Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agroteksos

APLIKASI BIOPESTISIDA Streptomyces sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM Ni Made Dini Widia Handayani; Irwan Muthahanas; Aluh Nikmatullah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.659 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.701

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas biopestisida Streptomyces sp. dalam mengendalikan penyakit pada tanaman kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan di UPB BBI Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara NTB, bulan Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017. Metode penelitian yaitu eksperimental. Rancangan penelitian uji in-vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan pada 2 jenis patogen (S. rolfsii dan Fusarium sp.) diulang 3 kali diperoleh 30 unit percobaan. Uji in-vivo menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan varietas kentang sebagai faktor utama Mikaraset (P1), Atlantic (P2), Bliss (P3) yang ditata dalam RAK diulang 3 kali dan uji lama perendaman umbi benih kentang dengan Streptomyces sp. (tanpa perendaman (S0), 30 menit (S1), 40 menit (S2), 50 menit (S3), dan 60 menit (S4) sebagai anak petak diperoleh 45 unit percobaan. Hasil menunjukan Streptomyces isolat BSi memberikan kemampuan terbaik dalam menghambat jamur patogen S. rolfsii dan Fusarium sp. dalam uji in-vitro. Jamur patogen yang menyerang tanaman kentang yaitu P. infestans dan Fusarium sp. Perlakuan (S4) dan varietas (P3) paling efektif menunda masa inkubasi, menekan persentase dari serangan patogen P. infestans dan Fusarium sp.. Interaksi terbaik dalam menunda masa inkubasi penyakit terdapat pada perlakuan perendaman selama 60 menit (S4) dengan varietas Blis (P3). Perlakuan varietas benih kentang dengan perendaman biopestisida Streptomyces sp. selama 60 menit (S4) menghasilkan jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, berat per umbi dan berat umbi per petak tertinggi. Varietas Blis (P3) menghasilkan jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, dan berat umbi per petak tertinggi, dan varietas Mikraset menghasilkan berat satuan umbi tertinggi. Adapun interaksi terbaik antara varietas Atlantik (P2) dengan lama perendaman biopestisida Streptomyces sp. isolat BSi selama 60 menit (S4) dan varietas Blis (P3) dengan lama perendaman biopestisida Streptomyces sp. isolat BSi selama 60 menit (S4) menghasilkan berat umbi per petak tertinggi.
POTENSI PREDATOR GENERALIS LABA-LABA (ARANEAE) PADA SENTRA PRODUKSI JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) DI DUSUN AMOR-AMOR Ria Nurmaya Sari1; Tarmizi 2; Irwan Muthahanas3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.866 KB)

Abstract

ABSTRAK Jarak pagar merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternatif, tetapi produksi biji jarak pagar masih rendah karena adanya kendala gangguan oganisme pengganggu tanaman (OPT). Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut kurang efektif sehingga dicari alternatif, yaitu dengan menggunakan musuh alami. Laba-laba merupakan salah satu musuh alami yang ditemukan di pertanaman jarak pagar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi (Keanekaragaman, Kelimpahan, dan Dinamika Populasi) laba-laba sebagai predator generalis pada pertanaman jarak pagar. Penelitian dilakukan di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Lombok Utara dari bulan September sampai Desember 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif. Pengamatan dilakukan dengan pemasangan perangkap yellow pan trap dan pit fall trap masing-masing 12 dan 20 buah diletakkan secara acak di blok sampling secara diagonal. Konsep Shannon-Wiener dan Rumus michael 1995 digunakan untuk menghitung besarnya nilai indeks keragaman dan kelimpahan laba-laba, sedangkan gambaran dinamika populasi dibuat berdasarkan jumlah laba-laba yang ditemukan setiap pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 19 spesies dari 6 famili laba-laba dengan indeks keragaman termasuk dalam katagori keragaman sedang (H’ 2,49). Oxyopes matiensis mendominasi dari spesies lainnya dengan nilai kelimpahan 25,25 % diikuti oleh Pardosa sumatrana (14,43%), sementara spesies lain kelimpahannya hampir seragam berkisar antara 0,66-5,25% . Dinamika populasi masing-masing famili laba-laba berfluktuasi selama pertumbuhan tanaman jarak pagar. ABSTRACT POTENCY OF SPIDERS (ARANEAE) AS GENERALIST PREDATOR IN CASTOR PLANT (Jatropha curcas L.) PRODUCTION CENTER IN AMOR-AMOR Castor is one of the plants that can be used as alternative energy resource. However, the yield of castor seed is still low caused of the pests. The use of pesticides is less effective to control pests so that alternative method to control pests needed such as using natural enemies. Spider is one of the natural enemies found in castor plantation. The aim of this research is to observe the potencies (diversity, abundance, and population dynamics) of the spiders as generalist predators in castor plantation. This research was conducted in Amor-amor, Gumantar Village, North Lombok Regency from September to December 2013. The method used in this research was descriptive method using 12 yellow pan traps and 20 pit fall traps. The traps were put randomly on the sampling block diagonally. Shannon-Wiener Concept and the formula to calculate variety index and abundance of spiders made by Michael (1995) were used, whereas the diversity index of population was made based on the number of spiders found in each observation. The results are 19 species of 6 families of spiders found with diversity index (H’) 2.49, which means that the diversity of spiders in the castor plantation was moderate. The abundance value of Oxyopes matiensis dominated other species with abundance value 25.25% followed by Pardosa sumatrana (14.43%) while the abundance of other species was about 0.66-5.25%. population dynamic of each family of spiders fluctuated during the growth of castor plant.
KARAGAMAN HAMA SERANGGA TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annum L.) DI DATARAN MEDIUM KABUPATEN LOMBOK UTARA Hairul Anas; Hery Heryanto; Irwan Muthahanas
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.831 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.681

Abstract

Paprika memiliki nama latin Capsicum annum L. adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas dari suku terong-terongan atau Solanaceae. Budidaya paprika umumnya dilakukan pada dataran tinggi. Namun seiring dengan kebutuhan paprika yang kian hari semakin meningkat, untuk itu budidaya paprika ini dilakukan di dataran medium. Salah satu penyebab menurunya produktivitas tanaman paprika disebabkan oleh hama. Hama jenis serangga yang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil pada tanaman paprika diantaranya thrips (Thrips parvispinius), kutu putih (B. tabaci), tungau (Polypahagotarsonemus latus), kutu daun (Myzus persicae) ulat grayak (S. litula), dan lalat bauh (Bactrocera sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman hama tanaman Paprika (Capsicum annum L.) di dataran medium Lombok Utara. Percobaan ini mengunakan metode deskriptif dengan tehnik survei secara langsung pada lapangan dan koleksi spesimen. Tehnik survei lapangan digunakan untuk pengambilan sampel dan koleksi spesimen digunakan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 8 jenis serangga hama yang ditemukan berasosiasi dengan tanaman Paprika di dataran medium Kabupaten Lombok Utara antara lain Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosa, A. gossypii, M. persicae, Paracoccus sp., valangga sp., Lacusta sp., S. litula. Nilai indeks keragaman serangga hama menunjukan H’ 0.843 yang tergolong rendah, hal tersebut menunjukan bahwa produktifitas dan kondisi ekosistem cukup rendah. Serangga hama dengan populasi dan kelimpahan tertinggi yaitu Bactrocera dorsalis dengan kelimpahan sebesar 71.56%.
KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN ARTHROPODA MUSUH ALAMI HAMA PADA TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomea aquatica F.) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Azis, Fathul; Thei, Ruth Stella Petrunela; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1006

