Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Ibu Pilihan Binaan Yayasan Rumpun Nurani Noor Fitri; Yuni Windarti; Rr. Indahria Sulistyarini
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 04, Issue 02, September 2022
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol4.iss2.art2

Abstract

Yayasan Rumpun Nurani (YRN) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berjuang mengembangkan dan menguatkan sumber daya manusia melalui pendidikan, sosial, dakwah dan ekonomi. Salah satu visi misi YRN yaitu meningkatkan kesejahteraan umat yang diemban oleh Departemen Ekonomi. Departemen Ekonomi memiliki kelompok dampingan ibu tunggal dan ibu penopang ekonomi keluarga bernama Komunitas Ibu Pilihan (KIP). Ibu tunggal yang belum memiliki kesadaran berkegiatan ekonomi serta ibu penopang ekonomi keluarga berbasis UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang diharapkan mampu menghidupi dan mencukupi ekonomi keluarga merupakan tantangan tersendiri bagi YRN. Selanjutnya misi peningkatan kesejahteraan ekonomi umat diwujudkan dengan menggerakkan wadah penjualan produk berkualitas dari komunitas keluarga YRN dan KIP di bawah naungan Nunshop. Potensi Nunshop dalam menggerakkan ekonomi cukup besar. Produk-produk yang dijual – baik makanan maupun non makanan sangat berkualitas. Hanya saja, saat ini volume penjualan Nunshop masih terbilang kecil. Ketersediaan produk berkualitas sesuai konsep sehat yang diusung oleh Nunshop masih minim. Keterbatasan sumber daya manusia (produksi, marketing dan keuangan) menjadi kendala. Kondisi pandemik yang menyebabkan perubahan pemasaran berbasis online dan teknologi juga menjadi masalah. Hal ini disebabkan karena terbatasnya SDM (para ibu) yang melek teknologi. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas diperlukan upaya pendampingan dalam hal peningkatan motivasi ber-UKM, peningkatan skill dan kualitas produksi pada komunitas serta pendampingan pemasaran produk berbasis teknologi. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan ekonomi ummat. Solusi yang diterapkan yaitu : (1) Peningkatan motivasi dan skill produk berkualitas berbahan alami, (2) Pendampingan pemasaran produk berbasis teknologi, dan (3) Peningkatan penjualan produk. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh UII bekerjasama dengan YRN telah berhasil memberikan motivasi ber-UKM serta meningkatkan jumlah produk. Program dan kegiatan ini dapat direkomendasikan menjadi program wilayah pemerintah Yogyakarta maupun nasional dalam pemberdayaan ibu tunggal dan ibu penopang ekonomi keluarga menjadi ibu yang tangguh, produktif serta melek teknologi dalam rangka penguatan ketahanan keluarga bangsa Indonesia. 
Peran Pelatihan Shalat Khusyuk dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Kiki Ramiza; Fuad Nashori; Rr. Indahria Sulistyarini
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v14i1.19258

Abstract

The purpose of this study was to observe the effect of solemn pray training against the level of anxiety of chronic renal failure patients that are undergoing hemodialysis. The number of participants was eight chronic renal failure patients that are undergoing hemodialysis for less than 1 year to 1,5 years. The participants were divided into two groups, which were experiment and control groups in which each group consist of four members. This study was conducted using the experimental design with the measurements prior to and after the training, and also the follow-up that was done two weeks after the training. The training has lasted three sessions (380 minutes). The level of anxiety was measured using the scale of DASS (Depression, Anxiety, and Stress Scale). The training module referred to the theory of “Menggapai Shalat Khusyuk” by Al-Ghazali. Results of the study indicated that there was a significant effect of solemn pray training against the level of anxiety after the training. This study showed that the training can be used as of the therapies for decreasing the anxiety level of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.
Efektivitas Pelatihan Kebersyukuran Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rinova Cahyandari; Fuad Nashori; Rr Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol7.iss1.art1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan kebersyukuran dalam meningkatkan kualitas hidup (kualitas hidup terkait kesehatan) pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di UPKPM Unit Kalasan. Responden dalam penelitian ini terdiri atas 12 pasien PPOK. Data diperoleh melalui kuesioner The St George Respiratory Questionnaire (SGRQ). Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen ipretest-posttest control group design). Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kualitas hidup antara kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) setelah dilakukan pelatihan kebersyukuran. Pelatihan kebersyukuran dapat meningkatkan skor kualitas hidup kelompok ekperimen. Pengujian hipotesis menggunakan uji Mann Whitney dan ditemukan hasil bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal tersebut berarti bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup di antara kedua kelompok tersebut baik pada pra- pascates maupun pra-tindak lanjut Pelatihan kebersyukuran dapat meningkatkan kualitas hidup pasien PPOK setelah dilakukan pelatihan hingga pada tahap tindak lanjut (dua minggu setelah pelatihan berakhir). Kata Kunci: pelatihan kebersyukuran, kualitas hidup, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Efektifitas Pelatihan Kebersyukuran Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup pada Pasien Hipertensi Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss1.art1

