Claim Missing Document
Check
Articles

IDEOLOGI KURIKULUM KRITIS PADA MADRASAH ALIYAH SWASTA BERBASIS PONDOK PESANTREN (STUDI PADA MA NU ASY-SYAFI'IYAH ALABIO) Rusdian; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis ideologi kurikulum kritis pada Madrasah Aliyah Swasta berbasis pondok pesantren di MA NU Asy-Syafi'iyah Alabio. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, serta dokumen kurikulum yang relevan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi kurikulum di MA NU Asy-Syafi'iyah Alabio dibangun melalui integrasi kurikulum nasional, kurikulum madrasah, dan tradisi pendidikan pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah. Implementasi ideologi kurikulum kritis diwujudkan melalui pembelajaran dialogis, pemecahan masalah, refleksi pembelajaran, integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran, serta penguatan budaya pesantren melalui pembiasaan ibadah, musyawarah, kajian kitab, dan kegiatan sosial. Kurikulum tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran religius, kemampuan berpikir kritis, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan tanggung jawab peserta didik terhadap kehidupan bermasyarakat.
MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN ISLAM Alfajri; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.22

Abstract

Pemikiran Islam terus berkembang seiring dengan perubahan sosial, budaya, politik, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dinamika tersebut melahirkan beragam pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami, menganalisis, dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam secara sistematis. Artikel ini bertujuan menjelaskan berbagai model penelitian pemikiran Islam yang meliputi pendekatan historis, filosofis dan teologis, sosiologis dan antropologis, penelitian tokoh, penelitian komparatif, serta penelitian tematik. Penelitian ini menggunakan metode  library research  dengan pendekatan kualitatif melalui telaah terhadap buku-buku metodologi studi Islam, kitab turats, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membandingkan berbagai pandangan para ahli mengenai karakteristik, kelebihan, dan penerapan masing-masing model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik, ruang lingkup, serta fungsi yang berbeda sesuai dengan objek kajiannya. Oleh karena itu, pemilihan model penelitian harus mempertimbangkan tujuan penelitian, jenis data, dan karakteristik masalah yang dikaji agar menghasilkan kajian yang ilmiah, objektif, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan studi Islam kontemporer.
ARGUMENTASI DEMONSTRATIF DALAM EPISTEMOLOGI ILMU KALAM: ANALISIS TAWASSUL DAN KONSEP TAUHID DALAM PERSPEKTIF ASY‘ARIYAH Abdurrahman; Muhammad Rusydi Hafidz; Halis Fadillah; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.23

Abstract

Jurnal ini membahas landasan epistemologis metode teologi dalam ilmu kalam pada tradisi intelektual Islam, khususnya bagaimana pengetahuan akidah dibangun melalui pendekatan rasional dan tekstual. Tujuan kajian ini adalah menjelaskan konsep epistemologi ilmu kalam serta menguraikan metode-metode argumentasi yang digunakan para ulama dalam menetapkan doktrin keimanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan serta menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menelaah konsep-konsep dasar dan literatur klasik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu kalam bertumpu pada tiga pendekatan utama, yaitu metode argumentasi demonstratif (burhani), metode hermeneutik dalam memahami teks, dan metode delegatif dalam menerima dalil. Ketiga pendekatan tersebut digunakan untuk memperkuat dan mempertahankan akidah Islam. Kajian ini juga menegaskan bahwa isu seperti tawassul dan pembagian tauhid dipahami dalam kerangka dialektika antara akal dan wahyu. Kesimpulannya, ilmu kalam merupakan sistem epistemologis yang terstruktur dalam menjawab tantangan pemikiran dan mempertahankan keyakinan Islam secaraargumentatif dan ilmiah.
METODOLOGI PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIST Muhammad Aulia Rahman; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.24

Abstract

Pendidikan Islam merupakan suatu proses yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik saja, namun juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Dalam konteks ini, Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber utama yang memberi inspirasi dan pedoman dalam metode pembelajaran. Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya memuat ajaran spiritual saja, namun juga memuat berbagai hikmah dan metode yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam metode pembelajaran yang terinspirasi dari AlQur'an dan Hadist serta implementasinya. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bagaimana pendekatan yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter umat Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Qur’an dan Hadis memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam penerapan pendidikan Islam terhadap peserta didik secara sempurna. penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga membangun akhlak, moralitas, dan spiritualitas. Metode pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks pendidikan modern, sehingga dapat menjadi pedoman bagi para pendidik Muslim dalam merancang sistem pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penggunaan metode dengan tepat akan sangat menentukan hasil dari proses pendidikan dan pengajaran. Pendidik harus lihai memilih dan menggunakan metode supaya cocok dengan materi serta bahan ajar. Tidak lupa, sebagai pendidik perlu mencermati beberapa prinsip dalam penggunaan metode, sehingga metode pengajaran akan membawa pada keberhasilan pengajaran.
MODEL PENELITIAN FILOLOGI DAN ARKEOLOGI DALAM KAJIAN AGAMA: PENDEKATAN, METODE, DAN IMPLEMENTASINYA Sayid Rahmat Ramadhan; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.30

