Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI ERA DIGITAL Hotni Sari Harahap; Ismail Marzuki; Irwansyah Irwansyah
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Merdeka Belajar dalam meningkatkan kompetensi guru di era digital, khususnya pada MAS Islamic Centre Medan. Kompetensi guru yang diteliti mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, serta kompetensi dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi, tuntutan terhadap kompetensi guru semakin meningkat, terutama dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam bagaimana program Merdeka Belajar diimplementasikan di lingkungan spesifik, dengan fokus pada pengalaman, persepsi, dan praktik sehari-hari guru. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur yang melibatkan guru, kepala madrasah, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung proses pembelajaran dan interaksi yang terjadi di kelas, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi dan mengkonfirmasi temuan dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Merdeka Belajar di MAS Islamic Centre Medan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam adaptasi teknologi dan metode pengajaran yang lebih kreatif.
METODE BIN-NADZAR SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR'AN DI MTS NURHASANAH MEDAN Abdul Khusin Ritonga; Hotni Sari Harahap; Irwansyah Irwansyah
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.1039

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi metode Bin-Nadzar sebagai strategi pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di MTs Nurhasanah Medan. Metode Bin-Nadzar merupakan teknik penghafalan yang menggabungkan pengamatan teks langsung dari mushaf dengan pengulangan berkali-kali untuk memudahkan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Fokus penelitian adalah pada proses penerapan metode, faktor pendukung dan penghambat, serta tingkat keberhasilan metode ini dalam meningkatkan kemampuan tahfidz siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Bin-Nadzar dilaksanakan dalam dua tahap utama. Tahap pertama adalah pembacaan Al-Qur'an dengan melihat mushaf, yang bertujuan memperbaiki pelafalan dan tajwid siswa. Tahap kedua adalah pengulangan hafalan, yang dilakukan dengan intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat daya ingat siswa hingga mampu menghafal tanpa melihat mushaf. Metode ini dinilai efektif karena memberikan siswa referensi visual yang mendukung ingatan visual, memfasilitasi pembelajaran yang lebih terstruktur, dan memungkinkan siswa memahami ayat secara mendalam sebelum menghafal.
Pengaruh Pendidikan Multikultural terhadap Sikap Toleransi Mahasiswa dengan Pemahaman Pluralisme sebagai Variabel Mediasi Nur Asyiah Siregar; Hotni Sari Harahap
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1354

Abstract

Students' tolerance remains a challenge in higher education institutions despite the diverse religious, ethnic, cultural, and social backgrounds of the academic community. This study aims to examine the effect of multicultural education on students' tolerance attitudes, the effect of multicultural education on pluralism understanding, the effect of pluralism understanding on tolerance attitudes, and the mediating role of pluralism understanding in the relationship between multicultural education and tolerance attitudes. A quantitative approach with an explanatory survey design was employed. The sample consisted of 76 students from Universitas Alwashliyah selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The findings reveal that multicultural education has a positive and significant effect on pluralism understanding (?=0.911; t=39.749) and tolerance attitudes (?=0.539; t=2.795). Pluralism understanding also has a positive and significant effect on tolerance attitudes (?=0.392; t=2.161) and partially mediates the relationship between multicultural education and tolerance attitudes (?=0.357; t=2.096). It can be concluded that strengthening multicultural education accompanied by enhanced pluralism understanding plays an important role in fostering students' tolerance in higher education.
Optimalisasi Peran Ibu sebagai Madrasah al-Ula melalui Pendekatan Partisipatif pada Kelompok Perwiritan Nur Hidayah Marindal Deli Serdang Nur Asyiah Siregar; Hotni Sari Harahap; Susanti Nirmalasari; Khairul Anwar; Hanifa Azmi
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.233

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, dan ibu menempati posisi sentral sebagai pendidik utama atau madrasah al-ula. Namun, tuntutan era digital serta anggapan bahwa pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah membuat fungsi ini belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu anggota Perwiritan Nur Hidayah, Perumahan Jagung, Marindal, dalam mengoptimalkan perannya sebagai pendidik utama keluarga menurut perspektif ilmu pendidikan Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember 2025–15 Maret 2026 menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahap: persiapan dan analisis situasi; penyampaian materi dan pelatihan; pendampingan dan implementasi; serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian indikator sebesar 84,62% dengan kategori sangat baik, mencakup keaktifan (88,46%), partisipasi diskusi (84,62%), pemahaman materi (84,62%), dan kesiapan implementasi (80,77%). Kegiatan ini membuktikan bahwa kelompok perwiritan berpotensi menjadi media pemberdayaan yang efektif, sekaligus menegaskan perlunya pendampingan berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan keluarga.
Human Resource Development Practices and Learning Quality: The Role of Teacher Digital Competence in Madrasah Education Hotni Sari Harahap; Aini Safitri; Nurhalimah Harahap; Lia Saniah; Dedi Pepriaman
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v7i3.187

Abstract

This study investigates how Human Resource Development (HRD) practices influence learning quality, with teacher digital competence positioned as a mediating factor in madrasah education in Medan City, Indonesia. The study employed a quantitative explanatory design with a cross-sectional survey approach. Data were collected from 212 madrasah teachers using structured questionnaires. The data were analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS to assess the measurement model, structural relationships, and mediation effect. The results show that HRD practices have a positive and significant effect on learning quality and teacher digital competence. Teacher digital competence also has a positive and significant effect on learning quality. Furthermore, the mediation analysis confirms that teacher digital competence partially mediates the relationship between HRD practices and learning quality. These findings indicate that HRD practices improve learning quality both directly and indirectly by strengthening teachers’ digital capabilities. study is limited to madrasah teachers in Medan City and uses a cross-sectional design, which may restrict generalizability and causal interpretation. Future research should involve broader geographical coverage, longitudinal data, and additional variables such as institutional support, leadership, or digital infrastructure. This study contributes to the HRD and educational technology literature by integrating HRD practices, teacher digital competence, and learning quality into a unified empirical model within the underexplored context of Indonesian madrasah education. The study highlights digital competence as a strategic mechanism through which teacher development programs enhance learning quality in religious-based educational institutions.
Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Kurikulum Pendidikan Modern: Tinjauan Teoritis dan Implikasi Pedagogis Hotni Sari Harahap
Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : DIKLINKO JOURNALS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64464/tarbiyah.v5i1.273

Abstract

Artikel ini mengkaji secara teoritis integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan modern melalui pendekatan studi pustaka (library research). Kajian ini diperlukan karena literatur pendidikan Islam kontemporer masih membahas model-model integrasi secara terpisah tanpa sintesis yang sistematis. Tiga rumusan masalah diangkat: (1) bagaimana landasan filosofis integrasi nilai Islam dalam pendidikan modern; (2) bagaimana model-model integrasi kurikulum berbasis nilai Islam yang berkembang dalam literatur; dan (3) apa implikasi pedagogis integrasi tersebut terhadap praktik pembelajaran. Sintesis teori dilakukan terhadap karya-karya tokoh seperti Ismail Raji al-Faruqi, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Fazlur Rahman, serta dua puluh dua literatur sekunder kontemporer tentang kurikulum integratif yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang eksplisit. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai Islam dalam pendidikan modern tidak bersifat dikotomis melainkan holistik, mencakup dimensi epistemologis, aksiologis, dan ontologis. Perbandingan sistematis menunjukkan bahwa Model Islamisasi Pengetahuan al-Faruqi, konsep ta'dib al-Attas, dan pendekatan rekonstruktif Rahman saling melengkapi pada dimensi konten, tujuan, dan metodologi, sehingga dapat disintesiskan menjadi Model Kurikulum Integratif Islam (IICM). Implikasi pedagogisnya mencakup reorientasi tujuan pembelajaran, redesain materi ajar, dan restrukturisasi metodologi pengajaran, meskipun penerapannya menghadapi tantangan institusional, ketersediaan bahan ajar, dan tekanan akuntabilitas berbasis capaian kognitif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teoritis kurikulum pendidikan Islam integratif yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia dan abad ke-21.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menyelaraskan Visi Misi dengan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Swasta Islam An-Nizam Medan Hotni Sari Harahap
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/x70vd635

Abstract

This study aims to examine the leadership strategies employed by the principal in aligning the school’s vision and mission with the implementation of the Merdeka Curriculum, enhancing teacher competencies, and identifying supporting and hindering factors at An-Nizam Private Islamic Junior High School in Medan. This field research employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques such as semi-structured interviews, direct observation, and documentation. The informants involved included the principal, the vice principal for curriculum, and the vice principal for student affairs. The results indicate that the principal aligns the school’s vision and mission by adjusting the school’s objectives while maintaining its Islamic identity, which is implemented through a Quran memorization program and the integration of technology. Teacher competencies are enhanced through training, seminars, and periodic academic supervision. Supporting factors include the principal’s commitment, teacher support, curriculum flexibility, and parental cooperation, while inhibiting factors are teachers’ resistance to adaptation, a lack of consistency in learning, and technological challenges. Thus, the principal plays a vital role in ensuring that the Merdeka Curriculum runs effectively and remains aligned with the institution’s strategic goals.