Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Techno-Economic Analysis of Extractive Butanol Fermentation by Immobilized Cells with Large Extractant Volume Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum; Zhao, Tao; Gao, Ming; Tashiro, Yukihiro; Sakai, Kenji; Sonomoto, Kenji
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.755 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i2.337

Abstract

There are several challenges for ABE fermentation to be used in an industrial scale including the low of butanol yield, the high energy requirement for separation and purification, and the competeness of sugar with food demand as substrat. In this study, techno-economical aspects of ABE fermentation by using immobilized cells with large extractant volume were studied. Overall production process was designed using rice straw as raw material which is semi-hydrolyzed to produce cellobiose, glucose, xylose, and arabinose mixture. Concentrated sugar was then fed to extractive fed-batch fermentation using immobilized cells. Finally, extractant was recovered and products were purified by distillation column. By evaluating this process design for the small scale capacity of 238 kg-butanol and acetone/day, the energy requirement was 41.3 MJ/kg-butanol and acetone and the cost was 1.91 $/kg-butanol and acetone. Although the cost was higher than butanol produced by petrochemical process of 1.08 $/kg-butanol, it may reduce if the scale is increased.
PENGARUH PERENDAMAN, WAKTU DAN KETEBALAN PADA PENGERINGAN JAHE PUTIH (Zingiber officinale var. Amarum) MENGGUNKAN TRAY DYER DAN SOLAR DRYER Wardhani, Maharani Tri; Fadilah, Siska Nuri; Prastika, Andika; Arimbawa, I Made; Khamil, Achri Isnan; Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.503

Abstract

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah dengan tingkat produksi tertinggi di Indonesia. Jahe termasuk bahan yang mudah rusak dan tidak tahan lama, salah satu cara pengolahan jahe adalah dengan metode pengeringan untuk menjaga kualitas jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap kadar air, pengaruh waktu dan dimensi ketebalan jahe terhadap laju pengeringan. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer dan pengeringan konvensional menggunakan sinar matahari (solar drying). Penelitian ini menggunakan variabel waktu perendaman 10, 15, 20, 25 jam, waktu pengeringan 60, 90, 120 dan 150 menit serta variabel ketebalan bahan 2, 4, 6, dan 8 mm. Hasil penelitian menunjukkan kadar air terendah sebesar 1.0785 g didapatkan saat perendaman 25 jam. Laju pengeringan optimum menggunakan tray dryer sebesar 0,433 g/menit pada waktu 60 menit dan ketebalan 2 mm. Laju pengeringan optimum menggunakan solar dryer didapatkan saat pengeringan selama 90 menit yaitu 0,167 g/menit dan ketebalan 2 mm sebesar 0,133 g/menit. Kualitas pengeringan menggunakan tray dryer lebih baik jika dibandingkan dengan solar dryer ditinjau dari warna dan tingkat kekeringan jahe. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan jahe secara efisien.