Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Izzah, Marisa; Zuriah, Nurul; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
Pengembangan Video Cedera Dan Penanggulangannya Dengan Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Di SD Negeri Se-Kecamatan Purwosari Moch. Amin Faris Maulidin Azmi; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11525

Abstract

Abstract: The use of LCD projectors as a means of supporting the teaching and learning process has never been used in the learning process. The cause of the unavailability of LCD projector in the lessons of physical education of sports and health (Penjas orkes) in the Elementary School District of Purwosari District Pasuruan is no support tool that is learning video. The purpose of this research is to develop a learning video about the injury and handling of orchestra to maximize school facilities and infrastructure that is LCD Projector. The method used is for validity test referring to Borg and Gall, and effectiveness test using t test. The results of the development in this study are as follows: (1) the justification of the media experts of 77.78% is very valid (usable), (2) the expert learning justification of 88.89% is very valid (usable), (3) stage I small group (teachers) of 93.06% is very valid (usable) and (students) 90.15% is very valid (usable), (4) small group stage test (teacher) of 95.14 % is very valid (usable) and (student) is 89,36% is very valid (usable), while effectiveness test known t-count equal to -27,70 smaller than t-table (1,687), hence can be concluded that usage video injury and coping can improve learning outcomes. With the results of the research, the development of video injury and handling can maximize the facilities and infrastructure LCD projectors available.Keywords: Development, Video Learning, Facilities and Infrastructure Abstrak: Pemakaian LCD proyektor sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar tidak pernah terpakai dalam proses pembelajaran. Penyebab tidak terpakainyaLCD proyektor pada pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjas Orkes) di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan ialah tidak adanya alat pendukung yaitu video pembelajarannya. Tujuan Penelitian ini adalah mengembangan video pembelajaran tentang cedera dan penanggulangannya penjas orkes untuk memaksimalkan sarana dan prasarana sekolah yaitu LCD Proyektor. Metode yang digunakan adalah untuk uji validitas mengacu pada Borg dan Gall, dan uji efektifitas menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwajustifikasi ahli media sebesar sangat valid (dapat digunakan), justifikasi ahli pembelajaran sebesar sangat valid (dapat digunakan), uji coba tahap I kelompok kecil (guru) sangat valid (dapat digunakan) dan (siswa) sangat valid (dapat digunakan), uji coba tahap II kelompok kecil (guru) sangat valid (dapat digunakan) dan (siswa) sangat valid (dapat digunakan), sedangkan uji efektifitas diketahui t-hitung lebih kecil dari t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan video cedera dan penanggulangannya dapat meningkatkan hasil belajar. Dengan hasil penelitian tersebut, pengembangan video cedera dan penanggulangannya dapat memaksimalkan sarana dan prasarana LCD proyektor yang tersedia.Kata kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran, Sarana dan Prasarana
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah Dalam Memperkuat Karakter Siswa SD Di Bangil Pasuruan Marisa Izzah; Nurul Zuriah; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11526

