Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen sarana prasarana dalam rangka implementasi kurikulum 2013 di SMA Negeri 5 Mataram Nusa Tenggara Barat tahun ajaran 2013/ 2014 Ita Faramita Sari; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.835 KB) | DOI: 10.30738/wd.v4i1.2268

Abstract

The purpose of this study was to describe about on the management of infrastructure facilities in the implementation of the curriculum in 2013 from planning, procurement, distribution, use, and maintenance, inventory and pengahpusan, and completeness of the existing infrastructure as well as the constraints that may affect the management of infrastructures in order curriculum implementation in 2013. This study includes a qualitative descriptive study. The research location is housed in SMA 5 Mataram. Data collection was done by conducting observations, interviews, and documentation. Data analysis is done by giving meaning to the data collected, and from these data in Narrate and conclusions drawn. The results of this study illustrate the management process management infrastructure, as well as the completeness and constraints that affect the infrastructure. The results of these studies that the management of the infrastructure in SMAN 5 Mataram is in conformity with the technical management, including planning, procurement, distribution, use, and maintenance, inventory, and pengahpusan. 1) the work done to improve the management of infrastructure in 2013, namely the implementation of the curriculum, increasing teacher training diligently and frequently follow and training, students are more disciplined, supportive classroom situation. 2) infrastructure in SMA 5 Mataram influential in the learning curriculum implementation in 2013 are classrooms, administration, library room, counseling, and prayer room. 3) infrastructure constraints are often delays in the distribution of textbooks still be overcome.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGTuntuk meningkatkan minat dan prestasi belajar kimia Wiji Wati; Samsi Haryanto; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.035 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGTdengan tepat agar mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar kimia siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sanden tahun pelajaran 2016/2017, (2) kelebihan dan kekurangan penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar kimia siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sanden tahun pelajaran 2016/2017, (3) efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar kimia siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sanden tahun pelajaran 2016/2017 dengan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus 1 terdapat empat kali pertemuan, siklus 2 terdapat tiga kali pertemuan. Teknik dan Instrument pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan : (1) observasi, (2) angket minat belajar, (3) wawancara, (4) tes. Dari hasil angket minat belajar kimia setelah siklus I diperoleh hasil sebanyak 22 siswa atau 78,6 % dengan kategori minat sangat tinggi, dan sebanyak 6 siswa atau 21,4% dengan kategori minat tinggi. Hasil ini meningkat pada siklus II, dimana siswa yang memiliki kategori minat belajar kimia sangat tinggi menjadi 24 siswa atau 89,3%, dan kategori minat tinggi sebanya 4 siswa atau 10,7 %.Hasil postest pada siklus I dengan nilai KKM 75 menunjukkan masih terdapat siswa yang belum tuntas hal ini terlihat dari 28 siswa yang mendapat nilai diatas 75 = 67,9 % atau sebanyak 19 siswa dan yang mendapat nilai dibawah 75 sebanyak 32,1 % atau sebanyak 9 Siswa. Hasil posttest siklus II dapat dilihat siswa telah mengalami peningkatan dalam belajar. Hal ini dibuktikan bahwa siswa yang mendapat nilai diatas KKM atau diatas nilai 75 sebanyak 26 siswa atau 92,9 % dan 2 siswa atau 6,1%. Application of cooperative learning type of tgt to improve chemical learning and achievement AbstractThis study aims to determine: (1) the implementation of cooperative learning type TGT appropriately in order to increase the interest and achievement of chemistry students learning grade XI IPA SMAN 1 Sanden academic year 2016/2017, (2) advantages and disadvantages of application of cooperative learning type TGT to improve interest and achievement of chemistry student learning grade  XI  IPA  SMAN  1  Sanden  academic  year  2016/2017, (3) effectiveness  of  application  of cooperative learning type TGT to increase interest and achievement of chemistry student learning grade XI IPA SMAN 1 Sanden academic year 2016/2017 by using evaluation model Kirkpatrick. The method used in this study is a classroom action research, conducted in two cycles. Cycle 1 there are four meetings, cycle 2 there are three meetings. Techniques and Instruments data collection is done by using: (1) observation, (2) questionnaire interest in learning, (3) interview, (4) test. From the result of questionnaire of chemistry learning interest after cycle I obtained the result of 22 students or 78,6% with very high interest category, and as many as 6 students or 21,4% with high interest category. This result increased in cycle II, where the students who have chemistry interest interest category is very high to 24 students or 89.3%, and high interest category as 4 students or 10.7%. The posttest result in cycle I with KKM value 75 indicates still there are students who have not completed this is seen from 28 students who scored above 75 = 67.9% or as many as 19 students and who scored below 75 as much as 32.1% or as many as 9 Students. Posttest results of cycle II can be seen students have experienced improvement in learning. It is proved that students who score above KKM or above the value of 75 as many as 26 students or 92.9% and 2 students or 6.1%.
