Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh pemberian POC Air Cucian Beras Pada Hasil Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Paramudita S., K. Beauty; Ilmiasari, Yeyen; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas; Novrimansyah, Eko Abadi
AgriMalS Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i1.1449

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) memiliki nilai jual tinggi dan kaya akan gizi, bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Di Desa Bali Sadhar Utara, permintaan selada meningkat, namun belum ada budidaya lokal, memberikan peluang bagi petani untuk memproduksinya. Pupuk organik, termasuk pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga seperti air cucian beras, dapat meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk ini efektif memperbaiki struktur tanah, meningkatkan serapan unsur hara, dan mendukung kehidupan mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 5 perlakuan dosis POC, yaitu P0 (kontrol), P1 (25% POC), P2 (50% POC), P3 (75% POC), dan P4 (100% POC), yang diulang sebanyak tiga kali, menghasilkan 15 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC air cucian beras memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman selada. Perlakuan P1 (25% POC) memberikan hasil terbaik, dengan rata-rata berat tanaman selada mencapai 40,57 gram, diikuti dengan peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun yang optimal. Sebaliknya, pemberian POC dengan konsentrasi lebih tinggi (P4) menyebabkan penurunan hasil produksi, dengan berat tanaman yang lebih rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis POC air cucian beras yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada adalah P1 (25%). Oleh karena itu, penggunaan POC dengan dosis rendah dapat menjadi alternatif pupuk yang ramah lingkungan untuk mendukung produksi selada secara berkelanjutan.
Perjanjian Gadai Sawah atau Lahan Menurut Perspektif Ekonomi Islam di Lampung Tengah Nufus, Zakiatun; harini, Nyang Vania Ayuningtyas; Putra, Ungki Prabowo; Mulyana , Nanang
AgriMalS Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i1.1626

Abstract

Pawn is a right given to a person who is in debt for a movable or immovable property, such as a car, a car, a rice field, or a house, which is given to him by a debtor or by another person on his behalf. In Varia Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency, agricultural land pawn agreements are usually made verbally without any agreement on paper between the pawnbroker (rahin) and the pawn recipient (murtahin). In general, the distribution of results between the pawnbroker and the pawn recipient is based only on trust between one another. In the agreement, there are rights and obligations. This research was conducted in Varia Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency. The population in this study were the pawnbrokers (rahin) and pawn recipients (pawn recipients) in Varia Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency. The sample in this study was simple random sampling, namely the sampling method was carried out randomly without considering status. The researcher took a sample of 14 consisting of 7 pawners and 7 pawn recipients in Varia Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency. The data analysis used in this study is qualitative descriptive research, which is a type of research obtained from field studies, then using the field data (interviews) as the main data source. Most farmers practice land pawning due to financial constraints and to finance their children's education. The practice of pawning in Varia Agung Village is more colored by customs which are customs passed down from their predecessors. The practice of land pawning in Varia Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency is in accordance with the pillars and requirements of pawning according to Islam, but when viewed from the use of collateral, it is not in accordance with the principles of pawning according to Islam, because it gives rise to injustice between al-rahin and al-murtahin.
Microgreens: Alternatif Konsumsi Sayur Bergizi dan Praktik Budidaya Ramah Lingkungan di Lingkungan Rumah Tangga: Review Suminar, Ratna; Ayuningtyas Harini, Nyang Vania; Sapta Andrialin, Gian
AgriMalS Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i1.1716

Abstract

The low consumption of vegetables in Indonesia and the increasing need for environmentally friendly urban farming solutions are important challenges in realizing a healthy and sustainable diet. Microgreens present an innovative alternative that is not only highly nutritious, but also easy to cultivate at various scales, including in the household environment. This study aims to analyze the nutritional content and bioactive compounds in various types of microgreens and evaluate their health benefits and potential as a functional food source. In addition, this study also illustrates the ease of cultivating microgreens as part of sustainable urban agriculture. The method used was a literature study with a systematic literature review approach of scientific sources published in 2016-2024, such as accredited journals, reference books, and research reports. The results showed that microgreens contain high levels of vitamins, minerals and antioxidants, and have a short harvest period and minimal land requirements. The use of technologies such as LED lighting, suitable growing media and high-quality seeds greatly influence the success of cultivation. Despite challenges in distribution and product durability, microgreens hold promise as a functional food that supports food security, nutrition education and healthy lifestyles in urban areas.
Dampak Anomali Iklim Terhadap Produksi Padi di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Widiawati, Amirah Inas; Ayuningtyas Harini, Nyang Vania; Irpawa, Dea Musytari Intan; Anggraini, Negrita Rizky; Hidayat, Nur
AgriMalS Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i1.1734

