Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Kepribadian Guru Matematika terhadap Motivasi Belajar Siswa Desri Noer Laily; Desri Noer LailySepti Dwi Ilva; Utami Widia Putri; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8057

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika, namun sebagian siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, sehingga mengurangi antusiasme mereka dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepribadian guru matematika terhadap motivasi belajar siswa dari perspektif guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan dilakukan pada tahun 2026 di dua sekolah menegah atas. Subjek penelitian terdiri dari dua guru matematika senior yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Validitas data dicapai melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian guru berperan dalam meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri siswa melalui kemampuan beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran, sikap ramah dan sabar, empati, apresiasi, dan antusiasme dalam mengajar. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif yang dapat mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Eli Nuraisyah Harahap; Devina Valeria Santani; M. Farel Saputra; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kompetensi profesional guru di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mencakup kemampuan penguasaan materi pembelajaran hingga pengendalian diri dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap beberapa guru SMA yang memiliki pengalaman mengajar dalam jangka waktu yang cukup lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru tidak hanya tercermin dari penguasaan materi ajar dan kemampuan menjelaskan konsep-konsep secara tepat, tetapi juga dari kemampuan mengelola emosi, menjaga sikap profesional, serta menghadapi berbagai tantangan pembelajaran dengan bijaksana. Selain itu, guru dituntut untuk mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran, serta terus mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan pendidikan. Meskipun menghadapi berbagai kendala, seperti tuntutan administrasi, perubahan kurikulum, dan perbedaan kemampuan belajar siswa, para guru tetap menunjukkan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa kompetensi profesional guru merupakan integrasi antara penguasaan keilmuan, pengendalian diri, etika profesi, dan dedikasi dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mendukung pengembangan profesional guru agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Pemberdayaan Guru Sd Dalam Pengembangan Soal Hots Berbasis Ai Sebagai Strategi Mewujudkan Sdg 4 Pendidikan Berkualitas Habibis Saleh; Ade Irma; Irma Fitri; Rena Revita
COMMUNITY SERVICE JOURNAL OF ECONOMICS EDUCATION Vol. 5 No. 1 (2026): Community Service Journal Of Economic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  The primary challenge faced by teachers at UPT SD Negeri 008 Kualu is the limited time and competence in formulating evaluation instruments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS). Teachers often struggle to design assessment items that effectively stimulate students' analytical, evaluative, and creative skills, particularly in mathematics. This community service program aims to enhance teachers' skills in developing HOTS-based mathematics evaluation instruments through the integration of Artificial Intelligence (AI) technology. The training was conducted by a community service team from the Mathematics Education Study Program at the State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau, employing collaborative and interactive methods. Participants received practical guidance on utilizing AI applications, such as ChatGPT and Gemini, to design assessment items. The evaluation results indicated a significant increase in participants' competence. Prior to the training, 70.59% of participants reported an inability to compose high-level cognitive questions. However, after the training, over 80% were capable of independently constructing HOTS questions with AI assistance, and 99% demonstrated a clear understanding of AI integration techniques for evaluation instruments. This program demonstrates that AI can serve as a strategic partner in improving teacher efficiency and the quality of educational evaluation in elementary schools in accordance with SDG 4 goals. Keywords:  HOTS, Artificial Intelligence, Mathematics Evaluation, Teacher Training, ChatGPT  
Implementasi Pendekataan Instruksional dan Pendekataan Proses Kelompok dalam Manajemen Kelas pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 01 Rumbio Jaya Wafiq Azizah Hasibuan; Nabila Zhaskia; Shela Andini; Hafizah Aulia; Dahliana Dahliana; Junaldi Putra; Ade Irma
Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 3, No. 2 : Madrasah (July - December 2026)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v3i2.289

Abstract

Classroom management is one of the key factors determining the success of the teaching and learning process. Teachers are expected to create a conducive learning environment by employing approaches that are aligned with students' characteristics. This study aimed to describe the implementation of the instructional approach and the group process approach in classroom management at SMPN 01 Rumbio Jaya. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through classroom observations, interviews, and document analysis. The research participants consisted of teachers and students at SMPN 01 Rumbio Jaya. The findings indicate that the instructional approach was implemented through systematic instructional planning, structured content delivery, the use of diverse teaching methods, and the provision of learning motivation to students. Meanwhile, the group process approach was implemented through group-based learning, classroom discussions, presentations, and collaborative activities in completing learning tasks. Both approaches were found to create a more active learning environment, enhance students' participation, and assist teachers in managing classrooms effectively. Nevertheless, several challenges were identified, including differences in students' academic abilities and limited time available for implementing group activities. Therefore, teachers need to demonstrate creativity in integrating these two approaches to optimize the achievement of learning objectives.
Implementasi Pendekataan Instruksional dan Pendekataan Proses Kelompok dalam Manajemen Kelas pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Wafiq Azizah Hasibuan; Nabila Zhaskia; Shela Andini; Hafizah Aulia; Dahliana Dahliana; Junaldi Putra; Ade Irma
Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 3, No. 2 : Madrasah (July - December 2026)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v3i2.288

