Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Masa Depan Kecerdasan Manusia: Menyeimbangkan Keterampilan Emosional, Kognitif, Dan Teknologi Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Ridlo Zarkasyi, Muhammad; Antoni Ludfi Arifin; Warcito Warcito
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v5i6.3040

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menuntut organisasi untuk mengintegrasikan kecerdasan emosional (EQ), kognitif (IQ), dan keterampilan teknologi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ketiga jenis kecerdasan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, mengumpulkan dan menganalisis informasi dari lebih dari 50 sumber akademis yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa EQ berkontribusi pada peningkatan hubungan interpersonal, kepemimpinan, dan kepuasan kerja, sementara IQ meningkatkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan. Selain itu, keterampilan teknologi mendukung efisiensi operasional dan inovasi. Integrasi ketiga aspek ini membantu organisasi menciptakan budaya yang mendukung pertumbuhan dan retensi talenta, sehingga penting bagi manajemen SDM untuk merancang program pelatihan yang komprehensif. Dengan pendekatan holistik ini, organisasi dapat membangun tenaga kerja yang resilien dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Optimization of CV Jogja Telor's Supply Chain Management with Food Supply Chain Network (FSCN) Approach Tambunan, Greyuni Grace; Tanjung, Dahri; Warcito, Warcito
Jurnal Logistik Indonesia Vol. 9 No. 1: April 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/logistik.v9i1.4759

Abstract

Chicken eggs are an important commodity in Indonesian agribusiness and have the potential to improve the nutrition of the community and the rural economy. CV Jogja Telor is a chicken egg marketing business that is experiencing a production deficit. The qualitative analysis method using FSCN consists of six supply chain elements, namely objectives, structure, management, business processes, and resources. Supply chain performance is analysed quantitatively to assess supply chain efficiency using marketing margins and farmers˜ shares. The research findings indicate that the most efficient marketing channel is channel 1, with a farmers’ share of 100% and a marketing efficiency rate of 28,00%, namely: partner farmers → CV Jogja Telor → bakery. The least efficient marketing channel is marketing channel 4, with a farmer's share of 66,67% and a marketing margin of 33,33%, namely partner farmers → CV Jogja Telor → modern retail → end consumers. Marketing efficiency is aimed at increasing sales to bakeries and reducing the proportion of sales to modern retail, as well as using CV Jogja Telor's branded packaging for modern retail.
FAKTOR-FAKTOR PENUMBUH USAHA MIKRO-KECIL (UMK) DI WILAYAH KOTA DAN KABUPATEN BOGOR Warcito, Warcito; Saleh, Amiruddin; Sehabudin, Ujang
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v13i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaji faktor-faktor penumbuh UMK di masyarakat, dengan kasus UMK di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, khususnya UMK yang tergabung dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (posdaya). Jumlah responden 100 orang yang tergabung dalam 20 Posdaya, masing-masing 10 Posdaya di Kota Bogor dan 10 Posdaya di Kabupaten Bogor. Responden masing-masing Posdaya berjumlah 5 orang. Penelitian berlangsung dari bulan Juni - September 2015. Pendekatan (metode) yang digunakan adalah metode sustainable business, yang terdiri dari aspek sosial (tingkat pendidikan, akses informasi, motivasi, pengalaman usaha, manfaat bagi lingkungan), aspek ekonomi (pemilikan asset/permodalan, akses pembiayaan, askses bahan baku/barang, pemupukan modal, jaringan usaha), dan aspek lingkungan (penanganan limbah, pemanfaatan libah, perijinan/legalitas usaha, penciptaan wirausaha baru), dengan metode analisis menggunakan metode skoring dengan bobot yang seragam untuk setiap aspek dan masing-masing variabel. Hasil analisis memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penumbuhan usaha dan bisnis masyarakat adalah faktor sosial, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan. Sedangkan dominasi proses dan pola penumbuhan usaha dan bisnis masyarakat di Posdaya dipengaruhi oleh faktor warisan atau turunan. Selanjutnya penumbuhan UMK dipengaruhi oleh motivasi, pengalaman usaha, manfaat bagi masyarakat, pemilikan asset, akses sumber bahan baku, pemupukan modal, jaringan pemasaran, dan penciptaan wirausaha baru. Dalam rangka pengembangan UMK perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku usaha UMK dalam mengakses teknologi, informasi, pasar, dan pembiayaan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan motivasi wirausaha di kalangan keluarga dan masyarakat melalui pendampingan, pelatihan dan pemagangan. Fasilitasi pemerintah daerah sangat diharapkan untuk melengkapi aspek perijinan/legalitas usaha dalam meningkatkan dayasaing UMK.
Comparison of the Performance of Feed A and Feed B on Productivity and Cost Efficiency at Surodadi Farm, Sleman Tanjung, Dahri; Manurung, Ananda; Warcito, Warcito; Purnamadewi, Yeti Lis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11061

