Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Development of Mission and Christian Education GMIM in Minahasa Meily Meiny Wagiu; A. P.P Undap; Heldy J. Rogahang
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 4 No 1 (2021): International Journal of Education, Information Technology, and Others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.15 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4667984

Abstract

The purpose of this study is to describe the chronology of the development of the mission of evangelism and Christian GMIM education in Minahasa, to study zending biographical narratives, to evaluate and correct the quality of GMIM Christian schools and to design a model for the development of GMIM Christian education in the future. To achieve this goal, a qualitative research method is used with a biographical narrative criticism approach. To collect field data, this research uses observation, interview and documentation study techniques. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that; The foundation stone of the mission of evangelism and Christian education GMIM in Minahasa is Hellendoorn through the method of foster children, the establishment of schools and churches; Education is a shared responsibility of government, church and society. The government together with the Foundation are taking steps to rebuild the GMIM school as a shared responsibility, through the Ministry of Religion, in this case the Directorate General of Christian Community Guidance.
KKNT Mahasasiwa IAKN Manado dan Kreativitas Siswa-siswi SMP 2 Amurang di Masa Pandemi COVID-19 Heldy Rogahang; Shania K Winowod; Cristy L Sumampow
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.552 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, telah membawa keresahan yang besar bagi masyarakat selama setahun ini salah satu keresahannya adalah dalam dunia pendidikan. Peralihan kebiasaan belajar di masa pandemi, yang biasanya pembelajaran dilaksanakan secara langsung disekolah namun karena adanya aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran penularan COVID-19 maka kegiatan pembelajaran pada akhirnya dilaksanakan secara online dan para siswa harus menghabiskan waktu belajar mereka di rumah saja. Peralihan ini ternyata tidak mendatangkan pengembangan dalam belajar siswa tapi justru menurunkan giat belajar siswa. Oleh sebab itu untuk menyoroti hal tersebut maka dilakukanlah kegiatan webinar di kelurahan Buyungon khusunya di SMP Negeri 2 Amurang dalam program pengabdian KKNT IAKN Manado kepada masyarakat khususnya kepada para siswa. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa tidak hanya mengabiskan waktunya untuk bermain media sosial, gaming dan lain sebagainya tapi mengajari kepada siswa-siswi SMP untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif sewaktu di rumah saja. Analisis permasalahan ini juga dilakukan dengan menggunakkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana sebagai mahasiswa KKNT IAKN Manado yang ada di kelurahan Buyungon memanfaatkan waktu pelaksanaan secara luring untuk melihat perkembangan pembelajaran para siswa, melalui observasi dan wawancara langsung bersama para guru. Hasil dari kegiatan ini adalah para siswa akhirnya bisa membuat suatu rancangan video kreatif yang mereka bagikan lewat media sosial.
Penanaman Nilai Pendidikan Karakter dari Cerita Rakyat Minahasa melalui Pembiasaan Perilaku Anak Usia Dini Heldy Jerry Rogahang; Berdinata Massang; Ester Yuniati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.2331

Abstract

Pendidikan karakter perlu ditanamkan mulai dari usia dini, nilai-nilai pendidikan karakter dapat diperoleh dari cerita rakyat yang ada di Indonesia khususnya di daerah Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis cerita rakyat Minahasa yang digunakan dalam penanaman nilai pendidikan karakter. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif di PAUD Anggrek Kelurahan Malalayang Barat. Peneliti sebagai instrumen kunci, dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada guru-guru PAUD. Teknik analisis data: membuat transkrip hasil wawancara, mengklasifikasikan data berdasarkan fokus penelitian, penemuan makna, danĀ  pengujian keabsahan. Penemuan dalam hasil penelitian adalah terdapat beberapa cerita rakyat Minahasa yang dapat digunakan dalam penanaman nilai karakter, nilai karakter di antaranya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, menghormati orang tua, dan peduli lingkungan, kegiatan pembiasaan yang dapat dilakukan untuk mendukung penanaman pendidikan karakter dengan beribadah secara teratur, bertutur kata dengan sopan dan santun, dan merawat tanaman dan hidup bersih.
Implementasi Metode Diskusi Dalam Pembelajaran PAK Berdinata Massang; Sylvana Talangamin; Heldy Rogahang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.003 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai implementasi metode diskusi dalam pembelajaran PAK di SMP Kristen Koha. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi. wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil interpretasi data dan analisis diperoleh bahwa: (1) Implementasi metode diskusi dalam pembelajaran PAK di SMP Kristen Koha adalah belum efektif/belum maksimal karna masih ditemui hambatan/kendala yang ditemui. (2) Hambatan implementasi metode diskusi dalam pembelajaran PAK di SMP Kristen Koha adalah hambatan siswa yaitu ketidaksiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran karna siswa tidak mempelajari materi yang diberikan, siswa masa bodoh tidak ingin terlibat dalam diskusi, ada siswa yang tidak mampu mengeluarkan pendapat secara lisan, siswa tidak percaya diri, cenderung diskusi dikuasai oleh siswa-siswi yang banyak bicara, siswa yang tidak membawa alkitab dan buku pelajaran. Hambatan guru PAK yaitu lebih banyak memberikan tugas kepada siswa, guru PAK tidak memberikan perhatian penuh kepada siswa disaat berdiskusi, guru PAK lebih banyak berbicara dan menjelaskan materi diskusi sehingga siswa tidak berperan aktif dalam diskusi. (3) Upaya yang dilakukan oleh guru PAK untuk mengatasi hambatan implementasi metode diskusi dalam pembelajaran PAK di SMP Kristen Koha yaitu guru PAK memberikan motivasi atau semangat kepada siswa untuk percaya diri mengeluarkan pendapat, bagi siswa yang tidak ada buku pelajaran guru PAK mengarahkan kepada siswa untuk fotocopy,dan guru PAK mengarahkan siswa wajib membawa alkitab pada saat pembelajaran PAK. Berdasarkan penelitian tersebut maka direkomendasikan untuk: (1) Guru PAK lebih mengaktifkan kegiatan metode diskusi pada pembelajaran PAK sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif. (2) Siswa agar lebih aktif dalam kegiatan diskusi dan menguasai materi-materi ajar yang diberikan oleh guru PAK serta berupaya membawa alkitab dan menyiapkan buku pelajaran.
Kreativitas Guru Pak Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Relly Poluan; Heldy Rogahang; Ribka Munte; Bryan Kaurouw
MAGENANG : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pascasarjana IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjtpk.v2i1.1083

