Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PRINSIP-PRINSIP (ASAS-ASAS) MUAMALAH St. Salehah Madjid
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2018): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (JUNI 2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.684 KB) | DOI: 10.26618/j-hes.v2i1.1353

Abstract

AbstrakTulisan ini menggunakan metode diskripsi kualitatif, mencoba untuk mendiskripsikan tujuan umum dari muamalah yaitu untuk mencapai banyak kemashlahatan dan meminimalkan kemudharatan,  dengan menggunakan prinsip prinsip tauhid, khilafah, keadilan. Dengan dasar setiap muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua prinsip atau asas dalam muamalah yakni prinsip umum dan prinsip khusus. Dalam prinsip umum terdapat empat hal yang utama, yakni; 1) setiap muamalah pada dasarnya adalah mubah kecuali ada dalil yang mengharamkannya; 2) mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan; 3) keseimbangan antara yang transendent dan immanent; 4) keadilan dengan mengenyampingkan kezaliman. Sementara itu prinsip khusus memiliki dua turunan yakni yang diperintahkan dan yang dilarang. Adapun yang diperintahkan terdapat tiga prinsip, yakni; 1) objek transaksi haruslah yang halal; 2) adanya kerihdaan semua pihak terkait; 3) pengelolaan asset yang amanah dan jujur. Sedangkan yang dilarang terdapat beberapa prinsip juga: 1) riba 2) gharar; 3) tadlis; 4) berakad dengan orang-orang yang tidak cakap hukum seperti orang gila, anak kecil, terpaksa, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Mashlahah, Mudharat, Prinsip, dan Ekonomi Islam  AbstractThis paper uses a qualitative description method, trying to describe the general purpose of muamalah that is to achieve many kemashlahatan and minimize kemudharatan, using principles of monotheism, khilafah, justice. On the basis of every muamalah is allowed unless there is a proposition that forbid it.The results showed that there are two principles or principles in muamalah namely general principles and special principles. In the general principle there are four main things, namely; 1) every muamalah is essentially a mubah unless there is a proposition that forbids it; 2) to bring benefit and to reject kemudharatan; 3) the balance between the transcendent and the immanent; 4) justice to the exclusion of injustice. In the meantime the special principle has two derivatives of which are commanded and which are forbidden. As for what is ordered there are three principles, namely; 1) the transaction object must be lawful; 2) the existence of kerihdaan all related parties; 3) safe and honest asset management. While the prohibited there are several principles as well: 1) usury 2) Gharar; 3) tadlis; 4) commit with people who are not lawful like crazy, child, forced, and so forth.Keywords: Mashlahah, Mudharat, Principles, and Islamic Economics
Penanganan Pembiyaan Bermasalah Pada Bank Syariah St. Salehah Madjid
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2018): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (DESEMBER 2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.318 KB) | DOI: 10.26618/j-hes.v2i2.1618

Abstract

Tujuan daripada penulisan ini untuk memahami pembiyaan bermasalah pada perbankkan syariah, beserta bagaimana cara menanganinya. Metode penulisannya yaitu kualitatif literatur, dengan mengumpulkan referensi dari literatur serta undang –undang  dan peraturan pemerintah mengenai perbankkan. Dari penelusuran yang diadakan ditemukan kesimpulan. Adanya pembiayaan bermasalah pada bank syariah akan berakibat pada berkurang atau menurunnya pendapatan bank. Dari  sisi nasional dapat mengurangi kontribusi bank dalam melakukan fungsi intermediarinya sehingganya tidak dapat memberikan kontribusi pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.Penanggulangan pembiayaan bermasalah dapat dilakukan melalui penyelesaian oleh bank sendiri secara bertahap dengan pendekatan persuasif. Bila tahap pertama tersebut telah dilakukan, maka dapat digunakan langkah dan tahapan berikutnya antara lain penyelesaian melalui debt collector, penyelesaian melalui Kantor Lelang, penyelesaian melalui badan peradilan (al-qadha), penyelesaian melalui badan arbitrase (tahkim) dan Penyelesaian melalui Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) untuk bank-bank BUMN.Kata Kunci: Pembiayaan Bermasalahah, Bank Syariah
KONSEP AKAD MURABAHAH DAN APLIKASINYA PADA PERBANKAN SYARIAH St. Salehah Madjid
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1, No 1 (2017): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (JUNI 2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.022 KB) | DOI: 10.26618/j-hes.v1i1.1632

