Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Sintesis Zeolit A dan Kemungkinan Penggunaannya Sebagai Penukar Kation Sriatun, Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 3 (2004): Volume 7 Issue 3 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.946 KB) | DOI: 10.14710/jksa.7.3.61-67

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit A dengan menggunakan alumunium hidroksida sebagai sumber alumina dan silikon dioksida sebagai sumber silika. Sintesis dilakukan dengan cara mereaksikan natrium silikat dan na-trium aluminat melalui proses hidrotermal dalam sistem dengan pH 11-12. Karakterisasi produk sintesis dil-akukan dengan menggunakan spektrometer infra merah (IR) dan difraktometer sinar-x (XRD). Dari hasil analisis data IR diperoleh informasi bahwa rasio Si/Al dalam zeolit hasil sintesis adalah tinggi. Uji kualitas kristal (kristalinitas) menunjukkan adanya pergeseran sudut difraksi pada puncak-puncak khas zeolit A, ini mengindikasikan bahwa penataan polihedral sangkar sodalit belum seluruhnya sempurna. Kondisi pH optimum untuk pertukaran kation Ca2 terhadap zeolit hasil sintesis adalah 6.
Impregnasi Nikel Klorida pada Zeolit-Y untuk Katalis Hidrorengkah Minyak Bumi Sriatun, Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.039 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.81-88

Abstract

Telah dilakukan impregnasi nikel klorida pada zeolite-Y dan penggunaannya untuk katalis hidrorengkah. Zeolit-Y sintetik dimodifikasi dengan menambahkan amonium nitrat 2 M, dan dikalsinasi selama 5 jam pada suhu 450°C. Kemudian, produk diimpregnasi dengan nikel klorida dalam etanol. Konsentrasi larutan klorida nikel masing-masing adalah 0,4%, 0,6%, 0,8%, 1,0%, 1,2% dan 1,6%. Karakter Ni/zeolit-Y dan H/zeolit-Y diperoleh dengan mengukur kandungan nikel dan kristalinitas. Pengujian aktivitas katalis dilakukan menggunakan proses hydrorengkah pada suhu 350°C dan menggunakan umpan fraksi 150-230°C dari minyak mentah Minas. Produk perengkahan cair dianalisis dengan kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-MS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kandungan nikel pada H/zeolit-Y setelah proses impregnasi. Dari pengukuran kristalinitas, diketahui bahwa kristalinitas relatif H/zeolit-Y setelah impregnasi menurun sekitar 26 - 28%. Uji aktivitas menunjukkan bahwa Cairan Hasil Perengkahan (CHP) tertinggi sebesar 55% (diisikan Ni 2,51%). Selain itu, kami mendapat informasi bahwa Ni/zeolite-Y dapat mengubah senyawa C13-C23 dari umpan dan menghasilkan fraksi C7-C10 sebagai senyawa baru.
Dealuminasi Zeolit Alam Cipatujah Melalui Penambahan Asam dan Oksidator Sriatun, Sriatun; Darmawan, Adi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.435 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.55-60

Abstract

Sampai saat ini zeolit tetap menjadi primadona sebagai bahan penapis molekuler atau adsorben. Umumnya zeolit alam perlu diberi perlakuan tertentu bila akan digunakan sebagai adsorben, karena rasio Si/Al rendah dan mengandung unsur-unsur pengotor yang harus diminimalkan pengaruhnya. Oleh karena itu perlu dilakukan dealuminasi. Salah satu metode dealuminasi adalah pengasaman dan untuk memaksimalkannya ditambah dengan oksidator KMnO4.Prosedur kerja penelitian ini meliputi dealuminasi zeolit alam Cipatujah menggunakan H2SO4 dan HCl serta ditambah dengan oksidator KMnO4. Selanjutnya dilakukan karakterisasi terhadap zeolit sebelum dan sesudah perlakuan dealuminasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR), difraktometer sinar-x (XRD) dan spektroskopi serapan atom (AAS).Dari hasil interpretasi terhadap data spektra inframerah maupun difraktogram XRD menunjukkan bahwa zeolit alam yang digunakan termasuk jenis mordenit. Dari data penentuan kadar unsur menggunakan AAS diperoleh hasil bahwa pada dealuminasi menggunakan H2SO4 dan KMnO4 mampu menaikkan rasio Si/Al dari 2,852 menjadi 11-12. sedangkan dengan menggunakan HCl rasio Si/Al naik menjadi 9,945.
Aluminum Pillared Clay (Al-PILC) for Adsorption of Dyes in Red Fruit Oil Sholihah Novitasari; Sriatun Sriatun; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Issue 1 Year 2021
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.766 KB) | DOI: 10.14710/jksa.24.1.9-14

Abstract

Red fruit oil contains carotene, which is dark orange, so it is not very popular. Therefore, it is necessary to reduce the intensity of the color. Yesterday, in this study, the synthesis and characterization of Al-pillared clay (Al-PILC) from light and heavy clay fractions were carried out. The absorption capacity of red fruit carotene dyes was studied. The research stages included preparation, fractionation, activation, pillarization of clay with aluminum, characterization, and adsorption test for carotene dyes on red fruit. Characterization was carried out using X-ray Diffractometer (XRD) and Gas Sorption Analyzer (GSA). The results showed that basal spacing of natural clay, Al pillared heavy fraction-clay, Al pillared light fraction-clay, activated light fraction were 15.08 Å, 15.27 Å, 16.84 Å, and 16, respectively. 22 Å. The GSA results showed that the surface area and pore volume of the Al pillared light fraction-clay of 0.3 was higher than the heavy fraction. The average pore size of Al pillared light fraction-clay and the heavy fraction was found in the mesoporous range of 30-100 Å, and the adsorption isotherm is type IV. Al-pillared light fraction-clay had higher adsorption ability than a heavy fraction and light fraction before pillaring. When the pillaring agent’s concentration was 0.3 M, Al pillared heavy fraction-has absorption capacity is 58.66%, while Al pillared light fraction-clay is 90.4%.
Silica-rich Sodalite Synthesis: The Effect of Variations in Ultrasound Treatment and Hydrothermal Temperature Sriatun Sriatun; Marta Chandra Anikke Putri; Hanifa Zakiyatul Urbach; Adi Darmawan; Widayat Widayat; Heru Susanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 4 (2022): Volume 25 Issue 4 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3852.166 KB) | DOI: 10.14710/jksa.25.4.137-145

Abstract

Silica-rich sodalite zeolite has been synthesized by ultrasound treatment and hydrothermal temperature variation. This study aimed to determine the effect of ultrasound treatment and hydrothermal temperature variations on the crystallinity, hydrophobicity, and structural properties of silica-rich sodalite zeolite. The synthesis was conducted by reacting a sodium aluminate and sodium silicate solution by varying Si/Al ratios of 20, 30, 40, 60, 80, and 90. The next step was to characterize the product. The product with the best crystallinity was used as a reference to determine the effect of ultrasound and hydrothermal temperature. The reaction gel was treated with and without ultrasound and hydrothermal using autoclave at 100, 150, and 200°C for 24 hours. The last step was the product characterization using XRD, FTIR, and GSA. The XRD showed similarity peaks at 2θ = 14.058°; 24.41°; 31.73°; 34.75°; 42.88°. The best crystallinity was silica-rich sodalite zeolite with a Si/Al ratio of 30. Meanwhile, silica-rich sodalite zeolite peaks were obtained at 2θ = 14.16°, 24.66°, 31.99°, 35.13°, and 43.39° by ultrasound treatment and hydrothermal temperature variation (100, 150, and 200°C). Ultrasound treatment revealed the presence of other peaks besides sodalite at 2θ = 19.05° and 27°, where these peaks were referred to as SAPO-56. In conclusion, the degree of crystallinity increased with increasing temperature, decreasing Si-OH/Si-O-Si showed increased hydrophobic properties. Increasing the hydrothermal temperature of 150 and 200°C with and without ultrasound treatment increased the surface area significantly to 114.137 m2/g and 160.717 m2/g, and the pore volume of sodalite with a Si/Al ratio of 30 to 0.318 cc/g and 0.274 cc/g.
Polyaniline Modified Natural Zeolite as Adsorbent for Chromium(III) Metal Ion Rina Nurianingsih; Sriatun Sriatun; Adi Darmawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2824.613 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.6.292-298

Abstract

Zeolite is an inorganic material whose surface has a permanent negative charge in its crystal structure. This material consists of tetrahedral [SiO4]-4 and [AlO4]-5, which are connected by oxygen atoms in such a way as to form an open three-dimensional framework containing canals and cavities, as well as alkali or alkali metals for balancing the negative charge. This structure makes zeolites have the ability to adsorb. The ability of natural zeolite adsorption can improve by modifying the surface by adding polyaniline cationic compounds (PANI), which have an amine group (: NH2). Moreover, environmental pollution by metals is the biggest problem in daily life, one of which is the metal ion Cr(III), which is a waste from industrial processes. Therefore, it is necessary to have an effort to reduce waste. This study aims to determine the effect of the addition of polyaniline on the adsorption ability of natural zeolites to metal ions Cr(III). The research was carried out in several stages, namely activation of natural zeolite using HF 1%, modification with polymer from aniline monomers, and ammonium peroxidisulphate (APS), and testing the ability of adsorption on Cr(III) metal ions. The study on the ability to adsorb Cr(III) metal ions by PANI-modified zeolites was carried out on variations in the concentration of Cr(III) metal ions and the system pH. The results showed that natural zeolite successfully modified with PANI. The FTIR absorption band at wavenumber 1303 -1319 cm-1 and 1597 cm-1 indicated the presence of NH functional groups. Meanwhile, adsorption capability test data showed that the best adsorbent for adsorption of Cr(III) metal ions was zeolite-PANI 0.01M. The best pH was 4, the initial concentration of Cr(III) metal ions was 1000 ppm, and the percentage of absorption is 48.13%.
Modifikasi Zeolit Alam Menggunakan TiO2 sebagai Fotokatalis Zat Pewarna Indigo Carmine Sofian Ansori; Sriatun Sriatun; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.001 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.68-71

Abstract

Modifikasi zeolit alam menggunakan TiO2 sebagai fotokatalis zat pewarna indigo carmine telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk memodifikasi permukaan zeolit alam dengan TiO2 dan menggunakannya sebagai fotokatalis, menentukan pH optimum untuk degradasi senyawa pewarna indigo carmine, dan mengetahui pengaruh waktu degradasi indigo carmine. Zeolit alam diaktifasi dan kemudian dibuat menjadi zeolit-H. Zeolit-H kemudian direaksikan dengan TiCl4 dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 450°C sehingga terbentuk zeolit-TiO2. Zeolit-TiO2 ini selanjutnya digunakan untuk mendegradasi indigo carmine dengan variasi waktu dan pH larutan. Hasil XRD menunjukkan bahwa terbentuk TiO2 pada zeolit yang ditunjukkan dengan nilai 2θ 17,42°; 24,99°; dan 29,96°. Hasil FTIR menunjukkan adanya bilangan gelombang pada 316,3 cm-1 yang mengindikasikan adanya TiO2 pada permukaan zeolit. Hasil degradasi indigo carmine menunjukkan bahwa semakin lama waktu degradasi semakin banyak indigo carmine yang terdegradasi oleh zeolit-TiO2 dan semakin asam pH indigo carmine semakin besar degradasinya.
Pemanfaatan Surfaktan Kationik Hasil Sublasi sebagai Molekul Pengarah pada Pembuatan Material Berpori dari Sekam Padi Endah Wulan Juni; Arnelli Arnelli; Sriatun Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.496 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.24-28