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi secara global telah memicu berbagai bentuk anomali cuaca yang tidak hanya mengganggu kestabilan ekosistem, tetapi juga berdampak negatif secara langsung terhadap sektor pertanian. Salah satu dampak yang paling nyata adalah meningkatnya intensitas serangan organisme pengganggu tanaman, terutama hama seperti Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens), yang dikenal sebagai salah satu hama utama pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara lebih mendalam hubungan antara fenomena anomali iklim, khususnya kejadian El Niño dan La Niña, dengan tingkat serangan wereng batang coklat di wilayah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pemanfaatan data sekunder, termasuk data iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta data serangan hama dari Dinas Pertanian setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya pergeseran pola iklim yang ekstrem secara signifikan memengaruhi dinamika populasi WBC di lapangan. Periode terjadinya El Niño maupun La Niña berkorelasi dengan lonjakan populasi wereng dan peningkatan intensitas serangan. Temuan ini memberikan pemahaman yang krusial bagi para pemangku kepentingan dalam sektor pertanian untuk merancang strategi pengendalian hama yang lebih adaptif serta menyusun kebijakan mitigasi risiko yang berbasis pada prediksi iklim, guna menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah tantangan perubahan iklim.
Pelatihan dan Pendampingan Untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Petani Sawo Jajar Dalam Budidaya Ubikayu Berkelanjutan Ilmiasari, Yeyen; Intan Irpawa, Dea Musytari; Vania Ayuningtyas Harini, Nyang; Inas Widiawati, Amirah; Abadi Novrimansyah, Eko; Santori
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/pkmcendekia.v4i1.1829

Abstract

Ubikayu (Manihot esculenta) merupakan salah satu komoditas pertanian yang umum dijumpai dikawasan pedesaan, salah satunya adalah Desa Sawojajar. Hasil wawancara dengan para petani diperoleh informasi bahwasannya produktivitas ubikayu di Sawojajar masih sangat rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan produktivitas ubi kayu rendah: metode budidaya ubi kayu masih dilakukan secara tradisional, masyarakat jarang menggunakan pupuk, jarak tanam yang tidak sesuai, dan pemeliharaan yang jarang dilakukan. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan perbaikan teknik budidaya ubikayu guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani Desa Sawojajar. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yakni petani ubikayu sawojajar antusias mengikuti penyuluhan, peserta juga aktif dalam diskusi, sehingganya pengetahuan tentang budidaya ubikayu meningkat.
Activity of Soil Microorganisms During the Growth of Sweet Corn (Zea Mays Saccharata Sturt) in the Second Planting Time with the Application of Fertilizers and Biochar Dermiyati, .; Karyanto, Agus; Niswati, Ainin; Lumban Raja, Jamalam; Triyono, Sugeng; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 22 No. 1: January 2017
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2017.v22i1.37-45