Pola pembinaan prestasi ekstrakurikuler bidang research peserta didik SMA (Studi kasus SMA Negeri 3 Yogyakarta) Devy Estu Anna Putri; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.242 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) Menemukan bakat penelitian siswa, b) mengetahui persiapan Desain Pengembangan Kinerja Ekstrakurikuler di Divisi Penelitian siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta, c) mengetahui pelaksanaan Desain Pengembangan Kinerja Ekstrakurikuler di Divisi Penelitian siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta, d) belajar tentang manfaat dan dampak prestasi program bagi siswa dan sekolah.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kualitatif  yang  menggunakan  studi  kasus  sebagai pendekatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Responden penelitian ini adalah kepala sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta, wakil kepala bidang kemahasiswaan, guru penasehat penelitian, siswa berprestasi, dan orang tua siswa. Data penelitian divalidasi dengan metode observasi teliti dan data triangulasi. Penelitian ini menggunakan a) reduksi data, b) penyajian data, c) penarikan kesimpulan sebagai alat untuk menganalisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) bakat penelitian siswa ditunjukkan oleh jumlah siswa yang mengikuti Kegiatan ekstrakurikuler, b) pencapaian Desain Pengembangan Kinerja Ekstrakurikuler di Divisi Penelitian Siswa Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus di SMA Negeri 3 Yogyakarta) dibuktikan dengan pencapaian medali dan sertifikat, c) SMA Negeri 3 Yogyakarta menerapkan empat langkah dalam pelaksanaannya. Desain Pengembangan Kinerja Ekstrakurikuler di Divisi Penelitian Siswa Sekolah Menengah Atas. Pertama, program ekstrakurikuler merekrut anggota baru setiap tahunnya. Tim ekstrakurikuler menggunakan formulir pendaftaran untuk melakukan rekrutmen. Pelatihan KIRPAD (Kelompok Ilmiah Remaja Padmanaba) diadakan setiap hari Rabu dan semakin intensif saat hari kompetisi semakin dekat. Proposal OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) yang diajukan oleh siswa dievaluasi dan dinilai. Pelatihan terdiri dari pelatihan reguler di sekolah dan pelatihan intensif untuk kompetisi mulai dari regional hingga internasional, d) manfaatnya adalah 1) siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga pengalaman belajar menjadi lebih luar biasa, 2) siswa belajar untuk mengetahui fakta, konsep, dan prosedur mereka sendiri. Efek akibat hambatan  tersebut  adalah  1)  kesulitan  siswa  untuk  mengatur  waktu  belajar  sambil  melakukan penelitian dan 2) fasilitas laboratorium sekolah yang tidak memadai.
