Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Produktivitas Lini Assembling Menggunakan Metode PDCA Pada Industri Otomotif Pepen Komarudin; Nasrun Baldah
Journal Economic Management and Business Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jfeb.v5i1.8868

Abstract

This study aims to analyze productivity improvements during the Start of Production (SOP) stage through the implementation of the Plan-Do-Check-Act (PDCA) method in an automotive manufacturing industry located in the GIIC Cikarang industrial area. The research focuses on the inability to achieve the production efficiency target of 95% due to limitations in workforce skills, production facility reliability, and component inventory management. The research method used was descriptive with a case study approach through observation, interviews, documentation, and analysis of production reports and Andon system data. The PDCA cycle was implemented systematically through problem identification, corrective action implementation, evaluation, and continuous improvement standardization. The results showed that the implementation of PDCA improved production process stability, reduced line stop disturbances, and increased work efficiency and productivity during the SOP stage. This research is expected to serve as a reference for manufacturing companies in implementing continuous improvement to enhance operational performance
Pelestarian dan Pemanfaatan Mangrove Sunita Dasman; Adibah Yahya; Andrianto Prasetya Nugroho; Nasrun Baldah
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v2i1.3139

Abstract

AbstrakHutan mangrove atau mangal adalah sejumlah komunitas tumbuhan pantai tropis dan sub-tropis yang didominasi oleh pohon dan semak tumbuhan bunga (Angiospermae) terestrial yang dapat menginvasi dan tumbuh di lingkungan air laut. Faktor ekonomi sering kali mendorong pemanfaatan maksimal hutan mangrove, yang pada gilirannya dapat menyebabkan eksploitasi berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk pelestarian dan pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai pencegah abrasi pantai dan menambah nilai ekonomi warga Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Produk olahan mangrove yang paling layak untuk dikembangkan adalah dodol original, stik balado, dan sirup.Tanaman mangrove juga memiliki potensi sebagai bahan obat-obatan, aromatik, kayu bakar, kerajinan dan pewarna alam. Akibat abrasi air laut, hutan mangrove lambat laun berkurang sehingga perlu dilakukan penanaman kembali untuk mengurangi kerusakan pantai Muaragembong yang lebih parah. Adanya alih fungsi hutan mangrove turut mengancam kepunahan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), kemiskinan dan masalah sanitasi bagi warga masyarakat sekitar.
Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Sunita Dasman; Elan Nurhadi; Listian Indriyati Achmad; Widiastuti; Nasrun Baldah; Reyhan Pajero
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household waste management has become one of the major environmental challenges requiring active community participation. Limited public awareness and knowledge regarding proper waste management contribute to increasing environmental pollution and declining public health quality. This community service program aimed to enhance the knowledge, skills, and awareness of community members in managing household waste through the implementation of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principles. The program was implemented through socialization, educational counseling, training, hands-on waste sorting practices, mentoring, and evaluation using pre-tests and post-tests involving 30 participants. The results demonstrated a significant improvement in participants' understanding of 3R-based waste management. The average score increased from 62.5 in the pre-test to 85.7 in the post-test, representing an improvement of 23.2 points (37.1%). In addition, participants began implementing the separation of organic and inorganic waste, recycling waste into economically valuable products, and establishing a community waste management group to ensure the sustainability of the program. The findings indicate that an educational approach combining theoretical instruction, practical activities, and continuous mentoring is effective in enhancing community capacity for sustainable waste management. Furthermore, the program contributed not only to improving environmental quality by reducing the volume of waste disposed of in landfills but also to creating economic opportunities through recycling activities. Therefore, the implementation of 3R-based waste management can serve as an effective community empowerment model for promoting a cleaner, healthier, and more sustainable environment.
Pemberdayaan Masyarakat Non Produktif Melalui Pengelolaan Bandeng Cabut Duri Surya Bintarti; Retno Purwani Setyaningrum; Nasrun Baldah; Fajri Anshori; Selvia Zahro
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1498