Abstract

Penelitian agama tidak hanya dilakukan melalui kajian terhadap doktrin dan praktik keagamaan yang berkembang pada masa kini, tetapi juga dapat dilakukan melalui penelusuran terhadap sumber-sumber historis dan material. Filologi dan arkeologi merupakan dua pendekatan yang memiliki peranan penting dalam merekonstruksi kehidupan keagamaan masyarakat masa lalu. Filologi berfokus pada kajian terhadap naskah lama melalui proses inventarisasi, deskripsi naskah, kritik teks, transliterasi, penyuntingan, penerjemahan, dan interpretasi isi. Sementara itu, arkeologi memanfaatkan tinggalan material seperti bangunan, situs, makam, artefak, relief, dan struktur ritual sebagai sumber untuk memahami kehidupan masyarakat masa lampau. Artikel ini bertujuan menjelaskan model penelitian filologi dan arkeologi serta kemungkinan integrasinya dalam studi agama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang membahas penelitian filologi terhadap naskah keagamaan dan penelitian arkeologi terhadap praktik keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa filologi dapat digunakan untuk merekonstruksi teks dan pemikiran keagamaan yang terdapat dalam manuskrip, sedangkan arkeologi dapat memberikan informasi mengenai praktik dan ekspresi keagamaan melalui bukti material. Integrasi kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan rekonstruksi sejarah agama yang lebih komprehensif karena sumber tekstual dapat dibandingkan dengan bukti material.
METODE PENELITIAN SEJARAH DAN POLITIK Muhammad Arifani; Asep rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.32

Abstract

Kajian Sejarah merupakan bidang keilmuan yang bersifat kompleks dan multi dimensional karena melibatkan berbagai aspek sosial, budaya, politik, dalam lintasan waktu yang panjang. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis beragam model penelitian sejarah dan polirik, mulai dari model tradisional (klasik), filologis, sosiologis-kritis (modern), pendekatan  arkeologi dan epigrafi, hingga model integratif-interkonektif (kontemporer). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan, serta di analisis melalui teknikanalisi sisi dan komparatifanalitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model penelitian memiliki karakteristik, keunggulan, dan kontribusi masing-masing dalam merekonstruksi sejarah serta politik. Model tradisional menekankan validitas transmisi riwayat, model filologis berfokus pada kritik teks dan manuskrip, sementara model sosiologis-kritis serta arkeologi dan epigrafi memperluas sumber dan perspektif historiografi politik. Keseluruhan pendekatan tersebut kemudian dipadukan dalam modelintegratif interkonektif yang berlandaskan integrasi ilmu,sehingga memungkinkan pemahaman sejarah dan politik yang lebih holistik, kritis, dan relevan dengan tantangan akademik kontemporer.
MODEL PENELITIAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Fakhry Muhammad Adli; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.34

Abstract

Penelitian hukum dalam studi Islam tidak dapat dipahami hanya sebagai upaya menemukan ketentuan hukum secara normatif, tetapi juga sebagai proses ilmiah untuk memahami hubungan antara teks keagamaan, hasil ijtihad, dan realitas sosial. Dalam konteks Pendidikan Islam, penelitian hukum memiliki posisi penting karena persoalan pendidikan berkaitan dengan norma keagamaan, pembentukan akhlak, kebijakan pendidikan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep model penelitian hukum, bentuk penerapannya dalam perspektif Pendidikan Islam, serta relevansi Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan normatif dan epistemologis. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis isi. Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, sedangkan sumber sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, dan literatur metodologi hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penelitian hukum dalam Pendidikan Islam dapat dikembangkan melalui integrasi pendekatan normatif, empiris, historis, sosiologis, filosofis, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Pendekatan normatif berfungsi mengidentifikasi dasar hukum melalui Al-Qur’an, Hadis, fikih, dan usul fikih, sedangkan pendekatan empiris digunakan untuk melihat penerapan norma dalam kehidupan pendidikan. Integrasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan penelitian hukum Islam tidak terjebak pada formalisme normatif maupun pragmatisme empiris. Al-Qur’an dan Hadis memiliki relevansi fundamental sebagai sumber hukum, sumber nilai, sekaligus landasan epistemologis dalam merumuskan persoalan dan tujuan penelitian. Dengan demikian, model penelitian hukum dalam Pendidikan Islam idealnya diarahkan pada tercapainya kemaslahatan, pembentukan manusia beriman dan berakhlak, serta pengembangan pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip-prinsip syariat.
INTEGRASI METODE STUDI ISLAM DAN ISLAMIC WORLDVIEW DALAM MEMAHAMI REALITAS KEHIDUPAN MUSLIM KONTEMPORER Riski Aulia; Asep Rahmatullah
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2026): (Juli - September)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i3.36