Abstract

Penelitian pemanfaatan surfaktan kationik dari hasil sublasi sebagai molekul pengarah pada pembuatan material berpori dari sekam padi Telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi surfaktan dari hasil sublasi terhadap karakter material hasil sintesis. Proses sublasi dilakukan untuk memisahkan surfaktan kationik dari larutan dan menghasilkan surfaktan kationik dari golongan ammonium kuarterner dengan CMC (Konsentrasi Misel Kritis) 2,1 g/L. Surfaktan kationik divariasi konsentrasi yaitu di bawah CMC (M1) = 1 g/L, pada CMC (M2) = 2,1 g/L dan di atas CMC (M3) = 10,5 g/L. Hasil XRD menunjukkan bahwa hasil sintesis merupakan padatan kristal. Hasil BET menunjukkan luas permukaan, volume pori total dan radius pori dari masing-masing hasil sintesis berturut-turut adalah 7,18 m2/g; 4,21 x 10-3 cm3/g; 11,721 Å untuk M1; 9,81 m2/g; 5,66 x 10-3 cm3/g; 11,54 Å untuk M2 dan 9,06 m2/g; 5,07 x 10-3 cm3/g; 11,196 Å untuk M3. Konsentrasi surfaktan kationik pada CMC (M2) menghasilkan material berpori dengan luas permukaan dan volume pori paling tinggi relatif terhadap M1 dan M3. Komposisi mineral material hasil sintesis berupa campuran dari natrium silikat hidrat, aluminum hidrogen silikat, dan natrium hidrogen silikat hidrat. Material hasil sintesis adalah mesopori dengan diameter pori rata-rata 22 Å.
Penggunaan Zeolit Alam Terdealuminasi Sebagai Adsorben Senyawa Aromatik Sriatun Sriatun; Adi Darmawan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.953 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.12-17

Abstract

Sifat pembakaran bahan bakar sangat dipengaruhi oleh komponen senyawa yang terkandung didalamnya. Diketahui bahwa adanya senyawa hidrokarbon aromatik dapat memberikan asap yang berlebihan pada pembakaran. Tentu saja hal ini tidak menguntungkan karena menimbulkan polusi udara. Untuk mengurangi senyawa hidrokarbon aromatik dalam bahan bakar dapat menggunakan zeolit alam yang sudah didealuminasi karena zeolit mempunyai kelebihan dalam hal struktur, bentuk, ukuran rongga dan pori yang spesifik.Prosedur kerja dalam penelitian ini meliputi dealuminasi zeolit alam melalui pengasaman dengan HCl dan H2SO4 dan penambahan oksidator KMnO4.. Zeolit hasil dealuminasi digunakan untuk mengadsorpsi komponen hidrokarbon aromatik pada minyak bumi fraksi 200 – 300oC. Karakterisasi produk dilakukan dengan analisis titik anilinnya, kromatografi gas (GC) dan pemeriksaan warna.Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa zeolit terdealuminasi mampu mengadsorp senyawa hidrokarbon aromatik tetapi tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan titik anilin produk, perubahan kromatogram pada puncak-puncak tertentu dan warna produk lebih terang.
Pengaruh Penambahan Surfaktan pada Sintesis Zeolit Y Menggunakan Tetraethyl Orthosilicate (TEOS) sebagai Sumber Silika Alfi Nurlaela; Sriatun Sriatun; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.115 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.32-36

Abstract

Zeolit alam mempunyai ukuran pori yang beragam antara 3 Å hingga 8 Å, sehingga tidak efektif untuk mengadsorpsi senyawa yang berukuran besar. Zeolit sintetik (zeolit Y) dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari zeolit alam. Zeolit Y dapat disintesis dengan Tetraethyl orthosilicate (TEOS) sebagai sumber silika dan surfaktan sebagai pencetak pori. Surfaktan dapat mengarahkan struktur zeolit menjadi pori yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan memperoleh zeolit Y sintetik dan mengkaji pengaruh surfaktan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) dan Trimethylammonium Chloride (TMACl) terhadap kristanilitas dan ukuran pori zeolit Y. Sintesis zeolit Y dilakukan dengan mencampurkan natrium aluminat, surfaktan dan TEOS. Perbandingan mol natrium aluminat:TEOS adalah 1:1 sedangkan konsentrasi surfaktan 1 M. Struktur dan kristalinitas zeolit Y dianalisis menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan XRD (X-Ray Diffraction). Sedangkan morfologi pori zeolit Y dianalisis menggunakan adsorpsi gas N2 dengan persamaan BET. Hasil karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan sampel MC (tanpa penambahan surfaktan) merupakan zeolit Y, sedangkan sampel MA (penambahan surfaktan CTAB) dan MB (penambahan surfaktan TMACl) merupakan campuran zeolit HS dan NAS. Sampel MC memiliki kristalinitas tertinggi sedangkan sampel MB paling rendah. Radius pori rata-rata sampel MA, MB dan MC berturut-turut adalah 13,770 Å; 14,029 Å dan 12,962 Å. Sehingga disimpulkan bawah penambahan surfaktan tidak berpengaruh signifikan terhadap ukuran pori.