Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Shalat Khusyuk Meningkatkan Kebahagiaan pada Family Caregiver Pasien Stroke Futyhat Nikmatul Millah; Qurotul Uyun; Rr. Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art2

Abstract

ABSTRACTThis research aims to observe the effectiveness of the devout prayer training to improve the happiness of the family caregiver of the patients with stroke. Eight caregivers of patients with stroke were involved in this research. The subject was divided into two groups: experimental group (n= 4) and control group (n = 4). The research design used was pretest-post test control group design measured by three times (pretest, post test, and follow-up within two weeks). The measurement tools used in this research was the scale of happiness by Seligman. The result of the research showed a significant improvement in the happiness score in the family caregiver of the patients with stroke after given the treatment in the form of the devout prayer training.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan shalat khusyuk untuk meningkatkan kebahagiaan pada family caregiver pasien stroke. Delapan orang caregiver pasien stroke terlibat dalam penelitian ini. Subjek terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (n = 4) dan kelompok kontrol (n = 4). Rancangan penelitian yang digunakan adalah prates paskates control group designdan diukur sebanyak tiga kali (prates, pasca tes, dan tindak lanjutselama dua minggu). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah skala kebahagiaan oleh Seligman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor kebahagiaan yang signifikan pada family caregiver pasien stroke setelah diberikan perlakuan berupa pelatihan shalat khusyuk.
PENGARUH PELATIHAN KEBERSYUKURAN TERHADAP PENERIMAAN ORANG TUA PADA ANAK RETARDASI MENTAL Windarti Aji; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Jurnal Psikologi Integratif Vol 1, No 1 (2013): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.129 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2013.%x

Abstract

This study aims to determine whether there training of gratitude effect to increase acceptance of parents of mentally retarded children. The hypothesis this study is be influence training of gratitude in improving acceptance of parents terhadap children with mental retardation. Subjects in this study were five parents of children with mental retardation and had the reception was to very low. Measuring instruments used are revenue parent scale. The research method used was a quasi-experimental design with non-equivalent group design. T test using the Mann-Whitney U Test. Analysis showed a significant difference in post-test results of the experimental group and the control group with Z = -2.619 and p = 0.009 or p <0.05. The data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a level of acceptance of parental toward children with mental retardation in the experimental group by highly significant between before treatment (pretest) and after the treatment (post-test) with Z = -2.032 and p = 0.042 or p <0.05. In contrast to the control group there was no difference in the level of acceptance of the parents at the time of pre-test and post-test. Different test using the Mann-Whitney U Test indicating showed a significant difference in post-test results of the experimental group and the control group with Z = -2.619 and p = 0.009 or p <0.05. It can be concluded that this hypothesis is accepted.
EFEKTIVITAS PELATIHAN MEDITASI PERNAFASAN DALAM MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA PENDUKUNG SEBAYA ODHA Fella Fendina; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Jurnal Psikologi Integratif Vol 6, No 1 (2018): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.188 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.v6i1.1470

Abstract

Stress is particularly at risk for physical condition, psychological, and productivity of ODHA's peer support. This research aims to determine the effectiveness of breathing meditation training to reduce stress level on ODHA's peer support. The research was conducted at Yogyakarta X foundation on 14 peer supporters which divided into two groups, namely group of experimental and group of control. This research used Quasi Experimental Pretest-Posttest Control Group Design. Research data will be analyzed using ANAVA MIX statistical technique. The result showed there was a significant differentiation between the experimental group and the control group. From this research also known that the Effect Size of breathing meditation training on stress decrease equal to 64%. Thus it can be stated that breathing meditation training is effective in reducing stress on peer support of ODHA. Keywords : Stress, Breathing Meditation, Peer Support of ODHA 
Komunitas Sehati (Sehat Jiwa dan Hati) Sebagai Intervensi Kesehatan Mental Berbasis Masyarakat Yudi Kurniawan; Indahria Sulistyarini
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2016): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Airlangga University Press, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.667 KB) | DOI: 10.20473/jpkm.V1I22016.112-124

