Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Kepercayaan Politik dan Kesadaran Politik Terhadap Intensi Partisipasi Politik Pada Pemilih Pemula Layungsari, Sawitri; Chotidjah, Sitti; Nurendah, Gemala
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 9, No 2 (2024): MARET
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v9i2.57373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan politik dan kesadaran politik terhadap intensi partisipasi politik pada pemilih pemula. Penelitian melibatkan sebanyak 421 pemilih pemula. Responden mengisi kuesioner kepercayaan politik yang disusun oleh Lewicky (1998), kuesioner kesadaran politik yang disusun oleh Almond dan Verba (1990), dan kuesioner intensi partisipasi politik yang disusun oleh Ajzen dan Fishbein (2010). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan politik dan kesadaran politik terhadap intensi partisipasi politik pada pemilih pemula. Besarnya pengaruh antara kepercayaan politik dan kesadaran politik terhadap intensi partisipasi politik pada pemilih pemula sebesar 27,1%, dan 72,9% lainnya berasal dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hubungan Rumination dan Cyberchondria pada Mahasiswa Rantau Salim, Gita Trisyaramita; Chotidjah, Sitti; Musthofa, Muhammad Ariez
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 10, No 1 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v10i1.63734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rumination dan cyberchondria. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 337 mahasiswa rantau yang berkuliah di Kota Bandung yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Ruminative Thinking Style (RTS-20) dan Cyberchondria Severity Scale Short Form (CSS-12), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan teknik statistik korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan kuat antara rumination dan cyberchondria. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa rantau yang memiliki skor rumination yang tinggi, kemungkinan akan memiliki skor cyberchondria yang tinggi pula.
Optimisme Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung Menuju Masa Reentry Zulnida, Eka Fauziyya; Mukminin, Ghinaya Ummul; Musthofa, Muhammad Ariez; Chotidjah, Sitti
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v7i1.64731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran optimisme dan faktor-faktor yang mendukung optimisme pada Anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung menunju proses re-entry. Optimisme merupakan ekspektasi positif seseorang mengenai masa depannya, sementara re-entry merupakan proses anak didik kembali lagi ke masyarakat. Penulisan ini dilakukan kepada dua orang anak didik dengan kasus Narkoba dan Pelanggaran terhadap Ketertiban. Penggalian informasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, dan teknik analisis data studi kasus menggunakan tematik analisis. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa terdapat dua pendekatan dalam ekspektasi positif anak didik terhadap masa depannya yaitu ekspektasi berkaitan dengan karir dan ekspektasi berkaitan dengan perubahan perilaku. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme anak didik LPKA antara lain self efficacy, self acceptance, self evaluation, self image, religious coping, motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta regulasi emosi.
Pengaruh Kepribadian Proaktif terhadap Adaptabilitas Karir pada Karyawan di Kota Bandung Pradana, Bima Pandu; Chotidjah, Sitti; Wyandini, Diah Zaleha
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v6i2.64737

Abstract

Abstract This study aims to determine whether there is an effect of proactive personality on career adaptability among employees in Bandung. This study uses quantitative methods a number of participants as many as 134 employees in the city of Bandung. The instrument used in this research is the Proactive Personality Scale to measure the proactive personality of employees and Career Adaptability Scale) to measure career adaptability. The analysis technique used in this research is linear regression. The results showed that proactive personality has an effect on career adaptability.Keywords: career adaptability, proactive personalityAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karir pada karyawan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah partisipan sebanyak 134 karyawan di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proactive Personality Scale untuk mengukur kepribadian proaktif karyawan dan Career Adaptability Scale untuk mengukur adaptabilitas karir. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian proaktif berpengaruh terhadap adapatablitas karir.Kata Kunci: adaptabilitas karir, kepribadian proaktif  
Pengaruh Fear of Missing Out dan Kesepian terhadap Psychological Well-Being pada Remaja Akhir Pengguna Media Sosial Twitter di Jawa Barat Prameswari, Tiara Puspita; Chotidjah, Sitti; Wyandini, Diah Zaleha
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v6i1.64668

