Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Masyarakat Melalui KKN Merdeka Belajar Dalam Pengembangan Kemandirian di Tengah Pandemi Covid 19 Distrik Warmare Kabupaten Manokwari: Community Development Through Independent Learn KKN in The Middle Of Pandemi Covid 19 in Warmare District, Manokwari Regency Yustina L. D. Wambrauw; Lukas Y. Sonbait; Mulyadi Mulyadi
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v1i1.155

Abstract

ABSTRACT Community Service Program (KKN) is a manifestation of the Papua University Higher Education, namely community service. Community service is a form of knowledge that is expressed theoretically in college to be applied in real life in the Dindey village community, so that the knowledge gained can be applied and developed in the life of the wider community. In general, the objectives to be achieved from independent learning KKN are; Train and instill personality values, change the perspective, mindset and attitudes, behavior and work methods of both students and society in solving problems in society, raising awareness and building an optimistic attitude, enhancing Indonesia that is sovereign, independent and has personality. Raise public awareness about health protocols in the midst of a pandemic. Developing the independence of students and society in the midst of the COVID-19 pandemic. Kampung Dindey is one of the areas targeted for KKN-PPM activities in providing religious, education, health, environmental, agricultural and village administration assistance. Through this activity, it is hoped that the implementation of teaching reading and writing to eradicate illiteracy, so that there will be a decrease in illiteracy, especially in Manokwari Regency and public awareness of the importance of protecting yourself from the corona virus pandemic. In general, all programs can be absorbed thanks to the support of the local government. Constraints that are still encountered are the low level of community participation in several activities and the low independence of the target groups. Hopefully in the future to be used as a model, the assistance of programs that have been formed must be continued through the next Community Service Program. Keywords: Freedom community service; independence; covid pandemic 19. ABSTRAK Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu perwujudan dari Perguruan Tinggi Universitas Papua yaitu pengabdian pada masyarakat. Pengabdian merupakan suatu wujud dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kampung Dindey ini, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas. Tujuan dari KKN merdeka belajar adalah melatih dan menanamkan nilai kepribadian, mengubah cara pandang, pola pikir dan sikap, perilaku dan cara kerja baik mahasiswa maupun masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, membangkitkan kesadaran dan membangun sikap optimis, meningkatkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan di tengah pandemi. Mengembangkan kemandirian diri mahasiswa dan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kampung Dindey ini merupakan salah satu daerah yang dijadikan target kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan keagaamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian dan administrasi kampung. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan buta aksara khususnya di Kabupaten Manokwari serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi diri dari pandemi virus corona. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapannya bisa dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui KKN berikutnya. Kata Kunci: KKN merdeka; kemandirian; pandemi covid 19.
Studi Potensi Sumberdaya Peternakan di Kabupaten Mamberamo Raya: Study of Potential Livestock Resources in Mamberamo Raya Regency Lukas Yowel Sonbait; Yustina L. D. Wambrauw
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vet
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jipvet.v9i1.4

Abstract

The objective of this research was to determine the potential resource of farms in Mamberamo Raya regency. The research was conducted in the Mamberamo Raya Regency between September and October 2012., A subjective approach of the qualitative method was used by interview and literature studies. The results showed that the livestock development in Mamberamo Raya regency had a promising future, but worth noting agribusiness channel from upstream to downstream. The problem faced by farmers was lack of venture capital, livestock, training, lack of access to education and short of affordable of quality health services, low investment both public and companies, lack of basic infrastructure such as roads, electricity, limited good river transport services, problem of land and sea linkages among districts and limited access to marketing. To optimize the efficiency of the production value and income of farmers then this should be supported by a cooperative storage facility or the expected distribution of the production can be accommodated and prepared collectively. Regional development of cattle and goats have good prospects in Mamberamo Hulu district, Central Mamberamo, Benuki, Roufaer, Mamberamo Lower and Upper Waropen. Other commodities need to be developed in all districts in Mamberamo are Pigs, Goats, range chicken and duck. Buffaloes also prospective by considering the potential freshwater swamps but the presence of natural predators such as estuarine crocodile and the annual flooding of Mamberamo should be considered. Livestock production is a priority at the moment in order to meet local consumption and improve animal protein sources.
KARAKTERISTIK DAN BAHAN PENYUSUN SARANG MEGAPODA ARFAK (AEPYPODIUS ARFAKIANUS) DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK: Characteristics and composition of the nesting ground of Wattled Brushturkey (Aepypodius arfakianus) in the Arfak Mountain Nature Reserve Ikram Karim; Lukas Y. Sonbait; Freddy Pattiselanno
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 8 No. 1 (2018): JURNAL ILMU PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jipvet.v8i1.33