Abstract

World Federation of Mental Health (WFMH) sebagai bagian dari World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa masalah kesehatan mental tidak lagi dilihat secara individual, namun harus diintervensi dalam skala makro/sistem. Oleh karena itu, pengetahuan praktis mengenai kesehatan mental selayaknya juga dipahami oleh masyarakat. Partisipan dalam penelitian aksi ini adalah masyarakat Pedukuhan X di Kecamatan Moyudan, Sleman, D.I. Yogyakarta. Tujuan penelitian aksi ini adalah membentuk komunitas masyarakat sehat jiwa dan hati (SEHATI) yang bisa mendeteksi gejala awal masalah kejiwaan dan dapat segera melaporkannya kepada profesional kesehatan mental di Puskesmas. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan dengan melibatkan keluarga pasien dan perangkat pedukuhan (tokoh masyarakat dan pengelola pendidikan). Intervensi dilakukan dengan teknik psikoedukasi yang dibagi dalam tiga materi untuk tiga kelompok berbeda. Hasil utama Penelitian aksi ini adalah pembentukan kader kesehatan mental yang bertugas membantu profesional kesehatan mental di Puskesmas. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan rutin untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan mental.
Pelatihan Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Caregiver Skizofrenia Anisa Fitriani; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver skizofrenia. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri atas dua puluh caregiver laki-laki dan perempuan berusia 47-63 tahun yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pengukuran kualtias hidup dengan skala World Health Organization of Quality of Life-BREF. Data dianalisis menggunakan anava campuran untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup kelompok eksperimen dan kontrol saat prates, paskates, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada skor kualitas hidup kelompok eksperimen setelah diberi pelatihan regulasi emosi. Skor kualitas hidup mengalami peningkatan kembali saat pengukuran tindak lanjut, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup caregiver skizofrenia.
HUBUNGAN ANTARA KETERBUKAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG TINGGAL TERPISAH Indah Ria Sulistya Rini
Psycho Idea Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.455 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v7i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara keterbukaan diri dengan penyesuaian perkawinan pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah. Subjek penelitian ini adalah pasangan suami istri yang tinggal berjauhan dengan rentang usia 24-58 tahun, total subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 80 pasangan suami istri yang terdiri dari 40 orang wanita (istri) dan 40 orang pria (suami). Data penelitian ini dikumpulkan dengan dua skala penelitian yaitu skala penyesuaian diri dan skala keterbukaan diri yang dibuat sendiri oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dari Pearson yang diolah dengan menggunakan fasilitas komputer program SPSS 11.5 for windows. Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka dapat disimpulkan bahwa baik pada istri ataupun suami, keterbukaan diri memiliki korelasi yang kuat dengan penyesuaian perkawinan. Pada suami, antara keterbukaan diri dengan penyesuaian perkawinan menunjukkan korelasi yang kuat dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,266 dengan nilai p = 0,048 atau p
MENGENALI GEJALA DAN PENYEBAB DARI CONDUCT DISORDER Indah Ria Sulistya Rini
Psycho Idea Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.63 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i1.194

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang Conduct disorder atau gangguan perilaku yang biasanya lebih sulit dideteksi dibanding jenis kebutuhan khusus lainnya. Sulitnya melakukan deteksi terhadap gangguan perilaku ini bukan hanya dikarenakan karakteristik dari populasi gangguan emosi dan perilaku ini yang beraneka ragam dan tipe penyimpangan yang berbeda-beda, namun juga karena kurangnya pemahaman masyakat tentang gejala dari gangguan perilaku ini. Sekalipun sulit untuk mengenali gangguan perilaku pada anak namun tetap harus ada upaya untuk melakukan deteksi lebih awal terhadap munculnya gangguan perilaku ini. Deteksi terhadap gangguan perilaku dimaksudkan sebagai suatu usaha seseorang, baik itu orang tua, guru atau masyarakat pada umumnya untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami kelainan atau penyimpangan baik secara fisik, intelektual, sosial, emosional maupun tingkah laku dalam pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Salah satu cara untuk membantu kita dalam melakukan deteksi adalah dengan memahami terlebih dahulu pengertian, gejala dan penyebab dari conduct disorder itu sendiri. Kata Kunci : Conduct disorder/Gangguan perilaku
Positive thinking training for improving self-acceptance of children in correctional facility Putri Nabila Bilicha; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 10 No. 2 (2022): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.997 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v10i2.16557

