Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KOMPETENSI GURU DI MTS AL-IJTIHADIYAH MARTEBING Putri Fajariah; Salwa Riswanda Sinaga; Ade Irma; Memen Permata Azmi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 4 (2025): APRIL
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal discusses in depth the competence of teachers at MTs Al-Ijtihadiyah Martebing, with a special focus on how teachers understand and convey lesson material effectively, choose appropriate learning methods, and manage the class well. This research was conducted using interview and observation methods, which aimed to analyze the teaching practices implemented by teachers, as well as the efforts they made to improve their professional competence. The research results show that good communication skills, the use of interactive learning methods, and the implementation of appropriate evaluations are very important in creating a conducive and supportive learning environment for students. With the right approach, teachers can not only improve students' understanding, but also encourage their active participation in the learning process.
KOMPETENSI SOSIAL GURU MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR MATEMATIKA KONDUSIF Mukhbita Alya -; Indah Nola; Rike Juliansari; Ade Irma
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2486

Abstract

This study aims to assess the social competence of teachers in the learning process. Social competence plays a key role in creating a conducive learning environment, particularly in mathematics, which is often considered difficult by students. Social competence can foster positive relationships with students, fellow teachers, and parents to support the learning process. Therefore, the social competence of mathematics teachers is a crucial factor in supporting the success of the learning process in schools.
Quality Analysis of Evaluation Instruments for Junior High School Students’ Mathematical Conceptual Understanding Abdur Rahman Hakim; Rena Revita; Firza Mufti Aulia; Ade Irma
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.v11i1.10253

Abstract

This study investigates the quality of evaluation instruments developed to measure junior high school students’ mathematical conceptual understanding, with a focus on the topic of numbers. The research employed a quantitative descriptive method involving thirty-two seventh-grade students from a junior high school in Pekanbaru. Data were obtained through essay-based assessments consisting of three items aligned with specific indicators of mathematical conceptual understanding and cognitive domain levels. The analysis examined validity, reliability, difficulty level, and discrimination power. The findings show that all three items achieved high validity, although the overall reliability coefficient was categorized as low. The difficulty level varied, with one item classified as easy and two as moderate. Discrimination power also differed among items, with one item having poor discrimination, one adequate, and one good. These results highlight the importance of conducting systematic quality testing to ensure that evaluation instruments are valid, reliable, and appropriately calibrated for assessing students’ conceptual understanding in mathematics.
Kompetensi Sosial Guru SMP/MTs Dalam Membangun Komunikasi Dengan Siswa, Orang Tua, Dan Rekan Kerja Salsabila Salsabila; Aira Putri Vaneza; Dila Puspita Sari; Ade Irma
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10608

Abstract

Kompetensi sosial merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru untuk membangun hubungan yang efektif dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi sosial guru SMP/MTs dalam membangun komunikasi dengan siswa, orang tua atau wali murid, serta rekan kerja di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tiga guru matematika dari sekolah yang berbeda. Data dianalisis dengan mengaitkan hasil wawancara pada berbagai teori dan penelitian yang relevan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga guru memiliki kompetensi sosial yang sangat baik, ditandai dengan kemampuan membangun komunikasi yang humanis dan inklusif dengan siswa, menjalin kerja sama yang terbuka dan kolaboratif dengan orang tua, serta menciptakan hubungan profesional yang harmonis dengan rekan kerja. Kompetensi sosial tersebut terbukti mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan keberhasilan proses pembelajaran.
ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU DI LINGKUNGAN SEKOLAH Najwa Aulia Gulis; Jawiyah; Ade Irma; Memen Permata Azmi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7669

Abstract

Kompetensi sosial guru merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, dalam praktik pendidikan, kompetensi sosial sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan kompetensi pedagogik dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kompetensi sosial guru dalam proses pembelajaran melalui kegiatan observasi langsung di dua sekolah, yaitu Madrasah Aliyah Terantang dan Pondok Pesantren Al-Kahfi. Observasi dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 terhadap guru matematika di masing-masing sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen observasi sistematis yang berpedoman pada indikator kompetensi sosial, meliputi kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, dan pengelolaan hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki kompetensi sosial yang baik mampu menciptakan suasana belajar yang positif, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta membangun hubungan yang harmonis antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah. Selain itu, ditemukan adanya persamaan dan perbedaan dalam gaya komunikasi, pendekatan empati, dan pola kerja sama antara kedua guru yang diamati. Dengan demikian, kompetensi sosial guru dapat dipandang sebagai faktor penting dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan berkualitas.
EKSPLORASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI WAWANCARA DI SEKOLAH MENENGAH PEKANBARU Eni Setiawati; Jihan Hulwa Nadhifah; Purningsyih; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7986

