Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Classroom Action Research

Analisis Kesalahan Penyelesaian Soal Cerita pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel terhadap Efikasi Diri Siswa Muhammad Yamin; Amrullah; Tabita Wahyu Triutami; Sri Subarinah
Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 4 (2022): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v4i4.2150

Abstract

Errors that are often made by students in solving math problems in the form of stories are such as errors in understanding concepts, errors in changing story problems in mathematical form and operating errors. Lack of self-confidence of students is one of the contributing factors. This study aims to describe the level of self-efficacy and student errors in solving story problems and to find out the relationship between self-efficacy and student errors in solving math story problems. This research uses mixed methods with quantitative and qualitative approaches. The research population was 330 students with a research sample of 32 students. The sampling technique used purposive random sampling and the determination of the number of samples using the Sloven formula. Collecting data using a questionnaire instrument, test questions, and interview guidelines. Data analysis techniques in the form of correlation test and descriptive statistics. The results showed the value of atau , dimana hasil tersebut lebih dari atau . This means that between self-efficacy and student errors in solving mathematical story problems with linear equations one variable has a negative relationship, namely the higher the student's self-efficacy, the lower the errors made by students. On the other hand, the lower the student's self-efficacy level, the higher the errors made by students in solving the story problems of the one-variable linear equation material
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Pada Materi Trigonometri Ditinjau Dari Kepercayaan Diri Siswa Widiami Sayidah; Sri Subarinah; Nurul Hikmah; Baidowi Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3039

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki siswa serta harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kepercayaan diri merupakan faktor penting terhadap pemahaman matematis seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematispada materi trigonometri dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas XI SMAN 1 Terara. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument tes yang digunakan berupa angket kepercayaan diri, tes kemampuan pemahaman matematis, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian mennjukkan bahwa siswa demgan tingkat kepercayaan diri tinggi mampu menyelesaikan 6 dari 7 indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis tinggi. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri sedang hanya mampu menyelesaikan satu indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap. Sedangkan pada 6 indikator lainnya, siswa sudah mampu menyelesaikan indikator-indikator tersebut, akan tetapi belum sepenuhnya atau belum lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam katgori kemampuan pemahaman matematis sedang. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri rendah hanya mampu menyelesaikan 1 dari 7 indikator pemahaman matematis sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis rendah. Sehingga di dapatkan bahwa, siswa dengan kepercan diri tinggi memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi, siswa dengan kepercan diri sedang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang, dan siswa dengan kepercan diri rendah memiliki kemampuan pemahaman matematis rendah.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Baiq Handini Lora Padian; Sri Subarinah; Ratna Yulis Tyaningsih; Harry Soepriyanto
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3050

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah materi sistem persamaan linier tiga variabel ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas X SMAN 1 Praya Timur. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes gaya kognitif yaitu MFFT  (Matching Familiar Figure Test), tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif fast accurate mampu menjalankan 5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi dan sedang dengan persentase 25% dan 75%. Siswa dengan gaya kognitif slow inaccurate hanya mampu menjalankan satu indikator Newman. Sedangkan pada 4 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan sedang dan rendah dengan persentase 40% dan 60%. Siswa dengan gaya kognitif reflektif mampu menjalankan  5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 41,7%, 25% dan 33,3%. Siswa dengan gaya kognitif impulsif mampu menjalankan 3 indikator Newman dengan benar. Sedangkan pada 2 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 21,4%, 28,6% dan 50%.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Investigasi Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Siswa Marlina Septiana; Sri Subarinah; Tabita Wahyu Triutami; Arjudin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i4.5886

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa. Terdapat 3 aspek kemampuan koneksi matematis yang digunakan dalam penelitian yaitu 1) menghubungkan antara konsep matematika yang sudah dipelajari dengan yang sedang dipelajari, 2) menghubungkan koneksi antar konsep suatu matematika dengan konsep bidang ilmu yang lain, dan 3) menghubungkan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis dalam menyelesaikan soal investigasi pada materi bangun ruang sisi datar ditinjau dari jenis kelamin pada siswa SMP Negeri 1 Keruak tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan soal tes koneksi matematika dan pedoman wawancara. Teknik analisi data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kemampuan koneksi matematis pada siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan tinggi memenuhi ketiga aspek koneksi matematis. Siswa laki-laki berkemampuan sedang mampu memenuhi 3 aspek koneksi matematis, walaupun kurang dalam aspek kedua dan siswa perempuan berkemampuan sedang memenuhi 3 aspek koneksi matematis. Siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan rendah tidak mampu memenuhi ketiga aspek koneksi matematis. Perbedaan kemampuan koneksi matematis antara laki-laki dan perempuan terletak pada kemampuan siswa perempuan lebih unggul daripada siswa laki-laki dalam aspek kedua dan lebih teliti dan detail dalam menuliskan prosedur penyelesaian matematika.
Kemampuan Penalaran Proporsional ditinjau dari Gaya Belajar pada Siswa M. Tata Aulia Rahman; Sri Subarinah; Tabita Wahyu Triutami; Sripatmi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i4.5951

Abstract

Penalaran proporsional merupakan penalaran yang mencakup pemahaman tentang keserupaan struktur dua relasi dalam masalah proporsional. Kemampuan Penalaran proporsional merupakan salah satu kemampuan yang harus dipahami dan dikuasai oleh siswa dalam mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran proporsional pada materi perbandingan ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Narmada Tahun Ajaran 2023/2024. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 6 orang. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, tes, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh; (1) Siswa dengan gaya belajar visual mampu dalam mengenali perbedaan antara perubahan absolut (aditif), relatif (multiplikatif) dan mampu menentukan penggunaan rasio yang masuk akal atau tepat. Tetapi belum mampu dalam menginterpretasikan angka rasional tetap, tidak berubah atau invariant dan juga belum mampu membangun struktur unit (pengelompokkan); (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mampu dalam mengenali perbedaan antara perubahan absolut (aditif), relatif (multiplikatif), mampu menentukan penggunaan rasio yang masuk akal atau tepat dan mampu menginterpretasikan angka rasional tetap, tidak berubah atau invariant. Tetapi belum mampu membangun struktur unit (pengelompokkan); (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya mampu dalam membangun struktur unit (pengelompokkan). Tetapi belum mampu dalam mengenali perbedaan antara perubahan absolut (aditif), relatif (multiplikatif), menentukan penggunaan rasio yang masuk akal atau tepat dan menginterpretasikan angka rasional tetap, tidak berubah atau invariant.