Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Program Living Values Education terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun Syaefani, Nurul; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i1.3739

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang ada pada anak-anak Kelompok B RA X, yaitu ketidakoptimalan kemampuan pemecahan masalah anak. Salah satu upaya yang dilakukan RA X yaitu dengan menerapkan nilai-nilai karakter anak sejak usia dini dengan menggunakan pendektan program Living Values Education. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif kuasi eksperimen lemah. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental design menggunakan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, mencakup seluruh siswa RA X kelompok B yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi dengan teknik analisis data uji Normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest 18,58 dan nilai rata-rata posttest 27,76 adanya peningkatan setelah diberikannya perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa program Living Values Education terhadap kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun kelompok B di RA X. Hal ini dapat dilihat dari Uji Mann-Whitney memperoleh hasil Sig.(2-tailed) 0,000<0,05. Dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan yang jelas dalam sebelum dan sesudah diberikan perlakuan sehingga efektif dalam penggunaan program Living Values Education untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia 5-6 Tahun di RA X. Abstract. This research was carried out based on suboptimal problem-solving abilities of children Group B RA X. One of the efforts made by RA X is to apply children's character values from an early age using the Living Values Education program approach. The research method used in this research is a weak quantitative quasi-experimental method. This research design is a pre-experimental design using a one group pretest-posttest design. This sampling technique research was a saturated sampling technique, covering all 26 students RA X group B. The data collection research is observation and documentation used the Normality test, Wilcoxon test, and Mann-Whitney test analysis techniques. The results showed that average pretest score was 18.58 and average posttest score was 27.76, an increase after the treatment was given. It can be concluded that the Living Values Education program affects problem solving abilities in children aged 5-6 years in group B at RA X. Mann-Whitney Test obtained Sig.(2-tailed) 0.000<0.05. It can be concluded that there is a clear difference in before and after treatment is given so that it is effective in using the Living Values Education program to improve the problem solving abilities of children aged 5-6 years in RA X.
Pengelolaan Kurikulum Merdeka Pembelajaran STEAM di Pos PAUD Anggrek Kota Bandung Meilani Dwi Cahya; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5074

Abstract

Abstrak. Kurikulum adalah komponen penting dalam pendidikan, yang diartikan sebagai program pembelajaran untuk siswa. Tanpa kurikulum, sekolah akan kesulitan menentukan arah pembelajaran, menjadikannya elemen esensial dalam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Kurikulum Merdeka, juga disebut Kurikulum Prototipe, merupakan kurikulum yang fleksibel. Penelitian ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran STEAM di Pos PAUD Anggrek (nonformal) untuk anak usia 5-6 tahun. Tujuan penelitian adalah memahami perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran STEAM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai narasumber. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dalam perencanaan, pendidik masih mengenal Kurikulum Merdeka dan belum sepenuhnya lepas dari Kurikulum 2013, sehingga terjadi kebingungan. (2) Pelaksanaan pembelajaran belum sesuai minat anak karena PAUD Anggrek masih beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka. (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan oleh guru. Penelitian ini menyoroti tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di lembaga nonformal. Abstract. Curriculum is an important component of education, defined as a learning program for students. Without a curriculum, schools will have difficulty determining the direction of learning, making it an essential element in education, from early childhood education to higher education. The Merdeka Curriculum, also called the Prototype Curriculum, is a flexible curriculum. This research discusses the implementation of Merdeka Curriculum in STEAM learning at Pos PAUD Anggrek (non-formal) for children aged 5-6 years. The research objective is to understand the planning, implementation, and evaluation of Merdeka Curriculum in STEAM learning. The research used a qualitative method with a case study, involving the principal and teachers as resource persons. Data were collected through observation, documentation, and interviews. The results showed: (1) In planning, educators still recognize the Merdeka Curriculum and have not completely separated from the 2013 Curriculum, resulting in confusion. (2) The implementation of learning has not matched children's interests because Anggrek PAUD is still adapting to the Merdeka Curriculum. (3) Learning evaluation is carried out through observation, documentation, and recording by the teacher. This research highlights the challenges of implementing the Merdeka Curriculum in non-formal institutions.
Implementasi Program Tafaqquh Fiddin dalam Mengembangkan Kemampuan Nilai Agama dan Moral Salwadya Nazhifah Ramadhani; Masnipal Marhun; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5099

Abstract

Abstrak. Orang tua menghadapi tantangan dalam melindungi anak dari pengaruh negatif yang mudah diserap. Sumber informasi dan hiburan yang berpotensi merugikan perkembangan anak menjadi perhatian utama, mengingat usia dini adalah masa terbaik untuk menstimulasi pendidikan agama dan moral. Selain itu, pendidikan di Indonesia dinilai kurang menekankan pembentukan karakter, budi pekerti, dan moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Tafaqquh Fiddin dalam mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, tenaga kependidikan, guru agama, wali kelas kelompok A, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program Tafaqquh Fiddin dilakukan melalui tiga tahap: (1) Persiapan, mencakup penyusunan rencana pembelajaran tahunan, semester, mingguan, dan harian; (2) Pelaksanaan, meliputi pembelajaran klasikal dan individual dengan metode seperti Qiro'ati, hafalan, bercerita, tanya jawab, dan permainan; (3) Penilaian berkelanjutan untuk mengukur perkembangan nilai agama dan moral anak. Program ini terbukti efektif mendukung perkembangan religious dan moral anak sesuai tahap perkembangan usia dini. Abstract. Parents face challenges in protecting their children from negative influences that are easily absorbed. Sources of information and entertainment that have the potential to harm children's development are a major concern, considering that early childhood is the best time to stimulate religious and moral education. In addition, education in Indonesia is considered to have less emphasis on character building, ethics, and morals. This study aims to analyze the implementation of the Tafaqquh Fiddin program in developing religious and moral values in children aged 4-5 years. The research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observations, interviews, and documentation from the principal, education personnel, religion teachers, homeroom teachers of group A, and parents of students. The results showed that the implementation of the Tafaqquh Fiddin program was carried out through three stages: (1) Preparation, including the preparation of annual, semester, weekly, and daily learning plans; (2) Implementation, including classical and individual learning with methods such as Qiro'ati, memorization, storytelling, questions and answers, and games; (3) Continuous assessment to measure the development of children's religious and moral values. This program is proven to be effective in supporting children's religious and moral development according to early childhood development stages.
Implementasi Metode Ummi Pada Pembelajaran Al-Qur’an di SMA Al-Muhajirin Muhamad Fauzi; Dedih Surana; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18364

Abstract

Abstract. The Umi method as the main material in compiling this work is reviewed from the aspects of the process and results as well as the advantages and disadvantages. The author chose qualitative as the basic method to complete the compilation of the Work which is obtained through documentation, interviews and observations. The objects are teachers, students and principals and several other sources. The results of this work are that in Al Muhajirin High School this method has been implemented for 13 years and has proven effective in improving students' skills in reading the Qur'an. In the process, teachers have very urgent duties and functions starting from preparing materials, such as tajwid and ghorib, and creating an organized and interesting learning experience. Students show high enthusiasm in learning, which strengthens their connection with the Islamic community. Observations show that teacher creativity in teaching is a key factor in the success of this method. The Ummi method is recommended for application in other educational environments because it has been proven to be able to improve understanding of the Qur'an effectively. Keywords: Al-Muhajirin High School, Educational Effectiveness, Qur'an Learning, Ummi Method Abstrak. Metode Umi sebagai bahan utama dalam penyusunan karya ini ditelaah dari aspek proses dan hasil serta kelebihan dan kekurangan. Penulis memilih kualitatif sebagai metode dasar untuk menyelesaikan penyusunan Karya yang mana di dalamnya untuk memperolehnya melalui dokumentasi, wawancara dan observasi. Objeknya yaitu guru komahasiswa dan kepala sekolah serta beberapa narasumber lain. Hasil karya ini bahwa di SMA Al Muhajirin metode ini sudah diimplementasikan selama 13 tahun dan terbukti efektif dalam rangka meningkatkan skill siswa aspek membaca Alquran. Dalam prosesnya guru memiliki tupoksi yang sangat urgent yang dimulai dari mempersiapkan materi, seperti tajwid dan ghorib, serta menciptakan pengalaman belajar yang terorganisir dan menarik. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar, yang memperkuat keterhubungan mereka dengan komunitas Islami. Observasi menunjukkan bahwa kreativitas guru dalam mengajar menjadi faktor kunci keberhasilan metode ini. Metode Ummi direkomendasikan untuk diterapkan di lingkungan pendidikan lain karena terbukti mampu meningkatkan pemahaman Al-Qur'an secara efektif. Kata Kunci: Efektivitas Pendidikan, Metode Ummi, Pembelajaran Al-Qur'an, SMA Al-Muhajirin
Peningkatan Kreativitas melalui Kegiatan Merangkai Puzzle Binatang dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Sri Widia Ningsih; Enoh; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6565

Abstract

Abstrak. Kreativitas adalah kegiatan berpikir di luar batas pemikiran normal manusia. Dari kreativitas mampu melatih mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode atapun imajenatif dan dapat memecahkan masalah, sehingga mampu melatih anak usia dini untuk meningkatkan kreativitas. Permainan Puzzle merupakan permainan yang menyusun potongan-potongan suatu gambar menjadi suatu bentuk gambar menjadi utuh.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Sejauh mana peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini”. Metode penelitian menggunakan metode pre-exsperimental dengan sampel sebanyak 21 anak di kelas one group pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase statistik independent. Sample Test nilai signifikan post-test kreativitas untuk hasil setelah diadakan tindakan yaitu 0,108>0,04 artinya data post-test kreativitas untuk one group yaitu H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Dengan nilai rata-rata dari kelas one group Mean = 39.60, standar deviasi 2.694, standar eror mean 754. H1 : diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ketika anak menerima perlakuan di kelas eksperimen one group, kapasitas kreativitasnya meningkat dan anak menunjukkan tanda-tanda perkembangan secara mandiri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa peningkatan kreativitas melalui kegiatan merangkai puzzle binatang dalam pembelajaran anak usia dini dapat membantu anak-anak di TK Al-Fitroh Cipaganti menjadi lebih kreatif. Abstract. Creativity is an activity of thinking beyond the limits of normal human thinking. From creativity, it is able to train the individual's mentality that gives birth to ideas, processes, methods or imagination and can solve problems, so that it can train early childhood to increase creativity. Puzzle games are games that arrange pieces of an image into a whole image. The purpose of this study was to determine "To what extent is creativity increased through animal puzzle assembly activities in early childhood learning". The research method used a pre-experimental method with a sample of 21 children in class one group pretest-posttest. Data were analyzed using SPSS 22. The results showed that the percentage of independent statistics. Sample Test significant value of post-test creativity for the results after the action was taken, namely 0.108> 0.04, meaning that the post-test creativity data for one group, namely H1 = There is a significant influence on increasing creativity in early childhood. With an average value of class one group Mean = 39.60, standard deviation 2,694, standard error mean 754. H1: accepted. Thus, it can be said that when children receive treatment in the one group experimental class, their creativity capacity increases and children show signs of independent development. Thus, it can be said that increasing creativity through animal puzzle assembly activities in early childhood learning can help children in Al-Fitroh Cipaganti Kindergarten become more creative.
Efektivitas Media Pop Up Book dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Pelajaran PAI Eka Wulandari Astriyanti; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i2.3058

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah kurangnya variasi media belajar yang menarik perhatian siswa. untuk menyikapi permasalahan tersebut dibutuhkan media belajar yang bervariasi sehingga permasalahan tersebut dapat diatasi, maka dari permasalahan tersebut penulis tertarik untuk menggunakan media Pop Up Book untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Adapun subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Citunggul yang berjumlah 36 siswa. Pendekatan dalam penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain One Group PreTest Post Test. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu media Pop Up Book, serta variabel terikat yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data hasil belajar berupa lembar tes. Teknik analisis data dilakukan dengan uji t (Paired T- test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Pop Up Book dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukan oleh uji hipotesis dengan nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0.000 < 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat dinyatakan bahwa ada efektivitas dari media Pop Up Book dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas V SDN Citunggul.
Kontribusi Teknik Permainan Balok Model Pengembangan Kreativitas Permainan Konstruktif dalam Perkembangan Berpikir Kreatif Denisa Agustin; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i2.3009

Abstract

Abstract. Block games are one of the games that can stimulate the development of creative thinking in early childhood. The ability to think creatively of children aged 5-6 years when playing blocks at X Kindergarten can be said to be still in the low category. This study aims to determine how the contribution of the Constructive Game Creativity Development (PKPK) model block game technique in the development of creative thinking in the aspects of fluency, flexibility, originality, and detail (elaboration) of children aged 5-6 years. This research uses quantitative methods with Pre-Experiment Design techniques in the form of One group Pretest-Posttest Design. The sample in this study was conducted to 12 group B students. Data collection techniques were carried out using the Figural Creativity Test (TKF) or circle test. The results of this study show the sig value (2-tailed) in all aspects of creative thinking has a value <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that the provision of block game techniques of the Constructive Games Creativity Development model (PKPK) contributes significantly to the development of creative thinking in young children. Abstrak. Permainan balok merupakan salah satu permainan yang dapat menstimulasi perkembangan berpikir kreatif anak usia dini. Kemampuan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun pada saat bermain balok di TK X dapat dikatakan masih dalam kategori masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi teknik permainan balok model Pengembangan Kreativitas Permainan Konstruktif (PKPK) dalam perkembangan berpikir kreatif pada aspek kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan keterincian (elaborasi) anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Pre Experiment Design dengan bentuk One group Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian ini dilakukan kepada 12 orang siswa kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) atau circle test. Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig. (2-tailed) pada seluruh aspek berpikir kreatif memiliki nilai < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian teknik permainan balok model Pengembangan Kreativitas Permainan Konstruktif (PKPK) memberikan kontribusi secara signifikan terhadap perkembangan berpikir kreatif pada anak kelompok eksperimen.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak pada Kegiatan Mengenal Huruf Abjad Melalui Media Loose Parts Dida Rahma Almira; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i2.3019

Abstract

Abstract. This study aims to improve children's cognitive abilities in activities to recognize alphabets through Loose Parts media at X Kindergarten. The research method used is classroom action research. This classroom action research uses a collaborative model because this model involves collaboration between teachers and researchers. The results of this study indicate that the result of an increase in children's cognitive ability in composing letter cards is 92.86%. In the stage of pronouncing the letters of the alphabet, there was an increase of 92.86%. In the stage of compiling Loose Parts media, there was an increase of 85.71%. Abstrak. Penelitian ini bertujuan Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Pada Kegiatan Mengenal Huruf Abjad Melalui Media Loose Parts di Taman Kanak-Kanak X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model kolaboratif karena model ini melibatkan kolaborasi antara guru dan peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil peningkatan dalam kemampuan kognitif anak dalam menyusun kartu huruf sebanyak 92,86%. Dalam tahap melafalkan huruf abjad terjadi peningkatan sebesar 92,86%. Dalam tahap menyusun media Loose Parts terjadi peningkatan sebesar 85,71%.