Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Representation of Islamic Marriage Rule on Javanese Novel Post-Reformation Era Setyawan, Bagus Wahyu; Saddhono, Kundharu; Sulaksono, Djoko
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v22i1.8288

Abstract

The focus in this research is to describe and explain the implementation of the rule of Islamic marriage on the modern Javanese novel post-reformation era. Data resources in this research are some of the Javanese novels published after 2000. This descriptive qualitative research used three phases of research: data reduction, data display, and conclusion drawing. The primary data resources were reduced and tested by using a triangulation technique to test data validity. Then, the result showed the examples of implementing the rule of Islamic marriage in Javanese novels of the post-reformation era. The author’s point of view influenced the plot and conflict of the rule of marriage in the story. Indirectly, a few examples of the rule of marriage in the Javanese novel of the post-reformation era can provide an illustration based on the Islamic sharia rule. The focus in this research is to describe and explain the implementation of the rule of Islamic marriage on the modern Javanese novel post-reformation era. Data resources in this research are some of the Javanese novels published after 2000. This descriptive qualitative research used three phases of research: data reduction, data display, and conclusion drawing. The primary data resources were reduced and tested by using a triangulation technique to test data validity. Then, the result showed the examples of implementing the rule of Islamic marriage in Javanese novels of the post-reformation era. The author’s point of view influenced the plot and conflict of the rule of marriage in the story. Indirectly, a few examples of the rule of marriage in the Javanese novel of the post-reformation era can provide an illustration based on the Islamic sharia rule. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai penerapan hukum perkawinan islam dalam novel Jawa moden pascareformasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa novel Jawa yang diterbitkan di atas tahun 2000. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif deskriptif dengan tiga tahapan penelitian, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Data-data dalam sumber data utama direduksi dan dianalisis dengan pembahasan masalah. Terakhir data-data yang diperoleh diuji dengan menggunakan teknik triangulasi untuk mendapat suatu derajat validitas data. Hasil dalam penelitian ini, ditemukan beberapa contoh penerapan hukum perkawinan Islam dalam novel Jawa pascareformasi. Hukum perkawinan yang disajikan dalam novel Jawa sesuai dengan alur dan konflik cerita yang dipengaruhi juga oleh sudut pandang pengarang. Secara tidak langsung, beberapa contoh penerapan hukum perkawinan dalam novel Jawa pascareformasi dapat memberikan gambaran masyarakat mengenai hukum perkawinan yang sesuai dengan syariat Islam dan yang menyimpang dari hukum syariat perkawinan islam.
Prophetic Values in Post-Reform Modern Javanese Novels Sulaksono, Djoko; Waluyo, Budi; Said, Dewi Pangestu
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v20i1.4590

