Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Emotional Literacy Support Assistant (ELSA) Untuk Mendampingi Pemulihan Sosioemosi Anak Korban Bullying Pada Guru SD Di Garut Emotional Literacy Support Assistant Training to Assist the Socio-Emotional Anastasia Wulandari; Eka Fauziyya Zulnida; Muhammad Ariez Musthofa; Syahnur Rahman; Sitti Chotidjah; Mif Baihaqi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5483

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini menyoroti masalah kekerasan dan perundungan yang menjadi ancaman serius bagi anak-anak di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tahun 2023, perundungan paling banyak terjadi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), diikuti oleh Sekolah Dasar (SD), dengan dua kasus fatal yang menyebabkan kematian. Fakta ini menegaskan bahwa perundungan bukan hanya sekadar masalah psikologis, tetapi juga berpotensi fatal. Kondisi ini sejalan dengan misi Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, yang mencakup perlindungan anak. Perilaku agresif tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti gangguan psikis, penurunan fungsi sosial, dan hambatan dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis psikologi. Sebagai kontribusi nyata, penelitian ini menguji efektivitas pelatihan Emotional Literacy Support Assistant (ELSA) bagi tenaga pendidik dalam mendampingi pemulihan sosioemosional korban perundungan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya peningkatan rata-rata skor dari pretest (xˉ=21.83) ke posttest (xˉ=22.39). Peningkatan ini menunjukkan tren positif, namun dari hasil uji t-test berpasangan, nilai t-hitung sebesar -1.970 dengan p-value dua arah 0.0615. Karena nilai p-value ini lebih besar dari taraf signifikansi 0.05, disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata skor pretest dan posttest. Meskipun ada peningkatan, hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum cukup kuat untuk dianggap sebagai hasil yang signifikan pada populasi.
Penguatan Psikososial Caregiver Penyintas Kanker Anak melalui Program “Rumah Singgah Berdaya” di Rumah Pejuang Kanker “Ambu” Kota Bandung Hanna Maryama; Sitti Chotidjah; Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat; Muhammad Ariez Musthofa; Ita Juwitaningrum; Haniya Fauziya Rachman; Juliana Nur Afifah; Dhafin Rhazaly Syarif; Cut Dzakira Afina
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas psikososial caregiver penyintas kanker anak melalui program “Rumah Singgah Berdaya” di Rumah Pejuang Kanker “Ambu”, Kota Bandung. Metode pelaksanaan mencakup tiga sesi terstruktur: (1) psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) dan teknik stabilisasi emosi; (2) pelatihan kerajinan tangan sebagai terapi ekspresif; dan (3) pelatihan fotografi produk serta digital marketing untuk pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini menyasar 44 caregiver aktif yang mendampingi anak penderita kanker dalam proses pengobatan di RSUP Hasan Sadikin, Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif caregiver terkait PFA dan stabilisasi emosi dengan nilai rata-rata 7,05 (kategori Baik), keberhasilan praktik terapi ekspresif merajut, serta 100% peserta berhasil menguasai teknik dasar fotografi produk. Berdasarkan evaluasi kepuasan, seluruh materi pelatihan juga dinilai "Perlu" oleh para peserta. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari layanan rutin rumah singgah, didukung sistem peer-support dan kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan target SDG 3 dalam penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial caregiver kanker anak.