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of implementation of Madrasah Diniyah Compulsory Education Policy in strengthening the character of elementary school students in BangilPasuruan, supporting and inhibiting factors, and their solutions. This research method is qualitative with a descriptive approach. Data collection uses interviews, observation, and document techniques. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that 1) Implementation of Diniyah Madrasah Compulsory Education in elementary schools in Bangil was carried out by directing students to attend Madrasah Diniyah that are around the student's residence if the school does not have a Diniyah madrasa. Learning and teaching activities in Madrasah Diniyah are conducted around 2.00 - 4.00 p.m. 2) Supporting factors of this policy are support from the government of Pasuruan Regency in the form of funds and continuous socialization in 24 Subdistricts in Pasuruan Regency. The inhibiting factor of this policy is that the socialization of the Diniyah Madrasah Compulsory Education Policy has not been fully socialized so that in the first year many primary schools in Pasuruan Regency did not implement this compulsory Madin. 3) The solution of this policy is to conduct socialization to the community and schools so that this policy can be realized properly and implemented optimally.Keywords: Policy Implementation, Compulsory Education, Madrasah Diniyah, Student Character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah dalam memperkuat karakter siswa SD di BangilPasuruan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dengan menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Wajib Belajar Madrasah Diniyah pada sekolah dasar di Bangil dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk mengikuti Madrasah Diniyah yang berada di sekitar tempat tinggal siswa, apabila sekolah tersebut tidak memiliki madrasah diniyah. Kegiatan belajar dan mengajar di Madrasah Diniyah dilakukan sekitar pukul 14.00 – 16.00 WIB. 2) Faktor pendukung dari kebijakan ini adalah support dari pemerintahan Kabupaten Pasuruan berupa dana dan sosialisasi secara terus menerus di 24 Kecamatan se Kabupaten Pasuruan. Faktor penghambat kebijakan ini adalah sosialisasi tentang Kebijakan Wajib Belajar Madrasah Diniyah belum disosialisasikan secara maksimal sehingga di tahun pertama banyak sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan tidak menerapkan wajib Madin ini. 3) Solusi dari kebijakan ini yaitu melakukan sosialisasi pada masyarakat dan sekolah-sekolah, agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan baik dan terlaksana dengan maksimal.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Wajib Belajar, Madrasah Diniyah, Karakter Siswa
Analisis Kompetensi Pedagogik Tenaga Pendidik Dalam Proses Pembelajaran Di SD Inpres Kalabahi Tengah VI Aksari Kiri; Arif Budi Wurianto; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11577

Abstract

Abstract: This research aims to describe in depth how the pedagogical competence of teachers in planning, implementing and evaluating learning at SD InpresKalabahi Tengah IV in Alor Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Data sources used by researchers are information obtained through documents and records of interviews with informants. Informants in this study include the Principal, Vice Principal in the field of curriculum, Class Teachers, Subject Teachers. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the techniques of Miles and Huberman (1984), data reduction, data presentation, and data analysis. The data validity test used is the source triangulation technique. The results of this study indicate that pedagogical competence in the dimensions of learning planning possessed by teachers at SD ImpresKalabahi Tengah VI is still lacking because most teachers do not understand and have not been able to make good learning plans specifically for preparing lesson plans (RPP) correctly. Some teachers still have not implemented the Learning Implementation Plan (RPP) correctly. even teachers rarely make lesson plans (lesson plans) by taking them from textbooks. Pedagogical competence in the dimensions of learning implementation possessed by the teachers of In Kalabahi Tengah VI Elementary School has not reflected professional teachers. Pedagogical competence in the evaluation dimensions of learning possessed by Middle Kalabahi Middle School Teachers VI is still not by the theory of learning evaluation implementation.Keywords: Pedagogical Competence, Educators, Learning Implementation, Learning Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di SD InpresKalabahi Tengah IV di Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informasi yang diperoleh melalui dokumen–dokumen dan catatan–catatan hasil wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Guru Kelas, Guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman (1984), reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Uji keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik pada dimensi perencanaan pembelajaran yang dimiliki guru-guru SD ImpresKalabahi Tengah VI masih sangat kurang karena sebagian besar guru belum memahami dan belum mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik khusus penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. Sebagian guru masih belum menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. bahkan guru jarang membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan cara mengambil dari buku pelajaran. Kompetensi pedagogi pada dimensi pelaksanaan pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar InpresKalabahi Tengah VI belum mencermin guru yang profesional. Kompetensi pedagogi pada dimensi evaluasi pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar ImpresKalabahi Tengah VImasih belum sesuai dengan teori pelaksanaan evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Tenaga Pendidik, Pelaksanaan pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran
Partisipasi Masyarakat Dalam Mengembangkan Pendidikan Di Yayasan Almawaddah Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara Nuraeni Nuraeni; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11596