Abstract

This study aims to describe the prophetic value in post-reform modern Javanese novels. This was a qualitative study. The analysis technique used is content analysis. The results showed that post-reform modern Javanese novels contain many prophetic value. Nowadays, many societies abandoned the understanding of prophetic values. The character of society has shifted to become more individualistic and only concerned with the welfare of him-self. It’s due to inappropriate outer cultural filtration. People find a difficulty to sort foreign cultures that are compatible with Indonesian characteristics (especially Javanese Moslem). It needs to get a community guidance to return to his nature as an individual, social, and aware of his position as a servant of Allah swt. This research can be used as a medium to educate people about positive values in life. The prophetic values taught are divided into three dimensions: humanization dimension (ammar ma›ruf), liberation (nahi munkar), and transcendence (tu›minu billah). Meanwhile, theoretically this research can enrich the treasury of knowledge in the field of literature, provide input in noble learning through the medium of literature, and it can be used as a basis for more in-depth research. The character of society has changed to become more individualistic and only concerned with the welfare of him-self. Meanwhile, this research also enriches the treasury of knowledge in the field of literature, as an alternative in moral education through literary media, and can be used as a basis for more in-depth research. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan nilai-nilai profetik dalam novel-novel Jawa modern pascareformasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel-novel modern pascareformasi banyak mengandung nilai-nilai profetik. Dewasa ini, pemahaman mengenai nilai-nilai profetik banyak ditinggalkan. Karakter masyarakat telah bergeser menjadi lebih individualis dan mementingkan kesejahteraan dunia belaka. Hal ini disebabkan karena filtrasi budaya luar yang kurang maksimal. Masyarakat kurang dapat memilah budaya-budaya yang sesuai dengan karakteristik Indonesia (khususnya muslim Jawa). Perlu adanya upaya pembinaan kepada masyarakat agar kembali kepada fitrahnya sebagai mahluk individu, sosial, dan menyadari posisinya sebagai seorang hamba Allah swt. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana mendidik masyarakat perihal nilai-nilai positif dalam hidup. Nilai-nilai profetik yang diajarkan terbagi dalam tiga dimensi yaitu dimensi humanisasi (ammar ma’ruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (tu’minu billah). Sementara itu, secara teoretis penelitian ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan pada bidang sastra, memberi masukan dalam pembelajaran aklak mulia melalui media sastra, serta dapat digunakan sebagai landasan penelitian yang lebih dalam lagi.
Javanese Belief in The Ceremony of Bersih Desa with Wayang Kulit Play Sulaksono, Djoko; Lestari, Winda Dwi; Waluyo, Budi; Islahuddin, Islahuddin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v23i2.12858

Abstract

Humans, nature, culture, and creators have an inseparable relationship. In Javanese culture, gratitude is realized through cultural events, such as Bersih Desa (village clean-ups ceremony). A puppet play of Sri Mulih is performed as an expression of gratitude. This research is a qualitative descriptive study with three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data source is a video of Wayang Purwa play of Sri Mulih. First, the data are reduced and analyzed by discussing the problem. Finally, the data are assessed by using triangulation techniques to obtain data validity. This study found that the religious value within the play is related to the ceremony of Bersih Desa in the Purworejo district. The finding provides a picture of the acculturation of local culture and Islamic teachings because wayang plays are adapted according to the Javanese culture. Manusia, alam, budaya, dan pencipta memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Dalam budaya masyarakat Jawa, rasa syukur diwujudkan dengan acara-acara kebudayaan seperti halnya bersih desa. Lakon wayang kulit Sri Mulih yang dipentaskan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keyakinan religi masyarakat hubungannya dengan kepercayaan bersih desa menggunakan sarana pertunjukan wayang kulit purwa dengan lakon Sri Mulih. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan penelitian, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah video pertunjukan wayang purwa lakon Sri Mulih. Data-data dalam sumber data utama direduksi dan dianalisis dengan pembahasan masalah. Terakhir data-data yang diperoleh diuji dengan menggunakan teknik triangulasi untuk mendapat suatu derajat validitas data. Hasil dalam penelitian ini, ditemukan nilai religius dalam lakon tersebut terkait prosesi bersih desa di kabupaten Purworejo. Hasil ini memberikan gambaran akulturasi budaya lokal dan ajaran Islam karena lakon wayang telah diadaptasi sesuai dengan kultur busaya masyarakat Jawa.
Interweaving Javanese Cultural Wisdom and Islamic Leadership Ethics: An Analysis of Arjuna in Arjunawiwaha Fitriana, Tya Resta; Sulaksono, Djoko; Veronika, Prima; Islahuddin, Islahuddin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i2.34207