Pengembangan instrumen pengukuran kedisiplinan belajar siswa di SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta Lestari Waruwu; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.313 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3294

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui instrumen pengukuran pembelajaran siswa untuk dilakukan oleh guru. (2) mengetahui semua indikator dalam mengukur pembelajaran siswa di SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta. (3) mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran pembelajaran siswa kedisplinan. (4) mengetahui kecenderungan kedisplinan pembelajaran siswa di SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Reseach and Development). Setelah instrumen disusun dilanjutkan dengan instrumen pengembangan  dalam  beberapa  tahap.  Tahap  pertama  adalah  model  awal,  dilakukan  dengan  uji validitas konstruk secara teoritis dengan pertimbangan ahli dan validitas empiris dengan faktor nalisis, maka diikuti dengan uji reliabilitas, dan pengukuran terakhir kedisplinan belajar siswa dengan akhir istrumen. Penelitian ini adalah (1) memperoleh hasil pengukuran instrumen produk akhir belajar siswa di SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta. (2) Hasil penelitian ini menghasilan indikator sebagai berikut: keataan peraturan di sekolah, pengamatan kegiatan belajar di sekolah, ketaatan belajar di rumah. (3) instrumen pengukuran kedisplinan untuk belajar bagi siswa telah memenuhi persyaratan validitas, validitas konstruk dan reliabilitas, dan menghasilkan 44 butir survei. Dan memiliki nilai kaiser-meyer-olkin (KMO) sebesar 0,862 (0,862> 0,6) dengan probabilitas Uji Bartlents sig 0.000 (0,000 <0,05), dengan reliabilitas 0,834 (0,834> 0,6). (4) hasil pengukuran kedisplinan untuk belajar bagi siswa dengan jumlah titik sekitar 44. Nilai yang diperoleh untuk pembelajaran siswa di SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta 135,12, berada pada selang 121-143, dan dinyatakan dalam kategori tinggi. AbstractThe purpose of this research is (1) to know the instrument of measurement of student learning to be done by teacher. (2) to know all the indicators in measuring student learning in SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta. (3) to know the level of validity and reliability of student discipline measurement learning instrument. (4) to know the trend of student learning discipline in SMP Negeri 2  Kalasan  Sleman  Yogyakarta.  This  research  is  a  research  and  development  (Reseach  and Development). Once the instrument is set up it is continued with the development instrument in several stages. The first stage is the initial model, done with theoretical construct validity test with expert consideration and empirical validity with nalian factor, then followed by reliability test, and final measurement of student learning discipline with end of instrument. This research is (1) obtaining result of instrument measurement of final product of student learning in SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta. (2) The result of this research produces the following indicators: regulation in school, observation of learning activities at school, observance of study at home. (3) disciplinary measurement instruments for learning for students have met the requirements of validity, construct validity and reliability, and resulted in 44 survey items. And have a kaiser-meyer-olkin (KMO) value of 0.862 (0.862> 0.6) with a probability of Bartlents sig 0.000 test (0,000 <0.05), with a reliability of 0.834 (0.834> 0.6). (4) the result of measurement of discipline to study for students with a number of points about 44. The value obtained for student learning in SMP Negeri 2 Kalasan Sleman Yogyakarta 135.12, is in lap 121-143, and stated in high category.
