Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Can Trust Be Restored? Institutional Communication in Addressing Sexual Violence in Indonesian Higher Education Vinda Maya Setianingrum; Pramana Pramana; Puspita Sari Sukardani; Rifqi Abdul Aziz
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 4 No. 1 (2026): The 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence in higher education has emerged as a critical issue that threatens the safety of academic communities and undermines public trust in educational institutions. In Indonesia, increasing reports of sexual violence on campuses have prompted regulatory responses and the establishment of institutional mechanisms for prevention and handling. However, the effectiveness of these mechanisms largely depends on how institutions manage communication in preventing, responding to, and addressing such cases. This study examines how institutional communication operates in addressing sexual violence within Indonesian higher education institutions and how it relates to the restoration of public trust. Using a qualitative multiple case study approach, this research investigates three Indonesian public universities that have implemented institutional frameworks for the prevention and handling of sexual violence. Data were collected through in-depth interviews with institutional actors, including members of prevention task forces, faculty, administrators, and students, as well as through document analysis. The findings reveal that institutional communication plays a pivotal role in shaping transparency, accountability, and responsiveness in handling sexual violence cases. Effective communication practices not only facilitate coordination among institutional actors but also contribute to rebuilding trust among campus communities and the broader public. The study highlights that communication governance within institutions is essential in addressing sexual violence as both a crisis and a structural issue. By demonstrating how communication practices influence institutional credibility, this research contributes to broader discussions on public trust, institutional accountability, and social impact in higher education governance.
Efektivitas Instagram Sebagai Media Promosi dan Branding Terhadap Keputusan Mahasiswa Dalam Memilih Kampus Swasta Otniel Gian Anthony Anthony; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.72838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Instagram sebagai media promosi dan branding terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih kampus swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui survei dengan menggunakan alat pengambilan data berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Ciputra Surabaya dan Universitas Kristen Petra Surabaya, dengan sampel sebanyak 414 mahasiswa. Data diambil menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google form. Data yang telah didapat, kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk membantu peneliti dalam melakukan uji terhadap data yang telah dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari Instagram sebagai media promosi dan branding terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih kampus swasta. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa Instagram sebagai media promosi dan branding efektif mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih kampus swasta. Kata kunci: Instagram, keputusan, kampus swasta, mahasiswa.
The PENGARUH JINGLE TERHADAP BRAND AWARENESS PRODUK TAHU BULAT (Studi Survei Konsumen Muda di Kabupaten Gresik) zidnyilman azzuardi; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75414

