Sukiswo Sukiswo
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang , Semarang 50275, Indonesia

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KINERJA AM (ACKNOWLEDGED MODE) DAN UM (UNACKNOWLEDGED MODE) PADA JARINGAN UMTS MENGGUNAKAN NS-2 Rosalinda Tri Wahyuni; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.605 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i4.128-135

Abstract

Abstak Teknologi 3G (Third Generation Technology) merupakan teknologi komunikasi seluler generasi ketiga. Teknologi ini biasa dikenal dengan W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Jaringan UMTS mampu memberikan sebuah layanan suara dan data dalam bandwidth yang cukup besar sehingga memiliki jangkauan sinyal yang cukup luas dengan jumlah pelanggan yang lebih besar. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah simulasi dan analisis kinerja jaringan UMTS dalam satu sel dengan dua mode RLC (Radio Link Control) yang berbeda berdasarkan jumlah node UE (User Equipment) menggunakan perangkat lunak Network Simulator-2 (NS-2). Skenario pertama terdiridari 6 node UE, skenario kedua terdiridari 10 node UE dan skenario ketiga terdiridari 14 node UE. Perancangan dilakukan membandingkan kinerja dari dua mode RLC yaitu AM (Acknowledged Mode) dan UM (Unacknowledged Mode), dimana parameter-parameter yang digunakan adalah throughput, delay dan paket hilang. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai throughput rata-rata terbaik untuk program simulasi tipe AM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 150.842 Kbps, sedangkan untuk tipe UM dihasilkan oleh skenario ketiga dengan 14 node UE yaitu 10739 Kbps. Nilai delay rata-rata terbaik untuk program simulasi tipe AM maupun UM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 8.28023 detik dan 0.0632214 detik. Sedangkan untuk jumlah paket hilang,persentase rata-rata terbaik pada program simulasi tipe AM dan UM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 37.6466% dan 17.6774%. Kata kunci : 3G, UMTS, NS-2, AM, UM, Throughput, Delay Abstract 3G technology (Third Generation Technology) is a third generation of mobile communication technology. This technology is commonly known as W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple Access) or UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). The UMTS network is able to provide voice and data services in a bandwidth large enough so that it has coverage area of signal is quite spacious with a greater number of user. On this research will be designed a simulation and performance analysis of UMTS network in single cell with two different modes of RLC (Radio Link Control) based on amount of UE (User Equipment) nodes using Network Simulator-2 (NS-2) software. The first scenario consist of 6 UE nodes, second scenario consist of 10 UE nodes and third scenario consist of 14 UE nodes. The designing is done by comparing performance from two modes of RLC, those are AM (Acknowledged Mode) and UM (Unacknowledged Mode), the used parameters in the simulation are throughput, delay, and packet loss. From the simulation result obtained that the average throughput for the simulation program of AM type generated by the first scenario with 6 UE nodes that is 150.82 Kbps, while UM type generated by the third scenario with 10 UE nodes that is 10739 Kbps. The average delay values for the simulation program of AM and UM types generated dy the first scenario those are 8.28023 seconds and 0.0632214 seconds. As for the number of packet los, the best of average percentage in the simulation program of AM and UM types generated by the first scenario with 6 UE nodes those are 37.6466% and 17.6774%. Keywords : 3G, UMTS, NS-2, AM, UM, Throughput, Delay
KINERJA ROUTING AODV DAN AOMDV PADA JARINGAN WPAN 802.15.4 ZIGBEE DENGAN TOPOLOGO MESH Hanitya Triantono Widya Putra; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.409 KB) | DOI: 10.14710/transient.v2i1.9-15

