Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI ENTERPRISE ARCHITECTURE PERGURUAN TINGGI Roni Yunis; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Peningkatan tata kelola dalam perguruan tinggi, sangat dipengaruhi oleh peranan teknologi informasi,untuk itu setiap institusi perguruan tinggi harus memiliki suatu standar dan model yang dapatdiimplementasikan untuk meningkatkan keselarasan antara strategi bisnis dan teknologi informasi yang adadalam perguruan tinggi. Implementasi enterprise architecture merupakan suatu cara yang diyakini dapatmenyelaraskan strategi bisnis dengan teknologi informasi. Pengembangan enterprise architecture perguruantinggi merupakan pekerjaan yang besar dan penuh dengan tantangan, salah satu tantangan tersebut adalahtuntutan manajemen dan stakeholder perguruan tinggi. Di dalam makalah ini akan diulas bagaimana enterprisearchitecture di implementasikan untuk peningkatan tata kelola perguruan tinggi, dan bagaimana perguruantinggi mampu menghadapi tantangan selama melakukan pengembangan dan implementasi enterprisearchitecture yang akan dilakukan.Kata Kunci: enterprise architecture, business architecture, information system architecture, applicationarchitecture, technologi architeture
MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI PADA PEMERINTAH DAERAH (STUDI KASUS : DIY) Sri Handayaningsih; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Pengembangan E-Government pada pemerintah daerah (pemda) sudah menjadi keharusan ( Inpres No. 3tahun 2003.), namun dalam pelaksanaannya banyak sekali kendala di lapangan, antara lain dilihat dari faktorsumber daya manusia yang tersedia di pemda berdasarkan kuantitas (jumlah) hingga kualitas (ketrampilan dankemampuan menggunakan teknologi) belum memadai, faktor pengadaan aplikasi yang belum mampumendukung proses bisnis, faktor teknologi yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan, model manajemenperubahan yang tidak berdasarkan budaya organisasi yang sedang berjalan. Kendala ini berpengaruh padatingkat keberhasilan pengembangan E-Government.     Penelitian ini berfokus pada proses manajemen perubahan pada pengembangan e-goverment, yaitumanajemen perubahan dari government menuju ke e-governmet. Manajemen perubahan yang digunakanberdasarkan pada budaya organisasi yang sedang berjalan di pemda dalam hal ini pemerintah provinsi DIY,yaitu budaya Clan.    Hasil dari penelitian ini adalah sebuah model manajemen perubahan untuk pengembangan e-governmentberdasarkan budaya organisasi yang sedang berjalan di pemerintah provinsi DIY.Kata Kunci: manajemen perubahan, budaya organisasi, e-government, DIY
STRATEGI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS CLOUD COMPUTING UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA Adiska Fardani; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cloud Computing merupakan inovasi yang memungkinkan penggunaan teknologi informasi berdasarkan utilitassecara on-demand. Teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi usaha kecil dan menengah yangmemiliki keterbatasan pada modal, sumber daya manusia, dan akses ke jaringan pemasaran. Suatu strategiyang tepat guna diperlukan untuk mengadopsi teknologi ini mengingat masih minimnya tingkat adopsi teknologiinformasi oleh UKM di Indonesia serta tantangan pada aspek keamanan dan keterbatasan bandwidth. ROCCAmerupakan salah satu roadmap yang dibangun sebagai panduan bagi organisasi yang akan mengadopsiteknologi cloud computing. Tulisan ini mejelaskan strategi adopsi cloud computing bagi UKM di Indonesia yangmengacu pada beberapa framework dengan tujuan agar seluruh proses adopsi dari mulai perencanaan hinggapemeliharaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
RANCANGAN STRATEGI LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Kridanto Surendro; Aradea Aradea
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap institusi perguruan tinggi dalam merealisasikan berbagai program pendidikan, membutuhkan suatu strategi yang tepat, guna pencapaian tujuan tersebut. Permasalahan yang sering muncul, adalah ketika teknologi informasi (TI) difungsikan sebagai penyedia layanan bagi kebutuhan sivitas akademika secara menyeluruh, hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya spesifikasi dari kualitas layanan atau nilai yang diberikan oleh layanan tersebut. Kondisi ini memerlukan suatu pendekatan yang menyeluruh terhadap organisasi. Pendekatan sistem sosioteknis merupakan sudut pandang menyeluruh terhadap organisasi terkait pemenuhan TI bagi bisnis. Dalam penelitian ini pendekatan sosioteknis diekstraksi kedalam dua pendekatan, yaitu pendekatan manajemen layanan (Information Technology Infrastructure Library atau ITIL), dan pendekatan arsitektur layanan (Service Oriented Architecture atau SOA). Konvergensi dari ITIL dan SOA dapat menciptakan suatuintegrasi yang sinergis untuk pencapaian fleksibilitas TI pada organisasi. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan strategi layanan TI untuk kebutuhan jangka panjang institusi. Aktifitas penyusunan strategidiawali dengan mengidentifikasi kultur dan lingkungan organisasi, selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat kematangan proses menggunakan Control Objective for Information and Related Technology (COBIT), setelah dilakukan pemetaan terhadap ITIL. Dari hasil identifikasi dan pengukuran tersebut, dapat ditetapkan model strategi yang tepat untuk fungsi pengelolaan dan penyediaan layanan TI, melalui pendekatan tata kelola danarsitektur TI.
USULAN TATA KELOLA MANAJEMEN INSIDEN DAN MASALAH BERDASARKAN KOMBINASI COBIT 4.1 DAN ITIL V3 Megawati .; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika dunia bisnis yang semakin kompleks dan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) menuntut perusahaan untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai senjata berkompetisi dalam strategi bisnis. Agar TI dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan strategi bisnis, maka hal utama yang harus diperhatikan adalah tata kelola dan praktek terbaiknya. Namun, standard tata kelola terbaik bukanlah jaminan bahwa implementasi tata kelola manajemen layanan TI berjalan efektif. Diperlukan suatu standard tata kelola terintegrasi yang mampu mengendalikan secara menyeluruh sekaligus memberikan panduan praktek terbaik mengelola layanan TI. Makalah ini menganlisis manajemen insiden dan masalah berdasarkan kombinasi kerangka kerja COBIT 4.1 dan ITIL V3. Hasil analisis selanjutnya menjadi dasar usulan strategi tata kelola manajemen layanan TI khususnya manajemen insiden dan masalah. Usulan tata kelola ini diharapkan mampu meningkatkan nilai (value) bisnis dari sisi manajemen operasional TI.
Feature selection to increase the random forest method performance on high dimensional data Maria Irmina Prasetiyowati; Nur Ulfa Maulidevi; Kridanto Surendro
International Journal of Advances in Intelligent Informatics Vol 6, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijain.v6i3.471

