Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Metode Baru Perhitungan Viskositas Intrinsik Dan Berat Molekul Polihidroksialkanoat Untuk Produksi Plastik Biodegradable Zikrillah, M.; Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Batuthoh, M. Wildan Ibnu; Khamil, Achri Isnan
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ipteks.v8i2.17700

Abstract

Polyhydroxyalkanoates (PHA) merupakan jenis polimer yang termasuk dalam plastik biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan viskositas intrinsik dan berat molekul dari Polihidroksialkanoat menggunakan metode Mark-Houwink. PHA dengan kosentrasi 0.1,0.2,0.3,0,4 gr/ml diumpankan ke dalam labu ukur yang berisi larutan kloroform (CHCl 3 ) dengan konsentrasi 50 ml lalu diaduk selama 4 jam, Setelah itu larutan dialirkan ke dalam kolom viskometer dengan kisaran waktu 1 menit. Berat molekul diukur dengan menggunakan metode Mark-Houwink. Hasil berat molekul yang diperoleh sebesar 621266.881 g/mol.  
SIMULASI KENAIKAN KAPASITAS PRODUKSI GULA PADA PROSES KARBONATASI DI PT. INDUSTRI GULA GLENMORE MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Widjaja, Arief; Firmansyah, Arfian Alwi; Karima, Nur
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.192 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.39521

Abstract

PT Industri Gula Glenmore (PT. IGG) merupakan salah satu industri gula di Indonesia yang menggunakan metode defekasi remelt karbonatasi (DRK) pada proses pemurnian nira. Dalam beberapa tahun ke depan, PT IGG berencana menaikkan kapasitas produksi sebesar 8.000 ton/hari dari kapasitas semula sebesar 6.000 ton/hari. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menyimulasikan peningkatan produksi gula dari 6.000 menjadi 8.000 ton/hari dengan menganalisis neraca massa dan neraca energi dan mensimulasikannya menggunakan software Aspen Plus V11. Proses yang disimulasikan dalam studi ini berfokus pada kinerja karbonator. Hasil penghitungan kapasitas 6.000 ton/hari menunjukkan massa keluar dan energi yang dibutuhkan (∆H) pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 72.766,20 kg/jam dan -1.828,32 kkal/jam. Sedangkan pada kapasitas 8.000 ton/hari, massa keluar dan energi yang dibutuhkan pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 97.015,61 kg/jam dan -2.441,30 kkal/jam. Simulasi menggunakan aspen plus menunjukkan hasil dengan selisih perbedaan yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan penghitungan neraca massa dan energi. Dari studi ini, simulasi peningkatan produksi gula akan berguna untuk mempermudah proses desain karbonator pada kenaikan kapasitas produksi atau penggantian metode pemurnian.
Optimalisasi Hidrolisis Air Subkritis Biomassa Ampas Tebu Berbantuan Surfaktan untuk Produksi Gula Reduksi Muharja, Maktum; Widjaja, Arief; Fadhilah, Nur; Darmayanti, Rizki Fitria; Fadilah, Siska Nuri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i3.53403

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang menimbulkan banyak masalah mendorong peneliti untuk mengembangkan energi terbarukan. Ampas tebu sebagai limbah pertanian yang melimpah di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produksi gula reduksi yang merupakan produk antara dari biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrolisis air subkritis ampas tebu menggunakan surfaktan Tween 80 untuk mengoptimalkan total perolehan gula reduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental kuantitatif. Analisa data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Proses air subkritis dioptimalkan dengan memvariasikan kondisi operasi suhu 130-170°C, waktu 30-60 menit, dan konsentrasi aditif 1-3%. Optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk memahami perilaku faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi konsentrasi gula reduksi. RSM ditentukan dengan menggunakan software Design-Expert V11. Hasil penelitian menunjukkan total gula reduksi tertinggi yaitu sebesar 470.6444 didapatkan pada variasi suhu 170°C, selama 30 menit, dan konsentrasi surfaktan 2%. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode air subkritis dengan penambahan aditif dapat dipertimbangkan untuk produksi biofuel dari limbah ampas tebu dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.
Techno-Economic Analysis of Extractive Butanol Fermentation by Immobilized Cells with Large Extractant Volume Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum; Zhao, Tao; Gao, Ming; Tashiro, Yukihiro; Sakai, Kenji; Sonomoto, Kenji
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.755 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i2.337

Abstract

There are several challenges for ABE fermentation to be used in an industrial scale including the low of butanol yield, the high energy requirement for separation and purification, and the competeness of sugar with food demand as substrat. In this study, techno-economical aspects of ABE fermentation by using immobilized cells with large extractant volume were studied. Overall production process was designed using rice straw as raw material which is semi-hydrolyzed to produce cellobiose, glucose, xylose, and arabinose mixture. Concentrated sugar was then fed to extractive fed-batch fermentation using immobilized cells. Finally, extractant was recovered and products were purified by distillation column. By evaluating this process design for the small scale capacity of 238 kg-butanol and acetone/day, the energy requirement was 41.3 MJ/kg-butanol and acetone and the cost was 1.91 $/kg-butanol and acetone. Although the cost was higher than butanol produced by petrochemical process of 1.08 $/kg-butanol, it may reduce if the scale is increased.
PENGARUH PERENDAMAN, WAKTU DAN KETEBALAN PADA PENGERINGAN JAHE PUTIH (Zingiber officinale var. Amarum) MENGGUNKAN TRAY DYER DAN SOLAR DRYER Wardhani, Maharani Tri; Fadilah, Siska Nuri; Prastika, Andika; Arimbawa, I Made; Khamil, Achri Isnan; Darmayanti, Rizki Fitria; Muharja, Maktum
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.503

Abstract

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah dengan tingkat produksi tertinggi di Indonesia. Jahe termasuk bahan yang mudah rusak dan tidak tahan lama, salah satu cara pengolahan jahe adalah dengan metode pengeringan untuk menjaga kualitas jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap kadar air, pengaruh waktu dan dimensi ketebalan jahe terhadap laju pengeringan. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer dan pengeringan konvensional menggunakan sinar matahari (solar drying). Penelitian ini menggunakan variabel waktu perendaman 10, 15, 20, 25 jam, waktu pengeringan 60, 90, 120 dan 150 menit serta variabel ketebalan bahan 2, 4, 6, dan 8 mm. Hasil penelitian menunjukkan kadar air terendah sebesar 1.0785 g didapatkan saat perendaman 25 jam. Laju pengeringan optimum menggunakan tray dryer sebesar 0,433 g/menit pada waktu 60 menit dan ketebalan 2 mm. Laju pengeringan optimum menggunakan solar dryer didapatkan saat pengeringan selama 90 menit yaitu 0,167 g/menit dan ketebalan 2 mm sebesar 0,133 g/menit. Kualitas pengeringan menggunakan tray dryer lebih baik jika dibandingkan dengan solar dryer ditinjau dari warna dan tingkat kekeringan jahe. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan jahe secara efisien.