Abstract

This study aims to describe the creativity of PAK teachers at SMTK Baitani Pulutan, Pulutan district, Talaud Regency in increasing students' interest in learning during the Covid-19 pandemic, the inhibiting factors faced, and efforts to overcome them. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The data obtained comes from the results of observations, interviews, and documentation. The data analysis techniques in this study include three steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions The results of this study show that: 1) The creativity carried out by PAK teachers in increasing student interest in learning, namely related to the use of learning media, applying teaching strategies by explaining lessons first and then giving assignments, as well as showing videos related to the material presented; 2) Factors inhibiting the creativity of PAK teachers in increasing interest in learning, namely the lack of school facilities such as LCD learning media, the pandemic situation that does not allow carrying out discussions or study groups, the lack of seriousness of learning from students, and also the absence of efforts from teachers to be more creative in increasing student interest in learning; 3) PAK teachers are looking for other fun creative media that can be used such as pictures, posters, videos, and also PAK teachers teaching outdoors. PAK teachers must further enhance and develop creativity in teaching in schools in order to increase students interest in learning in participating in PAK learning
Penyuluhan Pola Asuh Anak dari Perspektif Psikologi dan Teologi di GMIM Senggighilang Alon M Nainggolan; Heldy Rogahang
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): 31 Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh anak mendapat perhatian besar di era sekarang. Untuk itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi gereja dalam menunjang strategi maupun inovasi pola asuh orangtua Kristen terhadap anak di jemaat GMIM Senggighilang, Bailang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui talkshow secara offline. Melalui pemaparan dari dua narasumber yaitu dari perspektif Psikologi dan Teologi diperolehpencerahan mengenai pola asuh yang kreatif dalam membesarkan anak di era sekarang. Sejatinya, pengasuhan yang memperhatikan tahap-tahap perkembangan anak dan menjadikan Alkitab sebagai dasar pengasuhan akan menghasilkan generasi yang berkualitas di masa kini dan mendatang. Penyuluhan yang dilakukan pada jemaat GMIM Senggighilang, Bailang diyakini dapat memperlengkapi orangtua dalam mengasuh anaknya dengan baik.
Pemanfaatan Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 1 Motoling Timur Heldy J. Rogahang; Jiffry Kawung; Astri Pelle; Maria Keren Oroh
Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 1: Juni 2022
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.327 KB) | DOI: 10.56854/tp.v1i1.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemanfaatan Smartphone sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumnetasi. Dari hasil analisis dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa: (1) Pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK N 1 Motoling Timur yaitu: dapat menambah wawasan dengan mengakses informasi secara lebih bebas dan luas terkait materi bahan ajar di internet, dapat mencari buku-buku pelajaran dengan menggunakan buku elektronik sehingga, lebih memudahkan membuat tugas-tugas pelajaran yang ada didalam kelas maupun tugas rumah, dapat, dan dapat mengirim tugas yang sudah dikerjakan kepada guru. (2) Dampak positif pemanfaatan smartphone khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Dengan menggunakan smartphone dalam pembelajaran yaitu: peserta didik dapat menambah informasi pengetahuan secara lebih mudah, lebih bebas dan lebih luas terkait materi bahan ajar di internet. Dampak negatif dalam pemanfaatan smartphone yaitu: peserta didik menjadi malas belajar dan tidak terkadang tidak fokus mengikuti pembelajaran didalam kelas dengan baik karena keasikan bermain smartphone pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, peserta didik dapat melakukan kecurangan pada saat ujian baik mencontek dengan mengakses jawaban di internet. (3) Upaya yang dilakukan terkait pemanfaatan smartphone oleh peserta didik yaitu, Guru harus selalu memperhatikan dan membimbing peserta didik dalam memanfaatkan smartphone dengan memberikan batasan-batasan waktu tertentu ketika diizinkan oleh guru tersebut, dan guru harus memberi sanksi atau mengambil smartphone yang digunakan oleh peserta didik ketika peserta didik melakukan suatu pelanggaran yang berat dalam proses pembelajaran sedang berlangsung.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN sylvana Talangamin; Heldy Rogahang; Orient Christianty
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8268066