Abstract

Abstract  This study aims to determine the effect of fear of missing out and loneliness on psychological well-being in late adolescents using Twitter in West Java. This study uses a quantitative method with a correlational design. The sample of this study consisted of 385 respondents with the characteristics of late adolescents with an age range of 15-19 years in West Java and actively using Twitter. The sampling technique used is accidental sampling. Researcher used the Fear of Missing Out Scale, the Loneliness Questionnaire, and Ryff's Psychological Well-Being Scale. The data analysis used was multiple linear regression analysis with a significance value of 0.001. Referring to the result of data analysis, it can be concluded that fear of missing out and loneliness affect psychological well-being and the influence given is quite large.Keywords: fear of missing out, loneliness, psychological well-being.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari fear of missing out dan kesepian terhadap psychological well-being pada remaja akhir pengguna media sosial Twitter di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini terdiri atas 385 responden dengan karakteristik remaja akhir dengan rentang usia 15-19 tahun di Jawa Barat dan aktif menggunakan Twitter. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Peneliti menggunakan Fear of Missing Out Scale, Skala kesepian, dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan nilai signifikansi 0.001. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa fear of missing out and kesepian berpengaruh terhadap psychological well-being dengan pengaruh yang besar.Kata kunci: fear of missing out, kesepian, psychological well-being.
PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL TERHADAP SCHADENFREUDE PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG DIMEDIASI OLEH HARGA DIRI Larasati, Sarah Rahima; Chotidjah, Sitti; Wulandari, Anastasia
Jurnal Psikologi Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2024.v17i1.8918

Abstract

The study aimed to test the effect of social comparison on schadenfreude in early adulthood individuals mediated by self-esteem. Respondents were individuals aged 18 to 24 (n = 350) who were taken using accidental sampling techniques. The Iowa-Netherlands Social Comparison Measurement (INCOM) with a reliability of 0.720 was used to measure an individual’s social comparison level. Schadenfreude scale with a reliability of 0.925 was used to see the individual’s schadenfreude, and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) with a reliability of 0.872 was used to measure the individual’s self-esteem level. Data were analyzed by using simple and multiple regression analysis techniques with a significance level of 0.05. The results of this study showed that self-esteem mediates the effect of social comparison on schadenfreude in early adulthood individuals by providing them with a suppressor effect.
Kualitas Pertemanan di Kalangan Siswa Berbakat: Menelusuri Peran Overexcitability Kosasih, Ismawati; Chotidjah, Sitti; Zulnida, Eka Fauziyya
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2025.v5i2-6