Efektivitas model pembelajaran problem-learning dengan metode peer tutoring berbantuan geogebra pada dimensi tiga dalam upaya meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa Maria Ernawati Milla Tana; Supriyoko Supriyoko; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.3 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3295

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalis efektifitas penggunaan model problem based learning dengan metode peer tutoring berbantuan geogebra pada  materi dimensi tiga untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kurt Lewin dengan tiga siklus dan pendekatan kualitatif.  Metode peer tutoring berhasil (1) meningkatkan motivasi belajar siswa tercermin dari naiknya presentasi siswa bemotivasi belajar tinggi dari siklus 1 ke siklus 3. (2) meningkatkan prestasi tercermin dari naiknya persentase siswa dengan nilai melampau KKM dari siklus 1 ke siklus 3. (3) memiliki efektivitas tinggi diukur dengan metode evaluasi Kirk Patick.  Dengan demikian, metode Peer tutoring  dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada dimensi tiga. Effectiveness of problem based learning model learning with geogebra helping peer tutoring method on three dimensions in efforts to increase motivation and student learning achievement AbstractThis study aims to analyze the effectiveness of the use of problem-based learning model with geogebra assisted peer-tutoring method on three dimensional material to improve student's learning motivation and achievement. The method used is Kurt Lewin class action research with three cycles and a qualitative approach. The method of peer tutoring succeeds (1) improves students 'learning motivation as reflected in the increase of students' high learning motivation presentation from cycle 1 to cycle 3. (2) improving achievement is reflected from the increase of percentage of students with value beyond KKM from cycle 1 to cycle 3. (3) has a high effectiveness measured by Kirk Patick's evaluation method. Thus, Peer tutoring method can improve student's motivation and achievement in dimension three.
Penerapan model PBL dengan video untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika siswa kelas XMIPA 2 SMAN 1 Minggir pada pokok bahasan eksponen dan logaritma tahun 2016/2017 Muhamad Romdoni; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1718.614 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengimplementasikan PBL dengan video untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika Kelas X MIPA 2 di SMAN 1 Minggir pada subte ma Eksponen dan Logaritma, 2) mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran PBL dengan video, dan 3) mengetahui efektifitas pelaksanaan PBL dengan video. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (CAR) yang dilakukan di kelas X MIPA 2, SMA Negeri 1 Minggir, Sleman, Yogyakarta pada semester pertama tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan PBL dengan video dapat meningkatkan minat belajar matematika, ditunjukkan oleh skor rata-rata 78,79%> 75%; dan peningkatan prestasi belajar matematika dari 27,27% pada siklus I menjadi 84,84% pada siklus II, 2) kekuatan penerapan PBL adalah dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar, sedangkan kelemahannya hanya dapat diimplementasikan di antara siswa dengan motivasi tinggi, 3) Penerapan PBL dengan video merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar yang dapat dilihat pada tahap reaksi, tahap proses, tahap perilaku, dan tahap hasil. Dapat disimpulkan, penerapan PBL dengan video dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika kelas X MIPA 2 di SMAN 1 Minggir pada sub tema Eksponen dan Logaritma.  Implementation of the pbl model with videos to increase the interest and achievement of learning mathematics students of XMIPA 2 SMAN 1 Minggir on exponent learning and logaritma year 2016/2017 AbstractThis study aims at: 1) implementing PBL with video to increase the interest and math learning achievement of Grade X MIPA 2 at SMAN 1 Minggir on the sub theme of Exponents and Logarithms, 2) knowing the advantages and disanvantages of learning PBL with video, and 3) knowing the effectiveness of the implementation of PBL with video. This study is a classroom action research (CAR) which is conducted in Grade X MIPA 2, SMA Negeri 1 Minggir, Sleman, Yogyakarta in the first semester of the academic year of 2016/2017. The result of the study shows that: 1) implementing PBL with video can increase the interest in learning mathematics, indicated by an average score of 78.79% > 75%; and increasethe math learning achievementfrom 27.27% in the first cycle into 84.84% in the second cycle, 2) the strength of PBL implementation is that it can increase the interest and learning achievements, while the weakness of it is that it can only be implemented among the high motivated students, 3) implementing PBL with video is an effective way to increase the interest and learning achievements which can be seen at reaction stage, process stage, behavioral stage,and result stage. It can be concluded, implementing PBL with video can increase the interest and math learning achievement of Grade X MIPA 2 at SMAN 1 Minggir on the sub theme of Exponents and Logarithms.
Pengembangan instrumen pengukuran nilai kemandirian terkait mata pelajaran matematika (Studi empirik di SMA Negeri 1 Sleman) R. Anang Mustofa; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.197 KB) | DOI: 10.30738/wd.v5i1.3297

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan intrumen pengukur nilai kemandirian yang berkaitan dengan matematika untuk sekolah menengah atas kemudian diimplementasikan untuk melihat keefektifannya. Penelitian ini merupakan pengembangan instrumen. Uji Validasi yang dilakukan meliputi: Analisis validasi item dengan korelasi product moment, pertimbangan ahli, analisis teknik FGD dan Delphi, validitas konkuren, analisis validitas konstruk menggunakan analisis faktor. The cronbach alpha digunakan untuk uji realibility. Pada pengujian saya menggunakan 36 butir valensi dan 36 butir faktual yang digunakan. Pada percobaan I. Setelah menguji validitasnya, ada 17 item valensi yang jatuh rata-rata sementara tidak ada yang faktual Item yang gagal direvisi ke tahap II percobaan berikutnya. Uji coba fase II ini menggunakan butir pertama uji valid dan yang telah direvisi. Setelah dianalisis, ada 15 item valensi yang gagal dan 4 butir faktual yang gagal. Kriteria validasi bersamaan dipenuhi dengan hasil koefisien korelasi r xy = 0,755 dan 0,000 sig. Ada 12 valensi yang valid dan 9 faktual yang valid. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut, (1) Telah disusun seperangkat instrumen pengukuran independen yang berhubungan dengan matematika untuk siswa kelas X dengan tiga indikator, yaitu tidak ada kecurangan dalam melakukan 6 item tes formatif (2 item untuk valensi dan 4 item untuk faktual), tidak ada plagiating dalam mengumpulkan 4 item portofolio (semua instrumen adalah valensi) dan menerima hasil pengukuran kemandirian dengan menggunakan 10 poin (6 item valensi dan 4 butir faktual). (2) diperoleh indikator, cetak biru dan instrumen pengukuran kemandirian yang valid (3) diperoleh instrumen pengukuran kemandirian dan semua uji validitas yang diuji. (4) Terbukti tingkat Kemandirian peserta didik tinggi. Hal ini menimbulkan isu ilmiah baru yang menarik untuk diselidiki lebih lanjut. Development of responsible values installation measurement of mathematical eye lesson (Empirical study in SMA Negeri 1 Sleman) AbstractThe purpose of this study was to develop an instrument of self-reliance of math-related values for high school and then implemented to see its effectiveness. This research is an instrument development. Validation test conducted include: Analysis of item validation with product moment correlation, expert consideration, FGD and Delphi technique analysis, concurrency validity, construct validity analysis using factor analysis. The cronbach alpha is used for test realibility. In my test I used 36 grains of valence and 36 factual points used. In experiment I. After testing its validity, there are 17 items of valence that fall on average while there is no factual Item that fails to be revised to stage II of the next experiment. This phase II trial uses the first item of valid and revised test. Once analyzed, there are 15 failed valence items and 4 failed factual items. The concurrent validation criteria are satisfied with the results of the correlation coefficient r xy = 0.755 and 0.000 sig. There are 12 valid valid and valid 9 valid. From this research, it can be summed up as follows, (1) has been arranged set of instruments independent measurements related to mathematics for students of class X with three indicators, ie no cheating in the conduct of 6 items formative tests (2 items to the valence and 4 items for factual ), there is no plagiating in collecting 4 portfolio items (all instruments are valence) and receiving self-assessment results using 10 points (6 valence items and 4 factual items). (2) obtained indicator, blueprint and valid measurement instrument of independence (3) obtained instrument of independence measurement and all validity test tested. (4) Proven level of Independence of high learners. This raises an exciting new scientific issue for further investigation.
Evaluasi efektivitas program pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Centre Christina Nur Ida Wahyuningsih; FX Sudarsono; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.259 KB) | DOI: 10.30738/wd.v6i1.3352

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas: (1) Perencanaan program pembelajaran (2) Pelaksanaan program pembelajaran, dan (3) Tingkat daya serap murid penutur asing dalam pelaksanaan program pembelajaran bahasa Indonesia di Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Centre. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program bertempat di Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Centre. Evaluasi program menggunakan evaluasi Kirkpatrick yang meliputi reaksi (reaction), belajar (learning), dan hasil/dampak (result). Penelitian dilakukan dengan sampel 30 orang dari kelas pemula yang sedang melaksanakan program pembelajaran pada bulan Februari sampai dengan April 2016. Pengambilan data melalui wawancara, angket, dan tes. Analisis data menggunakan analisis dekriptif kualitatif dengan kriteria. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Centre adalah program pembelajaran yang dapat dikatakan efektif; (2) Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing memberikan efek yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa atau prestasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh siswa. (3) Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dapat memberikan hasil atau dampak yang positif terhadap siswa, hal ini dapat dilihat darimeningkatnya prosentase siswa yang mencapai skor dengan kategori baik dan sangat baik pada kompetensi dasar yang diajarkan. AbstractThis study aims to determine the effectiveness of (1) Learning program planning (2) Implementation of learning the program, and (3) The level of absorption of foreign students in the implementation of Indonesian language learning program at Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Center. This research is an evaluation research program held at Wisma Bahasa - Yogyakarta Indonesian Language Center. Program evaluation uses Kirkpatrick's evaluation which includes reaction, learning, and outcome. The study was conducted with a sample of 30 people from beginner classes who are implementing the learning program in February to April 2016. Data collection through interviews, questionnaires, and tests. Data analysis used qualitative descriptive analysis with criteria. The results revealed that: (1) Indonesian language learning for foreign speakers at Wisma Bahasa-Yogyakarta Indonesian Language Center is a learning program that can be said to be effective; (2) Indonesian language learning for foreign speakers provides an effect that can improve student learning outcomes or student achievement. This can be seen from the results obtained by students. (3) Indonesian language learning for foreign speakers can give positive result or impact to the students, it can be seen from the increase of the percentage of students who reach the score with good category and very good at basic competence taught.
Improving The Creative Thinking Skill and Learning Achievement result through Scientific Inquiry Model of Student of Class XI MIPA-1 of SMAN 1 Bantul Yogyakarta Sumarsih Sumarsih; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i2.3716

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui peningkatan ketrampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar melalui model Penelitian Ilmiah (scientific inquiry model) serta hambatan-hambatan yang dihadapi dan alternatif solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam2 siklus yang terdiri dari planing, acting, observing dan reflecting dengan model Lewin yang ditafsirkan oleh Kemmis. Setiap siklus terdiri dari 5 kali pertemuan dengan durasi waktu 2x 45 menit pada setiap pertemuannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2017 bertempat di SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Data yang diukur adalah keterampilan kreatif dan prestasi belajar. Model pembelajaran Penelitian Ilmiah (scientific inquiry model) dikatakan dapat meningkatkan ketrampilan kreatif  jika tingkat kemampuan berpikir kreatif mencapai 70-80 (Baik) dan mencapai prosentase 85% tuntas belajar (>75). Hasil dari penelitian ini adalah  hasil tes ulangan harian siswa pada Sistem Respirasi (Siklus I) dan Sistem Ekskresi (Siklus II) mengalami peningkatan dari 81.00 menjadi 87.32. Kemampuan kreatif siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pada siklus I terdapat 45 % siswa mempunyai ketrampilan kretaif sangat baik, 50 % siswa baik dan 5% cukup. Pada siklus II sudah tidak terdapat lagi katagori ketrampilan kreatif cukup. Yang terjadi pada siklus II adalah ketrampilan kreatif sangat baik sebanyak 90% dan 10 % untuk katagori baik. Hambatan yang dialami siswa dalam tahap menyusun kerangka pikir untuk menentukan hipotesis penelitian (tahap Iluminasi). Solusi yang diberikan adalah dengan memberikan bimbingan intensif di luar jam pembelajaran.   