Abstract

The Covid - 19 pandemic that has hit the world, including Indonesia, has brought changes in various spheres of life. Adapting to situations like this is the best choice. The world of education is one of the areas that has undergone significant changes. In general, the wider community thinks that school is a place to learn, in school every student is honed his cognitive abilities, even though other assessments are included such as affective and spiritual assessments. It is in school that cognitive development is experienced by a student, even teacher-student relations are important for a student's self-development towards Indonesia's goal of "educating the nation's life" but all of these things have changed due to the Covid-19 Pandemic. The teaching and learning process is no longer centered in schools but in their homes. Parents also have to adapt when their roles as teachers and parents are no longer an option but a priority. Obstacles in the learning process began to be felt starting from the difficulty of accessing the internet, quota fees that must be met and the difficulty of parents being teachers at home . This journal writing uses a descriptive qualitative method. Parents really understand their duties and responsibilities. Parents realize that children are in the digital generation. Parents understand Biblical principles regarding duties and responsibilities in accompanying children.
Pemanfaatan Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 1 Motoling Timur Heldy J. Rogahang; Jiffry Kawung; Astri Pelle; Maria Keren Oroh
Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 1: Juni 2022
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/tp.v1i1.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemanfaatan Smartphone sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Motoling Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumnetasi. Dari hasil analisis dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa: (1) Pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK N 1 Motoling Timur yaitu: dapat menambah wawasan dengan mengakses informasi secara lebih bebas dan luas terkait materi bahan ajar di internet, dapat mencari buku-buku pelajaran dengan menggunakan buku elektronik sehingga, lebih memudahkan membuat tugas-tugas pelajaran yang ada didalam kelas maupun tugas rumah, dapat, dan dapat mengirim tugas yang sudah dikerjakan kepada guru. (2) Dampak positif pemanfaatan smartphone khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Dengan menggunakan smartphone dalam pembelajaran yaitu: peserta didik dapat menambah informasi pengetahuan secara lebih mudah, lebih bebas dan lebih luas terkait materi bahan ajar di internet. Dampak negatif dalam pemanfaatan smartphone yaitu: peserta didik menjadi malas belajar dan tidak terkadang tidak fokus mengikuti pembelajaran didalam kelas dengan baik karena keasikan bermain smartphone pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, peserta didik dapat melakukan kecurangan pada saat ujian baik mencontek dengan mengakses jawaban di internet. (3) Upaya yang dilakukan terkait pemanfaatan smartphone oleh peserta didik yaitu, Guru harus selalu memperhatikan dan membimbing peserta didik dalam memanfaatkan smartphone dengan memberikan batasan-batasan waktu tertentu ketika diizinkan oleh guru tersebut, dan guru harus memberi sanksi atau mengambil smartphone yang digunakan oleh peserta didik ketika peserta didik melakukan suatu pelanggaran yang berat dalam proses pembelajaran sedang berlangsung.
Pengaruh Metode Pembelajaran Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Di SMA Negeri 1 Beo Emilia A Sensanen; Heldy J. Rogahang; Anthonino C. W. Sangkaeng
Journal of Psychology Humanlight Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v4i2.1639

Abstract

Metode pembelajaran qyang efektif qdan qmenarik qakan qdapat qmembangkitkan qminat belajar siswa. Metode pembelajaran guru yang kurang baik dapat mempengaruhi minat siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran guru terhadap minat belajar siswa di SMA Negeri 1 Beo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana atau regresi sederhana yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Beo pada tahun 2023. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket pada siswa kelas XI IPS 1 dan 2. Data hasil analisis dan interpretasi data diperoleh indikasi bahwa: (1) Terdapat adanya pengaruh antara variabel metode pembelajaran guru terhadap minat belajar siswa yakni berdasarkan nilai t-hitung 6,355 > t-tabel 2,028 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2). Dari hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukan besarnya pengaruh variabel metode pembelajaran guru terhadap minat belajar siswa sebesar 52,9%. Dari hasil temuan maka direkomedasikan kepada guru-guru SMA Negeri 1 Beo agar lebih baik lagi menggunakan atau menerapkan metode pembelajaran untuk dapat lebih meningkatkan minat belajar siswa.