Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Life Science

Pengaruh Penambahan Molase Terhadap Hasil Panen Jamur Merang (Volvariella volvacea) Dewi; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i1.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molase dengan berbagai konsentrasi terhadap hasil panen jamur merang (Volvariella Volvacea). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak empat perlakuan antara lain penambahan molase 0%, 10%, 20%, dan 30%. Penelitian ini menggunakan uji normalitas Liliefors, uji homogenitas Barllet, uji Hipotesis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan LSD atau BNT. Jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 24 log. Dari hasil penelitian, diketahui nilai H = 844.4703 > X2tabel = 5.801artinya menerima Ha yaitu terdapat pengaruh penambahan molase terhadap berat segar jamur dan H = 6196.4273 > X2tabel = 5.801 artinya menerima Ha yaitu terdapat pengaruh penambahan molase terhadap jumlah tubuh buah jamur merang. Adapun pemberian molase dengan konsentrasi 10% yang berpengaruh signifikan terhadap Jumlah berat segar jamur merang (Volvariella volvacea) yaitu 197,5 dan Jumlah tubuh buah jamur merang (Volvariella volvacea) yaitu 34,16.
Analisis Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) di Pantai Cibako Irpan Misbahudin; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i1.398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tingkat keragaman, kerapatan dan kerimbunan jenis lamun yang ada di Pantai Cibako. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel lokasi penelitian dilakukan secara pemetaan transek garis dengan menggunakan teknik transek kuadrat. Metode perhitungan data yang digunakan adalah rumus keanekaragaman dari Shannon-Winner. Hasil penelitian diperoleh 2 jenis tumbuhan lamun yaitu Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii yang berada di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus keanekaragaman Shannon-Winner dan diperoleh hasil 0,26 artinya keragaman tumbuhan lamun di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut termasuk pada tingkat sedikit atau rendah karena berkisar 0,22-0,30. Sedangkan untuk kerapatan data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan rumus kerapatan jenis Braun-Blanquet dan diperoleh hasil 2,33 artinya kerapatan tumbuhan lamun di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut jarang karena hanya berkisar 10%-24%.
Analisis Kinerja Sains Siswa pada Praktikum Struktur Sel Tumbuhan Menggunakan Penuntun Praktikum Berbentuk Komik Siti nurkamilah; Nadia Permana; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i1.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaaan kinerja sains siswa setelah menggunakan prosedur praktikum berbentuk komik pada praktikum struktur sel tumbuhan. Indikator ketercapaian kinerja siswa dinilai dari 25 aspek kinerja praktikum. Aspek-aspek tersebut terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi sebagai instrumen utama dan angket sebagai instrumen penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap penutup praktikum termasuk kategori sangat baik. Dari hasil angket respon siswa menunjukkan tanggapan positif dari penerapan penuntun praktikum berbentuk komik tersebut.
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Kimia untuk Biologi Chevi Ardiana Rusmawan; Sri Mulyaningsih; Indra Dodo Saputra; Tsaltsa Nur Aula Fajriah; De Budi Irwan Taofik
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Instrumen yang digunakan untuk mempelajari hasil tes pilihan ganda dan digunakan untuk gaya belajar visual adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa diberikan metode pembelajaran ekspositori pada Pembelajaran Tinggi siswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional. (2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar visual. (3) hasil penelitian dan mahasiswa IPA yang memiliki gaya belajar visual dan metode pembelajaran yang diberikan pembelajaran ekspositori lebih tinggi daripada mahasiswa yang diberikan pembelajaran metode pembelajaran konvensional. (4) hasil penelitian dan mahasiswa IPA yang memiliki gaya belajar visual rendah dan metode pembelajaran yang diberikan pembelajaran ekspositori lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang diberikan metode pembelajaran konvensional.
Identifikasi Miskonsep yang Dialami Siswa pada Materi Sistem Reproduksi dengan Menggunakan CRI (Certainty of Response Index) Sri Mulyaningsih; Merti Malihah Tisna Putri; Indra Dodo Saputra; Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.1606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa dengan menggunakan teknik CRI (Certainty of Response Index), persentase siswa yang mengalami miskonsepsi, submateri yang paling banyak mengalami miskonsepsi serta penyebab siswa mengalami miskonsepsi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sangat penting dalam keberlangsungan pembelajaran terutama materi biologi yang dianggap sebagai pembelajaran yang sulit untuk dipahami karena banyak mengandung konsep dan kata-kata ilmiah yang sulit dipahami. Ketidakpahaman peserta didik mengenai suatu materi dapat menyulitkan peserta didik dalam mengaitkan suatu konsep yang saling berhubungan hal ini yang dapat menyebabkan miskonsepsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu kelas XI IPA 1 yang berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang disertai dengan CRI (Certainty of Response Index) berjumlah 25 butir soal dan angket. Data yang didapat menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi sebesar 27% dengan kategori rendah atau hanya sebagian siswa. Miskonsepsi tertinggi ada pada subkonsep fertilisasi, yaitu sebesar 35,48% sedangkan miskonsepsi terendah ada pada subkonsep kehamilan, yaitu sebesar 19,35%. Hal tersebut jika dilihat dari hasil angket dikarenakan kurangnya minat belajar siswa dan siswa menginterpretasikan sebuah materi sesuai pemahamannya sendiri.
Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Bioteknologi di Kelas X SMAN 16 Garut Indra Dodo Saputra; Siti Nurul Khodijah; Asep Rohayat; Sri Mulyaningsih; Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v6i2.1613