Abstract

Penelitian tentang Arthropoda ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Keragaman dan Kelimpahan Arthropoda Musuh Alami Hama pada Tanaman Kangkung Air (Ipomea aquatica F.) di Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan tehnik survey lapangan dan koleksi serangga. Penelitian ini dilakukan di 3 Kecamatan yang memiliki tingkat produktivitas tanaman Kangkung Air tertinggi di Lombok Barat pada bulan Maret 2023. Pengambilan sampel arthropoda musuh alami hama dilakukan sebanyak 4 kali denganmenggunakan Perangkap Panci Kuning yang berisi air deterjen dan Jaring serangga. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 kelas Arthropoda musuh alami yaitu Arachnida dan Insecta, 5 Ordo, 9 Famili, dan 10 spesies Arthropoda Musuh Alami antara lain Argiope catenulate, Cicurina sp., Oxyopes attenuates, Lepthypanthes tenuis,Cheilomenes sexmaculata, Coreus Marginatus, Leptoglossus occidentali sp., Onychogomphus forcipatus, Argiocnemis pieris, dan Doryctobracon aroelatus. Ketiga lokasi pengamatan dikategorikan sebagai keragaman sedang, dengan nilai Kecamatan Lingsar (2,204), Kecamatan Narmada (2,019), dan Kecamatan Labuapi (2,257). Doryctobracon aroelatus adalah spesies Arthropoda dari famili Braconidae yang memiliki nilai indeks kelimpahan tertinggi (26.271). Spesies yang menduduki peringkat kedua adalah Onychogomphus forcipatus dari famili Ghomphidae (20.339), sementara spesies yang menempati peringkat ketiga adalah Argiocnemis pieris dari famili Coenagrionidae (17.797).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOHE KAMBING YANG DIFERMENTASI DENGAN BIOAKTIVATOR Streptomyces sp. TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM TANAMAN CABAI Nurizal, Imam; Petrunella Thei, Ruth Stella; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kohe kambing yang difermentasi dengan bioaktivator Streptomyces sp. terhadap penyakit layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. pada tanaman cabai (C. frutescens). Percobaan dilaksanakan di sawah milik petani pada bulan Mei - September 2023, di Kelurahan Surya Wangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu T0 (Tanpa pemberian pupuk), B0 (Pupuk KOHE Kambing tanpa penambahan bioaktivator), BA1 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSI), BA2 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSC), BA3 (Pupuk KOHE Kambing + BSI + BSC), dan BA4 (Pupuk KOHE Kambing + SH + BSI + BSC) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 36 unit petak percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter insiden penyakit fusarium, jumlah buah, serta bobot buah menunjukkan hasil yang berbeda nyata.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK BAWANG MERAH (Spodoptera exigua) DI SENTRA PRODUKSI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Rini, Rini; Supeno, Bambang; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan ulat grayak bawang merah (Spodoptera exigua) di sentra produksi Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2025 menggunakan metode deskriptif dengan tehnik survei lapangan . Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling setiap petak, masing-masing dengan lima titik sampel (1 m2) secara diagonal. Hasil penelitian rata-rata populasi larva ulat grayak di sentra produksi diperoleh sebesar 0,271 larva/tanaman. Rata-rata intensitas serangan di keempat lokasi pengamatan masih termasuk dalam golongan intensitas serangan ringan , dengan rata-rata intensitas serangan hama Spodoptera exigua di sentra produksi diperoleh 2,14%.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN CAPUNG PADA EKOSISTEM PERTANAMAN BAWANG MERAH DI SENTRA PRODUKSI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Husnah, Nur Jumratul; Supeno, Bambang; Muthahanas, Irwan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies capung (Odonata) pada ekosistem pertanaman bawang merah di Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan Teknik survei lapangan melalui pengamatan langsung di beberapa lokasi. Lokasi penelitian ditentukan secara pursposive sampling atas dasar luas lahan bawang merah terluas hingga terkecil. Lokasi tersebut adalah Desa Kerumut, Desa Teko, Desa Apitaik 1, dan Desa Apitaik 2. Pengambilan sampel menggunakan insect net dengan teknik ayunan ganda pada setiap petak (600 m2). Sampel capung yang terjaring dimasukkan dalam wadah yang telah diberi label lokasi untuk selanjutnya sebagai bahan identifikasi di Laboratorium. Hasil penelitian ditemukan ada tujuh spesies yang ada di ekosistem pertanaman bawang merah di sentra produksi Kabupaten Lombok Timur, yaitu lima spesies dari sub ordo Anisoptera famili Libellulidae diantaranya Crocothemis servilia, Pantala flavescens, Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum, Diplacodes trivialis. Dua spesies lainnya dari sub ordo Zygoptera famili Coenagrionidae, diantaranya Agriocnemis femina, Ischnura senegalensis. Indeks keanekaragaman spesies capung di seluruh lokasi penelitian berada pada kategori sedang, dengan nilai berkisar antara 1,48–1,86. Lokasi dengan nilai keanekaragaman tertinggi adalah Desa Apitaik 1 (1,86), sedangkan yang terendah adalah Desa Teko (1,48). Spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Orthetrum sabina, dan spesies dengan kelimpahan terendah adalah Diplacodes trivialis.
Co-Authors A. Farid .Hemon Ahmad Subarja Aini, Kuratun Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Amrul Jihadi Anisa Putri, Baiq Annisa Riska Wahyuni Asmara Yauma Putri Fara Diba Asyari, Adam Azis, Fathul Baiq Mona Kotma Chantika Bambang Budi Santoso Bambang Budi Santoso Bambang Supeno, Bambang Daiyyan Bisri Damayanti , Elsa Damian Januarta Dwi Putra Buana Sakti Dwi Ratna Anugrahwati Ebi Suanto Erna Listiana Erna Listiana1 Farizal Ramadhan Fikrina, Garin Hairul Anas Handayani, Ridhatul Herman Suheri Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Heryanto Husnah, Nur Jumratul I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya2 I Made Sudantha Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Rozy Zarkasih, Muhammad Irfan Saputra Irna Tristanti Jayaputra Joko Priyono Kurniawan Yuniarto M. Heldian Habib M. Sopian Holis M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Mauly Riski Andini Mery Windarningsih MOHAMAD TAUFIK FAUZI Muchlis Muchlis Muhamad Lutfi Muhammad Adya Purnama Muhammad Fasihul Lisan Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Mulat Isnain*3 Mulat Isnaini Mulat snaini1 Ni Made Dini Widia Handayani Ni Made Laksmi Ernawati, Ni Made Laksmi Ni Nyoman Putri Utami Nika Pranggana Aranda nindi faridatul hasanah*1 Nisa Nurizal, Imam Nurrachman Nurrachman Nurrachman Petrunella Thei, Ruth Stella Ramadan, Galih Rendi Irawan Resmayanti, Resmayanti Ria Nurmaya Sari1 Rifaldi Syahwal RINI RINI Ririn Nurattul Awalliyah Septiandani, Risna Septiandani Sinta Nuryah Sonia Astuti Astuti Sri Rahayu Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Tarmizi Tarmizi 2 Thei, Ruth Stella Petrunela Wahyu Astiko Wiratul Aini WULANDARI Yuhendra AP Yuni Fitrianti2 Zahratul Aeni