Abstract

Random Forest is a supervised classification method based on bagging (Bootstrap aggregating) Breiman and random selection of features. The choice of features randomly assigned to the Random Forest makes it possible that the selected feature is not necessarily informative. So it is necessary to select features in the Random Forest. The purpose of choosing this feature is to select an optimal subset of features that contain valuable information in the hope of accelerating the performance of the Random Forest method. Mainly for the execution of high-dimensional datasets such as the Parkinson, CNAE-9, and Urban Land Cover dataset. The feature selection is done using the Correlation-Based Feature Selection method, using the BestFirst method. Tests were carried out 30 times using the K-Cross Fold Validation value of 10 and dividing the dataset into 70% training and 30% testing. The experiments using the Parkinson dataset obtained a time difference of 0.27 and 0.28 seconds faster than using the Random Forest method without feature selection. Likewise, the trials in the Urban Land Cover dataset had 0.04 and 0.03 seconds, while for the CNAE-9 dataset, the difference time was 2.23 and 2.81 faster than using the Random Forest method without feature selection. These experiments showed that the Random Forest processes are faster when using the first feature selection. Likewise, the accuracy value increased in the two previous experiments, while only the CNAE-9 dataset experiment gets a lower accuracy. This research’s benefits is by first performing feature selection steps using the Correlation-Base Feature Selection method can increase the speed of performance and accuracy of the Random Forest method on high-dimensional data.
ESTABLISHING MICROSOFT RESEARCH CENTRE IN INDONESIA: A ROAD PATH TOWARD EXPORTING INDONESIAN SOFTWARE Nurhajati Ma'mun; Wawan Dhewanto; Ronaldi Ronaldi; Kridanto Surendro; Basuki Sugiharto
Jurnal Teknobisnis Vol 2, No 1 (2006): Jurnal TEKNOBISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat- Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.903 KB) | DOI: 10.12962/j24609463.v2i1.2818

Abstract

Entering the 21st century, information and communication technolou (ICT) has become an un-separated part in daily human activities. ICT business has become the means in creating wealth and welfare for those commanding this technology. Indonesia with her abundance of people could have compete and create a mass of entrepreneurs in the ICT business. Lack of human development and other causes have brought Indonesia to become merely just user and buyer in the thriving business. The Government of Indonesia has long realized this and has made some efforts in closing the gap. President Yudhoyono 's visit the USA in 2005 has brought an early discussion whether Microsoft will open its research centre in Indonesia. The discussion arouse to a level that in the future Indonesia would able to export its software to the world market. There are steps to be taken and resources to be prepared. There are certain constrains for Indonesia to rise as the world software powerhouse in the future, including the ever changing environment of the software market, as some regard as maelstrom effect. This paper describes the steps should be taken to establish the Microsoft Research Centre in Indonesia and the link to make Indonesia as a world software exporter.
ARSITEKTUR BISNIS: PEMODELAN PROSES BISNIS DENGAN OBJECT ORIENTED Roni Yunis; Kridanto Surendro; Kristian Telaumbanua
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan proses bisnis merupakan suatu langkah awal yang sangat penting dalam menghasilkan sistem informasi enterprise yang terintegrasi. Model bisnis adalah seperangkat asumsi tentang bagaimana organisasi menghasilkan nilai yang bermanfaat bagi seluruh komponen yang ada dalam organisasi. Manfaat yang jelas, pemodelan bisnis bagi organisasi adalah memperjelas karakteristik dan tujuan dari proses organisasi. Salah satu teknik pemodelan proses bisnis bagi organisasi yang tersedia pada saat ini adalah UML. Keberadaan UML sebagai teknik pemodelan pengembangan sistem informasi secara keseluruhan juga diiringi dengan munculnya tools pemodelan yang dapat digunakan oleh organisasi. Dalam makalah ini, akan mengulas tentang bagaimana cara mengidentifikasi pemodelan proses bisnis dalam organisasi dengan suatu pendekatan yang dinamakan dengan pendekatan object oriented. Bagaimana teknis pemodelan proses bisnis tersebut dilakukan, akan dituangkan dalam bentuk studi kasus yaitu pemodelan proses bisnis untuk kebutuhan perguruan tinggi.
MODEL ENTERPRISE ARCHITECTURE UNTUK PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Roni Yunis; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model arsitektur enterprise merupakan suatu acuan standar yang nantinya bisa digunakan oleh perguruan tinggi untuk mengembangkan arsitektur enteprise. Salah satu tujuan dari penerapan arsitektur enterprise adalah menciptakan keselarasan antara bisnis dan teknologi informasi bagi kebutuhan organisasi, penerapan arsitektur enterprise tidak terlepas dari bagaimana sebuah perguruan tinggi merencanakan dan merancang arsitektur enterprise tersebut. Untuk melakukan pengembangan arsitektur enterpise diperlukan suatu metodologi yang lengkap serta mudah digunakan. TOGAF ADM merupakan metodologi yang cukup lengkap, sedangkan RUP merupakan metode pengembangan sistem yang dapat dipercaya untuk menghilangkan kesenjangan selama melakukan pengembangan sistem. Perpaduan antara TOGAF ADM dan RUP ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kompleksitas pengembangan arsitektur enterprise tersebut. Tahapan dalam model arsitektur enterprise sangatlah penting, karena akan berlanjut pada tahapan berikutnya yaitu rancangan arsitektur atau lebih dikenal dengan blue print. Blue print sistem informasi merupakan luaran dari model arsitektur enteprise yang sudah dihasilkan.
ANALISIS DATA TRACER STUDY DENGAN MENGIDENTIFIKASI OUTLIER MENGGUNAKAN TEKNIK DATA MINING Dwi Welly Sukma Nirad; Kridanto Surendro
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 No. 2 Agustus 2018
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.108 KB)

Abstract

Melakukan drop out ataupun permintaan pengunduran diri terhadap mahasiswa merupakan salah satu hal yang dihindari oleh perguruan tinggi karena dapat mempengaruhi rating dan penilaian terhadap kampus. Perguruan tinggi akan meminta mahasiswa mengundurkan diri berdasarkan beberapa ketentuan, salah satunya jika nilai mahasiswa terbilang sangat rendah. Mahasiswa dengan nilai rendah diasumsikan tidak akan meraih penghasilan yang tinggi di masa depan, atau disebut tidak sukses. Oleh karenanya penelitian ini mengangkat data tracer study, sehingga bisa terlihat apakah asumsi tersebut tepat. Alumni yang drop out atau mengundurkan diri tetapi mampu memperoleh penghasilan tinggi ditentukan sebagai standar outlier dalam penelitian ini. Data outlier diperoleh dengan menggunakan teknik data mining, yaitu teknik association rule mining. Teknik ini membantu menemukan rule yang tepat dalam menentukan mahasiswa outlier. Hasil penelitian menunjukkan validitas derajat mahasiswa outlier serta rekomendasi keputusan untuk perguruan tinggi dalam menangani mahasiswa yang teridentifikasi sebagai outlier.