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kepasifan siswa selama proses pembelajaran jugadisebabkan oleh pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat sehingga menyebabkan rendahnya hasilbelajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian dirumuskan untuk mengetahuibagaimana pengaruh media pembelajaran flashcard terhadap hasil belajar siswa terhadap materibioteknologi di kelas X SMAN 16 GARUT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah QuasiExperiment dengan desain eksperimen yang digunakan yaitu non-equivalent pretest-posttest controlgroup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 16 GARUT, sedangkansampel adalah kelas X J kelas aplikasi media flashcard pada materi bioteknologi dan kelas X L yangmenerapkan media gambar hitam putih pada materi bioteknologi sebagai media pembanding. Instrumen yangdiuji adalah tes objektif (pilihan ganda) dengan total 30 pertanyaan. Berdasarkan tes akhir (posttest)menggunakan tes t ( (Tes Sampel Mandiri) hasil belajar siswa diketahui Sig.(2-tailed) adalah 0,002 < 0,05, makaHa diterima dan Ho ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan mediaflashcard terhadap hasil belajar materi bioteknologi di kelas X SMAN 16 Garut. Penggunaan flashcard nmediadapat lebih meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata skor posttest pada kelas eksperimenmenggunakan media Flashcard yaitu 77,72 dibandingkan rata-rata skor posttest pada kelas kontrolmenggunakan media gambar hitam putih yaitu 55,94.
Perbandingan Hasil Belajar Yang Menggunakan Model Pembelajaran Crossword Puzzle Dengan Word Square Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X Shalma Nurrul; SRI MULYANINGSIH; Lida Amalia
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v5i1.1710

