Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Minat Siswa Sekolah Dasar terhadap Ekstrakurikuler Renang Ditinjau dari Faktor Eksternal Stania, Valia; Prakoso, Bayu Budi; Hartoto, Setiyo; Khory, Fifukha Dwi
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.866

Abstract

This study aims to investigate the level of interest of 3rd and 4th grade students at Muhammadiyah 4 Elementary School Surabaya in participating in swimming extracurricular activities, analyze differences in interest based on gender, and examine the role of parental support, peers, facilities, and coaches in shaping student interest. The type of research used is non-experimental research with a quantitative descriptive method. The sampling technique used was total sampling, while data analysis used SPSS software with quantitative descriptive methods, Likert scale, t-test, linear regression, ANOVA, and post-hoc test. The study's results indicate a very high (60%) level of student interest. This interest was significantly influenced (p < 0.05) by parental support, peers, availability of facilities, and the role of coaches, with the coach factor being the most dominant. Additionally, the study revealed a difference in interest between male and female students, with female students demonstrating a higher level of interest than male students. Thus, it can be concluded that effective swimming extracurricular coaching cannot rely solely on students' intrinsic interest but is also influenced by extrinsic support that can create a positive, inclusive, and enjoyable learning environment for all students.
Analisis efektivitas pembelajaran PJOK ditinjau dari keterampilan guru dalam menempatkan diri dan memberi umpan balik Berliantika, Niken; Prakoso, Bayu Budi; Khory, Fifukha Dwi; Dinata, Vega Candra; Suroto, Suroto
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v7i1.48024

Abstract

Tujuan: Menganalisis pengaruh keterampilan interpersonal guru, khususnya kemampuan menempatkan diri dan memberikan umpan balik, terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kontribusi kedua aspek tersebut dalam menciptakan interaksi edukatif yang kondusif di dalam kelas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan temuan empiris yang dapat memperkuat bukti mengenai pentingnya keterampilan interpersonal guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di lingkungan pendidikan. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan guru PJOK dan siswa sebagai sumber data. Keterampilan menempatkan diri dan keterampilan memberi umpan balik diukur melalui instrumen observasi, sedangkan efektivitas pembelajaran diukur melalui angket FCE yang diisi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi dengan pendekatan bootstrap. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa baik keterampilan menempatkan diri maupun memberi umpan balik memiliki koefisien regresi yang kecil dan tidak signifikan, sehingga tidak menjadi prediktor langsung terhadap efektivitas pembelajaran pada sampel penelitian ini. Kesimpulan: Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar dua variabel yang diuji, seperti motivasi, metode, atau dinamika kelas. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman tentang faktor interpersonal guru dan mengindikasikan perlunya penelitian lanjutan dengan cakupan variabel yang lebih luas dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Hubungan manajemen waktu dengan efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani Alda Livia Nathania; Suroto Suroto; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata; Bayu Budi Prakoso
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 25, No 1 (2026): February
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v25i1.24980

Abstract

Manajemen waktu yang efektif menjadi pendekatan penting dalam pengajaran pendidikan jasmani guna memastikan keberhasilan pembelajaran meskipun dalam waktu yang terbatas. Penelitian ini mengkaji hubungan antara manajemen waktu dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam konteks manajemen kelas, khususnya fokus pada bagaimana waktu dikelola selama proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran secara optimal. Penelitian ini secara spesifik melihat bagaimana alokasi waktu pada setiap tahap pembelajaran, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup memberikan konstribusi terhadap partisipasi dan konsentrasi siswa selama pelajaran PJOK. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan manajemen waktu diukur menggunakan Duration Recording System (DRS) dan efektivitas pembelajaran dinilai menggunakan intrumen Formative Class Evaluation (FCE). Data dianalisis menggunakan Descriptive Statistics untuk mengambarkan karakteristik data dan regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen waktu pada dapat pendahuluan, inti, atau penutup dalam efektivitas pembelajaran secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen waktu bukanlah faktor utama yang menentukan efektivitas pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sebaiknya mempertimbangkan faktor lain yang lebih relevan, seperti karakteristik siswa, strategi pembelajaran, dan kondisi serta dinamika nyara pembelajaran PJOK di kelas. 
Identifikasi Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Di SMK Negeri 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo Moh Fajar Mustaqim; Fifukha Dwi Khory
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.353