Abstract

Conflicting with the law will make them feel a lot of pressure and psychological changes like shame, regret, and unable to accept themselves. If they have positive thinking, they will easily accept their condition. This study aimed to observe the effect of positive thinking training in improving the self-acceptance of juveniles who were undergoing a period of correctional program. The subjects of this study included 24 juveniles at Class I Juvenile Correctional Facility Kutoarjo, all male aged 14-17 years with a minimum educational level of primary school, a minimum of 1-month correctional program, and first-time criminal sentence. Self-acceptance was measured using the RISA self-acceptance scale (2014). The research method used was an experimental method with the pretest posttest with control group design. The results of this study indicated that self-acceptance score of the subjects in the experimental group has increased after they received positive thinking training. It can be seen from the increase of the mean score from 33.58 with SD = 3,919 in the pre-test to 41.42 with SD = 6,259 in the post-test. It’s means that positive thinking training can effectively increase self-acceptance of children in LPKA Class I Kutoarjo.
Terapi Relaksasi untuk Menurunkan Tekanan Darah dan Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Indahria Sulistyarini
Jurnal Psikologi Vol 40, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.893 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.7064

Abstract

The aim of this study was to investigate the effect of relaxation training on blood presure and quality of life among patients with hypertension. The hypothesis of this study is stated that there is an influence of relaxation training to blood presure and quality of life among patients with hypertention. The quality of life was measured by using quality of life scale based on aspect from WHOQOL (1998). An experimental method used was a pre-posttest control group design. The data was analyzed by using anava mixed design and an independent samples of t-test was followed by analysis of covariance to test the difference of mean sistolic and diastolic blood pressure between treatment groups both experiment and control group. The calculations and analysis were performed by using SPSS 17.0 for windows. The results indicate a significant decrease of sistolic blood pressure (t=–9,213, p
Positive Religious Coping dan Kesepian Selama Masa Pandemi COVID-19 Hening Mahardika; Indahria Sulistyarini
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.58 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4883

Abstract

Abstract. The COVID-19 pandemic has a direct and indirect impact on a person's life. Loneliness is one of the negative impacts that may occur due to the COVID-19 pandemic. Loneliness is a condition where a person has no friends or is isolated from the community. Loneliness can have some very detrimental effects. One of the factors that can affect loneliness is positive religious coping. The purpose of this literature study was to determine the relationship between loneliness and positive religious coping during the COVID-19 pandemic. This research was conduct using a literature review method. Based on a literature review from several sources, it was found that positive religious coping was negatively related to loneliness during the COVID-19 pandemic. Which means, if someone has a high positive religious coping then he will have a low level of loneliness. Abstrak. Pandemi COVID-19 memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung untuk hidup seseorang. Kesepian adalah salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi akibat pandemi COVID-19 ini. Kesepian merupakan keadaan dimana seseorang tidak memiliki teman atau sedang terisolasi dari komunitas. Kesepian dapat menimbulkan beberapa dampak negatif yang sangat merugikan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesepian adalah positive religious coping. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan positive religious coping dan kesepian selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode literatur review. Berdasarkan penelusuran literatur dari beberapa sumber, didapatkan hasil bahwa positive religious coping berhubungan negatif dengan kesepian seseorang selama pandemi COVID-19. Artinya, jika seseorang memiliki positive religious coping yang tinggi maka ia akan memiliki tingkat kesepian yang rendah.