Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE ACTIVITY ON ARROW (AOA) PADA PEMBANGUNAN ECOBRICK DLH SEMARANG Chasanah, Ummi; Kiswati, Sri; Soehartono, Soehartono
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 2, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.215 KB) | DOI: 10.26877/giratory.v2i1.9475

Abstract

Penjadwalan suatu konstruksi dengan adanya berbagai kendala diantaranya keterlambatan pekerjaan yang mengakibatkan keterlambatan waktu dari waktu yang direncanakan. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data data dilakukan secara langsung dari objek penelian tersebut. Sehingga penelitian digunakan dengan metode AOA (Activity On Arrow). Metode penulisan ini di awali dengan perhitungan ES, LS, EF, LF, dan kemudian AOA.Berdasarkan hasil analisa yang digunakan, maka kebutuhan dan pelaksanaan proyek sudah dikategorikan cukup baik, namun kurang di dukung pengawasan dengan pengawasan yang tepat. Dengan penerapan metode AOA yang tepat, maka dapat di ketahui besaran waktu yang diperlukan untuk setiap kegiatan serta dapat diketahui lintasan kritis dari proses pekerjaan tersebut. Adapun pengawasan yang tepat diperlukan saat metode AOA tersebut terdapat jalur / lintasan kritis. Dengan analisis metode AOA maka diperlukan waktu 112 hari kalender.
Correlation of LMP-1 expression with KRAS and IL-8 expression in NPC WHO type III Soehartono, Soehartono; Marini, Marini; Surjotomo, Hendradi; Fadli, Muhammad Luqman; Setijowati, Nanik
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol. 54 No. 2 (2024): VOLUME 54, NO. 2 JULY - DECEMBER 2024
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v54i2.530

Abstract

Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a squamous cell carcinoma originating from mucosal epithelium of the nasopharynx with complex disease progression. About 95% are caused by Epstein-Barr virus (EBV) infection which is characterized by the detection of viral gene product protein of Latent Membrane Protein-1 (LMP-1). Tumor growth and metastasis depend on the mechanism of angiogenesis. Interleukin-8 (IL-8) is a potent angiogenic factor and involved in the angiogenesis mechanism. Kirsten Rat Sarcoma (KRAS) is one of the proto-oncogenes that has an increased expression of more than 60% in NPC. The KRAS activation played a role in the modulation of IL-8 expression by triggering several important signaling pathways, which triggered neovascularization in the process of angiogenesis. Purpose: To determine the correlation between expression of LMP-1 with KRAS and IL-8, in mechanism of angiogenesis in NPC WHO type III. Method: Analytical observational study with a cross-sectional approach involving 30 paraffin blocks of biopsy tissue from NPC patients who had not received radiotherapy or chemotherapy. Expressions of LMP-1, KRAS, and IL-8 were examined with immunohistochemistry (IHC) staining method, and calculated using manual counting by Anatomic Pathologists. Result: Statistical analysis of LMP-1 expression with KRAS showed an insignificant positive correlation (p=0.546), with a correlation coefficient (ρ=0.115). The KRAS expression with IL-8 showed an insignificant positive correlation (p=0.851), with a correlation coefficient (ρ=0.036). The LMP-1 expression with IL-8 showed a significant positive correlation (p=0.042), with a correlation coefficient (ρ=0.321). Conclusion: The increase in the expression of LMP-1 was followed with the increase in the IL-8 expression. Keywords: NPC, LMP-1, KRAS, IL-8, angiogenesis   ABSTRAK Latar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) adalah karsinoma sel skuamosa yang berasal dari epitel mukosa nasofaring. Perkembangannya melibatkan hubungan yang kompleks. Sekitar 95% disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (VEB) yang ditandai dengan terdeteksinya protein produk gen virus, salah satunya yaitu Latent Membrane Protein-1 (LMP-1). Pertumbuhan dan metastasis tumor tergantung pada mekanisme angiogenesis. Interleukin-8 (IL-8) adalah faktor angiogenik yang kuat, dan terlibat dalam mekanisme angiogenesis. Kirsten Rat Sarcoma (KRAS) merupakan salah satu proto- onkogen yang mengalami peningkatan ekspresi lebih dari 60% pada KNF. Aktivasi KRAS memainkan peran dalam modulasi ekspresi IL-8 dengan memicu beberapa jalur sinyal penting, dan hal ini dapat memicu neovaskularisasi pada proses angiogenesis. Tujuan: Mengetahui korelasi antara ekspresi LMP-1 dengan ekspresi KRAS dan IL-8 dalam mekanisme angiogenesis KNF WHO tipe III. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 30 blok parafin jaringan biopsi penderita KNF yang belum mendapat pengobatan radioterapi maupun kemoterapi. Pemeriksaan ekspresi LMP-1, KRAS, dan IL-8 menggunakan pewarnaan imunohistokimia, dan hasilnya dihitung secara manual oleh ahli Patologi Anatomi. Hasil: Analisis statistik ekspresi LMP-1 dengan KRAS menunjukkan korelasi positif yang tidak signifikan (p =0,546), dengan koefisien korelasi ρ=0,115. Ekspresi KRAS dengan IL-8 menunjukkan korelasi positif yang tidak signifikan (p=0,851), dengan koefisien korelasi ρ=0,036. Ekspresi LMP-1 dengan IL-8 menunjukkan korelasi positif yang signifikan (p=0,042), dengan koefisien korelasi ρ=0,321. Kesimpulan: Semakin tinggi ekspresi LMP-1, maka diikuti oleh tingginya ekspresi IL-8. Kata kunci: KNF, LMP-1, KRAS, IL-8, angiogenesis
Intraosseous Capillary Hemangioma of the Nasal Dorsum in an Adolescent Soehartono, Soehartono; Afianti, Rizky
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1029-1031