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) community participation in developing education; 2) supporting and inhibiting factors; and 3) efforts made to overcome the inhibiting factors in developing education at Almawadda Warrahmah Kolaka Foundation, Southeast Sulawesi. This research uses descriptive qualitative method with a qualitative approach. The results showed that: 1) Community participation in developing education in foundations was quite diverse, while the form of participation was participation in the provision of assistance in the form of funds and goods; participation in management both in foundations and committees; participation in participating in foundation programs, while participation in academics is still very minimal; 2) The inhibiting factor of community participation lies in the lack of optimality of the committee in carrying out its duties and functions as a mediator between the foundation, the government and the community; lack of human resources of parents, and teaching staff; inadequate infrastructure facilities; 3) Efforts made by the foundation to overcome the inhibiting factors in developing education at the foundation are establishing effective communication with parents, school committees, and the community involving parents, communities, and stakeholders in making decisions and programs to improve the quality of education at the foundation.Keywords: Participation, Society, Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan; 2) faktor pendukung dan penghambat; serta 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di Yayasan Almawadda Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Partisipasi masyarakat  dalam  mengembangkan  pendidikan  di  yayasan  cukup  beragam, adapun bentuk partisipasinya adalah partisipasi dalam pemberian bantuan berupa dana dan barang; partisipasi dalam kepengurusan baik itu di yayasan maupun komite; partisipasi dalam mengikuti program yayasan, sedang partisipasi dalam bidang akademik masih sangat minim; 2) Faktor penghambat partisipasi masyarakat terletak pada kurang optimalnya pihak komite dalam menjalankkan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara pihak yayasan, pemerintah dan masyarakat; kurangnya sumber daya manusia orangtua siswa, dan tenaga pengajar; sarana prasaran yang belum memadai; 3) Upaya yang dilakukan oleh pihak yayasan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di yayasan yaitu menjalin komunikasi yang efektif dengan orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat melibatkan orangtua siswa, masyarakat dan stakeholder dalam pengambilan keputusan dan program peningkatan mutu pendidikan di yayasan.Kata kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pendidikan
Analisis Peran Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Dalam Membangun Kompetensi Sosial Guru Di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan Hairil Anwar; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11616

Abstract

Abstract: This study aims to find out 1) the role of the principal's democratic leadership in building the social competence of teachers; 2) know the social competence of teachers. This research was conducted at SMP Thomas Santo Thomas Pamekasan Regency, using a qualitative approach supported by descriptive data. Data analysis is performed by presenting data, data reduction and concluding. The results showed that the role of the democratic leadership of school principals included: 1) As an educator able to facilitate and encourage teachers to improve teacher social competence. 2) As a manager that is facilitating and providing opportunities for teachers to develop their social competence through various education and training activities. 3) An administrator can allocate a budget to improve teacher competencies to build the social competencies of teachers. 4) As a supervisor, namely giving advice and guidance to the teacher's indirect supervision of learning activities in building teacher social competence. 5) As a motivator that is providing educational motivation in carrying out the tasks and functions in building the social competence of teachers. The social competence of teachers is quite good, there is cooperation within the school community which includes the cooperation of fellow teachers, teachers with students, teachers with parents, and teachers with surrounding communities.Keywords: Role of School Principals, Democratic Leadership, Social Competence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam membangun kompetensi sosial guru; 2) mengetahui kompetensi sosial guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif didukung data deskriptif. Analisis data dilakukan dengan cara menyajikan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah antara lain: 1) Sebagai educator mampu memfasilitasi dan mendorong guru dalam meningkatkan kompetensi sosial guru. 2) Sebagai manajer yaitu memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengembangkan kompetensi sosialnya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Sebagai administrator yaitu dapat mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru sehingga membangun kompetensi sosial para guru. 4) Sebagai supervisor yaitu memberikan saran dan bimbingan kepada guru dalam kegiatan supervisi pembelajaran secara langsung dalam membangun kompetensi sosial guru. 5) Sebagai motivator yaitu memberikan motivasi pendidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun kompetensi sosial guru. Kompetensi sosial guru yang terjadi cukup baik, adanya kerja sama dalam warga sekolah yang meliputi kerja sama guru sesama guru, guru dengan siswa, guru dengan wali murid, serta guru dengan masyarakat sekitar.Kata kunci: Peran Kepala Sekolah, Kepemimpinan Demokratis, Kompetensi Sosial
TEKNOLOGI PEMANF PEMANFAA AA AATAN AN LIMBAH PENGOLAHAN UDANG DENGAN METODE DEASETILASI Dra. Elly Purwanti, M.Si.; Drs. Sukarsono, M.Si.,; Dra. Siti Zaenab, M.Si.
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.912