Abstract

Efforts to increase the production of sweet corn can be done with the application of fertilizers, either inorganic, organic orits combination. In addition, the application of soil amendments such as biochar is also expected to improve soil fertility that will indirectly increase the production of sweet corn.Organonitrophos fertilizer is an organic fertilizer developed by lecturers of Faculty of Agriculture, University of Lampung. The research was aimed to study effect the combination of organonitrophos, and inorganic fertilizers, biochar and the interaction between fertilizer combination and biochar on soil respiration and soil microbial biomass.The research was conducted in the Integrated Field Laboratory of Lampung University using 6x2 factorial in a Randomized Block Design with 3 replications. The first factor was six levels combination of organonitrophos and inorganic fertilizers (P0, P1, P2, P3, P4, and P5). The second factor was two levels of biochar dosage (B0 and B1). Data was analyzed by Analysis of Variance and followed by the Least Significant Difference (LSD)Test at 5% level. The observed variables were soil microorganism activity likely soil respiration and soil microbial biomass. The results showed that P3B1treatment (300 kg Urea ha-1, 125 kg SP-36 ha-1, 100 kg KCl ha-1 + 2500 kg organoitrophos ha-1) was the highest soil respiration at of 60 days after planting (DAP). P5 treatment (5000 kg Organonitrophos ha-1) has the highest soil microbial biomasscompared to other treatments at 60 and 90 DAP. B1 treatment (5000 kg biochar ha-1) has higher soil respiration and soil microbial biomasscompared to treatment (0 kg biochar ha-1. There was an interaction between combination of organonitrophos and inorganic fertilizers and biochar on soil respiration at 90 DAP. However, there was no interaction between fertilizer combination and biochar on soil microbial biomass.Keywords: Biochar, Fertilizer Combination, Organonitrophos, Soil Microbial Biomass Carbon and Soil Respiration
PENGARUH INTERAKSI AGRONIKA DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DI LAMPUNG UTARA Ilmiasari, Yeyen; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas; Sanjaya, Refky; Novrimansyah, Eko Abadi; Saputra, Irfan Efendi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3497

Abstract

Currently, farmers prefer to use inorganic fertilizer because it is more significant in increasing yields, but continuous use can result in a decrease in land quality, so efforts that can be made to reduce the use of inorganic fertilizer are by combining it with planting media such as agronika. Planting media agronika is a combination of cow dung, coconut shell charcoal and rice husks. The objectives of this research include: (1) Knowing the effect of giving planting media on the growth and production of sweet corn. (2) Knowing the effect of giving NPK on the growth and production of sweet corn. (3) Knowing the interaction between giving planting media and NPK fertilizer on the growth and production of sweet corn. This research method uses a Randomized Block Design (RAK) with two factors, namely: planting media and NPK, with 3 replications. The results of this research are: (1) The provision of planting media shows a significant effect on plant height, number of leaves, stem diameter, stover weight and cob length. (2) Giving NPK has a significant effect on the stem diameter variable and sweet corn production results. (3) The administration of planting media and NPK showed an interaction on the sweet corn cob weight variable. Keywords: NPK, Planting media, Sweet corn. INTISARISaat ini petani lebih memilih menggunakan pupuk anorganik karena lebih signifikan dalam meningkatkan hasil, namun penggunaan yang terus menerus dapat mengakibatkan penurunan kualitas lahan, sehingga upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik adalah dengan memadukannya dengan media tanam seperti pupuk anorganik. sebagai agronik. Media tanam agronika merupakan kombinasi kotoran sapi, arang tempurung kelapa dan sekam padi. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui pengaruh pemberian media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. (2) Mengetahui pengaruh pemberian NPK terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. (3) Mengetahui interaksi pemberian media tanam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu: media tanam dan NPK, dengan 3 ulangan. Hasil penelitian adalah: (1) Pemberian media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan dan panjang tongkol. (2) Pemberian NPK berpengaruh nyata terhadap variabel diameter batang dan hasil produksi jagung manis. (3) Pemberian media tanam dan NPK menunjukkan adanya interaksi terhadap variabel berat tongkol jagung manis. Kata Kunci : NPK, Media Tanam, Jagung Manis
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Urin Kelinci di Desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Lestari, Sri Puji; Bakti, Aji Setiya; Sari, Yuni Elmita; Ilmiasari, Yeyen; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3010