Abstract

Perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, globalisasi, dan transformasi otoritas keagamaan telah menghadirkan kompleksitas baru dalam kehidupan umat Islam. Kondisi tersebut menuntut adanya metode studi Islam yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman tekstual, tetapi juga mampu membaca konteks sosial, budaya, historis, dan perkembangan pengetahuan kontemporer. Pada saat yang sama, Islamic worldview diperlukan sebagai kerangka epistemologis dan aksiologis agar proses memahami realitas tetap berlandaskan prinsip-prinsip tauhid, wahyu, nilai moral, dan tujuan kemanusiaan dalam Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi metode studi Islam dan Islamic worldview dalam memahami realitas kehidupan Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel-artikel ilmiah yang membahas epistemologi Islam, pendidikan Islam, identitas Muslim, modernitas, otoritas keagamaan, digitalisasi Islam, dan Islamic worldview. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, membandingkan, dan mensintesiskan gagasan-gagasan utama dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi metode studi Islam dan Islamic worldview dapat menghasilkan pemahaman Islam yang lebih komprehensif, kontekstual, kritis, dan tetap berakar pada sumber-sumber normatif Islam. Integrasi tersebut juga penting untuk menjembatani kesenjangan antara ajaran Islam dengan realitas kehidupan Muslim kontemporer, terutama dalam menghadapi modernitas dan transformasi digital.
Model Bimbingan Konseling dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) di Pesantren Asep Rahmatullah; Akhmad Fauzi Hamzah
Muthmainnah: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Psikosufistik Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/muthmainnah.v1i1.3498

Abstract

Human behavioral deviations stem from cognitive dysfunction that requires improvement through approaches such as Cognitive-Behavior Therapy (CBT) with an emphasis on self-efficacy. This phenomenological qualitative study aims to fill the research gap by investigating the application of the pesantren-based guidance and counseling (BK) model at the Moderate Islamic Boarding School At -Thohiriyah Banten, where the results show that the integration of CBT techniques (such as cognitive restructuring) with Islamic values (such as muhasabah and tazkiyatun nafs) is supported by the communal pesantren environment and the charismatic figure of the Kyai. but faces obstacles such as counselor competency gaps, stigma towards mental health issues, and hierarchical culture. Therefore, it is concluded that the effectiveness of this model depends on strategic efforts such as counselor training and adaptation of techniques that respect the local wisdom of Islamic boarding schools.
GLOBALISASI DAN IDENTITAS MUSLIM: PENGARUH BUDAYA POPULER, DIGITALISASI, DAN NEOLIBERALISME TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN SISWA MUSLIM Muhammad Ziyadi; Sayid Ali Ridho; Asep Rahmatullah
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 6 No. 1 (2026): MUSHAF JOURNAL
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22264993

Abstract

Globalization has become a macro structural landscape that redefines nearly every dimension of twenty first century life, religious institutions and identities included. This article critically examines the influence of globalization, materialized through the penetration of popular culture, the massification of digitalization, and the hegemony of neoliberalism, upon shifts in the religious identity and conduct of Muslim students. The study is library research employing a sociology of religion approach, drawing on Stuart Hall on identity construction, Homi Bhabha on hybridity, Mike Featherstone on consumer culture, Bryan Turner on the commodification of religion, Manuel Castells on the network society, and Zygmunt Bauman on liquid modernity. Analysis proceeds through content analysis of primary sources comprising the works of these theorists together with relevant Sufi and exegetical texts, alongside secondary literature on contemporary Islam in Indonesia. The findings indicate that globalization generates challenges in the form of spiritual shallowing driven by the commercialization of religion and algorithmic disruption, a displacement of religious authority from scholars grounded in transmission chains toward digital preachers, generational conflict between parents and children, the emergence of split identity, and polarization between secular and ultraconservative poles. Yet the same phenomena open space for new agency, more inclusive dialogue, and the reconstruction of an adaptive Muslim identity that retains its prophetic substance. As a constructive articulation, the article proposes a blueprint comprising the reconstruction of Islamic education grounded in critical digital literacy, the strengthening of family religiosity, the optimization of inclusive Islamic digital activism, and education in religious moderation, in order to sustain the resilience of Muslim student identity in the contemporary era.