Abstract

This study aims to evaluate the productivity and feed efficiency of laying hens through a comparative analysis of two commercial feed types, Feed A and Feed B. A quantitative approach was employed, utilizing independent samples t-test and Revenue to Cost (R/C) ratio analysis. Sample size was determined using Slovin's formula based on uniform criteria of flock size, age, and cage dimensions, resulting in a minimum requirement of 385 hens. To improve accuracy, 2952 Lohmann Brown hens (35–54 weeks old) were used, distributed equally in two cages of 1476 hens each. Key performance indicators included Hen Day Production (HDP), egg mass (g/hen/week), Feed Conversion Ratio (FCR), and net income. The results showed that Feed B provided better performance across all metrics. HDP for Feed B reached 91.49%, higher than Feed A at 88.75%. Total egg mass produced per cage for Feed B was 1638 kg, exceeding Feed A at 1554 kg. Feed B also recorded a more favorable FCR (2.14 vs. 2.25), indicating more efficient feed utilization. Economically, although Feed B was slightly more expensive (IDR 6,352/kg) than Feed A (IDR 6,268/kg), it generated a higher net income of IDR 6,434,870 for the total flock (2952 hens) over the study period. The R/C ratio for Feed B was 1.21, compared to 1.15 for Feed A, indicating relatively greater profitability. These findings suggest that Feed B is a more efficient and economically advantageous option for commercial layer operations aiming to optimize productivity and returns.
Pengembangan Potensi UMKM Sandal & Sepatu: Keterlibatan Produsen, Agen, dan Konsumen di Kelurahan Mulyaharja Kuntari, Wien; Sastrawan, Uding; Manalu, Doni Sahat Tua; Sebayang, Veralianta br; Lidya, Leni; Ristianingrum, Anita; Warcito, Warcito; Nurlela, Nurlela; Dewi, Intani; Rahmasari, Liisa Firhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.975

Abstract

This community service activity aims to support the development of the potential of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the sandal and shoe sector in Mulyaharja Village, Bogor City, through empowering producers, agents, and consumers. Through a participatory approach, this program involves innovative production training, strengthening distribution networks, and increasing consumer understanding of local products. The results of the community service show that the active involvement of producers in improving product quality, agents in expanding market access, and consumers in providing constructive feedback can increase the competitiveness and sustainability of MSMEs. Digital technology support is also implemented to help market and brand products more widely. The collaboration between these three main components shows that the development of MSMEs in Mulyaharja Village not only has an impact on local economic growth, but also on improving the skills and independence of the local community. It is hoped that the results of this activity can continue and become a model for the development of MSMEs in other areas.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor sandal dan sepatu di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, melalui pemberdayaan produsen, agen, dan konsumen. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan pelatihan produksi yang inovatif, penguatan jaringan distribusi, dan peningkatan pemahaman konsumen terhadap produk lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif produsen dalam peningkatan kualitas produk, agen dalam perluasan akses pasar, serta konsumen dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. Dukungan teknologi digital juga diimplementasikan untuk membantu pemasaran dan branding produk secara lebih luas. Kolaborasi antara ketiga komponen utama ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM di Kelurahan Mulyaharja tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat setempat. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi model bagi pengembangan UMKM di wilayah lain.