Abstract

Petani sayur di Desa Abung Jayo menyadari bahwa lahan yang digunakan untuk berusahatani sayuran telah mengalami kerusakan.  Penggunaan input berbahan kimia dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan.  Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan petani untuk mengatasi kerusakan lahan.  Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk organik cair (POC).  Pupuk organik acair dapat dihasilkan dari limbah hewan ternak yaitu urin. Urin mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman yaitu Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K). Urin kelinci memiliki kandungan unsur N, P, dan K yang lebih baik dibandingkan hewan ternak lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada petani sayur di Desa Abung Jayo agar dapat memproduksi sendiri POC dan memanfaatkan limbah dari hewan ternak yaitu kelinci.  Metode pelatihan yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR).  Peserta membantu menyiapkan bahan, dan mempraktekkan langsung cara membuat POC dengan bimbingan pengabdi.  Peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan tertarik untuk mengaplikasikan POC pada tanaman sayuran yang ditanamnya, karena dari hasil pengujian menunjukkan efektivitas POC berbahan dasar urin kelinci.
Efektivitas Herbisida Bahan Aktif Haloxyfop-R Methyl Ester Terhadap Gulma Belulang (Eleusine Indica L.) Javier Ahmal, Vicko; Ilmiasari, Yeyen; Harini, Nyang Vania Ayuningtyas; Novrimansyah, Eko Abadi
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon gulma belulang (Eleusine indica L.) terhadap berbagai dosis bahan aktif Haloxyfop-R Methyl Ester serta menentukan dosis yang paling efektif dalam pengendaliannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Bangun Sari, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari H0 kontrol (tanpa herbisida), serta empat dosis Haloxyfop-R Methyl Ester H1 1 ml, H2 1,8 ml, H3 2,6 ml, dan H4 3,4 ml per 500 ml air. Parameter yang diamati meliputi tinggi Eleusine indica L., jumlah cabang, tingkat keracunan gulma (visual skoring), dan bobot kering Eleusine indica L.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida Haloxyfop-R Methyl Ester berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan H2 (1,8 ml/500 ml air) memberikan hasil terbaik, dengan jumlah cabang terendah (0,5), tingkat keracunan tertinggi (skor 1 pada 15 HSA), dan bobot kering terendah (5,29 g). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dosis H2 paling efektif dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan gulma Eleusine indica L. Dosis ini dinilai optimal karena mampu memberikan pengendalian maksimal dengan penggunaan bahan aktif yang efisien, serta berpotensi lebih ramah lingkungan dibandingkan dosis yang lebih tinggi. Kata kunci: Haloxyfop-R Methyl Ester, Eleusine indica L., dosis herbisida, keracunan visual, bobot kering
Pengaruh Pemberian NaCl Terhadap Produksi Caisim (Brassica Juncea L) di Tulang Bawang Barat Novrimansyah, Eko Abadi; Ilmiasari, Yeyen; Ayuningtyas Harini, Nyang Vania; Sunaryo, Wisnu Arief
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1928

Abstract

The production of caisim plants in Tulang Bawang Barat District is still not optimal. One of the contributing factors is the inadequate use of fertilizers. The right fertilizer can enhance both the quality and quantity of plant production. One type of fertilizer frequently used by farmers is NaCl. To ensure optimal production and quality of the plants, appropriate application of NaCl is needed to avoid detrimental effects. This research aims to (1) investigate the effect of NaCl application on caisim production and (2) determine the optimal NaCl dosage that can enhance caisim production. The study was conducted in a home garden located in Makarti RT 005/RW 003, Tumijajar District, Tulang Bawang Barat, covering a total area of 10 x 50 m, with 8 x 10 m allocated for the research. The study used a randomized block design (RBD), with a total of 24 plant samples subjected to NaCl treatments: P0 (control), P1 (5 grams/liter of water), P2 (10 grams/liter of water), and P3 (15 grams/liter of water). The parameters measured in this study included the number of leaves, plant height, fresh weight, and dry weight. The data analysis techniques used were One-Way ANOVA and the Least Significant Difference (LSD) test. The results indicated that the application of NaCl fertilizer significantly affected the production of caisim (Brassica juncea L) as indicated by plant height, number of leaves, fresh weight, and dry weight in treatments with NaCl at 5 grams/liter of water (P1), 10 grams/liter of water (P2), and 15 grams/liter of water (P3), compared to the control without NaCl. The application of NaCl with a dosage of 15 grams/liter of water (P3) showed optimal results in enhancing caisim production (Brassica juncea L) in terms of plant height, number of leaves, fresh weight, and dry weight