Abstract

Adanya bahvasahnya bank syariah hanya nmjadi label untuk menarik simpatik zakat muslim dibidang perbankan, dan salah satu produknya yang diklaim mendomnasi dari produk lainnya,yaitu murabaha, menyebabkan kajian konsep dan implementasi akad murabahah pada perbankkan syari'ah menjadi menarik, yang mana sistem yang dipakai murabahah dalam perbankkan syari'ah polemik, yaitu murâbahah li al-âmr bi al-syżâ', yaitu transaksi jual beli di mana seorang nasabah datang kepada pihak bank untuk membelikan sebuah komoditas dengan kriteria tertentu,dan ia berjanji akan membeli kormditas/barang tersebut secara murabahah yakni sesuai harga pokok penoelian ditambah dengan tingkat keuntungan yang disepakati kedua pihak, dan nasabah akan melakukan pembayaran secara installment (cicilan berkala) sesuai dengan kemampuan finansial yang dimlikiJenis penelitiannya adalah Kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode library research, yang sering juga disebut studi pustaka, yang merupakan rangkaian kegiabn yang berkenaan dengan metode pengumputan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian.Keywords: Akad, Murabahah, Aplikasi, Bank Syari'ah.
ANALISIS PELUANG, TANTANGAN DAN STRATEGI INDUSTRI HALAL DI INDONESIA (PADA MASA PANDEMIC COVID-19) Sitti Saleha Madjid; Hurriah Ali Hasan
PILAR Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini sebenarnya dapat menjadi potensi  bagi Indonesia  untuk mengembangkan industri berbasis halal. Agar mampu bersaing dalam pasar indutri halal di dunia.  Tentu jalannya tidak mudah, beberapa kendala yang harus dihadapi Indonesia. Salah satu kendala adalah Pandemic Covid-19.  Penelitian ini menganalisis bagaimana peluang, hambatan dan strategi   industri halal food yang dapat dilakukan. Hal ini  mengingat populasi penduduk muslim terbesar di dunia yang seharusnya Indonesia pengembang industri halal terdepan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dengan data sekunder yang didapatkan melalui artikel ilmiah maupun dokumen lainnya yang relevan. Hasil penelitian peluang industri halal di Indonesia yaitu; industri halal merupakan kebutuhan dan gaya hidup, beragamnya variative produk halal food, terdapat peratutan yang mengaturnya, merupakan kebutuhan eksport.
Talkshow Online sebagai Bentuk Peran MUI dalam Pemulihan Karakter Keluarga di Masa New Normal: Online Talkshow as a Form of MUI's Role in Restoring Family Character in the New Normal Period Masnawati Masnawati; Haniah Haniah; Sitti Saleha Madjid; Indo Santalia; Eka Damayanti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i5.3098

Abstract

The research objective is to provide participants with provision, knowledge, and skills about the importance of maintaining attachment in the family, especially in the new normal era. The activity of the research was in the form of a talk show titled "Family Character and Covid-19 (Challenges and Hopes)" conducted by the Commission on The Empowerment of Women, Adolescents, and Families of the Indonesian Ulama Council (MUI). The number of participants who participated in the talk show was 556 people from different educational backgrounds, professions, and ages from various institutions in South Sulawesi. Data collection instruments use questionnaires distributed through Google Forms. Data is processed using descriptive analysis. This community service was considered to have a distribution of material that follows the theme. Furthermore, the participants stated that the material presented on the talk show was very in-depth, valuable, and relevant to their requirements. The material presented can resuscitate the participants on the importance of restoring family character in the new normal era.
Social Capital Derification in Islamic Economy (Study of Street Vendors in Makassar) St. Saleha Madjid; Mega Mustika
Jurnal Ar-Ribh Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jei.v5i2.9194

Abstract

Islam places a great emphasis on being able to protect and maintain life. This issue is in line with the objectives of Islamic law (maqasid al-shari'ah). The purpose of the Islamic law is to benefit servants (humans) in this life and the hereafter. This study describes the features of Islamic economics on social capital and how the dynamics of street vendors in an Islamic economic perspective can strengthen social capital as a merchant survival strategy, namely the value of ta'awun (helping each other)., and ukhuwah (brotherhood), ihsan (kindness), and leadership. It will also discuss how Islamic-based social capital can be a survival strategy for informal businesses in Makassar. The research was conducted at the Makassar Central Market from 12 informants. The result of this research is that the basic values of Islamic economics, such as ummah wahidah, ukhuwah, ta'awun, ihsan, and al-is al-adalah, become social capital that is are able to move traders to fight together to solve problems and meet their needs.
Islam as Bonding Social Capital St. Salehah Madjid
PILAR Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify which religion Islam as social capital binds to traders in the face of the covid 19 pandemic. The study was conducted on Muslim street vendors in Losari Beach, Makassar. The study used descriptive research with qualitative data collection methods. The results of the study state that religion can be a bonding social capital for traders. This is proven by Muslim street vendors in Makassar with the characteristics of attachment, exclusive network, strong reciprocal relationships, strong Muslim identity, group solidarity, belief in norms and strong values.
Implementasi Gugatan Sederhana (Small Claim Court) Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah Di Pengadilan Agama Kota Makassar Madjid, St. Saleha; Amri, Ulil; Mansyur, Fakhruddin
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i02.12157