Abstract

Classroom management is one of the key factors determining the success of the teaching and learning process. Teachers are expected to create a conducive learning environment by employing approaches that are aligned with students' characteristics. This study aimed to describe the implementation of the instructional approach and the group process approach in classroom management at a public junior high school in Kampar Regency. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through classroom observations, interviews, and document analysis. The research participants consisted of teachers. The findings indicate that the instructional approach was implemented through systematic instructional planning, structured content delivery, the use of diverse teaching methods, and the provision of learning motivation to students. Meanwhile, the group process approach was implemented through group-based learning, classroom discussions, presentations, and collaborative activities in completing learning tasks. Both approaches were found to create a more active learning environment, enhance students' participation, and assist teachers in managing classrooms effectively. Nevertheless, several challenges were identified, including differences in students' academic abilities and limited time available for implementing group activities. Therefore, teachers need to demonstrate creativity in integrating these two approaches to optimize the achievement of learning objectives.
Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Fungsi Kompleks Rena Revita; Depi Fitraini; Ade Irma
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4026

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan hasil belajar mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan mahasiswa yang tidak belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Penelitian ini dilakukan pada perkuliahan fungsi kompleks dikarenakan penting bagi dosen menggunakan model maupun metode dalam pembelajaran salah satunya metode tutor sebaya. Pada penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa semester 5 pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau semester Ganjil 2023-2024. Sedangkan yang menjadi sampel ialah kelas PMT 5A dan PMT 5B. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan teknik observasi dan instrumen yang digunakan yaitu soal ujian akhir semester dan lembar observasi kegiatan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan yakni Uji-t untuk melihat ada atau tidak perbedaan antara hasil belajar menggunakan pembelajaran tutor sebaya dengan yang tidak menggunakan tutor sebaya. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fungsi kompleks antara mahasiswa yang belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya dengan mahasiswa yang belajar dengan tidak menggunakan metode tutor sebaya.
Pengembangan E-Modul Berbasis Kontekstual Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman Ramon Muhandaz; Ade Irma; Awliyah Ramadhan
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4809

Abstract

Penelitian ini menanggapi kebutuhan bahan ajar digital matematika yang bermakna melalui pengembangan e-modul Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berbasis kontekstual yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sebagai penguatan karakter peserta didik. Tujuan penelitian adalah menghasilkan e-modul yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE (Analysis–Design–Development–Implementation–Evaluation) berbantuan Flip PDF Professional. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli (ahli materi dan ahli teknologi pendidikan), angket kepraktisan siswa pada uji kelompok kecil (10 siswa) dan uji kelompok terbatas (20 siswa), serta tes post-test berupa 5 soal uraian. Data validitas dan kepraktisan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase keidealan, sedangkan efektivitas dianalisis dengan membandingkan nilai post-test kelas eksperimen (n=20) dan kelas kontrol (n=18) menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan e-modul berada pada kategori sangat valid (85,68% dan 82,25%) dan sangat praktis (89,71% dan 90,8%). Nilai post-test kelas eksperimen (M=87,16) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M=61,78) dan berbeda signifikan (U=13,5 < Utabel=112; α=0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa e-modul layak digunakan dan mampu meningkatkan hasil belajar SPLDV sekaligus memperkuat nilai karakter peserta didik.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP Siti Nuraisah; Rena Revita Rena Revita; Ade Irma
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/zvqe8138

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model project based learning terhadap kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari disposisi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain yang digunakan adalah desain factorial experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 27 Pekanbaru tahun ajaran 2024/2025. Peneliti memilih sampel dengan menggunakan metode cluster random sampling, yaitu kelas VII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII.4 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, angket dan observasi. Analisis data yang digunakan yaitu anova dua arah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh positif dan signifikan model project based learning terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini terlihat dari adanya perbedaan kemampuan komunikasi matematis yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model project based learning dan pembelajaran konvensional, di mana model project based learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa; terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis berdasarkan tingkat disposisi matematis (tinggi, sedang, rendah) yang menunjukkan bahwa disposisi matematis yang baik berkorelasi positif dengan kemampuan komunikasi matematis; dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan disposisi matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis yang berarti efektivitas model project based learning tidak dipengaruhi oleh tingkat disposisi matematis siswa, dan sebaliknya.