Abstract

Abstrak   Wireless Personal Area Network (WPAN) adalah jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat dalam jangkauan personal yang dihubungkan tanpa kabel atau nirkabel. WPAN merupakan jaringan tanpa kabel yang mempunyai data rate rendah, konsumsi daya rendah, dan area cakupan yang cukup luas. Salah satu teknologi yang digunakan WPAN adalah Zigbee. Zigbee termasuk dalam kelompok WPAN yang digunakan untuk melakukan sensor dan kendali aplikasi berdaya rendah. Dalam penelitian ini, dibuat pemodelan jaringan Wireless Personal Area Network (WPAN) dengan zigbee menggunakan software simulator 2, yaitu NS-2 (Network Simulator 2) dalam topologi mesh. Penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter Quality of Service (QoS), seperti throughput, paket hilang (packet loss), PDR (Packet Delivery Ratio) dan  waktu tunda (delay). Penggunaan protokol routing Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) dan Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kinerja jaringan WPAN seperti nilai throughput, packet delivery ratio, waktu tunda dan paket hilang Dari hasil simulasi didapatkan bahwa routing AOMDV lebih baik dibandingkan dengan routing AODV, dimana AOMDV dengan nilai parameter seperti throughput dan PDR yang lebih besar sedangkan nilai paket hilang dan waktu tunda yang lebih kecil. Kata Kunci: WPAN, AODV, AOMDV, NS2     Abstract Wireless Personal Area Network (WPAN) is a network that connects devices within range of personal connected wirelessly. WPAN is wireless network that have low data rate, low consumption power and in boundery coverage area.One of technologies used in WPAN is Zigbee. Zigbee is kind of WPAN groups that uses at sensor and control for home application. In this research, modeling WPAN with zigbee using NS-2 (Network Simulator 2) in mesh topology. The values of performance QoS (Quality of Service) wireless network uses three parameters such as throughput, packet loss, packet delivery ratio(PDR) and delay. With routing protocol Ad-hoc On-demand Distance Vektor (AODV) and Ad-hoc On-demand Multi path Distance Vektor (AOMDV) in this study are expected to know the performance of WPAN network like throughput, packet delivery ratio, delay and packet loss ratio. From the simulation was found that AOMDV routing is better than the AODV routing, that the AOMDV with parameter values such as throughput and PDR are greater, while packet loss and delay the smaller ones. Keywords: WPAN, AODV, AOMDV, NS2
ANALISIS HCS (HIERARCHICAL CELL STRUCTURES) PADA SISTEM GSM TRIPLE BAND Fiska Jelita Puspitasari; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.309 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i4.258-265