Abstract

Kualitas produk pengolahan udang antara lain udang tanpa kepala (head less),kulit yang terdiri atas chitin dikelupas (produk head less, peeled) sehingga hasilsamping dari proses ini didapatkan limbah padat (kulit) dan limbah cair hasilpengolahan udang.Tujuan kegiatan ini meningkatkan pendayagunaan limbah hasil pengolahanudang (cair dan padat) sehingga mempunyai nilai tambah bagi masyarakat danpengusaha tambak udang. Metode kegiatan adalah penyuluhan dan demonstrasipembuatan tepung kulit udang dan penanganan pengolahan limbah cair.Tepung chitosan (hasil pengolahan limbah kulit) mampu berfungsi sebagai koagulanlimbah cair. Hasil pengolahan limbah cair dengan menggunakan tepung chitosanmampu menurunkan zat padat terlarut (sebelum penambahan tepung chitosan 160mg/l, sesudah 51,6 mg/l), COD (sebelum perlakuan 160 mg/l, sesudah 48 mg/l)demikian juga dengan protein turun 50 % (sebelum 13 mg/l, sesudah 4,8 mg/l).Berdasarkan hasil pengolahan limbah dengan menggunakan tepung chitosan hasilpengolahan kulit udang dengan metode deasetilasi ini, tepung chitosan mampumengolah limbah sehingga dihasilkan air limbah yang memenuhi standart bakumutu. Dengan indikator kandungan COD, maupun zat padat terlarut (TTS) dibawahstandart bakumutu, Ph tidak asam, air tidak keruh dan tidak berbau.
Kualitas Minuman Herbal Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.) pada Suhu Pengeringan Berbeda Herly Dwi Lestari; Sukarsono Sukarsono; Riomil Latifa; Husamah Husamah
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v5i2.3551

Abstract

Banana peels have not been utilized optimally, just disposed of as organic waste or used as animal feed. Ripe banana peel skin is rich of chemical compounds which are antioxidants, both flavonoid compounds and other phenolic compounds. Banana peel contains high antioxidant activity compared to meat, especially “Raja Bulu” banana skin  which has antioxidant equal to 97,85%. Natural source of antioxidants in banana peel skin is very beneficial for health. The purpose of this study was to determine the effect of various drying temperature on antioxidant activity and the optimum drying temperature to antioxidant activity. This study also aims to determine the level of panelist's preference for herbal drinks of “Raja Bulu” banana peel with various drying temperatures. The type of research used is True Experimental Research. The study design was using RAL with 4 treatment P0 (control), P1 (drying temperature 75°C), P2 (drying temperature 80°C), P3 (drying temperature 85°C). Data is included the amount of antioxidant activity content and the average of organoleptic properties of banana peel herbal drink. Data analysis techniques used are One Way Anova and qualitative descriptive. The results showed 1) Various drying temperature effect on the antioxidant activity of banana peel herbal drink. 2) The best treatment is P3 (drying temperature 85°C) with antioxidant activity of 84.87%. 3) The result of the panelist's favorite test for the best color, flavor and taste on P3 treatment with 85 ° C drying temperature.
STUDI STATUS TEKNIK PENGAYAAN D2O Sukarsono Sukarsono; Imam Dahroni; Didiek Herhady
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 1 Januari 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.48 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.1.138