Abstract

Gratitude training is one of the Islamic intervention that is able to improve quality of life in hypertension patients. It applied quasy experimental design with pretest-posttest with control group design. Participants consist of 23 hypertension patients and at least diagnosed for 1 year. The result showed that gratitude training able to improved quality of life in hypertension patients. This indicated by increasing the score of quality of life in experiment group (MD = -18.833, p = 0.000 on pretest to posttest; MD = -28.417, p = 0.000 on pretest to follow up). MD’s negative value indicates that the mean score of the quality of life during posttest and follow up was higher than the mean score during pretest. It means gratitude training can be used to improve quality of life in hypertension patients. So it can also a companion to medical intervention.
Promoting resilience among family caregiver of cancer through Islamic religious coping Saputro, Iswan; Nashori, Fuad; Sulistyarini, Rr. Indahria
Indigenous Vol 6, No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i2.13581

Abstract

The burden of the family caregivers in providing care to family members who have cancer can reduce resilience. This study aimed to evaluate the effectiveness of religious coping training to enhance the resilience in the sample of family caregivers of cancer disease. Eight family caregivers of cancer disease participated in this study. The participants were divided into intervention group (n = 4) and control group (n = 4). The pre-test post-test control group design was used in this study as the research design and assessed at three points (pre-intervention, post-intervention, and 2-week follow-up). The participants completed the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to assess any changes in resilience. An intervention module was prepared based upon Pargament, Smith, Koenig, and Perez (1998) and modified using Islamic coping strategies based upon the positive religious coping concept. The results showed that the intervention group participants reported a significant increase in resilience compared with the control group. Participants also reported positive changes in interpreting the role of family caregivers. This study discussed the implications and limitations of the finding.
The effect of dhikr therapy to reduce psychopathological symptoms among patients with hypertension Uyun, Qurotul; Prameswari, Riska; Sulistyarini, Indahria; Jaufalaily, Nahdhata; Kurniawan, Irwan Nuryana
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 26 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v26i2.3816

Abstract

This study aimed to examine the effect of dhikr therapy on reducing psychopathological symptoms. A total of 18 hypertensive patients, who were separated into two groups, including experimental and control, were selected as the participants. The experimental group (n = 9) received the therapy, while the control group (n = 9) was sent to the waiting list. All participants were given Brief Symptoms Inventory (BSI) to measure psychopathological symptoms before the therapy (pretest), after therapy (posttest), and during a two-week follow-up test. Data analysis using the Mann-Whitney U showed a substantial reduction in the symptoms with Z = -3.339 and p = 0.000. The results supported the hypothesis that dhikr therapy improved psychopathological symptoms. In conclusion, this study suggested that spiritual therapy played an important role in reducing psychological symptoms. Keyword: Dhikr therapy; psychopathological symptom.
Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Subjektif Orang dengan Hipoertensi Esensial Dwi Widarna Lita Putri, Qurotul Uyun, Indahria Sulistyarini
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.814 KB) | DOI: 10.26623/philanthropy.v1i1.675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif orang dengan hipertensi. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 subjek yang mengalami hipertensi esensial. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kesejahteraan subjektif orang dengan hipertensi esensial yang mengikuti pelatihan regulasi emosi dengan orang dengan hipertensi esensial yang tidak mengikuti pelatihan regulasi emosi. Desain penelitian yang digunakan adalah control group design. Analisis kuantitatif menggunakan uji independen sample t-tes untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif pada kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan-pelatihan regulasi emosi dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan regulasi emosi. Hasil penelitian, berupa semua aspek kesejahteraan subjektif menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan, orang dengan hipertensi esensial pada kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dengan nilai tes akhir kesejahteraan subjektif yang berupa kepuasan hidup dengan nilai p=0,002 (P<0,01), afek positif dengan nilai p=0,03 (P<0,01) dan afek negatif dengan nilai P=0,005 (P<0,01).
Terapi Kognitif Perilaku untuk Mengurangi Episode Depresi Berat dengan Gejala Psikotik Yudi Kurniawan, Indahria Sulistyarini
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.986 KB) | DOI: 10.26623/philanthropy.v1i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Cognitive-Behavior Therapy terhadap penurunan intensitas episode depresi berat dengan gejala psikotik. Penelitian ini penting karena depresi telah menjadi ancaman kesehatan mental dan fisik di seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan single-case research design. Responden dalam penelitian ini adalah seorang pria yang mengalami episode depresi berat dengan gejala psikotik. Gejala depresi diukur dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Diagnosis diberikan setelah peneliti melakukan asesmen dengan metode observasi, wawancara, dan tes psikologi. Peneliti menentukan baseline kondisi psikologis subjek sebagai dasar penentuan intervensi/psikoterapi. Cognitive-Behavior Therapy diberikan kepada subjek dalam enam sesi intervensi, yang terdiri atas formulasi masalah, thought catching, testing realita, penghentian pikiran negatif, dan behavior activation. Peneliti menambahkan forgiveness technique untuk mengurangi perasaan bersalah pada diri subjek. Hasil intervensi psikologis menunjukkan ada penurunan intensitas gejala utama episode depresi berat dengan gejala psikotik pada subjek.
Implementasi Terapi Suportif Ekspresif dalam Mengembangkan Manajemen Emosi pada Perempuan dengan Gangguan Skizoafektif: Laporan Kasus Hafizah, Nurul; Sulistyarini, Rr Indahria
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.108935