Abstract

Abstrak Permintaan layanan sistem komunikasi bergerak selular GSM yang terus menerus meningkat telah menimbulkan permasalahan terhadap kapasitas karena keterbatasan alokasi spektrum frekuensi yang tersedia untuk GSM 900. Maka operator GSM mulai memproses lisensi untuk penerapan sistem GSM 1800 dan 3G (Generasi Ketiga). Pada umumnya operator memanfaatkan sel makro untuk mengatasi masalah daerah cakupan dan memanfaatkan sel mikro untuk mengatasi masalah kapasitas. Akibat penggunaan sel mikro adalah terjadi peningkatan jumlah handover. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode agar operator dapat memanfaatkan sel mikro dan sel makro secara efektif yaitu dengan Hierarchical Cell Structures (HCS). Metode ini dipergunakan untuk menempatkan MS pada sel yang telah diberi lapisan prioritas supaya alokasi cakupan MS efektif sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini, analisis dilakukan pada sistem GSM triple band yaitu GSM 900, DCS 1800, dan 3G (WCDMA). Pengukuran dilakukan dengan cara drive test dengan MS dalam kondisi idle mode dan dedicated mode, serta untuk jenis sel adalah sel makro, mikro, dan indoor. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kondisi sel yang sudah diatur menggunakan HCS dengan memasang parameter-parameter yang dapat mempengaruhi MS untuk tetap berada pada sel tertentu, apakah sudah sesuai yang diharapkan atau belum. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa apabila MS dicakup oleh sel yang sesuai dengan struktur metode HCS, berarti sistem berjalan efektif. Apabila MS dicakup oleh sel yang berada diluar aturan metode HCS, maka sistem tidak efektif. Kata kunci : GSM, 3G, Hierarchical Cell Structures (HCS) Abstract Demand services GSM cellular mobile communication system that continuously increases have led to capacity problems due to limited available frequency spectrum allocation for GSM 900. GSM operator then start processing licenses for the application of the GSM 1800 and 3G (Third Generation). In general, operators utilizing a macro cell to solve problems and take advantage of the coverage area of ​​the cell microenvironment to overcome capacity issues. Due to the use of micro cells is an increase in the number of handover. To overcome these problems required the operator to utilize the method of micro cells and macro cells effectively is by Hierarchical Cell Structures (HCS). This method is used to put MS on the layer of cells that have been given priority so that effective allocation MS coverage as needed. In this study, analysis was performed on a triple band GSM system is GSM 900, DCS 1800, and 3G (WCDMA). Measurements done by test drive with MS in idle mode and dedicated mode, as well as for the type of cell is the cell macro, micro, and indoor. The study was conducted to analyze the state of the cell is set up using HCS by setting parameters that can affect MS to remain in a particular cell, whether it is as expected or not. From the research that has been done, it can be concluded that if the MS covered by the cell in accordance with the structure of the HCS method, the system is operating effectively. If MS is covered by cells that are outside the rules HCS method, then the system is not effective. Keyword : GSM, 3G, Hierarchical Cell Structures (HCS)
DESAIN IMPLEMENTASI MODUL GSM (GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION) DALAM MONITORING POLUSI UDARA SEBAGAI FAKTOR PEMANASAN GLOBAL Fountain, Michael Jeremy; Hidayat, Ditya Pramesti; Perdana, Adeev Nidya; Sukiswo, Sukiswo; Santoso, Imam
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v13i1.37-45