Abstract

Akar masalah pada penelitian ini yaitu salah satunya belajar siswa yang belum mencapai KKM (KriteriaKetuntasan Minimum) sehingga dapat mempengaruhi pada hasil belajar siswa. Kondisi belajar siswa diMAN 1 Garut dapat dikatakan efektif tetapi alangkah lebih baiknya menggunakan model pembelajaranyang lebih bervariatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuaskan/sesuai denganharapan. Faktor penyebab timbulnya akar masalah dibagi menjadi dua, yaitu Faktor Internal dan Faktoreksternal. Faktor Internal yaitu terdapat beberapa siswa yang kurang fokus pada saat diberikan materipelajaran Biologi dikarenakan kurang bervariatifnya model pembelajaran yang digunakan sehinggamembuat siswa mejadi bosan maka dengan hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa,sedangkan untuk Faktor Eksternal yaitu salah satunya Lingkungan yang membuat siswa kurang termotivasidalam mempelajari materi yang sebelumnya sudah diberikan oleh guru. Berdasarkan hasil observasitersebut diperlukan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara menggunakanpembaharuan model pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar berlangsungdiantaranya menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dengan model pembelajaran WordSquare.
PENGGUNAAN MINYAK TANAMAN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI REPELLENT SENYAWA LIPID ALAMI NYAMUK chevi Ardiana; SRI MULYANINGSIH; Melisa Nursuciani; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i1.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tolak (repellent) minyak tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai zat anti nyamuk organik alami. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan dan enam belas kali pengulangan. Populasi penelitian adalah nyamuk jenis Culex sp. Nyamuk initerdapat di daerah Samarang, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil penentuan sampel (= 16 x 1 x 10 sampel) diperoleh 160 sampel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 dan bertempat di Laboratorium Biologi, Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Garut. Analisis data yang digunakan, yaitu:observasi (pengamatan secara langsung). Dimana, pengujian dilakukan setiap satu jam sekali selama enam jam berturut-turut sampai didapatkan hasil untuk perhitungan daya tolak (repellent). Hasilnya menunjukkan minyak atsiri serai wangi pada konsentrasi 97.91% mempunyai daya tolak (repellent) selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, maka minyak atsiri serai wangi(Cymbopogon nardusL dapat digunakan sebagai zat anti nyamuk alami walaupun daya tolak (repellent) nya hanya sampai 2 jam. Minyak hasil penelitian tersebut dapat digunakan secara berulang - ulang atau digunakan ketika nyamuk aktif menggigit.
KUALITAS NATA DE NIRA ( Arenga pinnata) MELALUI LAMANYA FERMENTASI Leni Sri Mulyani; yuli sumiati; SRI MULYANINGSIH
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v4i1.1714

Abstract

Pohon aren atau enau (arenga pinnata) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam. Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam yang berkesinambungan karena tersebar luas. Pada umumnya semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia, pohon aren ini sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan bangunan, keranjang, kerajinan tangan, atap rumah dan hasil lainnya seperti nira, gula merah, cuka aren, campuran pengembang roti, kolang kaling, sapu ijuk, tali ijuk, bahan anyaman, dan akar aren digunakan sebagai untuk obat herbal. (Sumarni, 2003). Pada penelitian ini yang akan diteliti adalah nira aren dapat digunakan sebagai bahan dasar produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya adalah dibuat produk minuman nata, yaitu nata de nira. Dengan demikian, para petani nira aren tidak hanya memproduksi gula merah, tetapi juga memproduksi produk sampingan berupa nata de nira, sehinggapendapatan para petani nira aren semakin sejahtera. Penelitian ini menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas nata de nira. Kualitas nata de nira yang dilihat adalah rendemen, ketebalan, dan sifat organoleptiknya yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur. Variasi waktu fermentasi adalah A (10 hari), B (11 hari), C (12 hari), D (13 hari), dan E (14 hari). Dengan bahan tambahan yaitu gula pasir, ZAfood grade, asam asetat dan starter bakteri Azetobacter xylinum sebanyak 25%, dihasilkan nata de niradengan rata-rata ketebalan dan rendemen terbaik pada fermentasi hari ke 14 dengan hasil berturut-turut yaitu 1,11 cm dan 58,94%. Sedangkan warna dan rasa yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan B(11 hari). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas rendemen, ketebalan, warna dan rasa. Sedangkan untuk tekstur dan aroma tidak terdapat pengaruh.Kata Kunci : Nata de nira, A. xylinum, ketebalan, rendemen, sifat organoleptik
PENENTUAN KADAR TOTAL TANIN DARI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) Rismayanti Fatonah; SRI MULYANINGSIH; chevi Ardiana
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v3i2.1716

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penentuan Kadar Total Tanin dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan senyawa tanin dan hasilpenentuan kadar total tanin dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling, sampel yang digunakan adalah daun binahong (Anredera cordifolia) yang sudah tua. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dengan uji fitokimia dan kuantitatif dengan uji kadar. Menentukan kadar tanin pada ekstrak sampel dilakukan analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan pada bulan Mei - Juni 2021. Ekstraksi tanin pada daun binahong (Anredera cordifolia) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 95%. Pada penelitian ini data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa tanin yang dibuktikan dengan warna hijau kehitaman dan kadar total tanin dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebesar 0,230 mg GAE/g ekstrak atau sebesar 23%