Abstract

This study addresses the growing need to reinterpret classical Javanese figures through an Islamic ethical lens, offering a unique framework for understanding indigenous models of moral leadership. Previous studies have not yet examined how the concept of leadership in Arjuna Wiwaha can be interpreted through the framework of Islamic moral and ethical principles. Therefore, this study offers a novel perspective by integrating Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics to reinterpret Arjuna’s character as a model of moral and social leadership in the Javanese-Islamic context. The aim of this paper is to examine Arjuna's leadership as depicted in the Javanese puppet story of Arjunawiwaha, focusing on the integration of Javanese social wisdom and Islamic moral leadership. In the context of Javanese-Islamic reinterpretation, Arjuna, traditionally considered a holy man in Hindu-Buddhist legends, is reimagined as a perfect pioneer. Using a cultural hermeneutic approach and comparative analysis, this investigation examines how Islamic leadership principles, including trust (Siddiq), dependability (Amanah), insight (Fathanah), and the obligation to convey the truth (Tabligh), are integrated into Arjuna's leadership narrative. The study, furthermore, highlights key Javanese social values such as humility, resilience, and wisdom, adapted from Islamic moral lessons. Through a careful examination of Arjunawiwaha, this paper illustrates a method of social adjustment and integration, which examines knowledge of how Javanese Islamic characters shape conceptualizations of governance in conventional and modern environments. The use of an interdisciplinary approach that integrates Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics in analyzing the character of Arjuna in the Arjunawiwaha is a perspective still rare in leadership studies based on classical Javanese literary texts. This research thus positions the Javanese-Islamic leadership synthesis as a relevant ethical paradigm in Southeast Asia and beyond. The finding also offers a framework for culture-based leadership training integrating Javanese and Islamic values to foster ethical, culturally sensitive, and spiritually grounded leaders. Penelitian ini menanggapi meningkatnya kebutuhan untuk menafsirkan kembali tokoh-tokoh klasik Jawa melalui lensa etika Islam, dengan menawarkan kerangka unik untuk memahami model kepemimpinan moral yang bersifat lokal. Penelitian-penelitian sebelumnya belum mengkaji bagaimana konsep kepemimpinan dalam Arjuna Wiwaha dapat diinterpretasikan melalui kerangka prinsip moral dan etika Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam untuk menafsirkan kembali karakter Arjuna sebagai model kepemimpinan moral dan sosial dalam konteks Jawa-Islam. Makalah ini menganalisis kepemimpinan Arjuna sebagaimana digambarkan dalam kisah pewayangan Jawa tentang Arjunawiwaha, dengan fokus pada penggabungan kearifan sosial Jawa dan moral kepemimpinan Islam. Dalam konteks penafsiran ulang Jawa-Islam, Arjuna, yang secara tradisional dianggap sebagai orang suci dalam legenda Hindu-Buddha, dibayangkan kembali sebagai seorang pelopor yang sempurna. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika budaya dan analisis komparatif, penyelidikan ini menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan Islam seperti kepercayaan (Siddiq), ketergantungan (Amanah), wawasan (Fathanah), dan kewajiban untuk menyampaikan kebenaran (Tabligh) dimasukkan dalam kisah kepemimpinan Arjuna. Pengkajian tersebut, lebih jauh, menyoroti nilai-nilai sosial Jawa yang utama seperti kerendahan hati, ketahanan, dan kearifan, yang diadaptasi dari pelajaran moral Islam. Melalui penelaahan Arjunawiwaha yang cermat, makalah ini menggambarkan metode penyesuaian dan integrasi sosial, yang mengkaji pengetahuan tentang bagaimana karakter Jawa-Islam membentuk konseptualisasi pemerintahan dalam lingkungan konvensional dan modern. Penggunaan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam dalam menganalisis tokoh Arjuna dalam Arjunawiwaha, sebuah perspektif yang masih jarang dalam kajian kepemimpinan berbasis teks sastra klasik Jawa. Sehingga penelitian ini bisa menempatkan sintesis kepemimpinan Jawa Islam sebagai paradigma etis yang relevan di Asia Tenggara dan sekitarnya. Temuan penelitian ini juga menawarkan kerangka pelatihan kepemimpinan berbasis budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai Jawa dan Islam untuk membentuk pemimpin yang beretika, peka budaya, dan berlandaskan spiritual.
Symbolic Meaning in the Commemoration Ceremony of Sultan Hamengku Buwono X Coronation in COVID-19 Pandemic Nur'aini, Fitria; Sumarwati, Sumarwati; Sulaksono, Djoko
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 13 No. 3 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i3.7812

