Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN LAPANGAN DAN EKSPERIMEN LABORATORIUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KLAS X DI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA Murwani, Singgih; Sudarisman, Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajaran  Biologi di SMA Negeri 2 Kota Yogyakarta masih bercorak teoritis dan hafalan (tekstual), sehingga konsep-konsep Biologi cenderung sulit dipahami oleh peserta didik. Dalam mengajar, tampaknya guru kurang memperhatikan  pendekatan dan metode yang sesuai dengan karakteristik materi Biologi yang banyak melibatkan keterampilan ilmiah. Akibatnya capaian prestasi belajar menjadi kurang maksimal. Metode pembelajaran Eksperimen  adalah metode pembelajaran berbasis Keterampilan Proses Sains, sangat cocok untuk mengoptimalkan pengembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif peserta didik.Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode Eksperimen   Lapangan dan Eksperimen Laboratorium terhadap Prestasi belajar. Penelitian mengunakan metode Eksperimen dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X, semester 1 tahun pelajaran 2010 – 2011 di SMA Negeri 2 Yogyakarta khususnya pada materi tentang Polusi. Sampel diambil secara random  sebanyak dua kelas,  masing-masing terdiri dari 32 dan 31 peserta didik. Data berupa kemampuan kognitif berupa prestasi belajar yang dijaring menggunakan tes. Validitas instrumen prestasi belajar diuji dengan menggunakan rumus koefisien korelasi biseral. Reliabilitas instrumen diuji dengan anatest. Data prestasi belajar dianalisis dengan menggunakan  SPSS 15.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL dengan metode Eksperimen Lapangan dan Eksperimen Laboratorium.  Pendekatan CTL dengan metode Eksperimen Lapangan di SMA Negeri 2 Kota Yogyakarta memberi pengaruh lebih baik terhadap rata-rata nilai prestasi belajar peserta didik (72,97) dibandingkan pada penggunaan pendekatan CTL dengan metode Eksperimen Laboratorium yang rata-rata prestasi belajarnya lebih rendah (69,65). Kata kunci : Pendekatan CTL, Metode Eksperimen Lapangan, Metode Eksperimen Laboratorium, Prestasi Belajar.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL KUANTUM MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK DAN MEDIA ANIMASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Zainur, Amin; Sudarisman, Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKParadigma yang diterapkan guru dalam pembelajaran sains khususnya di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen adalah menerapkan teori tabularasa yang menganggap peserta didik sebagai kertas kosong yang menerima pengetahuan dari gurunya. Selama proses kegiatan pembelajaran peserta didik hanya duduk, diam, mendengar dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Akibatnya peserta didik menjadi pasif  dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Penggunaan pembelajaran kuantum dimaksudkan dapat menjadi solusi permasalahan pembelajaran yang ada di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahu perbedaan pengaruh penggunaan pembelajaran kuatum dengan menggunakan media komik dan media animasi terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan media komik terdiri dari 36 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan media animasi terdiri dari 37 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dengan bantuan software SPSS 12.                Hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran kuantum menggunakan media animasi menghasilkan prestasi yang lebih baik (75,6) dibandingkan pada pembelajaran kuantum menggunakan media komik (71,7). Kata kunci : Pembelajaran kuantum, media komik, media animasi, prestasi belajar
MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES Sudarisman, Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fenomena merosotnya nilai-nilai perilaku masyarakat yang diaktualisasikan melalui kecenderungan perilaku non-edukatif semakin memprihatinkan, seperti: kekerasan, anarkhis, pornografi, korupsi, aksi terorisme, hingga berbagai modus kejahatan melalui sistem teknologi informasi. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya pembangunan karakter melalui pengembangan nilai-nilai etika yang diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah belum berhasil, masih banyak guru di berbagai jenjang pendidikan mengajar biologi dengan metode ceramah, tekstual dan kurang berbasis proses ilmiah. Salah satu faktor penyebabnya karena pemahaman guru yang kurang benar terhadap biologi itu sendiri, akibatnya biologi belum diajarkan sesuai dengan hakikat pembelajarannya yang mengacu pada proses dan produk melainkan hanya sebagai produk (content).Pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses merupakan pembelajaran yang mengembangkan berbagai keterampilan seperti: mengamati (observation), mengelompokkan (classification), menafsirkan (interpretation), meramalkan (prediction), mengajukan pertanyaan (question), berhipothesis (hipothesis), melakukan percobaan (experiment), mengkomunikasikan hasil percobaan (communication), sehingga peserta didik dapat memiliki pengalaman beraktivitas yang melibatkan keterampilan kognitif (minds on), keterampilan manual atau psikomotor (hands on) dan keterampilan sosial (hearts on). Melalui pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses diharapkan dapat dikembangkan berbagai sikap ilmiah seperti: kesabaran, kejujuran, ketelitian, rasa tenggang rasa, dll., yang merupakan modal dasar dalam membangunan karakter peserta didik.  