Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Memasak Terhadap Konsentrasi PM10 dan PM2.5 di Dapur dengan dan Tanpa Ventilasi Risma Hilda Febiana; Luga Martin Simbolon; Sugiyarto; Aindri Yuliane
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6652

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan, khususnya dapur sangat penting karena berpengaurh terhadap kesehatan penghuni. Aktivitas memasak dapat menghasilkan partikel halus PM2,5 dan PM10 yang dapat berisiko bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada dapur dengan dan tanpa ventilasi dan membandingkan dengan standar baku mutu udara. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Particulate Counter HT-9600 dan Anemometer LM-8000A pada tiga kondisi waktu: sebelum, saat dan sesudah memasak. Hasil menunjukkan bahwa pada dapur tanpa ventilasi PM10 meningkat pada pagi hari dari 32 µg/m³ menjadi 222 µg/m³, dan PM2,5 meningkat hingga 210 µg/m³ saat memasak. Sebaliknya, pada dapur dengan ventilasi kenaikan konsentrasi tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan PP No. 22 Tahun 2021, dapur tanpa ventilasi masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”, sedangkan dapur berventilasi berada dalam kategori lebih aman. Ventilasi terbukti efektif dalam menurunkan konsentrasi partikel dan mengurangi risiko polusi udara di dapur.
Analisis Kenyamanan Termal Pada Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan (Studi kasus Taman 2 Monumen Perjuangan Bandung) Sofia Meilynda; Luga Martin Simbolon; Sugiyarto; Neneng Nuryati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6686

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam tata ruang perkotaan yang berfungsi sebagai paru-paru kota, tempat interaksi sosial, serta penyeimbang iklim mikro di lingkungan sekitar yang berperan penting dalam menciptakan kenyamanan lingkungan, termasuk kenyamanan termal bagi masyarakat yang memanfaatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal di Taman 2 Monumen Perjuangan Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran lapangan dengan parameter temperatur udara, kelembapan relatif (RH), dan kecepatan angin, serta kualitatif berupa penyebaran kuesioner kepada pengunjung taman. Hasil analisis THI (Temperature Humidity Index) menunjukkan seluruh zona taman berada dalam kategori “kurang nyaman” hingga “tidak nyaman”, dan hasil dari analisis PET (Physiological Equivalent Temperature) berada pada kategori “hangat” hingga “panas”. Hasil kuesioner menyatakan 53% responden tidak merasa panas terhadap temperatur udara di sekitar taman, 56% responden merasa kering terhadap kelembapan udara di sekitar taman, dan 45% responden merasa sejuk terhadap hembusan angin di taman. Sebanyak 73% responden sudah merasa nyaman dengan kondisi taman, namun 74% responden berpendapat bahwa taman masih membutuhkan penambahan vegetasi dan elemen air seperti air mancur ataupun kolam kecil. Penelitian ini menekankan pentingnya peran vegetasi dan elemen pendingin pasif dalam meningkatkan kenyamanan termal pada RTH di wilayah tropis perkotaan.
Optimalisasi Waktu Pengapian untuk Mesin Bensin: Studi Performa dan Emisi Ramadhan Nur, Hamid; Muhammad, Rouf; Sugiyarto; Dwi Ardika, Rizki; Rizki Bintoro, Sefrian; Safi'i, Muhamad; Isdhianto, Irfan
Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/elementer.v11i2.6761

Abstract

Multiple factors affect the performance of spark ignition (SI) engines, with ignition time being a crucial element. Accurate ignition timing is essential for optimizing engine performance and regulating exhaust emissions. This study examines the performance, fuel efficiency, and exhaust emissions of a 125cc engine by evaluating ignition timing variations at 550, 600, and 650 CA BTDC. The study involved direct evaluation of engine performance with a dynamometer test for torque and power, assessment of fuel consumption using a measuring cup, and investigation of exhaust emissions using a gas analyzer. The precise calibration of ignition timing discrepancies was accomplished via a motorbike diagnostic tool. The findings demonstrate that a 600 CA BTDC ignition timing variation produces excellent engine performance and efficient exhaust emissions. Optimal ignition timing profoundly influences engine performance and emission quality, rendering it essential for enhancing efficiency and mitigating environmental effects. Consequently, the results of this study may serve as a reference for practical applications in the field. Keywords: ignition timing, engine performance, emission, fuel consumption.  
Penentuan Sektor dan Sub Sektor Pertanian Unggulan Di Kabupaten Tulungagung: The Determination of Agricultural Leading Sector and Sub Sectors in Tulungagung Regency Sazali, Ferdian; Sugiyarto
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jrap.v10i2.7228

Abstract

This study aims to (1) identify the development trends of the agriculture, forestry, and fisheries sectors and subsectors in Tulungagung Regency; (2) examine the role of the agriculture, forestry, and fisheries sectors and subsectors in the economy of Tulungagung Regency; and (3) analyze the economic patterns and structures of these sectors and subsectors in Tulungagung Regency. The research was conducted in Tulungagung Regency, East Java Province. The area selection in this study was carried out using a purposive sampling method. The analytical methods used include trend analysis, Location Quotient and Dynamic Location Quotient, as well as Klassen Typology analysis. The results of the study show that (1) the trend in the agriculture sector and subsectors tends to increase; (2) the agriculture, forestry, and fisheries sector, as well as the agriculture, livestock, hunting, and agricultural services subsector, serve as potential base sectors; and (3) the agriculture, forestry, and fisheries sector, along with the agriculture, livestock, hunting, and agricultural services subsector, are classified as advanced but pressured sectors
Optimalisasi Peran Sumber Daya Manusia Kelurahan dalam Mendukung Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Harjoyo; Sugiyarto; Waluyo; Ferdauzi Dianti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v6i1.57112

Abstract

Optimalisasi peran sumber daya manusia (SDM) di tingkat kelurahan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan berbasis masyarakat. SDM kelurahan, yang terdiri atas aparatur pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat, berperan sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM kelurahan agar mampu mengelola dan melaksanakan program pembangunan secara partisipatif, efektif, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan manajerial, komunikasi efektif, pemanfaatan teknologi informasi, serta teknik pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan SDM kelurahan dalam memfasilitasi partisipasi aktif masyarakat, mengelola program pembangunan, serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian, optimalisasi peran SDM kelurahan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Descriptive GC–MS Profiling of Volatile Compounds in Cendana (Santalum album L.) Wood from Three Gunungkidul Sites: Silvicultural Implications for Site Matching Joko; Ariyanto, Joko; Sugiyarto; Solichatun; Marliyana, Soerya Dewi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.16.1.90

Abstract

Cendana (Santalum album L.) mengandung berbagai senyawa volatil, tumbuh di beberapa wilayah di Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil kimia senyawa volatil Santalum album L. dari Nglanggeran, Wanagama, dan Petir; (2) membandingkan senyawa volatil cendana di ketiga lokasi tersebut; dan (3) merekomendasikan praktik silvikultur untuk Santalum album L. di masing-masing lokasi berdasarkan profil kimia volatilnya. Minyak atsiri diekstraksi dari sampel kayu tiga pohon yang dipilih secara acak di setiap lokasi menggunakan n-heksana dan dianalisis dengan GC-MS menggunakan kolom HP-5MS UI (30 m × 0,25 mm × 0,25 µm) dengan program suhu oven dari 50 °C hingga 280 °C selama 53 menit. Dari sembilan kromatogram ditemukan empat belas senyawa volatil valid, termasuk hidrokarbon alifatik (undekana, pentadekana, isomer trimetil dodekana) dan alkohol seskuiterpena (α-santalol, β-santalol). Profil kimia bervariasi antar lokasi tumbuh yang berbeda: sampel dari Petir menunjukkan kadar α-santalol tertinggi (9,25%) dan β-santalol (11,38%), yang memenuhi standar kualitas internasional, sementara Nglanggeran dan Wanagama didominasi oleh alkana (5,76–8,45%). Temuan ini konsisten dengan pengamatan global mengenai pengaruh asal benih (provenance) terhadap komposisi minyak Santalum album. Statistik deskriptif (rata-rata, rentang, koefisien variasi) digunakan untuk perbandingan lokasi, memberikan alternatif praktis untuk skrining silvikultur tahap awal. Protokol yang sederhana dan hemat biaya ini memungkinkan praktisi mengidentifikasi lokasi optimal untuk produksi minyak bernilai tinggi. Penelitian ini merekomendasikan Petir sebagai lokasi unggulan untuk hasil minyak premium dan menyarankan penerapan perlakuan stres terkendali di lokasi lain guna meningkatkan sintesis santalol. Secara keseluruhan, penelitian ini menyediakan kerangka kerja praktis untuk mengintegrasikan profil kimia GC-MS dalam pengambilan keputusan silvikultur dan mendukung verifikasi forensik asal Santalum album L. di masa depan. Kata kunci: Cendana (Santalum album L.); Profiling GC-MS; Gunungkidul; implikasi silvikultur; senyawa volatil kayu.