Abstract

Pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga. Di SMK Negeri 3 Buduran, partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga masih rendah. Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi tingkat motivasi siswa, dimana Ramadhani (2023) menemukan motivasi kategori rendah (37%), Ardiansyah (2019) kategori sedang (53,3%), dan Muhammad Sahroni (2021) kategori baik (79%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 143 siswa peserta ekstrakurikuler olahraga. Instrumen berupa angket yang mengukur motivasi intrinsik (kesehatan, perhatian, minat, bakat) dan ekstrinsik (metode pengajaran, alat/bahan ajar, kondisi lingkungan), dengan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi intrinsik 3,23 (kategori Tinggi), motivasi ekstrinsik 3,34 (Sangat Tinggi), dan motivasi total 3,28 (Sangat Tinggi). Temuan ini lebih tinggi dibanding Ramadhani (2023) dan Ardiansyah (2019), namun sejalan dengan Muhammad Sahroni (2021), mengindikasikan bahwa konteks sekolah dan kualitas pembinaan berperan penting dalam membentuk motivasi. Implikasi praktisnya, sekolah dapat meningkatkan partisipasi dengan mengoptimalkan pengelolaan program, sarana prasarana, dan iklim lingkungan yang suportif.
HUBUNGAN AKTIVITAS SAINTIFIK DENGAN KOMPETENSI INTI DALAM PEMBELAJARAN PJOK Ferdy Trianggara Putra; Suroto - -; Bayu Budi Prakoso; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 9, No 1 (2026): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v9i1.23003

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan saintifik untuk mendukung pencapaian kompetensi inti siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas saintifik dengan kompetensi inti dalam pembelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 18 guru PJOK yang direkam aktivitas pembelajarannya melalui video. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda berdasarkan komponen aktivitas saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, terhadap kompetensi inti yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas saintifik tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh kompetensi inti. Nilai koefisien determinasi yang rendah menunjukkan bahwa aktivitas saintifik hanya memberikan kontribusi terbatas terhadap pencapaian kompetensi inti dalam pembelajaran PJOK. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PJOK masih bersifat prosedural dan belum terintegrasi secara optimal untuk mendukung pencapaian kompetensi inti secara menyeluruh.
Analisis tingkat efiikasi diri mahasiswa program mata kuliah renang di tinjau dari pengalaman dan gender Defriga Yanuarta; Bayu Budi Prakoso; Setiyo Hartoto; Fifukha Dwi Khory
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v11i2.71426

Abstract

Efikasi diri memiliki peran penting dalam pembelajaran renang karena berhubungan dengan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan mereka saat menghadapi tantangan di air. Variasi pengalaman renang, frekuensi latihan, dan kondisi emosional memengaruhi kesiapan mahasiswa mengikuti mata kuliah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efikasi diri mahasiswa serta melihat perbedaannya berdasarkan pengalaman renang dan gender. Pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif digunakan untuk menggambarkan perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa berada pada kategori tinggi. Tidak ditemukan perbedaan berdasarkan gender (p > 0,05). Faktor pengalaman berpengaruh signifikan (p < 0,05), dengan mahasiswa tanpa pengalaman memiliki efikasi diri lebih rendah (M = 3,79) dibanding yang berpengalaman di kolam renang (M = 4,07). Instruktur juga berpengaruh signifikan (p < 0,05), di mana kelompok kursus mencatat nilai tertinggi (M = 4,44). Rutinitas latihan lebih dari empat kali per minggu meningkatkan efikasi diri secara signifikan (p < 0,05). Durasi latihan 30–60 menit dan lebih dari 1 jam turut memberikan pengaruh signifikan (p < 0,05). Selain itu, kondisi perasaan menunjukkan perbedaan nyata antara kelompok khawatir dan biasa saja (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman terstruktur, latihan rutin, dan kesiapan emosional berperan besar dalam membentuk efikasi diri mahasiswa.
HUBUNGAN AKTIVITAS SAINTIFIK DENGAN KOMPETENSI INTI DALAM PEMBELAJARAN PJOK Ferdy Trianggara Putra; Suroto - -; Bayu Budi Prakoso; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 9 No 1 (2026): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v9i1.23003