Abstract

This study aimed to determine the characteristics of the nesting ground of Wattled Brushturkey (Aepypodius arfakianus), in Sigim village surrounding the Arfak Mountain Nature Reserve. The method used is descriptive method with survey and observation. Composition and characteristics of the nesting ground was analysed through observation and measurement of the studied variables. All the observation results obtained in this study were analysed using descriptive statistics. The results showed that nesting composition was consisted of 65% leaves, 31% twigs, 3,2% soil and 1% of small stones. The average height of the nests was 0,64 m and 1,80 m in diameter.
PENILAIAN PRODUKTIVITAS TERNAK DAN KESESUAIAN POTENSI PAKAN TERNAK DI KAWASAN AGRO-EKOLOGIS Makarius Bajari Bajari; Deny Anjelus Iyai; Johan Frederik Koibur; Lukas Yowel Sonbait; Frandz Rumbiak Pawere
Jambura Journal of Animal Science Vol 5, No 1 (2022): Jambura Journal of Animal Science
Publisher : Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35900/jjas.v5i1.15380

Abstract

The purpose of this study was to determine the portrait of livestock production in the neighborhood environment as a basis for livestock commodity development and animal husbandry development, to determine the needs and potential of animal husbandry development in Waropen Regency.The method was done using descriptive study by using desk study and reference review. The object of observation was livestock production and forages yielded from crops. The results of the studyshowed that portrait of livestock production is not optimal yet, marked by the low number of livestock production on each district of several commodities. Animal feed needs to be intensified. Thus technical assistance needs to be provided. 
Pengembangan potensi unggulan Distrik Kwamki Narama Kabupaten Mimika Samsul Bachri; Ishak Suwardi; Kati Syamsudin K. Tola; Lukas Sonbait; Siti Kubangun
Agrotek Vol 10 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/agrotek.v10i2.267

Abstract

Penelitian bertujuan untuk merekomendasikan potensi unggulan daerah di distrik Kwamki Narama, kabupaten Mimika sebagai salah satu langkah untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan daerah tersebut, yang dalam jangka panjang dapat mendorong perkembangan Kawasan wilayah dan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey, mencakup data primer dan data sekunder. Teknik analisis dilakukan dengan 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama menggunakan analisis kuantitatif, yakni dilakukan perhitungan yang sesuai untuk mencari persebaran komoditas unggulan di lokasi penelitian, juga dilakukan Teknik matching (pencocokan) antara kualitas lahan dengan syarat tumbuh tanaman, sesuai dengan buku Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan (2011). Hasil penelitian direkomendasikan bahwa lokasi penelitian dapat diperuntukan untuk tanaman pangan yaitu jagung, ubi-ubian (keladi, ubi kayu, ubi jalar), dan pisang. Selanjutnya peruntukan komoditas unggulan, yakni sayuran dan buah-buahan yaitu cabai merah, cabai rawit, paprika, kubis, buncis, kacang panjang, bayam, mentimun, terung, petsai, pare, brokoli, asparagus, pepaya, tomat buah, tomat sayur, belimbing, semangka, blewah, melon, duku, cempedak, dan nenas, serta untuk perkebunan yaitu kelapa, pinang dan buah merah, dan peruntukan komoditas peternakan yaitu ternak babi
Program pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di Kampung Inya Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari: Community empowerment program in supporting community welfare in Inya Village North Manokwari District Manokwari Regency Lukas Y. Sonbait; Nurhaidah I. Sinaga; Ikram Karim; Novena Silubun; Apner Sabloit; Yustina L. D. Wambrauw
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.388

