Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh perendaman dalam larutan asam klorida (HCl) terhadap nilai pH, kekuatan gel, viskositas, dan rendemen gelatin kulit sapi J.H.W. Pontoh; M. Sompie; P.M. Mayore
ZOOTEC Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.248 KB)

Abstract

Kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk pangan hasil ikutan ternak yang antara lain gelatin. Salah satu proses pembuatan gelatin adalah perendaman dengan menggunakan asam klorida. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam klorida dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH kekuatan gel, rendemen dan viskositas gelatin kulit sapi. Bahan utama yang di gunakan adalah 2000 gram kulit sapi, larutan asam klorida (HCl), dan aquades. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat 1%, 2%, 3%, dan 4%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah nilai pH, kekuatan gel, viskositas dan rendemen. Hasil analisis  sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi HCl memberikan  pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,01) terhadap nilai pH gelatin kulit sapi, akan tetapi memberikan pengaruh perbedaan yang sangat nyata terhadap terhadap kekuatan gel, viskositas dan rendemen gelatin kulit sapi (P<0,01). Kesimpulan nya adalah kulit sapi yang di proses dengan menggunakan larutan perendam asam klorida (HCl) 4% menghasilkan gelatin dengan karakteristik kimia dan fisik yang baik yakni dengan nilai pH 5,71% kekuatan gel 74,48 g Bloom, viskositas 5,47 cP dan rendemen 13,06%. Kata kunci : Asam klorida, gelatin, kulit sapi
Pengaruh Penambahan Gelatin Ceker Ayam Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir Sompie, Meity; W Ponto, Juliance; Rimbing, Siane
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.3436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan berbagai konesntrasi gelatin ceker ayam terhadap sifat fisik dan organoleptik bakso daging ayam petelur afkir. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado dan uji sampel di Laboratorium Ilmu Daging Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x4 pola searah dengan perlakuan yakni penambahan konsentrasi gelatin ceker ayam T0 = 0%, T1 = 2,5%, T2 = 5% dan T3= 7,5%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel penelitian yang diteliti adalah daya mengikat air, susut masak, cita rasa, aroma, kekenyalan dan warna bakso daging ayam petelur afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan gelatin ceker ayam memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air, susut masak, kekenyalan dan warna bakso daging ayam petelur afkir, akan tetapi terhadap citarasa dan aroma memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan gelatin ceker ayam petelur afkir pada adonan bakso daging ayam dengan konsentrasi 7,5% menghasilkan sifat fisik yang baik dan secara organoleptik disukaii oleh panelis
Penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru Nainggolan, A.S.; Tangkere, E.S.; Leke, J.R.; Sompie, M.; Sompie, F.N.
ZOOTEC Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru.  Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif.  Aspek yang dikaji adalah tentang penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler. Untuk penilaian penerapan biosekuriti, beberapa parameter dilengkapi dengan indikatornya masing-masing. Pengukuran parameter penelitian pertama-tama menggunakan skala Guttman, dan setelah hasil per parameter dalam bentuk persentase didapat, kemudian diinterpretasikan berdasarkan skala Likert. Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa akumulasi penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru adalah 89,0%, masuk pada kategori sangat baik; namun, peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru, belum menerapkan biosekuriti secara menyeluruh (100,0%). Penerapan biosekuriti belum menyeluruh yakni biosekuriti terhadap hewan pengganggu serta biosekuriti terhadap lalu lintas tamu dan karyawan/pekerja peternakan, sedangkan penerapan biosekuriti pada parameter lainnya sudah diterapkan sepenuhnya dan perlu dipertahankan. Kata kunci: broiler, penerapan biosekuriti, usaha peternakan
Physicochemical Profiles of Goat Meat: Influence of Unsaturated Fatty Acid Enriched Diets Sondakh, Erwin Hubert Barton; Kalele, Jerry; Waani, Merci; Lapian, Hapri; Sompie, Meity; Ratulangi, Friets
Buletin Peternakan Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i2.99412

Abstract

The aim of this research was to determine the physicochemical profiles of meat from goat given a diet containing unsaturated fatty acids. The material used in this research was local male goats aged ± 12 months. Treatment used in the present study was R0, as a control diet, R1: R0 added with 2.5% of tuna fish oil (TFO), R2: R0 added with 5% of tuna fish oil (TFO), R3: R0 added with 2.5% of soybean oil (SO) and treatment R4: R0 added with 5% of soybean oil (SO). This research was conducted for three months. After the feeding trial, the goats were slaughtered, and the quality of the longissimus dorsi was analyzed. The research design used was a completely random design and four replications. The results showed that the feed containing TFO and SO at a level of 2.5% - 5% did not cause a significant difference (p>0.05) in the carcass components and the physical quality of the meat. Meanwhile, other parameters such as meat cholesterol, stearic acid, oleic acid, and linoleic acid were affected significantly (p<0.05). It should be concluded that the giving 2.5% - 5% of feed containing an unsaturated fatty acids profile (tuna fish oil and soybean oil) has not shown changes in the physicochemical quality of meat. But at the level of tuna oil and soybean oil, up to 5% of dry matter are able to increase the unsaturated fatty acid profile in meat. 
Profile of Chicken Nugget Fatty Acid Added Soybean Flour as Food Sources Dietary Fiber Sondakh, Erwin Hubert Barton; Kalele, Jerry; Ratulangi, Friets; Palar, Conny; Sompie, Meity
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i3.8611

Abstract

The current research were conducted with the aim to determine the effect of soybean flour as fortification ingredient to increase dietary fiber products to chicken nuggets. The meat used for nuggets chicken was taken from the chest. Soybeans were used as a fortification ingredient for the product of chicken nuggets. This experiment use a completely randomized design with five treatments consisting of a treatment: R0 level 0% of soybean of the meat composition of 500 g (0 g of soybean and 500 g of meat), R1 level of 5% of soybean of the meat composition (25 g soybean and 475 g of meat) R2 level of 10% of soy bean of the meat composition (50 g of soybean and 450 g of meat), R3 15% of soybean of the meat composition (75 g of soybean and 425 g of meat), R4 level 20% soybean of the meat composition (100 g of soybean and 400 g of meat). Each treatment was conducted four replications. The results were analyzed using analysis of variance and when there was a difference of average, the DMRT test was used to separate the difference. The results showed that fortification with soybeans in chicken meat had a significant effect on the protein, fat and fatty acid. In conclusion, Product of chicken nuggets using soybean flour can increase unsaturated fatty acids with a composition level of 75 g soybean flour and 425 g chicken meat.