Abstract

Individu yang mengalami skizoafektif menghadapi tantangan dalam menanggulangi gejala yang signifikan pada perubahan suasana hati dan gejala psikotik. Individu yang mengalami skizoafektif akan lebih sulit untuk memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain. Oleh sebab itu, penting bagi individu untuk dapat mengenali dan mengelola emosinya dengan meningkatkan kemampuan manajemen emosinya agar dapat mencapai fungsi psikologis yang optimal dengan cara yang lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan implementasi terapi suportif ekspresif dalam mengembangkan kemampuan manajemen emosi pada individu dengan gangguan skizoafektif. Asesmen pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan tes psikologi. Berdasarkan hasil asesmen subjek yang merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun memenuhi kriteria umum untuk diagnosis gangguan skizoafektif. Evaluasi pasca intervensi menunjukkan kemajuan manajemen emosi subjek skizoafektif, yang mencakup aspek pemahaman emosi, pengenalan pemicu emosi dan kesadaran diri terkait emosi.
PELATIHAN COPING RELIGIUS DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PENDERITA KISTA OVARIUM Amita, Nindy; Wahyuningsih, Hepi; Rini, Indahria Sulistya
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 18 No. 1 (2021): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2021.vol18(1).6610

Abstract

The research conducted by researchers aimed to determine how effective religious coping training was in reducing anxiety in patients with ovarian cysts. The hypothesis in this study is that there are differences in anxiety in the treated group. This can be seen from the pre-test, post-test, and follow-up. Thus, the treated group was more able to reduce anxiety in patients with ovarian cysts. The research design carried out by the researcher was a one-group pretest and posttest design. The scale used in the study was the SAI (State Anxiety Disorder) scale. Data analysis used the Wilcoxon test statistical technique. The results of the study proved that religious coping training was able to reduce anxiety in patients with ovarian cysts. The results showed that the pre-test and post-test sig was 0.043 and p <0.05. This result explains the difference between the pre-test and post-test scores. The changes in the participants' anxiety had given rise to changes before and after the training was given. The pre-test value with the follow-up value also has the same modifier, namely the sig value obtained is 0.043 and p <0.05. There are differences in research subjects' anxiety before being given training and after being given training given distance measurements for 2 weeks. The results of the hypothesis in this study were accepted, namely that there were differences in anxiety in the groups given treatment in this study. Keywords: Religious Coping, Anxiety, Ovarian Cysts ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pelatihan koping religius dalam menurunkan kecemasan pada pasien kista ovarium. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kecemasan pada kelompok yang diberi perlakuan. Hal itu dapat dilihat dari pre-test, post-test dan tindak lanjutnya. Dengan demikian, kelompok yang diobati lebih banyak dapat mengurangi kecemasan pada pasien dengan kista ovarium. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest design. Skala yang digunakan dalam penelitian adalah skala SAI (State Anxiety Disorder). Analisis data menggunakan teknik statistik uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelatihan koping religious mampu menurunkan kecemasan pada pasien kista ovarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pre-test dan post-test sig sebesar 0,043 dan p <0,05. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara nilai pre-test dan post-test. Perubahan kecemasan peserta sendiri telah memberikan perubahan sebelum pelatihan dan setelah pelatihan diberikan. Nilai prates dengan nilai follow up juga memiliki modifikator yang sama yaitu diperoleh nilai sig sebesar 0,043 dan p <0,05. Terdapat perbedaan subjek penelitian kecemasan sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberi perlakuan diberikan pengukuran jarak selama 2 minggu. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima. Kata Kunci: Koping Religius, Kecemasan, Kista Ovarium