Abstract

ABSTRACT  The implementation of the empowerment program was carried out in Inya village, North Manokwari District, Manokwari Regency. The expected output is the community's understanding of the potential possessed in the village which has an impact on changing behavior and improving community health and education. In implementing it, the team together with the community looked at the village strategic plan and budget that could be used for synergy between IDM and RPJMkam. There are several activities carried out in the fields of education, health and socio-culture as well as developing the entrepreneurial spirit of the community. The people of Inya Village were very enthusiastic about participating in the program, both in theory and in field practice. The development of village PUSTU is one of the efforts to improve the health status of the community. Beach processing efforts for tourist areas are part of utilizing village potential to support the welfare of the village community.  Keywords: Community welfare; Inya village; Social services   ABSTRAK Pelaksanaan program pemberdayaan dilaksanakan di Kampung Inya, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari. Luaran yang diharapkan adalah terjadinya pemahaman masyarakat terhadap potensi yang dimiliki di kampung yang berdampak pada perubahan perilaku dan peningkatan kesehatan dan pendidikan masyarakat. Dalam pelaksaanannya tim bersama masyarakat bersama-sama melihat renstra dan anggaran kampung yang dapat digunakan untuk sinergi antara IDM dan RPJMkam. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan baik dibidang Pendidikan, kesehatan dan sosial budaya serta mengembangkan jiwa wirausaha masyarakat. Masyarakat kampung Inya sangat antusias mengikuti program baik teori maupun praktek lapangan. Pembangunan PUSTU kampung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Upaya pengolahan pantai untuk kawasan wisata adalah bagian dari memanfaatkan potensi kampung untuk pendukung kesejahteraan masyarakat  kampung. Kata kunci: Kampung Inya; Kesejahteraan masyarakat; Layanan sosial
Community Empowerment through Training on Composting Based on Plantation and Livestock Waste in Kurrak Village Ali, Najmah; Saragih, Evi W.; Santoso, Budi; Nur, Samsyara; Sonbait, Lukas Y.; Dahniar, Dahniar
Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i2.6224

Abstract

Kompos adalah salah satu pupuk organik yang dapat menjamin kesuburan tanah dalam penggunaan jangka panjang. Bahan pembuat kompos dapat berasal dari limbah pertanian yang akan mencegah polusi lingkungan. Kakao dan Kopi adalah dua komoditi perkebunan utama di Desa Kurrak. Kedua komoditi ini menjadi sumber pendapatan utama masyarakat di desa ini. Limbah kedua komoditi ini sangat melimpah dan menjadi issu lingkungan  karena belum ditangani dengan baik. Pencemaran air menjadi isu utama karena limbah kulit kakao dan kopi dibuang ke suangai yang merupakan sumber air bersih untuk masyarakat di Kabupaten Poliwalimandar.  Hal ini dapat menyebabkan pencemaran air dan pendangkalan sungai. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos berbahan dasar kulit buah kakao dan kopi dilaksanakan sebagai salah satu solusi penanganan limbah.  Kegiatan ini diikuti 28 orang yang teridir dari petani di kampung Kurrak dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat. Semua peserta mendapatkan pengetahuan pengelolaan limbah dan terlibat secara aktif pada kegiatan praktek pembuatan kompos. Pengetahun peserta kegiatan tentang limbah dan pengelolaan limbah meningkat dari 57% peserta tidak mengetahui bagaimana pengelolaan limbah menjadi 87% peserta paham akan limbah. Demikian halnya juga dalam praktek pembuatan kompos, terjadi peningkatan ketrampilan yang signifikan dimana sebelum kegiatan 88,8 % peserta tidak tau membuat kompos dari limbah kulit kakao dan kopi serta kotoran ternak menjadi 100% peserta dapat membuat kompos secara mandiri. Peningkatan pengetahuan dan skill diharapkan dapat menjadi solusi penanganan limbah kulit kakao dan kopi serta memenuhi kebutuhan pupuk petani di desa Kurrak.
PENGEMBANGAN KAMPUNG EKOWISATA DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KKN-PPM DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK Sonbait, Lukas Y.; Mulyadi, .; Wambraw, Y. L. D
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5434

Abstract

Kampung Kwau dan Syoubri merupakan satu dari beberapa  kawasan pariwisata ekowisata endemik di Papua karena kaya akan satwa dan kawasan hutan konservasi maka, penyuluhan tentang konservasi dan pemeliharaan kawasan satwa endemik dan pelestariannya sangat diperlukan, agar populasi satwa terjaga dan area konservasi tetap lestari. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama adalah melalui obsevasi lapangan dan pembekalan, tahap kedua meliputi implementasi kegiatan dilapangan dan tahap ketiga melalui evaluasi dan penyempurnaan program. Tahap persiapan meliputi audiensi dengan aparat kampung dan masyarakat, tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan maupun praktek langsung di masyarakat serta pendampingan program yang telah disusun bersama, sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh tim KKN dan Dinas kebudayaan dan Pariwisata untuk melihat dampak dari program yang telah dilakukan. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN selanjutnya. Keywords: KKN PPM, CAPA, peningkatan pendapatan, pengelolahan souvenir, kesadaran masyarakat, satwa endemik.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA) DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN EKOWISATA MELALUI KKN - PPM DI KAMPUNG ANGGRA DISTRIK MINYAMBOUW KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK Sonbait, Lukas Y.; Wambrauw, Yustina L. D.; Mulyadi, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10133

Abstract

Arfak Mountains Regency is one of the expanded districts in West Papua Province with the potential of exotic regions and great potential for the development of natural ecotourism and organic agriculture. But behind the existing potential, in this area is an area with a low level of education. The Hatam and Sough people, in general, cannot write and read. According to the data, 3,477 people in this region are the illiterate and highest population in West Papua Province. Anggra Village in the Minyambouw District is a sample village through the KKN-PPM Literacy Eradication Program in West Papua Province 2019. This village is one of the disadvantaged and backward villages from various aspects including education, economy and human resources both the community and village officials in building the village To be more developed, this is likely the reason for KKN-PPM activities in conducting literacy teaching assistance for eradicating illiteracy and training in financial and agricultural management. Through this activity it is hoped that the implementation of teaching reading and writing to eradicate illiteracy, so that there is a decrease in illiteracy, especially in the Arfak Mountains District. In general, all programs can be absorbed thanks to the support of the local government, especially the activity partners of the Culture and Tourism Office of West Papua Province, village officials, and the community in the KKN target location. The obstacles that are still encountered are the low level of community participation in several activities, as well as the low independence of the target group. In the future, to be used as a model, the facilitation of established programs must be continued through the next KKN activities.Keywords: KKN-PPM, effectiveness, literacy, agriculture and ecotourism. ABSTRAKKabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.Kata kunci: KKN-PPM,  efektivitas, penuntasan buta aksara, pertanian dan ekowisata.Kabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komoditas Unggulan Pesisir di Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana Sonbait, Lukas Y; Numberi, Alosius; Fenitruma, Abidin; Wanma, Alfredo Ottow; Rayaar, Matheos; Cahyaputra, Arya Sadewa; Pattiselanno, Freddy
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11266

Abstract

Komoditas unggulan di Teluk Arguni Kaimana memiliki nilai tinggi dan dikelola secara langsung oleh masyarakat setempat. Survey potensi komoditas unggulan pesisir masyarakat dan rencana pengembangannya sesuai dengan program pemerintah daerah kabupaten Kaimana.Potensi pesisir di Arguni sangat beragam antara lain ikan ganadi, kepiting, ikan Sembilan, udang, ikan kakap putih dan merah. Selain ikan, udang, kepiting, dan kerang-kerangan yang dimanfaatkan dagingnya dalam bentuk segar ataupun ikan asin, dari komoditas perikanan juga dipasarkan gelembung atau pelampung dari ikan gulama yang sudah dikeringkan dalam berbagai ukuran. Sektor perikanan laut ini berkontribusi signifikan terhadap tingkat pendapatan masyarakat nelayan di Teluk Arguni. Pengetahuan tentang komoditas yang dimanfaatkan cukup baik, karena aktivitas melaut ini merupakan aktivitas turun temurun yang dipraktekan oleh masayarakat setempat.  Potensi  komoditas pesisir mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sehari-hari.  Pengembangan ke dalam skala yang lebih luas memerlukan aktivitas produksi secara intens sehingga mampu meningkatkan produksi secara optimal untuk mencapai pendapatan tunai yang lebih besar.