Namun, menerapkan pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses memerlukan dukungan kesiapan guru, baik dalam menentukan strategi maupun instrumen pembelajarannya.        Kata kunci: Pembelajaran biologi berbasis keterampilan proses, sikap ilmiah, karakter peserta didik.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL PBM MELALUI EKSPERIMEN DENGAN LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUIL DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR Sukardi, Sukardi; Sudarisman, Suciati; Sunarno, Widha
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model PBM menggunakan metode eksperimen dengan laboratorium riil dan virtuil, kreativitas, gaya belajar, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ponorogo. Sampel penelitian terdiri atas 4 kelas terbagi menjadi dua kelompok yang diambil secara cluster random sampling. Kelompok I terdiri Kelas XI A5 dan A6 menggunakan laboratorium riil dan kelompok II terdiri kelas XI A3 dan A4 menggunakan  laboratorium virtuil. Data kreativitas dan gaya belajar  dikumpulkan dengan metode  angket, prestasi afektif dan psikomotor  dengan lembar observasi dan metode angket, dan data prestasi kognitif dengan metode tes. Data dianalisis dengan ANAVA tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dengan menggunakan bantuan Software SPSS 18. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh model PBM melalui eksperimen dengan laboratorium riil dan virtuil terhadap prestasi belajar, 2) ada pengaruh kreativitas terhadap prestasi belajar, 3) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran model PBM melalui eksperimen dengan laboratorium riil dan  virtuil dengan kreativitas terhadap prestasi belajar, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran model PBM melalui eksperimen dengan laboratorium riil dan virtuil dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar, 6) terdapat interaksi antara kreativitas dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar, 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran model PBM melalui eksperimen dengan laboratorium riil dan virtuil, dengan kreativitas, dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.   Kata Kunci: Model PBM, metode eksperimen, laboratorium riil, laboratorium virtuil, kreativitas, gaya belajar
The Application of E-Module Based on Problem-Based Learning to Improve Critical Thinking Ability and Reduce Misconception on Ecology Material in the Students of X MIPA 1 SMA Negeri 5 Surakarta in the School Year Of 2014/2015 Diana, Nina; Karyanto, Puguh; Sudarisman, Suciati; Indriyati, Indriyati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to improve critical thinking ability and reduce misconception on ecology material in the students of X MIPA 1 of SMA Negeri 5 Surakarta in the school year of 2014/2015 through the application of e-module based on Problem-Based Learning. This study was a Classroom Action Research conducted in two cycles, each of which consisting of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was the students in X MIPA 1 of SMA Negeri 5 Surakarta in the school year of 2014/2015 consisting of 30 students. Techniques of collecting data used were essay test to measured critical thinking skill, open ended reasoning of two-tier diagnostic test to measure misconception, observation and interview as the data proponents. Data validation was conducted using triangulation methode. The data were analyzed using descriptive qualitative technique consists of three components: data reduction, data presentation, and taking the conclusion. Target of the research is an increase of 20% on critical thinking aspects and reduce misconception 20% on ecology concepts at the end of the cycle. The result of research showed that there were an increase in critical thinking ability and a decrease in misconception. The improvement of critical thinking ability included six aspects: interpretation of 20.83%, analysis of 20.42%, evaluation of 40.00%, conclusion of 39.17%, explanation 32.50%, and self regulation of 25.83%. The decreased misconception included four important concepts in ecology: population of 34.45%, community of 43.06%, food chain and web of 34.07%, and science, environment, technology and community (salingtemas) ecology of 28.15%. Considering the result of research, it could be concluded that the application of e-module based on Problem-Based Learning could improve critical thinking ability and reduce the students’ misconception in ecology material.Keywords: e-module based on Problem Based Learning, critical thinking, misconception.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL PBL MENGGUNAKAN EKSPERIMEN LABORATORIUM DAN LAPANGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR ANALISIS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Priadi, Median Agus; Sudarisman, Suciati; Suparmi, Suparmi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Pengaruh penggunaan model PBL melalui metode Eksperimen di Laboratorium dan Lapangan, Kemampuan Menganalisis, Sikap Peduli Lingkungan, dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 211/ 2012. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA N 9 Bandar Lampung. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas, X 8 dan X 9. Kelas X 8 diberi pembelajaran dengan metode Eksperimen Lapangan dan kelas X 9 diberi pembelajaran dengan metode Eksperimen Laboratorium. Data dikumpulkan dengan metode tes, observasi dan angket terhadap siswa. Hipotesis diuji menggunakan anova . Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) Tidak ada pengaruh penggunaan metode eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa sedangkan prestasi belajar afektif ada, 2) Ada pengaruh kemampuan berfikir analisis terhadap prestasi belajar kognitif siswa sedangkan pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik tidak ada, 3) Ada pengaruh sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa, sedangkan untuk afektif tidak ada, 4) Ada interaksi antara metode dengan kemampuan analisis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, 5) Ada interaksi antara metode dan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, 6) Ada interaksi antara kemampuan berfikir analisis dengan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif sedangkan psikomotorik tidak ada, 7) ada interaksi antara metode, kemampuan analisis, dengan sikap peduli lingkungan terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.   Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Eksperimen Laboratorium, Eksperimen Lapangan, Kemampuan Berfikir Analisis, Sikap Peduli Lingkungan
MODEL PROSTAD PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DAN INTERAKSI KELOMPOK PESERTA DIDIK Sudarisman, Suciati
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 1 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 1, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.36156

Abstract

ABSTRAKModel kooperatif sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran biologi dalam dekade terakhir ini. Meski model tersebut cenderung berorientasi pada produk, namun karakteristiknya yang menonjolkan pada dinamika kelompok, cukup efektif diterapkan terutama untuk mengatasi rendahnya keterlibatan peserta didik akibat pembelajaran biologi yang bersifat verbal, monoton dan membosankan. Di dalam perkembangannya, pembelajaran (biologi) kini cenderung diarahkan kepada learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Sebagai implikasinya, pembelajaran biologi seyogianya relevan dengan konstruktivisme yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses. Melalui proses ilmiah peserta didik dibimbing untuk dapat melalui pengalaman langsung untuk menemukan konsep (produk) secara mandiri melalui kegiatan inkuiri. Namun dalam aplikasinya pembelajaran berbasis inkuiri cenderung membuat peserta didik kurang nyaman, karena dituntut untuk fokus dan berpikir tingkat tinggi dalam menemukan solusi pemecahan masalah. Akibatnya banyak menyita energi terutama ketika peserta didik harus melakukan proses inkuiri, sehingga terkesan pembelajaran biologi sulit, melelahkan dan kurang menarik. Model PROSTAD (PROblem Solving dan STAD) merupakan integrasi antara pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem solving) dengan model kooperatif tipe STAD. Melalui model PROSTAD diharapkan dapat mengakomodasi pembelajaran biologi yang menyenangkan, tetapi tetap dapat dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. ABSTRACTCooperative models has been widely applied in the study of biology in the last decade. Although these models tend to be product-oriented, but the characteristics that highlight the dynamics of the group, quite effectively applied primarily to address the lack of involvement of the students due to the biology of verbal learning, monotonous and boring. In it’s development, teaching (biology) is now likely to be directed at learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together. As an implication, biology learning should relevant to constructivism is not just product-oriented, but more important is the process. Through a scientific process to be guided learners through direct experience to find a concept (product) independently through inquiry. But in inquiry-based learning applications tend to make the students less comfortable, because it is required to focus and higher-order thinking in finding solutions to solving the problem. As a result, student become tiring, especially when the students have to do the inquiry process, so impressed biology learning difficult, tiring and less interesting. PROSTAD models (PROblem Solving and STAD) is an integration between problem solving based learning with STAD cooperative models. Through PROSTAD models are expected to accommodate the learning biology fun, but still be able to develop higher-order thinking skills of learners.