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Gugatan Sederhana (Small Claim Court) Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Dipengadilan Agama Kota Makassar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi gugatan sederhana dan bagaimana efektifitas gugatan sederhana dibandingkan dengan gugatan biasa dalam penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  implementasi gugatan sederhana dan efektifitas gugatan sederhana dibandingkan dengan gugatan biasa dalam penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama Makassar. Penelitian ini Menggunakan metode kualitatif wawancara dan observasi yang dilakukan di Pengadilan Agama Makassar yang berlangsung 2 bulan mulai dari Desember 2021 sampai Februari 2022.  Hasil penelitian menunjukkkan praktik  gugatan sederhana di Pengadilan Agama Makassar pada tahun 2015-2021 hanya ditemukan 1 (satu) perkara ekonomi syariah yang terdaftar sebagai gugatan sederhana yaitu perkara 001/Pdt.G.S/ PA.Mks. Pengadilan Agama Makassar berhasil menyelesaikan sengketa ekonomi dengan lebih mudah dan tdk memakan biaya yang mahal. Salah satu bentuk Implementasi  dan efektifitas gugatan sederhana (Small  Claim Cour) dengan waktu penyelesaian perkara 25 hari sejak hari sidang pertama ditentukan, Nilai gugatan paling banyak Rp. 500.000.000- (lima ratus juta rupiah). Dibandingkan dengan perkara 995/Pdt.G Mks dengan proses yang lebih lama. Kesimpulannya penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah dengan menggunakan  gugatan sederhana (Small  Claim Cour) lebih efektif dan efiseen dari penyelasaian sengketa ekonomi pada umumnya
Taxes in the Perspective of Islamic Law Madjid, St Saleha; Amri, Ulil; Aidil, A. Muh.
Jurnal Riset Perpajakan: Amnesty Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrp.v7i1.14730

Abstract

Taxes are essential for the growth of a country because they are a source of funds to facilitate development. However, there is a polemic regarding taxes from the perspective of Islamic law. Some scholars allow taxes, while others prohibit them. Ulama who allow taxes are of the opinion that taxes are a means of achieving mashlahah in maqashid sharia, namely achieving the common good. They see taxes as a tool to fund public needs, which is in line with sharia principles in advancing the welfare of the people. On the other hand, scholars who do not allow taxes argue that the law regarding taxes is not explicitly mentioned in the Koran. They argue that the only economic obligation that is clearly regulated in the Koran is zakat. Zakat is considered the only form of financial contribution required for Muslims, and therefore, taxes do not have a strong legal basis in sharia. This debate reflects various scholarly interpretations of religious texts and their application in modern contexts. Even though there are differences of opinion, both groups of ulama agree that the main goal is the benefit of the people, whether through taxes or zakat. The role of taxes in supporting development and public welfare remains an important issue that requires in-depth consideration in order to achieve a balance between religious law and the practical needs of the state
Penimbunan Barang Perspektif Filsafat Hukum Islam Musyahid, Achmad; Alamsyah, Alamsyah; Madjid, Sitti Saleha; Rufaida, Erty Rospyana
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v7i01.11201

Abstract

The Al-Qur'an provides freedom in trade which is marked by the concept of buying and selling. However, this buying and selling is sometimes tainted by the behaviors of individuals or groups who hoard goods which cause instability in the economy which results in crises and even inflation. This is none other than to get a big advantage. The seller of the goods deliberately keeps the goods and will sell them when the price of the goods rises. Therefore, in carrying out trading business activities or in all other forms of seeking sustenance, it must be carried out with a fair concept, not in a way that harms only one party or benefits only one party, but must be based on the way that Allah swt. pleased. This study aims to find out the basic concept of hoarding of goods (Ihtikâr), to know the concept of hoarding of goods from the perspective of Islamic legal philosophy, and to be able to find out the things that are a factor in the occurrence of hoarding of goods (Ihtikâr). The methodology used by researchers is descriptive qualitative method. With an approach to the philosophy of Islamic law. The results of the study show that hoarding of goods is basically prohibited or unlawful. Whereas in the perspective of Islamic legal philosophy with the concept of Mahasin al-ahkam or mazaya al-ahkam (the virtues of Islamic law) and Thawabi al-ahkam (characteristics of Islamic law) arising from the hoarding process, the law changes to be permissible with considerations for the benefit of the ummah, one one of them is the stockpiling of basic commodities carried out by Bulog by preparing food reserves when a staple food crisis occurs and maintaining market price stability.