Improving the creative thinking skill and learning achievement results through the scientific inquiry model   Abstract: The objective of the research is to know the increase in creative thinking skills and learning achievement results from the scientific inquiry model and the obstacle faced and alternative solutions. This research is a classroom action research which is done in 2 cycles consisting of planning, acting, observing and reflecting using the Lewin model translated by Kemmis. Each cycle consists of 5 meetings per per-meeting is 90 minutes long. The Research is carried out in Februari and March 2017 in SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Data measured is a creative skill and learning achievement. The scientific inquiry model enables to improve the creative skills if the level of creative thinking ability reaches 70-80 and getting the percentage of 85% learning pass from 75. The result of the research is the formative test of the cycle I (respiratory system) and cycle II (excretory system) which is increasing from 81.00 to 87,32. The creative thinking ability of students in cycles I and II also show an increase sharply. In cycle I, 45 % of students have a very good creative ability, 50% of students gain good and 5% get enough. In cycle II there is not any student at the level of sufficient. What really happens is there are 90% of students reach the level of very good creative ability and 10% get good. The hindrance experienced by students is the time of arranging thinking-frame to decide the research hypothesis. The solution is given by guiding them intensively outside the class meeting.
Evaluasi program praktik kerja lapangan sekolah menengah kejuruan Siti Toyibatun Khasanah; Supriyoko Supriyoko; Samsi Haryanto
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i1.4018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Praktik Kerja Lapangan di SMK Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen yang meliputi kesiapan, pelaksanaan dan manfaat. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi program menggunakan model CIPP (Contex, Input, Process dan Product). Penelitian ini dilakukan di SMK Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Studi Teknik Ototronik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) secara umum pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di SMK Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen berjalan sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan, (2) evaluasi konteks aspek kualitas awal siswa sangat sesuai, aspek pelaksanaan sesuai dengan kebijakan dan tujuan program yang ditetapkan, aspek kesiapan pengelolaan sangat berhasil.(3) secara input upaya peningkatan kompetensi siswa berhasil,upaya peningkatan kesiapan pengelolaan sangat berhasil dan upaya peningkatan kesiapan kompetensi guru berhasil, (3) evaluasi proses disimpulkan faktor penghambat Praktik Kerja Lapangan tidak sesuai, faktor pendukung yang berupa sarana prasarana sekolah, instruktur, guru pembimbing sangat mendukung, pelaksanaan penilaian sesuai dengan kriteria penilaian yang ditentukan, (4) evaluasi produk aspek kualitas siswa setelah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan meningkat, manfaat program Praktik Kerja Lapangan sangat sesuai dengan tujuan. The practising evaluation of on job training in vocation high school AbstractThe Research program aims to evaluate The Practicing on Job Training Program in Vocation High School (SMK) of Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen consist of preparation, realization and benefit of The kind of research of evaluation program use the CIPP models (Context, Input, Process and Product). The research is done in Vocation High School (SMK) of Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen. The research subject is student XI electronic engineering program. Collecting data with the observation method, interview and documentation. Based of the research end can be concluded that (1) in general processing of Job Training in Vocation High School (SMK) of Taman Karya Madya PertambanganKebumen can be done smoothly, full of instruments and the benefit generated is appropriate, (2) context evaluation for the first quality of the students are very supported to join on the job training the realization of Job Training is very suitable with the wisdom and the aim on the Job Training which is settled in Vocational High School (SMK) of Taman Karya Madya Pertambangan, aspect of processing preparation on the Job Training is very succeeded(3) input evaluation the reach of competence student is high, the reach of processing preparation is high, and the preparation of teacher competency is succeeded, (4) produce evaluation can be concluded that quality aspect of students after taking on The Job training, the student competence is higher, the benefit of on the job training is appropriate.