Abstract

Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam bidang kegiatan UKM Ikan Bandeng Cabut Duri  yang merupakan UKM unggulan di wilayah Desa Pantai Bahagia Kec. Muara Gembong,  namun permasalahannya masyarakat kurang berminat atas produk ikan bandeng cabut duri adalah jumlah duri bandeng yang sangat banyak, sehingga teknologi mencabut duri bandeng merupakan salah satu solusi yang dapat memecahkan masalah. Selain daraipada itu  kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh para pelaku UMKM juga sangat terbatas, sehingga dibutuhkan beberapa kegiatan pemasara.  Kondisi ini menujukkan bahwa lemahnya penguasaan dalam proses produksi  dan pemasaran menjukkan bahwa terdapat adanya permasalahan sumber daya manusia, maka diberikan pelatihan pengetahuan tentang  produk bahan baku ikan bandeng  dan inovasi produk serta menerapkan strategi  pemasaranan  dengan cara berpromosi  yang tepat efektif dan efisien.  Hal ini sangat penting sebab produk ikan bandeng cabut duri harus bersaing dengan bandeng presto yang sudah berkembang di daerah lain. Namun demikian peluang pasar untuk produk bandeng tanpa duri ini masih sangat besar, karena selain itu, bandeng tanpa duri tidak memiliki risiko hilangnya kandungan gizi yang terdapat pada bandeng tersebut dan lebih bervariasi dalam penyajiannya karena dapat  diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Pendampingan Berbasis Data P3KE untuk Penguatan Literasi Fungsional dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Rentan di Desa Sayang Ergo Nurpatria Kurniawan; Ali Maskuri; Nasrun Baldah; Andi Suhandy; Muhadar Putih; Sarwo Edy
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - April 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v7i01.7575

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kebutuhan literasi masyarakat rentan, mendukung validasi sasaran Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta merumuskan pendekatan pemberdayaan yang relevan dengan kondisi sosial-ekonomi warga Desa Sayang. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan warga dan pemangku kepentingan desa, verifikasi kondisi rumah tangga sasaran, identifikasi kebutuhan literasi, serta dukungan awal berupa sarana pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persoalan literasi tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas belajar, rendahnya motivasi belajar, dukungan sosial yang belum optimal, serta tekanan ekonomi rumah tangga. Validasi lapangan juga memperlihatkan pentingnya ketepatan data sebagai dasar penentuan sasaran program. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi penguatan literasi fungsional yang terhubung dengan kebutuhan sehari-hari dan penghidupan masyarakat, disertai penguatan kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Dukungan sarana pertanian diposisikan sebagai intervensi awal yang perlu diikuti pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan terpadu berbasis data dan kebutuhan lokal dinilai lebih relevan dibandingkan program literasi yang berdiri sendiri.
Pengaruh Persepsi Harga Dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Teh Pucuk Harum Ergo Nurpatria Kurniawan; Nasrun Baldah
Jurnal Pelita Ilmu Vol. 20 No. 01 (2026): JURNAL PELITA ILMU - April 2026
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpi.v20i01.7573

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian Teh Pucuk Harum serta membandingkan kontribusi relatif kedua faktor tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional. Responden merupakan konsumen yang pernah membeli dan mengonsumsi Teh Pucuk Harum yang dipilih melalui teknik nonprobability purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis dengan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil evaluasi model menunjukkan bahwa konstruk penelitian memenuhi kriteria pengukuran yang memadai. Pengujian model struktural menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan citra merek menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi yang lebih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian Teh Pucuk Harum lebih kuat dipengaruhi oleh citra merek dibandingkan persepsi harga. Secara manajerial, perusahaan perlu mempertahankan persepsi harga yang wajar sekaligus memperkuat asosiasi merek yang mudah dikenali, relevan, dan konsisten untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen.