Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJARPKn MATERI MENGHARGAI KEPUTUSAN BERSAMA MELALUI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING KELAS V SD NEGERI 4 KARANGROWO KABUPATEN KUDUS SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Supomo, Supomo
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 7, No 1 (2017): Malih Peddas, Volume 7, Nomor 1
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v7i1.1761

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah metode pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PKn pada peserta didik kelas V SD Negeri Karangrowo 4 Kabupaten Kudus Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016 pada materi menghargai keputusan bersama. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini bersumber dari tes hasil belajar dan lembar observasi motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan peningkatan dengan ketercapaian indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas yaitu ketuntasan klasikal yang telah dicapai peserta didik sebesar 85%. Peningkatan rata-rata prestasi belajar PKn berdasarkan data awal rata-rata hasil belajar sebesar sebesar 62 pada siklus I sebesar 72 dan siklus II menjadi 79. Sedangkan untuk pencapaian ketuntasan belajar klasikal, kondisi awal sebesar 30% siklus I sebesar 65% dan siklus II sebesar 85%.
The Role of Knowledge Sharing, Job Stress, Mutations and Motivation in Improving Employee Performance Supomo, Supomo
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 12 No. 3 (2024): JIMKES Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v12i3.2617

Abstract

Organizations need to measure employee performance to determine the level of individual and organizational achievement, as well as a basis for career development, performance improvement, giving rewards and sanctions, and salary payments. Motivation is an important factor in encouraging employees to achieve organizational goals. However, motivating employees can be a challenge because each individual's preferences and motivational factors are different. Good mental health, where individuals are able to deal with stress and work productively, also play a role in performance. Employee transfers, which are based on leadership commitment and statutory regulations, can influence performance by placing employees in positions that are in accordance with their competencies. Knowledge sharing among employees, influenced by organizational culture and leadership support, can improve performance by facilitating access to information and experience. This article examines the influence of knowledge sharing, work stress, transfers, and motivation on employee performance.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Propolis dari Lebah Kelulut (Heterotrigona itama) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Wulandari, Dyah Tantri; Supomo, Supomo; Warnida, Husnul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9373

Abstract

One of the causes of infection is influenced by the occurrence of wounds. Treatment of infected wounds using antibiotics. But antibiotics causes resistance. Then another alternative material from natural ingredients is used, is Propolis from Heterotrigona itama bees. This study aims to determine the inhibition, MIC and MBC of Propolis methanol extract with concentrations of 10%,20%30%,40%,50% against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. Research uses experimental research with a non-probability sampling technique, purposive sampling. The extraction method uses methanol solvent maceration. Antibacterial test was carried out by disc diffusion method, positive control of 0.1% clindamycin, negative control of DMSO. The independent variable is the concentration of propolis methanol extract and the dependent variable is the inhibition zone formed and the MIC and MBC values. Analyzed statistically using the ANOVA. Propolis methanol extract inhibited Pseudomonas aeruginosa bacteria at concentrations of 10%:7.74mm, 20%:8.05mm, 30%:10.00mm, 40%:10.05mm, 50%:12,25mm, and can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 10%:7,05mm, 20%:8.00mm, 30%:10.20mm, 40%:11.15mm, 50%:12,05mm. MIC and MBC methanol extract of propolis on the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus of 100 mg/ml. Statistical test results showed that all concentrations of propolis methanol extract had a significant difference with the positive control of Clindamycin 0.1%.
ANALISIS PENGARUH VARIABEL PENGALAMAN KERJA, PELATIHAN, LINGKUNGAN KERJA, KOMPENSASI, DAN BEBAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN LAZ SOLOPEDULI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Supomo, Supomo; Sholahuddin, Muhammad; Isa, Muzakar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman kerja, pelatihan, kompensasi, lingkungan kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi, menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator pada variabel independen, moderating dan dependen memiliki validitas konvergen dengan nilai outer loading yang tinggi dan reliabilitas indikator memenuhi kriteria Composite Reliability. Model penelitian mampu menjelaskan 70,2% variasi kinerja karyawan. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengalaman kerja, pelatihan, pendanaan, lingkungan kerja, dan beban kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, moderasi komitmen organisasi hanya terbukti pada hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan.
Aktivitas Anti Jamur Fraksi Aktif Ekstrak Etanol Umbi Bawang Rambut (Allium Chinense G.Don) terhadap Jamur Candida Albicans Supomo, Supomo; Idriana, Idriana; Eka, Audinah; Indra, Indra; Huda, Miftahul; Warnida, Husnul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 4 No. 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.188

Abstract

AbstrakTumbuhan umbi bawang rambut (Allium chinense G.Don) memiliki efek sebagai antijamur karena mengandung metabolit sekunder seperti flavanoid, alkaloid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak umbi bawang rambut melalui proses fraksinasi menggunakan pelarut N-heksan, etil asetat, kloroform dan etanol-air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah umbi bawang rambut yang diperoleh di kampung Kelasan kecamatann Sungai Payang Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, metode uji aktivitas antijamur berdasarkan metode difusi cakram terhadap jamur Candida albicans dengan konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50%, dengan kontrol negatif DMSO 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi dari ekstrak etanol umbi bawang rambut memiliki aktivitas antijamur. Aktivitas antijamur fraksi etil asetat memberikan daya hambat yang paling besar terhadap Candida albicans diantara fraksi lainnya. Kata kunci:  candida albicans; Allium chinense G. Don; antijamur; fraksi AbstractAllium chinense has an antifungal effect because it contains secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids and saponins. The purpose of this research is to investigate the antifungal activity of Allium chinense extract through fractionation process using N-hexane solvent, ethyl acetate, chloroform and ethanol-water. The research is experimental research. Samples used are the Allium chinense found in  Kelasan Sungai Payang  Kutai Kartanegara. Using maseration method with 70% ethanol solvent, antifungal activity test method based on disc diffusion method on Candida albicans fungi with concentration of 5%, 10%, 25%, and 50%, with negative control of DMSO 50%. The results showed that all fractions of Allium chinense ethanol extract had antifungal activity. The antifungal activity of the ethyl acetate fraction provides the greatest resistance to Candida albicans among other fractions. Keywords:  candida albicans, allium chinense G. Don, antifungal, fraction
Uji Aktivitas Antibakteri EkstrakEtanol dan Fraksi Batang Kuning (Fibraurea Tinctoria Lour) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ariyanti, Lusi Mardika; Supomo, Supomo; Sa’adah, Hayatus; Syamsul, Eka Siswanto; Kintoko, Kintoko; Witasari, Hardi Astuti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.323

Abstract

Abstrak Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) merupakan tumbuhan khas yang dapat dijumpai di Kalimantan serta biasa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai obat gatal, penyakit kuning dan diare. Salah satu senyawa kimia yang terkandung dalam akar kuning adalah berberin yang berpotensi memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antivirus, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi tumbuhan Akar Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode disc diffusion. Ekstrak etanol difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan dan etilasetat, ekstrak dan fraksi yang telah didapat ditimbang dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol dan fraksi akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Aktivitas zona hambat terbesar yang terbentuk pada ekstrak etanol yaitu pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 9,18 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,16 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus sedangkan fraksi batang akar kuning yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu fraksi sisa. Staphylococcus aureus memiliki sensitifitas lebih tinggi terhadap akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) dari pada bakteri Escherichia coli. Kata kunci  : antibakteri, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour. Abstract Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) is typically plant that can be found in Kalimantan usually used by local people as itch medicine, jaundice and diarrhea. Berberin, one of the chemical compounds contained in the akar kuning, berberin has the potential to act as an anti-diabetic, antiviral, antibacterial, and anti-inflammatory. This study aimed to determine the activity of akar kuning as an antibacterial against Escherichia coli and Staphylococcus aureus using the disc diffusion method. Ethanol extract are fractionated using n-Heksan and Etilasetat solvents, the obtained of extract and fraction are weighed to 2,5%, 5% and 10%. Positive control antibacterial used amoxicillin and DMSO as negative control. The results showed that ethanol extracts and fraction of akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) are have potential to inhibited bacteria growth. The highest antibacterial activity that showed at 10% concentration of ethanol extract with diameter inhibition is 9,18 mm to Escherichia coli and 12,16 mm to Staphylococcus aureus while the fraction of akar kuning which has the stronger antibacterial activity to Escherichia coli and Staphylococcus aureus is the rest fraction. Staphylococcus aureus were more susceptible to akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) extract and fraction than Escherichia coli.Keywords:           antibacterial, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Baccaurea Lanceolata Fructus dengan Metode ABTS dan DPPH Rahman, Rauli Dimas Nur; Supomo, Supomo; Warnida, Husnul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 2 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v6i2.546

Abstract

Abstrak Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak buah limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tannin. Metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Konsentrasi ekstrak etanol buah limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi dimasukkan ke dalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang termasuk kategori antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang termasuk kategori antioksidan sedang. Keywords: antioksidan, buah limpasu, ABTS, DPPH, IC50    Abstract Free radicals can harm the body and cause chronic diseases such as cancer, neurodegenerative diseases, and diabetes. Antioxidants are substances that have the ability to slow the oxidation process caused by free radicals. Limpasu fruit extract (Baccaurea lanceolata) contains flavonoid and tannin. Flavonoids and tannins have antioxidant activity. The goal of this study was to determine the antioxidant activity of limpasu fruit extract using the ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) and DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) methods using the IC50 value. This study is an experiment. The antioxidant activity of the ABTS and DPPH methods is the focus of this study. Independent variables of this study were limpasu fruit extract with concentration of 100; 200; 300; 400 500 ppm in DPPH and 30; 40; 50; 60; 70 ppm in ABTS, dependent variable is the antioxidant activity of limpasu fruit extract. The concentration of limpasu fruit extract measured using UV-Vis spectrophotometry to obtain the inhibition percentage of sample. The inhibition percentage was then entered into a linear regression equation to calculate the IC50 value for both methods. According to the study's findings, the IC50 value in the DPPH method was 721.19 ppm, indicating that it was an inactive antioxidant, whereas the IC50 value in the ABTS test was 118.70 ppm, indicating that it was a moderate antioxidant. Keywords: antioxidants, limpasu fruit, ABTS, DPPH, IC50