Abstract

Hemangioma is a benign vascular tumor that commonly occurs in children, but its presentation on the nasal dorsum is rare, especially among adolescents. This case report describes a 16-year-old male patient with a progressively enlarging, painful nasal mass over seven months. Clinical workup including CT-scan, angiography, and FNAB revealed a vascular lesion suggestive of hemangioma. The patient underwent pre-operative embolization followed by surgical excision. Histopathological and immunohistochemical evaluations confirmed the diagnosis of intraosseous capillary hemangioma. Postoperative follow-up showed good aesthetic and functional outcomes with no recurrence. This report highlights the importance of comprehensive diagnostic and surgical approaches for managing rare hemangioma of the nasal dorsum to minimize complications and preserve facial structure.
Identifikasi Flora dan Fauna dalam Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Kawasan Konservasi PT Indonesia Power Semarang Mujiono, Mujiono; Astuti, Widi; Soehartono, Soehartono
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1880

Abstract

PT Indonesia Power adalah salah satu perusahaan besar di Indonesia yang memiliki fokus sebagai penyedia tenaga listrik dan jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang mengoperasikan pembangkit. Ruang lingkup kajian ini adalah melakukan pengamatan dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang berada di area pembangkit PT Indonesia Power Semarang yang terletak pada 6°57''8.46"S dan 110°25''49.30"E. Area Pelabuhan Tanjung Mas Semarang atau Pelindo III. Pelaksanaan pengumpulan data telah dilakukan pada tanggal 24 November 2021, 29 November 2021 dan 2 Desember 2021. Desain Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif. Kelompok flora dibedakan berdasarkan tipe habitusnya, meliputi pohon, pancang dan tiang, perdu serta herba. Berdasarkan status perlindungan/konservasinya, diketahui tidak ada jenis yang dilindungi menurut Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018, 62 jenis masuk dalam kategori IUCN Red List, dan 6 jenis terdaftar dalam CITES apendiks II. Kelompok fauna yang telah diidentifikasi, meliputi kelompok burung, kupu-kupu dan capung. Berdasarkan status perlindungan/konservasinya, mengacu Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018 terdapat 3 (tiga) jenis burung yang dilindungi, 50 jenis masuk dalam kategori IUCN Red List, dan tidak ada jenis yang terdaftar dalam CITES. Kata Kunci : kumuh, permukiman, kawasan