Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

A Review of the Resilience of Rural Communities in the Face of Climate Change Yohanes Kamakaula; Komang Ariyanto; Roys Qaribilla; Aghus Jamaludin Kharis; Farikhul Muafiq; Ratnawati Yuni Suryandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3332

Abstract

The purpose of this study was to examine the multifaceted nature of rural community resilience in the face of climate change. It sought to identify how social, ecological, and institutional factors interact to support or hinder adaptive capacity in rural settings, particularly where infrastructure is limited. Materials and methods. This review drew upon global literature and case studies to explore resilience frameworks and adaptation strategies. The analysis integrated structural approaches, including the Baseline Resilience Indicators for Communities (BRIC) and the STAR model (Specific assets, Tradeable specialization, Access to markets, Resources), to provide lenses for assessing rural resilience and informing policy interventions. Results. The review revealed that social capital, traditional ecological knowledge, and livelihood diversity are critical foundations for resilience and transformative potential. Adaptation strategies such as diversified agriculture, agroforestry, participatory planning, and ecosystem-based approaches were found to be effective in enhancing socio-ecological sustainability. However, challenges such as limited infrastructure, insufficient institutional support, unequal access to finance and technology, and erosion of local knowledge persist and constrain resilience-building efforts. Conclusions. This study concludes that while promising practices exist, gaps remain in comprehensive frameworks and in the design of inclusive, participatory policies. Strengthening rural resilience requires localized, equity-driven approaches that integrate local knowledge with institutional support, while addressing systemic barriers to resources and infrastructure. Future research should prioritize community-driven models and multi-scalar strategies to better fortify rural resilience amid accelerating global environmental change.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat untuk Tetap Bermukim di Kawasan Rawan Banjir: Studi di Sekitar Kali Angke Roselin Vanisa Putri; Aphrodita Puspateja; Ratnawati Yuni Suryandari; Aditianata
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kzznz770

Abstract

Banjir di Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Pedurenan dan Pinang, telah terjadi berulang sejak tahun 2002 akibat luapan Kali Angke dengan ketinggian air mencapai 50–150 cm. Meskipun berisiko, banyak warga tetap memilih bermukim di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk tetap bermukim. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan mean rank terhadap 14 indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yaitu interaksi sosial antarwarga (8.97), ketersediaan fasilitas kesehatan (8.81), dan keterjangkauan terhadap pusat kota (8.39). Interaksi sosial yang kuat mencerminkan solidaritas dan dukungan antarwarga saat banjir, sementara akses terhadap fasilitas kesehatan serta lokasi strategis dekat pusat kota mendukung kemudahan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, keputusan bermukim tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga ikatan sosial dan ekonomi yang memperkuat keterikatan masyarakat terhadap lingkungan tinggalnya.    
Membangun Budaya Sadar Bencana pada Anak Panti Asuhan melalui Simulasi Partisipatif Ratnawati Yuni Suryandari; Ken Martina Kasikoen; Suprajaka; Elsa Martini
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.377

Abstract

Wilayah Playen, Kabupaten Gunungkidul, merupakan kawasan dengan karakteristik kerawanan bencana yang cukup tinggi, khususnya gempa bumi dan bencana hidrometeorologis. Kelompok anak-anak pada lembaga sosial seperti panti asuhan termasuk kategori rentan karena keterbatasan akses informasi, pengalaman kebencanaan, serta belum tersedianya sistem mitigasi internal yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan, pengetahuan mitigasi, dan kesiapsiagaan anak-anak serta pengasuh Panti Asuhan Islam (PAI) Playen melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis simulasi. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, identifikasi risiko, penyusunan modul edukasi ramah anak, pelatihan interaktif, simulasi evakuasi, serta evaluasi pra–pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 21,6%, terbentuknya SOP evakuasi sederhana, pemasangan denah jalur evakuasi, serta peningkatan kepercayaan diri peserta dalam merespons situasi darurat. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun pemahaman risiko dan respons adaptif terhadap potensi bencana di lingkungan panti.