Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sosialisasi: Membangun Spirit Moderasi Beragama Pada Anak Sejak Dini Di Sekolah Dasar Inpres Desa Tontalete Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Tuela, Anita Inggrith; Emor, Yefta Harni; Rogahang, Heldy; Thanya Sweety Tan; Trifena Delia Ticoalu; Chezia Christiani Gloria Kaunang; Brigita Belina Senewe; Penina Embelina Yandewoa; Atika Lunder; Irvandi Wando; Gabriel Samuel Igir; Felani Enjeelnina Esther Takahipe; Windy Ester Sahede; Herlando Supit; Talita Barnetji Gagola; Paulus Hengki Womsiwor; Yanti Dalending
HOSPITALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): November
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/10.70420/hospitalitas.v1i4.57

Abstract

Keberagaman merupakan sebuah kekayaan bagi negara Indonesia yang harus disyukuri, keberagaman di negara Indonesia mencakup suku, ras, bahasa, etnis bahkan agama. Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dimana individu diharapkan untuk menjalani kehidupan beragaman secara berimbang dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, moderasi beragama menuntut individu untuk tidak terlalu ekstrim dalam mengekspresikan keyakinan agamanya, untuk itu moderasi beragama bukan hanya harus dipahami oleh orang dewasa tetapi juga harus dipahami oleh anak-anak sejak dini guna untuk membekali mereka dalam menjalani kehidupan yang beragam, maka dari itu peneliti mengkaji penelitian dengan judul; Sosialisasi: Membangun Spirit Moderasi Beragama Pada Anak Sejak Dini di SD Inpres Tontalete, melihat juga di SD Inpres Tontalete pemahaman mengenai moderasi beragama sangat minim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menggunakan 5 langkah pendekatan yaitu Discovery (Menemukan), Dream (Impian), Design (Merancang), Design (Merancang), dan Refleksi dan Evaluasi. Dengan melakukan penelitian ini diharapkan bagi anak atau peserta didik untuk dapat memahami konsep moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, bagi orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai moderasi beragama, karena pendidikan terpenting dan utama dari keluaraga dan penting juga bagi tenaga pendidik untuk dapat memberikan pengajaran mengenai moderasi beragama kepada anak sejak dini agar anak-anak dapat dibekali dengan pengetahuan yang mendalam mengenai moderasi beragama.
MERAJUT TANAMAN OBAT KELUARGA DALAM BINGKAI PENDIDIKAN EKOLOGI Rogahang, Heldy J.; Heydemans, Nency Aprilia
Tumou Tou Vol. 6 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.274 KB)

Abstract

This study aims to analyze the results of ecological education research on the use of family medicinal plants in the GMIM Kakaskasen Maranatha Church. Education ranging from children to old age in cultivating family medicinal plants that are believed to have great benefits. Family medicinal plants are useful for preserving nature, the greening movement, herbs and medicines for human health. The method used in this study is a qualitative method with participatory observation techniques, in-depth interviews with four members of the congregation and literature studies such as books, journals, theses, internet. The results of this study indicate that ecological education in cultivating family medicinal plants does not attract the attention of young people, but is of interest to elderly mothers and women to mothers. The impact of ecological education as a marker of human reconciliation with nature. Apart from oneself, church and culture play a role in educating and preserving nature.