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan saintifik untuk mendukung pencapaian kompetensi inti siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas saintifik dengan kompetensi inti dalam pembelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 18 guru PJOK yang direkam aktivitas pembelajarannya melalui video. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda berdasarkan komponen aktivitas saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, terhadap kompetensi inti yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas saintifik tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh kompetensi inti. Nilai koefisien determinasi yang rendah menunjukkan bahwa aktivitas saintifik hanya memberikan kontribusi terbatas terhadap pencapaian kompetensi inti dalam pembelajaran PJOK. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PJOK masih bersifat prosedural dan belum terintegrasi secara optimal untuk mendukung pencapaian kompetensi inti secara menyeluruh.
Fostering Zero Waste Communities: A Participatory Action Research Approach to Implementing 3R Principles in a Suburban Indonesian Village Suroto S; Vega Candra Dinata; Fifukha Dwi Khory; Bayu Budi Prakoso
Journal of Dedication in Community Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v4n1.p1-11

Abstract

Addressing Indonesia's national target of 30% waste reduction by 2025, this study tackles the conventional "collect-transport-dispose" system in a suburban Sidoarjo village characterized by unsorted household waste. The objective was to enhance knowledge, attitudes, and skills in 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principles to foster a zero-waste environment. Using a Participatory Action Research (PAR) methodology with 60 households, the program combined educational seminars with hands-on workshops on waste segregation and the construction of household-scale anaerobic composters. A comparative analysis of pre- and post-intervention surveys revealed significant improvements: community understanding of 3R concepts rose by 75%, routine waste segregation by 68%, and composting adoption reached 55%. This study concludes that the PAR approach is highly effective for initiating behavioral change in waste management. The program's success was driven by strengthening social capital and targeting perceived behavioral control, not just technical knowledge transfer. This initiative serves as a replicable micro-model for implementing a circular economy at the community level.  
Analisis Efektivitas Pembelajaran PJOK Ditinjau dari Keterampilan Guru dalam Mengelola Kegiatan Pendahuluan Sania Hidayani; Bayu Budi Prakoso; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata; Suroto Suroto
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol. 7 No. 1 (2026): September (Article in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v7i1.5597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui keterampilan guru dalam mengelola tahap awal pembelajaran, termasuk kegiatan pembuka, manajemen waktu, pengelolaan lingkungan belajar, serta kegiatan pemanasan dan pendinginan. Desain korelasi kuantitatif ini melibatkan 17 guru PJOK sekolah dasar di Surabaya dan Gresik yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis video dan kuesioner Evaluasi Kelas Formatif (FCE), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengajar pada tahap awal berada pada tingkat sedang, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, motivasi, metode pengajaran, kerja sama siswa, maupun efektivitas secara keseluruhan (p>0,05; R² <0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa tahap awal berfungsi terutama sebagai persiapan awal, bukan sebagai penentu utama efektivitas. Kurangnya pengaruh tersebut mungkin disebabkan oleh dominasi aktivitas inti, di mana siswa lebih aktif terlibat dalam gerakan fisik, interaksi, dan pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, meskipun tahap ini membantu mempersiapkan siswa secara fisik dan mental, kontribusinya tetap bersifat tidak langsung. Penelitian ini menyoroti perlunya strategi tahap awal yang lebih terstruktur, bervariasi, dan integratif yang selaras dengan aktivitas inti guna meningkatkan efektivitas pembelajaran PJOK secara keseluruhan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk merancang kegiatan pembelajaran tahap awal yang lebih efektif dan menarik.
Peningkatan Pemahaman Physical Literacy dan Sosialisasi Tes Pengukuran Jasmani TKPN bagi Mahasiswa PPG dan Guru PJOK Fifukha Dwi Khory; Ali Maksum; Nanang Indiarsa; Anung Priambodo; Lucy Widya Fathir
Laksana Olahraga Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 02, Nomor 01, 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gerak (physical inactivity) masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah Indonesia, sehingga pemahaman guru dan calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap konsep physical literacy menjadi penting untuk membangun budaya gerak yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman physical literacy dan mensosialisasikan tes pengukuran jasmani TKPN bagi Mahasiswa PPG dan Guru PJOK anggota IGORNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, ceramah, diskusi, dan pendampingan terhadap 17 peserta (8 Guru PJOK, 9 Mahasiswa PPG). Evaluasi menggunakan instrumen self-assessment pengetahuan-keterampilan, kualitas pelatihan, dan rencana tindak lanjut yang dianalisis deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 15,12 menjadi 29,18 dan keterampilan dari 5,41 menjadi 11,65. Kualitas pelatihan dinilai sangat baik (4,27 dari skala 5), dan seluruh peserta berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan di sekolah masing-masing.