Abstract

Purpose – Various empirical findings suggest that gifted students possess distinct traits, including heightened overexcitability. Overexcitability is associated with both positive potential and psychological conflicts, one of which is poor social relationship quality. However, only a few studies have confirmed the relationship between overexcitability and poor social relationships. This study was conducted to examine whether overexcitability affects the quality of friendship.Method – The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 111 elementary, middle, and high school students participated, consisting of 23 identified gifted students, 38 students with superior intelligence, and 50 students with average intelligence. Overexcitability was measured using the Overexcitability Questionnaire II (OEQ-II), while friendship quality was measured using the Friendship Network Satisfaction Scale. The data obtained was analyzed using simple and multiple linear regression techniques, and one-way ANOVA. Findings – The results showed a significant effect of overexcitability on friendship quality (R Square = .210, sig. < .001). The difference test results revealed a significant difference (sig. = .005) in friendship quality among the gifted (m = 58.217), superior (m = 69.631), and average (67.180) intelligence groups. Gifted students were found to have lower friendship quality compared to the other groups (sig. = 0.05). Research Implications – These findings indicate the need for the implementation of psychoeducational programs to improve social skills for gifted students. Gifted students who have intellectual and imaginational overexcitability need to receive more guidance in improving their social interaction skills.
Penyusunan Instrumen Status Kesehatan Mental Pelajar Chotidjah, Sitti; Ihsan, Helli; Zakariyya, Farhan; Damaianti, Lira Fessia; Mukminin, Ghinaya Ummul
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental pada siswa sekolah menengah pertama dan atas. Saat ini, siswa banyak mengalami gejala-gejala gangguan psikologis yang bila tidak terselesaikan maka akan dapat membuat mereka mengalami masalah kesehatan mental. Hanya saja, alat untuk mengukur gejala-gejala tersebut belum ada yang khusus bagi usia remaja. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk membuat alat ukur yang dapat mendeteksi permasalahan dan gangguan kejiwaan yang ada pada siswa. Pengembangan alat ukur diawali dengan survei eksploratif kepada siswa dengan pertanyaan terbuka. Hasil survey lalu dijadikan dasar bagi pengembangan item-item alat ukur kesehatan mental bagi remaja. Setelah melalui uji statistik, skala alat ukur kesehatan mental yang awalnya berjumlah 59 item dihasilkan sebanyak 19 item yang valid, terdiri dari delapan faktor yaitu harga diri, evaluasi diri, kebiasaan tidur, motivasi belajar, orientasi karir, mengatasi kesulitan belajar, konformitas, hidup sehat. Reliabilitas yang dicapai oleh setiap faktor adalah antara 0,35 sampai 0,65. Model ini diuji dengan analisis faktor konfirmatori dengan hasil model yang fit. Item-item pada alat ukur ini perlu dianalisis lebih teliti serta perlu dilakukan pengembangan item baru lagi agar item menjadi lebih banyak dan memiliki properti psikometri yang baik serta mendapat model yang fit tanpa banyak modifikasi indeks.
Pelatihan Komunikasi Asertif (TOT Bagi Guru SD di Kabupaten Kuningan) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Nurendah, Gemala; Fauziyya, Eka; Maslihah, Sri; Chotidjah, Sitti; Musthofa, M. Ariez; Lestari, Selfiyani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Barat termasuk tinggi, menurut data Simfoni-PPA Jawa Barat menempati urutan 5 besar di Indonesia. Pada 2020 tercatat ada 1.186 kasus, 2021 ada 1.766 kasus dan 2022 ada 2.001 kasus. Peningkatan jumlah kasus setiap tahunnya menjadi sebuah fakta mengkhawatirkan dimana seharusnya anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara. Salah satu kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Kuningan, dialami seorang anak perempuan berusia 8 tahun dan pelaku adalah 2 orang dewasa berusia 63 dan 69 tahun (merdeka.com, 2022). Berdasarkan paparan kasus tersebut, maka Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia merasa perlu melakukan upaya preventif berupa pelatihan komunikasi asertif untuk meminimalisir semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembekalan kepada guru-guru Sekolah Dasar agar dapat melatih anak didiknya mengenai pentingnya perilaku asertif dan mengembangkan perilaku asertif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian materi mengenai komunikasi asertif dan deteksi dini anak korban kekerasan seksual, jumlah peserta pelatihan sebanyak 116 orang yang merupakan guru-guru SD yang tersebar di wilayah Kabupaten Kuningan. Terdapat pre test dan post test untuk menguji pengetahuan para guru, hasil analisis menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan dan peserta pelatihan memberikan respons positif dari segi pematerian dan penyelenggaraan.
Penyusunan Instrumen Status Kesehatan Mental Pelajar Chotidjah, Sitti; Ihsan, Helli; Zakariyya, Farhan; Damaianti, Lira Fessia; Mukminin, Ghinaya Ummul
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental pada siswa sekolah menengah pertama dan atas. Saat ini, siswa banyak mengalami gejala-gejala gangguan psikologis yang bila tidak terselesaikan maka akan dapat membuat mereka mengalami masalah kesehatan mental. Hanya saja, alat untuk mengukur gejala-gejala tersebut belum ada yang khusus bagi usia remaja. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk membuat alat ukur yang dapat mendeteksi permasalahan dan gangguan kejiwaan yang ada pada siswa. Pengembangan alat ukur diawali dengan survei eksploratif kepada siswa dengan pertanyaan terbuka. Hasil survey lalu dijadikan dasar bagi pengembangan item-item alat ukur kesehatan mental bagi remaja. Setelah melalui uji statistik, skala alat ukur kesehatan mental yang awalnya berjumlah 59 item dihasilkan sebanyak 19 item yang valid, terdiri dari delapan faktor yaitu harga diri, evaluasi diri, kebiasaan tidur, motivasi belajar, orientasi karir, mengatasi kesulitan belajar, konformitas, hidup sehat. Reliabilitas yang dicapai oleh setiap faktor adalah antara 0,35 sampai 0,65. Model ini diuji dengan analisis faktor konfirmatori dengan hasil model yang fit. Item-item pada alat ukur ini perlu dianalisis lebih teliti serta perlu dilakukan pengembangan item baru lagi agar item menjadi lebih banyak dan memiliki properti psikometri yang baik serta mendapat model yang fit tanpa banyak modifikasi indeks.