Abstract

Global warming terjadi karena polusi udara dengan tingginya kadar karbon monoksida (CO) sehingga dapat memengaruhi tingkat suhu dan kelembapan. Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah memiliki alat sensor dan metode untuk memantau tingkat kualitas udara namun sistem kerja alat tersebut belum terkoneksi dengan jaringan internet dan mengharuskan petugas melakukan pengaktifan alat dan input data secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan melihat kinerja sistem transmisi yang lebih efisien dalam pengambilan dan pengiriman data dengan melihat tingkat Error Rate, Delay, dan RSSI dari modul transmisi. Untuk itu dibuatlah desain dengan konsep dasar menggunakan modul GSM berbasis teknologi seluler 2G untuk memantau dan mengirimkan hasil data suhu dan kelembapan dengan sensor DHT-22 dan gas CO dengan sensor GM-702B menuju Database. Dalam proses pengujian  transmisi data ke database diperoleh hasil rata-rata gas CO di Ngesrep bernilai 0.09 ppm dan di Kota Lama bernilai 0.73 ppm. Rata-rata suhu dan kelembapan di Ngesrep bernilai 29.9°C dan 71.03%, sementara di Kota Lama, nilainya adalah 35.1°C dan 52.1%. Tingkat kerusakan data bernilai 0 % di Ngesrep dan 2,56 % di Kota Lama serta tingkat kegagalan pengiriman data bernilai 3,44 % di Ngesrep dan 5,12 % di Kota Lama. Beserta dengan nilai RSSI di antara 31 – 28, tenaga yang dibutuhkan sekitar 1 – 2 Watt, dan latensi sekitar 40 sampai 50 detik.
IMPLEMENTASI APLIKASI RADBOOX PADA USAHA JARINGAN RT RW NET IKHLAS NET Sukiswo, Sukiswo; Riyanto, Toto; Purwanto, Joko Eko
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan layanan internet di kalangan masyarakat modern meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan tagihan yang lebih efisien. Penelitian ini mengkaji sistem notifikasi tagihan internet otomatis yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan batas waktu pembayaran dan mencegah keterlambatan. Metode yang dilakukan antara lain dengan pengembangan perangkat lunak aplikasi mobile yang mengirimkan notifikasi melalui aplikasi layanan SMS dan pesan instan. Penelitian mengungkapkan bahwa penerapan sistem notifikasi otomasi secara nyata dapat meningkatkan kepatuhan pengguna terhadap pembayaran tagihan hingga 30%. Selain itu, survei kepuasan konsumen menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kenyamanan dan efisiensi sistem. Studi ini merekomendasikan penerapan sistem notifikasi otomatis oleh penyedia layanan internet untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi rasio kredit macet
PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN LINGKUNGAN BERBASIS IoT UNTUK PERTANIAN BAWANG MERAH Riyanto, Toto; Sukiswo, Sukiswo; Purwanto, Joko Eko
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah atau nama ilmiahnya allium cepa merupakan salah satu komoditas penting dalam ketahanan pangan di Indonesia. Namun, produksinya seringkali terhambat oleh faktor lingkungan yang tidak optimal mulai dari petani yang kurang memahami tentang kondisi lingkungan, cuaca dan suhu yang terkandung di tanah yang terjadi bisa mempengararuhi produktifitas hasil pertanian sendiri. Sistem pemantauan lingkungan berbasis IoT (Internet of Things) dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pada produksi bahan baku pangan yang selalu di gunakan dalam keseharian masyarakat Indonesia, bawang merah juga disamping sebagai bahan makanan juga bisa digunakan untuk kalangan medis, perkembangan budidaya bawang merah juga bukan hanya ada di kabupaten brebes saja akan tetapi hampir di setiap kabupaten ataupun kota yang ada di Indonesia mulai membudidayakan tanaman bawang merah mulai dari varian bawang merah bima curut,bawang merah bali karet atau batu ijo, bawang merah probolinggo, bawang merah nganjuk itu beberapa nama bawang merah yang ada di daerah Indonesia. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data studi literatur sebuah pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan data dan analisis data dari berbagai sumber tulisan mulai dari buku, jurnal, artikel dan sumber bacaan lain yang relevan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan lingkungan berbasis IoT untuk pertanian bawang merah. Sistem ini terdiri dari sensor untuk mengukur parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban tanah, dan intensitas cahaya, serta mikrokontroler untuk memproses data sensor dan mengirimkannya ke cloud. Data yang diolah di cloud dapat diakses oleh petani melalui aplikasi web atau mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemantauan lingkungan berbasis IoT dapat memantau parameter lingkungan dengan akurasi yang tinggi. Sistem ini juga dapat membantu petani dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman bawang merah. Kata Kunci: IoT, pertanian bawang merah
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKADEMIK (SIMA) BERBASIS WEB DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP PRISMA) Purwanto, Joko Eko; Sukiswo, Sukiswo; Riyanto, Toto
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) PRISMA harus memberikan layanan jasa pendidikan yang berkualitas. Untuk itu didukung dengan adanya sistem informasi yang baik agar semua informasi yang didapatkan akurat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Informasi di lingkungan LKP PRISMA. Untuk dapat menganalisis mulai dari kebutuhan hingga perencanaan implementasi Sistem informasi penulis menggunakan mteode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis menggunakan value chain dan analisis SWOT, analisis efektifitasi dari sistem informasi menggunakan model kesuksesan sistem informasi DeLone Mc Lean yang terdiri dari tiga dimensi yaitu sistem,kualitas informasi, dan pelayanan. Dapat diambil kesimpulan bahwa LKP PRISMA memiliki kekuatan dari sisi internal dan peluang yang tinggi dalam implementsi Sistem Informasi akademik. Sistem Informasi yang dipilih adalah SIM-JIBAS (Sistem Informasi Manajemen Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah)