Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Pengaruh Stimulasi Bermain Ibu terhadap Kadar Brain Derived Neurotrophic Factor dan Perkembangan Psikososial pada Anak Usia 12-18 Bulan Soedjatmiko, Soedjatmiko; Gatot, Djajadiman; Rusmil, Kusnandi; Bardosono, Saptawati; Padmonodewo, Suminarti; Gutama, Gutama; Sitorus, Rita; Dwirestuti, Ratna
Sari Pediatri Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.2.2025.118-25

Abstract

Latar belakang. Penelitian pada tikus dan orang dewasa menunjukkan bahwa stimulasi lingkungan dapat meningkatkan kadar BDNF di hipokampus, korteks, dan amigdala, yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan memori. Namun, belum ada publikasi mengenai pengaruh stimulasi pada anak-anak.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh stimulasi bermain yang berupa rangsangan visual, auditori, dan emosional oleh ibu terhadap kadar BDNF darah tepi, serta perkembangan kognitif, bahasa, emosi-sosial, dan memori anak.Metode. Sebanyak 80 anak berusia 12–18 bulan yang sehat (divalidasi melalui pemeriksaan fisik, laboratorium, dan psikologis) terlibat dalam penelitian ini. Subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok stimulasi (n=40) dan kelompok kontrol (n=40). Stimulasi dilakukan oleh ibu setelah dilatih selama 2 jam oleh tim peneliti, dengan menunjukkan dan membacakan 5 kata, diakhiri dengan pujian dan pelukan; dilakukan tiga kali sehari, empat hari dalam seminggu, selama 8 minggu. Kata-kata diganti bertahap setiap harinya hingga mencapai total 60 kata. Kelompok kontrol tidak menerima stimulasi.Hasil. Terdapat perbedaan bermakna dalam kadar BDNF 24,6% lebih tinggi pada kelompok stimulasi, p<0,01), serta dalam perkembangan bahasa reseptif, emosi-sosial, dan memori anak (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada skala kognitif dan bahasa ekspresif (p>0,05).Kesimpulan. Metode stimulasi yang dilakukan tiga kali sehari selama 8 minggu terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kadar BDNF serta perkembangan bahasa reseptif, emosi-sosial, dan memori anak usia 12–18 bulan.
Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2024 Kaswandani, Nastiti; Gunardi, Hartono; Prayitno, Ari; Kartasasmita, Cissy B.; Prasetyo, Dwi; Husada, Dominicus; Sarosa, Gatot Irawan; Oswari, Hanifah; Ismoedijanto, Ismoedijanto; Rusmil, Kusnandi; Maddepunggeng, Martira; Sitaresmi, Mei Neni; Raihan, Raihan; Handryastuti, Setyo; Soedjatmiko, Soedjatmiko; Hadinegoro, Sri Rezeki S.; Munasir, Zakiudin
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.328-36

Abstract

Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia secara periodik melakukan kaji ulang jadwal imunisasi dengan menyelaraskan dengan buku pedoman imunisasi di Indonesia edisi ke 7 tahun 2024, dan sumber-sumber lainnya. Jadwal imunisasi selalu dievaluasi ulang karena beredarnya vaksin baru yang telah disetujui oleh BPOM dan vaksin yang tidak tersedia lagi di Indonesia. Terdapat beberapa perubahan dalam jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun 2024 yaitu ketersediaan jenis vaksin, seperti pada pneumococcal conjugate vaccine (PCV), vaksin rotavirus, vaksin varisela, vaksin dengue, dan vaksin human papillomavirus (HPV). Agar dalam pelaksanaan lebih mudah, disertakan juga tabel jadwal imunisasi tahun 2024 di akhir.