Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pengabdian Deli Sumatera

Sosialisasi Program K3 di PT PAJ Tahun 2023 Amril Purba; Rostiodertina Girsang; Selamat Ginting; Hariati; Friska Ernita Sitorus
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. PT PAJ melaksanakan sosialisasi program K3 pada tahun 2023 untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 di seluruh lapisan karyawan. Artikel ini membahas tujuan, pelaksanaan, serta dampak dari sosialisasi program K3 tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerapan K3 di tempat kerja, yang berdampak pada penurunan angka kecelakaan kerja
SOSIALISASI PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA DENGAN METODE SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DI POSBINDU PTM: SOSIALISASI PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA DENGAN METODE SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DI POSBINDU PTM Amril Purba; Sri Sudewi Praitiwi Sitio; Rostiodertina Girsang; Selamat Ginting; Hariati -; Friska Ernita Sitorus
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat. Di Indonesia, prevalensi DM terus melonjak, sering kali tanpa disadari oleh penderitanya karena kurangnya skrining dan deteksi dini. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan wadah strategis di tingkat masyarakat untuk melaksanakan kegiatan preventif dan promotif kesehatan, termasuk skrining gula darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat di Posbindu PTM dalam melakukan pemeriksaan gula darah puasa dengan metode sederhana. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini mencakup sosialisasi interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik mandiri. Peserta diberikan pemahaman teoretis tentang DM dan pentingnya gula darah puasa, diikuti dengan demonstrasi penggunaan alat glukometer, serta sesi praktik mandiri di bawah bimbingan tim pelaksana. Hasil dan Dampak: Penelitian ini melibatkan 20 pasien di Posbindu PTM. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan metode glukometer (rata-rata 227,45 mg/dl) yang cenderung lebih tinggi dibandingkan metode GOD-PAP (rata-rata 206,15 mg/dl). Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi individu dengan kadar gula darah di atas normal dan menekankan pentingnya penggunaan glukometer sebagai alat screening awal. Kesimpulan: Sosialisasi pemeriksaan gula darah puasa di Posbindu PTM efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam deteksi dini DM. Pendekatan dengan metode sederhana dan praktik langsung terbukti lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Metode stik sangat sesuai untuk monitoring mandiri dan pemeriksaan cepat di lapangan, sementara GOD-PAP tetap menjadi standar diagnosis.
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN FUNGSI HATI PADA PASIEN DEMAM BERDARAH UNTUK KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS TALUN KENAS Katarina Julike; Syaiful Batubara; Fahrizal Alwi; Selamat Ginting; Jilli Charissa
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan angka morbiditas. Pemantauan kadar gula darah secara rutin menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih rendah, terutama di fasilitas kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Indonesia dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kepatuhan pasien melalui edukasi terstruktur.Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi pemeriksaan gula darah rutin terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasien Prolanis di Puskesmas Biru-Biru.Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan kelompok, demonstrasi penggunaan alat pengukur gula darah, dan pendampingan praktik mandiri kepada 50 pasien Prolanis. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta observasi langsung terhadap keterampilan pasien.Hasil: Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman pasien secara signifikan. Sebelum kegiatan, hanya sebagian kecil pasien yang memahami jadwal pemeriksaan dan mampu menggunakan alat mandiri, namun setelah edukasi, tingkat pengetahuan meningkat hingga 85% dan keterampilan praktik pasien menjadi lebih baik.Kesimpulan: Edukasi pemeriksaan gula darah rutin yang dilakukan secara terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan pasien Prolanis. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan primer sebagai upaya pencegahan komplikasi diabetes.