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jingle terhadap brand awareness produk tahu bulat pada konsumen muda di Kabupaten Gresik dengan pendekatan kuantitatif survei dan analisis SEM-PLS menggunakan SmartPLS 4.1.1.5. Sampel penelitian berjumlah 165 responden berusia 15–29 tahun yang pernah mendengar jingle dan membeli produk tahu bulat dalam enam bulan terakhir. Hasil menunjukkan nilai R-square adjusted sebesar 0,801, yang berarti 80,1% variasi brand awareness dijelaskan oleh jingle, dengan dimensi meaningfulness sebagai indikator paling dominan. Uji path coefficient menghasilkan koefisien sebesar 0,899 dengan t-statistic 39,079 dan p-value 0,000 sehingga jingle terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Temuan ini menegaskan bahwa jingle yang mudah diingat, bermakna, disukai, adaptif, dan terlindungi mampu memperkuat pengenalan, pengingatan, serta preferensi merek tahu bulat di kalangan konsumen muda, sehingga layak dijadikan strategi komunikasi utama bagi pelaku UMKM kuliner lokal.
Pola Komunikasi Anak Keluarga Disfungsional di Surabaya Nancy Afresya Harien Martatotu; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi anak dalam keluarga disfungsional di Kota Surabaya serta bagaimana pengalaman komunikasi tersebut memengaruhi cara anak berinteraksi di dalam dan di luar lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek penelitian anak yang berasal dari keluarga disfungsional yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi di dalam keluarga disfungsional ditandai oleh komunikasi satu arah, minim empati, dan kurangnya ruang dialog yang aman bagi anak, sehingga anak cenderung menahan emosi, menghindari konflik, dan membangun jarak emosional dengan orang tua. Sementara itu, di luar rumah anak menunjukkan pola komunikasi yang adaptif namun defensif, seperti selektif dalam membuka diri, kecenderungan menjadi pendengar, serta sensitivitas emosional yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi keluarga disfungsional memiliki pengaruh jangka panjang terhadap pembentukan pola komunikasi anak, sehingga diperlukan upaya perbaikan komunikasi keluarga yang lebih empatik dan dialogis untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.
Pengaruh Brand Ambassador Boyband Seventeen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Indomil-K: Studi survey pada komunitas Carat Putri Ardhia Puspitasari; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand ambassador Seventeen terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 222 responden yang merupakan komunitas penggemar Seventeen (Carat). Hasil analisis regresi linear sederhana menjelaskan brand ambassador memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uji koefisien determinasi (R2), diperoleh nilai R Square sebesar 0,433, yang menunjukkan bahwa brand ambassador berkontribusi sebesar 43,3% terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil uji F memperkuat temuan tersebut dengan nilai F hitung (167,960) > F tabel (3,884) dan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari S.Coups, Wonwoo, dan Vernon Seventeen sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat.
Pengembangan Inovasi Teknologi Berbentuk Website Direktori sebagai Upaya Branding Desa Wisata di Jawa Timur Gilang Gusti Aji; Anam Miftahul Huda; Vinda Maya Setianingrum; Galuh Gita Indrajayani; Andriyanto; Pesta Asni Napitupulu
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Several regions in Indonesia have developed rural tourism as an effort to increase the economic activities of village communities. However, the development of tourism villages still has obstacles. One of them is related with reliable, interesting, and easily accessible sources of information to get a complete description before carrying out tourism activities in the village. Therefore, the research team examined information needs and media habits, or media consumption habits, as the basis for designing the Dolan Deso directory website in the district area of the ex-karesidenan Kediri. The selection of objects was centered on four districts in East Java, namely Blitar, Trenggalek, Kediri, and Tulungagung, which have tourist villages with good management. In addition, these four districts also have cultural roots, natural views, and attractions that are interesting to promote. The development of this directory website is carried out as a means to facilitate tourists in obtaining information as well as reference materials related to the type of information needed, the character of the media that is often used as a reference by the community, and various features needed as a reference to fulfill information related to Tourism Villages. INDONESIA Beberapa wilayah di Indonesia telah mengembangkan Desa Wisata sebagai upaya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat desa, diantaranya di wilayah kabupaten eks-karesidenan Kediri. Namun, pengembangan desa wisata masih memiliki beberapa hambatan, salah satunya terkait sumber informasi terpercaya, menarik dan mudah diakses (accessible) untuk mendapatkan deskripsi lengkap sebelum melaksanakan kegiatan wisata ke desa. Oleh karenanya, peneliti mengkaji kebutuhan informasi dan media habit atau kebiasaan penggunaan media sebagai dasar untuk perancangan website direktori Dolan Deso di wilayah kabupaten di eks-karesidenan Kediri. Pemilihan objek dipusatkan di 4 kabupaten di Jawa Timur, yakni Blitar, Trenggalek, Kediri dan Tulungagung yang telah memiliki desa wisata dengan manajemen yang baik. Selain itu, keempat kabupaten ini juga telah memiliki akar budaya, pemandangan alam, dan atraksi yang menarik untuk dipromosikan. Pengembangan website direktori ini dilaksanakan sebagai sarana untuk mempermudah wisatawan dalam mendapatkan informasi sekaligus sebagai bahan rujukan terkait jenis informasi yang dibutuhkan, karakter media yang sering dijadikan rujukan oleh masyarakat, dan berbagai fitur yang dibutuhkan sebagai rujukan untuk memenuhi informasi terkait Desa Wisata.
Media Sosial sebagai Sumber Informasi Wisata Lokal Tulungagung Anam Miftakhul Huda; Gilang Gusti Aji; Vinda Maya Setianingrum; Puspita sari Sukardani; Muh Ariffudin Islam
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 3 (2024): NJMS - Oktober 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu dampak perkembangan teknologi digital adalah bergesernya sumber-sumber informasi termasuk salah satunya dalam pencarian rujukan wisata. Tren digitialisasi menunjukkan tumbuhnya akun media sosial influencer wisata terutama di wilayah-wilayah lokal yang mulai menjadi rujukan bagi para wisatawan dalam mencari informasi. Penelitian ini mencoba melihat penelitian ini mencoba untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pencarian informasi pariwisata terutama dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini akan berfokus pada masyarakat di Kawasan Jawa Timur dalam mencari informasi wisata Tulungagung. Pemilihan wilayah ini didasarkan perkembangannya yang cukup signifikan dalam pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan ialah survey dengan pendekatan campuran (mix-methode), yaitu gabungan antara dua bentuk pendekatan dalam sebuah penelitian diantaranya kuantitatif dan kulitatif. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga poin utama yang apertama, media sosial kini telah menjadi sumber utama mencari informasi wisata Kedua satu konten bisa dijadikan rujukan karena kualitas visual yang ditampilkan dapat menarik minat penonton untuk berwisata. Terakhir adalah mengenai ekspektasi masyarakat dalam mendapatkan informasi wisata yakni deskripsi wisata.
Media and Elderly: The Role of Media in Handling Post Retirement Syndrome Rifqi Abdul Aziz; Pramana Pramana; Vinda Maya Setianingrum; Eli Purwati
Jurnal The Messenger Vol. 17 No. 1 (2025): January-April
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v17i1.8947

Abstract

Purpose: This research investigates how media--especially social media and artificial intelligence (AI)--help older adults overcome psychological and social challenges associated with Post Retirement Syndrome. It aims to understand how digital platforms address communication difficulties in retirement. By examining media usage and AI-assisted interactions, the study explores how technology enhances emotional well-being and promotes social integration in the post-retirement phase of life. Methods: This research employed a qualitative method to analyze the media behavior of retirees through interviews and field observations. Older adults in Bandung were selected using a maximum variation sampling strategy to reflect diverse occupational backgrounds. Bandung was chosen due to its demographic makeup, which includes a growing population of retirees with varying levels of digital engagement, making it an ideal setting to examine the relationship between media use, aging, and retirement experiences. Findings: The findings indicate that social media--particularly Facebook and WhatsApp--has become a transformative tool in addressing Post-Retirement Syndrome. These platforms help older adults maintain social connections, share experiences, and engage with supportive communities. With the help of AI, seniors can more effectively identify and interact with relevant groups, tailoring digital experiences to personal needs and fostering meaningful relationships. Originality: Although much research focuses on interpersonal communication in the elderly, few studies explore how media and AI act as bridges for retirees to reconstruct self-concept and build resilience through social media.