Abstract

The research aimed to (1) describe the procession and ubarampe offerings in the commemoration ceremony of Sultan Hamengku Buwono X’s coronation during the COVID-19 pandemic, and (2) analyze the symbolic meaning of it. The research applied a qualitative research that used an ethnographic approach. Data collection techniques used were passive participant observation techniques and in-depth interviews with abdi dalem (courtier) of Yogyakarta palace and cultural experts. So, the selection of research subjects used the snowball sampling technique. The data obtained were validated by the source triangulation method, and it was then analyzed using the Spradley model research method, which included domain analysis, taxonomic analysis, compensatory analysis, and analysis of cultural themes. The research result show that (1) the procession of the commemoration of the coronation of Sultan Hamengku Buwono X consists of a series of ceremonies, including ngebluk, ngapem, sugengan, and labuhan. The ceremony is organized well during the COVID-19 pandemic by wearing a mask when carrying out daily activities, washing hands often, especially after outdoor activities, social distancing, avoiding crowds, and restricting mobilization and interaction, (2) the symbolic meaning of the procession and ubarampe offerings Sultan Hamengku Buwono X is asking God for the safety and welfare of the Sultan and his family in particular and Yogyakarta people in general.
Gaya Kepemimpinan Astha Brata pada Tokoh Utama Novel Rangsang Tuban Karya Padmasusastra Amalia, Ika Rizky; Sulaksono, Djoko; Kurwidaria, Favorita
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan astha brata pada tokoh utama dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua jenis yaitu dokumen dan informan. Sumber data jenis dokumen terdiri dari novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra, jurnal, dan buku referensi. Adapun sumber data jenis informan adalah ahli sastra. Data yang dikaji berupa frasa, klausa, dan kalimat pada novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi teori. Uji validitas data yang digunakan adalah model analisis interaktif (interactive model of analysis) yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah analisis gaya kepemimpinan pada delapan ajaran astha brata yaitu laku hambeging candra, laku hambeging dahana, laku hambeging kartika, laku hambeging kisma, laku hambeging samirana, laku hambeging samodra, laku hambeging surya, laku hambeging tirta.
ANALISIS SEMIOTIK PADA TEKS MANTRA RUWAT MURWAKALA SERTA RELEVANSINNYA SEBAGAI MATERI AJAR PUISI JAWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Permata Sari, Putri Indah; Rahmat, Rahmat; Sulaksono, Djoko
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 2, No 1 (2018): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v2i1.48019

Abstract

The purpose of this study is to describe (1) the story that underlies the birth of the Ruwatan murwakala customs; (2) semiotic analysis in the text of the ruwat Murwakala mantra; and (3) how the relevance of ruwat murwakala mantra as a teaching material of Javanese poetry in Senior High School. The research is the descriptive qualitative research using oral literary approach. The data of this research was written data which was mantra ruwat murwakala texs. Sources of data used are informants, document of the ruwatan murwakala story places, and events. Sampling technique used is purposive sampling and simple random sampling. Technique of collecting data used is technique of record, recording, interview, observation, and document analysis. Data validity is obtained through theory trianguation and source triangulation. The data analysis technique was interactive analysis. The research procedure were arrangement, implementation, and report composing. Based on this research it can be concluded: (1) the story that underlies the birth of ruwatan murwakala custom originated from the habit of the Javanese who often connect an event with other events that are considered as an impact of an event. Therefore, the Javanese society has a variety of assumptions that became the basis of a ritual to avoid by mistakes that have been made, the ceremony or ritual was then called the term ruwatan. The category of people which have to be ruwat is the bocah sukêrta. The ruwatan ceremony was led by a dhalang ruwat who was also in charge of performing leather puppets with murwakala plays; (2) the semiotic analysis performed on spells is an analysis of icons, indices, and symbols. it was Found seven mantras containing icons, while nine spells do not contain icons. it is Found fourteen mantras containing the index, while the two spells do not contain the index. it is Found two mantras containing symbols, while fourteen mantras do not contain symbols; (3) The mantra text taken from mantra ruwat murwakal can be used as learning material of Javanese language in SMA. The feasibility of mantra ruwat murwakala is used as teaching material because it is in accordance with the basic competency in Education Unit Level Curriculum (KTSP). In addition, the text of the mantra ruwat murwakala is written using the ancient Javanese language and the middle Java language, so it will add the vocabulary of the Java language owned by the students.
ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI PANCENAN DI DUKUH JATEN KABUPATEN SRAGEN Oktaviana, Indi; Sulaksono, Djoko; Veronika, Prima
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 9, No 1 (2025): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v9i1.86621

Abstract

This research aims to (1) find out the ubarampe in the Pancenan tradition of Dukuh Jaten, Sragen Regency (2) analyze the symbolic meaning in the ubarampe of the Pancenan tradition in Jaten Dukuh, Sragen Regency. The data used is photo documentation of Ubarampe while the research data source is the results of interviews. The data collection technique uses documentation about the Pancenan tradition of ubarampe. The analytical technique used by the Miles and Huberman interactive model is divided into four stages (1) The appropriate data analysis technique used for the descriptive type is through four activity flows, namely (1) collecting data, (2) data reduction, (3) presenting data, and (4) drawing conclusions or verification. Based on the results of the analysis, it was found that the research results (1) mentioned the form of ubarampe in the Jenang Sura tradition, (2) explained the symbolic meaning contained in the ubarampe of the Pancenan tradition.
NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM ANTOLOGI GEGURITAN LATHI KARYA EKO WAHYUDI Ana, Harsiti Nur Fitri; Sulaksono, Djoko; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.63240

Abstract

This research is motivated by the importance of inculcating the value of character education to students through Javanese literary works of geguritan. The purpose of this study is to describe the value of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source in this study is the geguritan in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi. The research data are in the form of words, phrases, clauses, sentences in geguritan which contain the value of character education. Data collection techniques using document analysis. Test the validity of the data using triangulation theory. The data analysis technique used is an interactive analysis technique using the Miles & Huberman model. The results of the study show that the values of character education contained in the anthology of Lathi geguritan by Eko Wahyudi include: religiosity, sociality, gender, justice, democracy, honesty, independence, fighting power, responsibility, and respect for the environment. Through geguritan in the anthology of Lathi's geguritan, the author wants to convey a message or message to the reader to become a complete human being with strong noble character.
Implementasi Metode Sosiodrama untuk Melatih Komunikasi Remaja sesuai Unggah-ungguh Bahasa Jawa Veronika, Prima; Waluyo, Budi; Sulaksono, Djoko; Rahadini, Astiana Ajeng; Wijayanti, Kenfitria Diah; Fitriana, Tya Resta; Lestari, WInda Dwi
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8, No 1 (2024): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v8i1.85588

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menjelaskan implementasi metode sosiodrama untuk melatih komunikasi remaja sesuai unggah-ungguh Bahasa Jawa. Metode yang digunakan adalah ekspositori, diskusi, praktik dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penampilan data dan penarikan kesimpulan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 Juni 2023. Bertempat di gedung pertemuan warga Kampung Gulon RT.01/ RW 19, Jebres, Surakarta dengan total peserta sebanyak 20 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum terbiasa menggunakan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dalam berkomunikasi sehari-hari. Sebagian peserta masih merasa malu-malu ketika diajak berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Kemudian kami mengajak peserta melakukan praktik menggunakan metode sosiodrama. Peserta diajak berinteraksi secara berkelompok dengan cara memainkan peran dengan menggunakan dialog bahasa Jawa. Melalui metode sosiodrama, mereka mampu mempraktikkan percakapan berbahasa Jawa sesuai unggah-ungguh dengan baik dan benar berdasarkan dengan lawan tutur.