika Dian Pertiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2628

Abstract

Disaster problems in Indonesia are a special concern for the government, both central and regional. One of the areas in Semarang Regency that was affected by the disaster and has not recovered until now is Kalongan Village in East Ungaran District which was hit by a landslide in February 2022 which caused damage to the main road infrastructure connecting Ungaran-Mranggen. Even though it did not cause any casualties, this disaster had an impact on national health development from the health, resilience, environmental and socio-economic aspects. Disaster management is very important in preventing loss of life. One element of disaster management is preparedness as an action to increase life safety when a disaster occurs, especially children as the most vulnerable group. This community service activity is carried out through Disaster Preparedness Socialization to Families as an Effort to Reduce the Impact of Disaster Risk based on Digitalization. The media used in the outreach were animated videos targeting students in grades 1-3 of elementary school and disaster preparedness games for students in grades 4-5 of elementary school, a total of 132 students. Before the activity took place, students were given 10 questions as indicators of measuring knowledge before education (pretest) and after education (posttest). The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge in the good knowledge category as many as 61 students (46.2%). Exposure to media or sources of information, namely health promotion that is right on target, regarding disaster preparedness and emergency response with the right media can increase students' knowledge. The use of videos has been effective in increasing knowledge in the community, because in the current era videos can be played back and viewed. returned by anyone and at any time. ABSTRAK Permasalahan bencana di Indonesia menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang terdampak bencana dan belum pulih hingga sekarang yaitu Desa Kalongan di Kecamatan Ungaran Timur yang terkena bencana longsor pada bulan Februari 2022 yang menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan penghubung utama Ungaran-Mranggen. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kejadian bencana tersebut berdampak pada pembangunan kesehatan nasional baik dari aspek kesehatan, ketahanan, lingkungan maupun sosial ekonomi. Penanggulangan bencana sangat penting dalam mencegah jatuhnya korban jiwa. Salah satu unsur penanggulangan bencana adalah kesiapsiagaan sebagai tindakan untuk meningkatkan keselamatan jiwa pada saat terjadi bencana, terutama anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko Bencana berbasis Digitalisasi. Media yang digunakan dalam sosialisasi adalah video animasi dengan sasaran siswa kelas 1-3 SD dan games siaga bencana untuk siswa kelas 4-5 SD sejumlah 132 siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, siswa diberikan 10 pertanyan sebagai indicator pengukuran pengetahuan sebelum edukasi (pretest) dan sesudah edukasi (posttest). Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 61 siswa (46,2%). Paparan  media  atau  sumber  informasi  yaitu  promosi  kesehatan  yang  tepat sasaran,  mengenai kesiapsiagaan dan atanggap darurat bencana dengan media yang tepat dapat  membuat pengetahuan  pada siswa bertambah Penggunaan video sudah efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada masyarakat, dikarenakan di era saat ini video bisa dibawa diputar ulang dan dilihat kembali oleh siapa saja dan kapan saja.
Penggunaan Alat Pelindung Diri Saat Penyemprotan Pestisida dan Hipertensi pada Petani di Desa Losari Kecamatan Sumowono Avida Noor Hidayah; Yuliaji Siswanto; Andini Dyah Novita Sari; Annisa Putri Heryanda; Dwi Pamuji Sulistiono
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2670

Abstract

The use of pesticide products in agriculture can improve the quality and quantity of crops produced. Pesticides have selective poisoning properties, namely killing parasites and pests or insects that carry disease. Mechanisms when spraying pesticides that do not comply with regulations such as not implementing the use of Personal Protective Equipment (PPE) will result in many negative impacts. The impact of pesticides on people who are constantly exposed can cause nervous disorders, liver disorders, hormonal system disorders, and increased blood pressure. Riskesdas 2018 stated that the incidence of hypertension tends to occur more often in people who work as farmers, namely 36.1%. Hypertension can cause complications including heart failure, stroke, kidney damage and vision damage. Causal factors related to increased blood pressure due to exposure to pesticides include not using complete PPE, working period as a farmer, frequency of pesticide spraying and pesticide spraying techniques. The aim of this study was to determine the relationship between exposure to pesticides in terms of use of PPE and the incidence of hypertension in farmers in Sumowono District. The research design was observational analytic with a cross sectional approach. The population used was all vegetable farmers in Losari Village, Sumowono District with a sample of 100 respondents taken using the quota sampling technique. Data on PPE use was collected using a questionnaire and blood pressure using a digital blood pressure monitor, then analyzed using the Chi Square test. The results of the study showed that there was no relationship between the use of PPE and the incidence of hypertension ((p = 0,117; PR = 1,273; 95% CI = 0,969-1,673).). So it can be concluded that the use of PPE was not proven to have a relationship with the incidence of hypertension.   ABSTRAK                 Pemakaian produk pestisida pada pertanian dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas tanaman yang dihasilkan. Pestisida memiliki sifat racun selektif, yaitu membunuh parasit dan hama ataupun serangga pembawa penyakit. Mekanisme pada saat penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan  seperti tidak menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) akan mengakibatkan banyak dampak buruk. Dampak pestisida pada orang-orang yang selalu terpapar dapat menyebabkan gangguan syaraf, gangguan hati, gangguan system hormon, dan kenaikan tekanan darah. Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian hipertensi cenderung banyak terjadi pada masyarakat dengan pekerjaan sebagai petani yaitu sebesar 36,1%. Penyakit hipertensi dapat menimbulkan komplikasi diantaranya payah jantung, stroke, kerusakan ginjal dan kerusakan penglihatan.  Faktor penyebab yang berhubungan dengan kenaikan tekanan darah akibat paparan pestisida yaitu tidak menggunakan APD dengan lengkap, masa kerja menjadi petani, frekuensi penyemprotan pestisida dan teknik penyemprotan pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pestisida yang ditinjau dari penggunaan APD dengan kejadian hipertensi pada petani di Kecamatan Sumowono. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.  Populasi yang digunakan adalah seluruh petani sayur yang berada di Desa Losari, Kecamatan Sumowono dengan sampel sebanyak 100 responden yang diambil dengan teknik quota sampling. Data penggunaan APD dikumpulkan dengan kuesioner dan tekanan darah menggunakan tensimeter digital, selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian hipertensi (p = 0,117;    RP = 1,273; 95% CI = 0,969-1,673). Sehingga dapat disimpulkan  bahwa penggunaan APD  tidak terbukti memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi.
Paparan Pestisida dan Kejadian Mild Cognitive Impairement (MCI) pada Remaja di Daerah Pertanian di Kecamatan Sumowono Siswanto, Yuliaji; Kartika Dian Pertiwi; Sri Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3667

Abstract

Mild Cognitive Impairment (MCI) is a condition of objective cognitive impairment with clinical symptoms leading to dementia. This condition is characterized by problems with memory function, language, thinking or judgment (executive function) and spatial perception (visuospatial). Exposure to pesticides can have an impact on human health, especially the health of farmers. The impact of pesticides on people who are constantly exposed can cause nervous disorders, liver disorders, hormonal system disorders, and increased blood pressure. The aim of this study was to determine the relationship between exposure to pesticides and the incidence of  Mild Cognitive Impairment (MCI) in adolescents around agricultural areas in Sumowono District. The research design used was observational with a cross-sectional time approach. The research sample was 35 teenagers taken purposively. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that there was no significant relationship between pesticide exposure and the incidence of mild cognitive impairement (MCI) (r=0,018; p=0,919). The conclusion of this study is that there is no relationship between exposure to pesticides and the incidence of mild cognitive impairment (MCI) in adolescents in agricultural areas in Sumowono District ABSTRAK                 Gangguan Kognitif Ringan atau Mild Cognitive Impairent (MCI) merupakan suatu kondisi gangguan kognitif obyektif dengan gejala klinis menuju terjadinya dimensia (kepikunan). Kondisi ini ditandai dengan masalah fungsi memori, Bahasa, pemikiran atau penilaian (fungsi eksekutif) dan persepsi ruang (visuospasial). Paparan pestisida dapat berdampak bagi kesehatan manusia terutama kesehatan petani. Dampak pestisida pada orang-orang yang selalu terpapar dapat menyebabkan gangguan syaraf, gangguan hati, gangguan sistem hormon, dan kenaikan tekanan darah. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan pestidida dengan kejadian MCI pada remaja di sekitar daerah pertanian di Kecamatan Sumowono. Desain penelitian yang dugunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 35 remaja yang diambil secara purposive. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara paparan pestisida dengan kejadian MCI (r=0,018; p=0,919). Simpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara paparan pestisida dan kejadian mild cognitive impairement (MCI) pada remaja di daerah pertanian di Kecamatan Sumowono.
Studi Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) Menggunakan Ferri Klorida (Fecl3) pada Limbah Cair Industri Pembuatan Tahu Kartika Dian Pertiwi; Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3714

Abstract

The tofu industry is a business established to develop activities in the food sector that have positive and negative impacts on the environment. The source of tofu industrial waste in Semarang comes from several process stages which produce average values ​​of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) which are very far from the thresholds determined by industrial wastewater quality standards. tofu by the government according to Central Java Provincial Regulation No.5 of 2012. The aim of this research is to determine the effectiveness of ferric chloride (FeCl3) as a coagulant in the wastewater treatment process of the tofu making industry with test parameters COD and TSS. This type of research is a quasi-experiment. The research design used was a pretest-posttest with control group design. The samples in this research were 35 samples of tofu liquid waste produced from the tofu industry in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The results of this research show that there is a difference in the Chemical Oxygen Demand (COD) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.016 or a probability below 0.05 (0.016 < 0.05), with the most effective dose being 40 gr/L waste water, There is a difference in the Total Suspended Solid (TSS) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.001 or the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05). the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05).   ABSTRAK                 Industri tahu merupakan usaha yang didirikan dalam rangka pengembangan kegiatan di bidang pangan yang mempunyai dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Sumber limbah industri tahu di Semarang berasal dari beberapa tahapan proses yang menghasilkan nilai rata-rata Biochemichal Oxygen deman (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspenden Solid (TSS) sangat jauh dari ambang batas yang ditentukan baku mutu air limbah industri tahu oleh pemerintah menurut Perda Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ferri klorida (FeCl3) sebagai koagulan  dalam  proses  pengolahan air  limbah  industri  pebuatan tahu dengan parameter uji COD dan TSS. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest-postest with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair tahu yang dihasilkan dari industri tahu di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur,  Kabupaten Semarang sebanyak  35 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ada perbedaan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,016 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,016 < 0,05 ), dengan dosis paling efektif adalah 40 gr/L air limbah, Ada perbedaan kadar Total Suspended Solid (TSS) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,001 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ). probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ).
Edukasi Safety Riding sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Perilaku Aman Berkendara pada Pelajar SMP Fidia Rubiati; Siswanto, Yuliaji; Fajriatu Az Zahra; Nunik Cahyani; Siti Rofiqotul Umayah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v7i1.3438

Abstract

An accident is an unexpected and unintended event that can result in loss of property, possessions, or casualties. One common type of accident is traffic accidents. According to Heinrich's theory, most accidents (88%) are caused by unsafe human actions. The highest accident age is <17 years due to lack of awareness of driving safety.  Junior high school student rank second (11%) of the total national accident figure after high school students (66.7%). Safety riding is an effort to minimize risk and improve safety. This study aims to see the difference in attitudes before and after being given education on the importance of safe riding awareness. The type of research used analytical with observational design and cross-sectional approach.  The location was SMPN 1 BERGAS with a study population of all SMPN 1 BERGAS students, the sample was class IX students totaling 31 students taken with pre-selective sampling technique. The variables collected include respondent characteristics (gender, age, whether or not they have had an accident, speed in driving, use of Personal Protective Equipment (PPE) and safe riding attitudes. Data collection was carried out using a questionnaire to measure respondent characterisrics, and attitude. The attitude questionnaire was given before (pretest) and after (posttest) education was given about safety riding. Analysis using the Paired T-test test and obtained a p value = 0.000 <0.05.  So there is a significant difference ain attitudes before and after being given education on the importance of safe driving awareness among students of SMP Negeri 1 Bergas.   ABSTRAK                 Kecelakaan adalah kejadian tak terduga dan tidak dikehendaki yang dapat mengakibatkan kerugian harta, benda, atau korban. Salah satu jenis kecelakaan yang umum adalah kecelakaan lalu lintas. Menurut teori Heinrich, sebagian besar kecelakaan (88%) disebabkan oleh tindakan tidak aman manusia. Usia kecelakaan tertinggi yaitu <17 tahun karena kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara. Pelajar SMP menduduki urutan kedua (11%) dari total angka kecelakaan Nasional setelah peleajar SMA (66,7%).  Safety riding menjadi upaya untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara. Jenis penelitian menggunakan  analitik dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Lokasi di SMPN 1 BERGAS dengan populasi penelitian seluruh siswa SMPN 1 BERGAS, sampelnya siswa kelas IX yang berjumlah 31 siswa diambil dengan teknik pruposive sampling. Variabel yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pernah atau tidaknya mengalami kecelakaan, kecepatan dalam berkendara, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta sikap berkendara aman. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik responden, dan sikap. Kuesioner sikap diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) diberikan edukasi mengenai safety riding. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dan diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan sikap sebelum dan sesudah diberi edukasi akan pentingnya kesadaran aman berkendara pada siswa SMP Negeri 1 Bergas.
Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Pramujasa BRT Trans Jawa Tengah Aura Valentina; Pertiwi, Kartika; Siswanto, Yuliaji; wahyuni, sri
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Musculoskeletal Disorder (MSDs) merupakan penyakit akibat kerja yang umum terjadi, dengan prevalensi 7,3% di Indonesia (Riskesdas 2018). Pramujasa BRT melakukan aktivitas kerja fisik yang melibatkan berdiri lama, gerakan berulang, dan keterbatasan waktu istirahat. Observasi menunjukkan bahwa pramujasa sering mengalami nyeri di leher, punggung, dan kaki bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kelelahan kerja dengan keluhan MSDs pada pramujasa BRT Trans Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pramujasa BRT Trans Jawa Tengah Koridor I Semarang – Bawen, dengan sampel sebanyak 64 responden yang diambil secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner IFRC dan NBM. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% responden dengan keluhan MSDs tinggi juga mengalami kelelahan kerja tinggi, sementara 0,0% mengalami kelelahan kerja sedang dan 3,3% mengalami kelelahan kerja rendah. Ada hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan keluhan MSDs pada pramujasa BRT Trans Jawa Tengah (p value = 0,037) dengan (r = 0,262) yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Berdasarkan temuan tersebut disarankan agar Perusahaan melakukan pengaturan waktu istirahat yang lebih optimal, rotasi tugas antar pramujasa, dan penyediaan fasilitas istirahat yang memadai di titik-titik pemberhentian bus.   Kata kunci: Kelelahan Kerja, Musculosceletal Disorders, Pramujasa       ABSTRACT MSDs are a common occupational disease, with a prevalence of 7.3% in Indonesia (Riskesdas 2018). Service personnel carry out physical work activities that involve long standing, repetitive movements, and limited rest time. Observations show that service personnel often experience pain in the neck, back, and lower legs. This study aims to determine the relationship between the level of work fatigue and MSDs complaints among BRT Trans Central Java service personnel. This research uses an analytical quantitative method with a cross-sectional approach. The population in this study was the Trans Central Java BRT bus crews Corridor I Semarang – Bawen, with a sample of 64 respondents taken purposively. Data collection uses IFRC and NBM questionnaires. Bivariate analysis using the Pearson Product Moment test. The results showed that 40.0% of respondents with high MSDs complaints also experienced high work fatigue, while 0.0% experienced moderate work fatigue and 3.3% experienced low work fatigue. There was a relationship between the level of work fatigue and MSDs complaints in the Central Java BRT bus crew (p value = 0.037) and (r = 0.262) which showed a positive relationship with weak correlation strength. Based on these findings, it is recommended that the Company implement more optimal rest time arrangements, rotate duties between bus crew, and provide adequate rest facilities at bus stops.   Keywords: Work fatigue, musculosceletal disorders, service personnel
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang: Analysis of Factors Influencing Exclusive Breastfeeding During the Covid 19 Pandemic in Semarang Regency Widyawati, Sigit Ambar; Yuliaji Siswanto; Eko Mardiyaningsih; Alfan Afandi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2556

Abstract

Supporting mothers to continue breastfeeding during the COVID-19 pandemic is still a public health issue. Globally, breastfeeding is recommended to be continued during the pandemic to improve infant health and immunity. Breastfeeding practices are influenced    by several factors including culture, economic level, sociodemographic conditions, as well as decisions regarding   breastfeeding   are influenced by psychosocial factors and other policies. This study aims to analyze the factors that influence exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic in Semarang Regency.The type of research chosen was observational analytics with a cross-sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample of 119 respondents. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate using chi-square test followed by multivariate. The results of the bivariate test showed that there were 3 variables related to exclusive breastfeeding, namely family support (p=0.029), information sources (p=0.038), and work (p=0.048). The results of multivariate logistic regression obtained maternal employment variable (p=0.018) with relationship strength of 2,745. This shows that respondents who work have a 2.74 times greater chance of not providing exclusive breast milk compared to those who do not work Abstrak Dukungan ibu untuk terus menyusui selama pandemi COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Secara global, pemberian ASI direkomendasikan untuk dilanjutkan selama pandemi untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan bayi. Praktik menyusui dipengaruhi    oleh beberapa    faktor termasuk budaya, tingkat ekonomi, kondisi sosiodemografis, juga keputusan mengenai   menyusui   dipengaruhi oleh faktor psikososial dan kebijakan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI secara ekslusif, yaitu  dukungan keluarga (p=0,029), sumber informasi (p=0,038), dan pekerjaan (p=0,048). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pekerjaan ibu (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar 2.745. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang bekerja mempunyai peluang sebesar 2,74 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibanding dengan yang tidak bekerja.
Faktor Risiko Penyebab Stunting pada Balita Usia 6-36 Bulan: Risk Factors Causing Stunting in Toddlers Aged 6-36 Months Widyawati, Sigit Ambar; Yuliaji Siswanto; Alfan Afandi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.3042

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition that occurs during the critical period of the growth and development process starting from the fetus. Indonesia has quite a serious nutritional problem which is characterized by many cases of malnutrition. Malnutrition is an impact of nutritional status. Stunting or short stature, a condition where a person's height  does not match their age, is determined by calculating the Z-index score for Height according to Age . The type of research chosen was observational analytics with a cross sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample size of 119 respondents. Data collection was carried out by means of interviews and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test, followed by multivariate analysis. The bivariate test results showed that variables related to the incidence of stunting were parenting style (p=0.012), mother's knowledge about nutrition (p=0.066), and mother's knowledge about exclusive breastfeeding (p=0.232). The results of the multivariate logistic regression showed that the parenting pattern variable was (p=0.018) with a strength of relationship of OR 4.029. This shows that respondents who have poor parenting styles have a 4.029 times greater risk of stunting.   Abstrak Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai janin. Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting atau perawakan pendek (shortness), suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak sesuai dengan umur, yang penentuannya dilakukan dengan menghitung skor Z-indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pola asuh (p=0,012), pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,066), dan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif (p=0,232). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pola asuh (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar OR 4,029. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pola asuh kurang memiliki risiko  4,029 kali lebih besar untuk terjadinya stunting.
Pendampingan Kebiasaan Bersih dan Sehat bagi Anak Sekolah di Semarang Jawa Tengah Cahyati, Widya Hary; Putriningtyas, Natalia Desy; Siswanto, Yuliaji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17488

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan dan tindakan yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Penerapan PHBS merupakan sikap dan tindakan yang harus diaplikasikan mulai dari kelurga, sekolah, dan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan sekaligus sosialisasi PHBS bagi anak sekolah yang berkaitan dengan pengertian PHBS serta contoh implementasi kebiasaan PHBS. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan, role play sekaligus edukasi kesehatan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para siswa usia 7-9 tahun di SD Antonius 02 Semarang sebanyak 194 orang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi, pendampingan, role play dan edukasi kesehatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini juga memperoleh kesan positif dan diharapkan untuk dilanjutkan ke sekolah lain agar semakin memicu atmosfer PHBS pada anak sejak usia dini. Kata Kunci: Anak Sekolah, Kebiasaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a habit and action that greatly affects one's health. The implementation of PHBS is something that should be applied by everyone, both in the family, school, and community. The problem found in this service activity is the lack of knowledge, attitudes, and the application of clean and healthy living habits in daily life. For this reason, the solution offered to partner problems is socialization related to clean and healthy living habits, as well as how to get used to clean and healthy behavior. The method of implementing the activity is to provide socialization and video playback on how to get used to clean and healthy living which aims to increase the capacity of SD Antonius 02 children in getting used to living clean and healthy, so as to prevent disease attacks. From this service activity, results were obtained in the form of increasing knowledge of SD Antonius 02 students about clean and healthy living behavior, besides that they also received a positive response from all participants. PHBS socialization activities can be continued in other schools as an effort to foster clean and healthy living behavior in children from an early age. Keywords: School Children, Behavioral, Healthy
Analisis Faktor Demografi, Medis, dan Gaya Hidup terhadap Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Lansia: Studi Cross-sectional di Posyandu Lansia Ngudi Waras Pudakpayung Banyumanik Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari; Anggi Margaretha; Ferdias Arkhan Setya Ardana; Siti Rodlotul Jannatun Naim
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia dan menjadi masalah kesehatan utama pada kelompok lansia. Kota Semarang mencatat jumlah kasus DM tipe 2 tertinggi di Jawa Tengah, dengan peningkatan kasus hingga tingkat pelayanan primer. Puskesmas Pudakpayung, yang mencakup wilayah Posyandu Lansia Ngudi Waras Banyumanik, melaporkan 501 kasus DM tipe 2 pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu Lansia Ngudi Waras tahun 2024 (N=100). Sampel sebanyak 62 lansia dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kesediaan mengikuti pemeriksaan gula darah acak . Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square . Aktivitas fisik menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian DM tipe 2 pada lansia (p<0,05), di mana lansia dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami DM tipe 2. Pola makan tidak berhubungan signifikan dengan DM tipe 2 (p>0,05). Faktor medis seperti riwayat keluarga (p=0,263) , obesitas (p=0,905), dan hipertensi (p=0,264) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Faktor demografis usia (p=0,805), jenis kelamin (p=0,907), dan status pekerjaan juga tidak berhubungan signifikan, meskipun terdapat kecenderungan prevalensi lebih tinggi pada lansia dengan tingkat pendidikan rendah. Aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian diabetes tipe 2 pada lansia. Intervensi promotif–preventif di Posyandu Lansia perlu difokuskan pada peningkatan aktivitas fisik terstruktur sebagai strategi utama pencegahan DM Tipe 2 Kata kunci: Aktivitas Fisik , Lansia, Faktor Risiko Metabolik, Diabetes Tipe 2 ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a high global prevalence and is a major health concern among the elderly. Semarang City has recorded the highest number of T2DM cases in Central Java, with an increasing trend reaching primary healthcare levels. Pudakpayung Health Center, which oversees the Ngudi Waras Elderly Integrated Health Post (Posyandu Lansia) in Banyumanik, reported 501 cases of T2DM in 2022. This study is a quantitative observational analytical study using a cross-sectional design. The population consisted of all elderly individuals registered at the Ngudi Waras Elderly Posyandu in 2024 ($N=100$). A sample of 62 elderly participants was selected using purposive sampling based on their willingness to undergo random blood glucose testing. Data were analyzed descriptively and inferentially using the Chi-Square test. Physical activity showed a significant correlation with the incidence of T2DM in the elderly ($p < 0.05$), where those with low physical activity levels had a higher risk of developing T2DM. Dietary patterns did not show a significant correlation with T2DM ($p > 0.05$). Medical factors such as family history ($p = 0.263$), obesity ($p = 0.905$), and hypertension ($p = 0.264$) did not show significant associations. Demographic factors including age ($p = 0.805$), gender ($p = 0.907$), and occupational status were also not significantly related, although there was a trend of higher prevalence among those with lower educational levels. Physical activity is the dominant factor influencing the incidence of T2DM in the elderly. Promotive and preventive interventions at the Elderly Posyandu should focus on increasing structured physical activity as a primary strategy for preventing Type 2 Diabetes Mellitus. Keywords: Physical Activity, Elderly, Metabolic Risk Factors, Type 2 Diabetes