Abstract

Tidak semua guru menyampaikan materi dengan cara yang sama. Wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga pengajar dari dua jenis sekolah menengah di Pekanbaru, termasuk SMA Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri. Meski berada dalam wilayah serupa, pola ajar mereka tidak selalu sejalan. Salah satunya telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun, sementara dua lainnya masih dalam tahap awal karier. Pendekatan penelitian dipilih secara kualitatif agar gambaran utuh bisa muncul perlahan. Fokus diberikan pada lima aspek praktik mengajar. Pertama, bagaimana pemahaman dibentuk tentang kondisi peserta didik. Kedua, proses penyusunan rencana pelajaran diamati secara seksama. Di ruang kelas, gaya interaksi menjadi sorotan tersendiri. Penggunaan alat bantu atau teknologi juga ikut dinilai tanpa prasangka tertentu. Terakhir, sistem evaluasi beserta program remedial dikaji tanpa panduan standar tetap. Penemuan riset menyiratkan adanya jurang cukup lebar antara pendekatan instruktur lama serta baru, khususnya saat menilai kapasitas dasar murid, teknik pendorong semangat belajar, juga keluwesan dalam evaluasi akademik. Berdasarkan data tersebut, kesimpulan yang bisa diambil ialah institusi pendidikan sebaiknya merancang pelatihan berkala bagi tenaga pengajar - dengan desain yang menyesuaikan tahapan karier tiap individu.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Pembelajaran: Analisis Hasil Wawancara di Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru dan Tinjauan Pustaka Shinta Shavira; Erdi Saputra; Nabila Az-zahra; Muhammad Faidil Akbar; Dedek Agustianingsih; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam proses pembelajaran di Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru di salah satu Sekolah SMA/MA yang ada di Pekanbaru telah mengimplementasikan kompetensi profesional melalui empat aspek utama, yaitu: (1) penguasaan materi pembelajaran, (2) pengembangan bahan ajar secara kreatif dan inovatif, (3) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta (4) pengembangan keprofesian secara berkelanjutan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan kegiatan MGMP. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan kelembagaan sekolah dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, dan keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi profesional guru sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah menengah pertama.
Studi Komparatif Karakteristik Kepribadian Guru Senior dan Guru Junior dalam Pengelolaan Kelas di SMAN Pekanbaru Selvia Rahma Sari; Okti Nurvadila; Nasywa Intan Azzahra; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan karakteristik kepribadian guru senior dan guru junior dalam mengelola kelas di SMAN Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu guru senior dan satu guru junior. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru senior lebih menonjol dalam aspek kesabaran, komunikasi, keadilan, pendekatan personal, dan pembentukan karakter siswa. Sementara itu, guru junior lebih menonjol dalam aspek kreativitas, inovasi pembelajaran, ketegasan, pengelolaan kelas yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, serta penerapan sistem reward dan punishment. Meskipun memiliki cara yang berbeda dalam mengelola kelas, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pembelajaran yang efektif, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan membentuk karakter yang positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman mengajar berpengaruh terhadap cara guru mengelola kelas, namun guru senior maupun guru junior sama-sama memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PEMBELAJARAN M.Rifki Iskandar; Octavia Dalimunthe; Tri Handayani Sinambela; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8051

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kompetensi ini berperan penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran karena berkaitan dengan kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta melakukan evaluasi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru sebagai kunci keberhasilan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru sebagai subjek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik mampu memahami kebutuhan serta karakteristik peserta didik, memilih strategi dan metode pembelajaran yang sesuai, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta melakukan penilaian secara objektif dan berkelanjutan. Penerapan kompetensi pedagogik yang optimal terbukti mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi pedagogik guru perlu terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan profesional guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Eksplorasi Kompetensi Pedagogik Guru: Studi Deskrptif di SMA/MA Pekanbaru Zahara Salsabila; Pitri Pardomuan; Ichsan Sabilio; Ade Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8054

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kompetensi ini mencakup kemampuan memahami karakteristik peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, memanfaatkan media dan teknologi, serta melakukan penilaian dan evaluasi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam proses mengajar di salah satu SMA/MA yang ada di Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap guru yang memiliki pengalaman mengajar kurang dari lima tahun dan lebih dari sepuluh tahun. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengelompokan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di kedua sekolah telah menerapkan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran. Guru memahami karakteristik peserta didik melalui observasi dan interaksi langsung, menyusun pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa, memanfaatkan media pembelajaran, serta melaksanakan penilaian secara berkelanjutan. Selain itu, pengalaman mengajar memengaruhi cara guru mengelola pembelajaran dan menerapkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar