Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Suplementasi Complete Premix dalam Ransum terhadap Tingkat Kecernaan Kambing Cross Boer Qisthon, Arif; Suharyati, Sri; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Liman, Liman
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v13i2.25121

Abstract

This study was conducted to apply various concentration levels of complete premix (CP) as a dietary supplement in order to determine the optimal concentration for enhancing nutrient digestibility in Cross Boer goats. The results of this research are expected to provide a scientific basis for developing more effective and efficient feed formulations on farms to accelerate productivity achievement in goats, thereby supporting the Government of Indonesia’s national meat self-sufficiency program and contributing to the realization of food self-reliance as part of the Asta Cita goals. The experiment used 15 male Cross Boer goats aged 8–10 months, arranged in a randomized block design consisting of five treatments with three replications each: basal diet without CP supplementation (P0); basal diet with 0.25% CP (P1); 0.5% CP (P2); 0.75% CP (P3); and 1% CP (P4). The parameters measured were the digestibility coefficients of dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), and crude fiber (CF). Data were analyzed using one-way ANOVA in SPSS version 24, and significant differences (P<0.05) were further examined with Duncan’s multiple range test. The results showed that treatment P1 significantly (P<0.05) affected DM, OM, and CP digestibilities. All treatments had no significant effect (P>0.05) on CF digestibility. Conclusion of this study that supplementation of complete premix up to 0.25% of the total diet could improve nutrient digestibility in Cross Boer goats.
Pengaruh Subtitusi Indigofera dengan Level yang Berbeda pada Sel Darah Merah, Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Kambing Saburai Betina Atys, Ahmad Zarladi; Muhtarudin, Muhtarudin; Qisthon, Arif; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.762-770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi Indigofera terhadap total sel darah merah, hemoglobin dan hematokrit serta mengetahui level terbaik dari pemberian subtitusi Indigofera terhadap total sel darah merah, hemoglobin dan hematokrit pada kambing Saburai. Penelitian dilaksanakan pada 23 Januari hingga 21 Februari 2025 di UPTD Pembibitan Ternak Kambing Saburai, Kabupaten Pesawaran, dan analisis darah dilakukan di Laboratorium Klinik Petshop Kinkou, Bandar Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot tubuh kambing dengan empat perlakuan: P0 (100% pakan basal), P1 (80% pakan basal + 20% Indigofera), P2 (70% pakan basal + 30% Indigofera), dan P3 (60% pakan basal + 40% Indigofera). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi Indigofera tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit. Substitusi 20% berpotensi memberikan hasil eritrosit dan hemoglobin dalam kisaran normal, sedangkan kadar hematokrit masih berada di bawah nilai normal pada semua perlakuan
Evaluasi Suplementasi Vitamin C, Vitamin E, dan Kombinasinya terhadap Leukosit dan Diferensial Leukosit Darah Kambing Jawarandu Jantan Nabila, Raihana; Suharyati, Sri; Erwanto, Erwanto; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2025
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.4.702-713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total leukosit dan diferensial leukosit dalam darah kambing Jawarandu jantan yang diberi suplementasi vitamin C, vitamin E, dan kombinasinya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan empat perlakuan dan tiga ulangan menggunakan 12 ekor kambing Jawarandu Jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (ransum basal tanpa penambahan vitamin C dan vitamin E), P1 (ransum basal dengan vitamin C 100 mg/ekor/hari), P2 (ransum basal dengan vitamin E 50 IU/ekor/hari), dan P3 (ransum basal dengan vitamin C 100 mg/ekor/hari dan vitamin E 50 IU/ekor/hari). Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Pro Lab Veterinary, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C tunggal (P1) dapat meningkatkan jumlah basofil, vitamin E tunggal (P2) dapat meningkatkan neutrofil dan monosit, sedangkan kombinasi vitamin C dan E (P3) dapat meningkatkan limfosit dan eosinofil. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian vitamin C 100 mg/ekor/hari menghasilkan total leukosit dan diferensial leukosit paling baik dibandingkan perlakuan vitamin E maupun kombinasi vitamin C dan E, dengan nilai neutrofil 6,88 × 10³/µL, limfosit 6,27 × 10³/µL, monosit 0,43 × 10³/µL, eosinofil 0,29 × 10³/µL, dan basofil 0,14 × 10³/µL.