Abstract

Telah dilakukan studi status teknik pengayaan air berat baik yang telah dilakukan di Indonesia maupun di dunia.Proses pembuatan air berat yang sudah diteliti meliputi distilasi air, distilasi hidrogen, pemisahan dengan laser,elektrolisa dan pertukaran isotop. Pertukaran isotop sendiri dapat menggunakan pasangan bahan kimia seperti airhidrogensulfit, ammonium-hidrogen, aminomethan-hidrogen, dan air- hidrogen. Untuk proses pertukaran isotop adayang dijalankan pada satu panas (mono thermal) atau dua panas (bithermal). Negara produsen terbesar air beratadalah Kanada. Negara-negara yang sudah mempunyai pabrik air berat adalah Amerika Serikat, Norwegia danIndia. Proses yang banyak digunakan untuk produksi air berat adalah pertukatan isotop Girdler-Sulphide (G-S),distilasi dan elektrolisa, yang masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulannya sendiri. Penelitian yangsudah dilaksanakan di Batan Yogyakarta bertujuan untuk melihat karakteristik pemisahan air berat, meliputi distilasi,eletrolisa dan pertukaran isotop. Beberapa peratalan sudah berdiri adalah distilasi 3 buah dengan kolom pirek tinggi2 m, stainless steel tinggi 3 m dan baja 6 m. Peralatan elektrolisa yang ada adalah 50 buah sel elektrolisa, dan unitpertukaran isotop dengan katalisator Ni-Cr2O3 dan Pt-Carbon. Peralatan tersebut dalam keadaan yang belum siapdioperasikan
VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Sukarsono Sukarsono; Liliek Harmianto; Muhadi Ayub Wasitho; Sudibyo Sudibyo; Dhandang Purwadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.731 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.21

Abstract

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONALFLUID DYNAMIC (CFD). Pelapisan kernel UO2, merupakan salah satu tahap dalam pembuatan bahan bakarnuklir yang sangat menentukan terhadap hasil akhir bahan bakar reaktor suhu tinggi. Kernel hasil prosessintering, yang merupakan partikel bulat UO2 diameter sekitar 0,8 mm, dikenakan proses pelapisan pirokarbondan silika karbida secara chemical vapor deposition (CVD). Aspek utama yang ditinjau dalam fluidisasi adalahmekanika fluida yang menggambarkan apa yang terjadi dalam proses fluidisasi. Kemampuan untukmemprediksi awal terjadinya fluidisasi sangat penting di dalam proses fluidisasi. Hal ini dilakukan untukmemperoleh hasil operasi yang bagus, life time tinggi, penentuan kecepatan minimum fluidisasi dan kecepatanmaksimum fluidisasi. Cairan atau gas apabila dilewatkan dari bawah ke atas pada partikel padat padakecepatan rendah, maka partikel tidak bergerak dan apabila kecepatan ditambah, pada titik tertentu partikelmulai bergerak. Kecepatan alir ini disebut sebagai kecepatan minimum fluidisasi. Dalam fluidisasi apabilakecepatan fluida yang melewati partikel dinaikkan maka perbedaan tekanan di sepanjang reaktor akanmeningkat pula. Partikel-partikel ini akan bergerak-gerak dan mempunyai perilaku sebagai fluida. Keadaanseperti ini dikenal sebagai partikel terfluidisasi (fluidized bed). Reaksi kimia yang terjadi dalam fluidisasi jugaberpengaruh terhadap kondisi proses dan terjadi perpindahan massa selama fluidisasi. Dalam penelitian initelah dilakukan modeling proses pelapisan pirokarbon dan silika karbida dengan Computational Fluid Dynamic(CFD) Fluent 6.3. Pelaksanaan penelitian, pertama-tama digambar reaktor dengan program Gambit 2.2.30 dandijalankan dengan program Fluent 6.3. Proses fluidisasi dihitung dengan model multiphase Eulerian dengan gassebagai fase primer dan kernel sebagai fase sekunder. Model dipilih untuk proses unsteady dan aliran laminar.Teori Syamlal-Obrien digunakan untuk perhitungan interaksi antar fase. Dari perhitungan Fluent 6.3, ternyatakecepatan alir gas masuk 8 m/dt masih ada kernel yang jatuh ke bawah, sehingga ini sesuai denganperhitungan menggunakan persamaan kecepatan minimum fluidisasi yang terhitung = 8,6 m/dt. Pada percobaanmenggunakan reaktor gelas juga diperoleh data pada kecepatan 9,49 m/dt sudah terjadi fluidisasi yang baikdibandingkan dengan fluidisasi pada kecepatan 7,11 m/dt masih terlihat ada kernel yang jatuh ke penampung.Data perhitungan nantinya bisa digunakan untuk operasi reaktor fluidisasi alat pelapisan kernel bahan bakar diPTAPB BATAN Yogyakarta.Kata kunci : kernel, reaktor suhu tinggi, fluidisasi, pirokarbon