Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perubahan Siklus Menstruasi Akseptor Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Cyclofem dan Suntik 2 Bulan Gestin F2 Rajadiah, Ervina Yuni; Sunartono, Sunartono; Suryantara, Bima
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i1.246

Abstract

Beberapa wanita mengalami masalah menstruasi akibat penggunaan metode kontrasepsi. Sebagian besar ibu mengeluhkan efek samping penggunaan kontrasepsi, termasuk ketidakteraturan menstruasi. Namun, masalah ini biasanya bersifat hormonal dan tidak dialami oleh semua orang dengan efek yang sama. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidaksesuaian dan ketidakseimbangan hormon. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis perubahan siklus menstruasi pada akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan Cyclofem dan akseptor kontrasepsi suntik 2 bulan Gestin F2. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian Randomized Control Trial (RCT). Populasi penelitian adalah akseptor baru KB suntik 1 bulan dan 2 bulan di Prakter Mandiri Bidan Ervina Tangerang. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan atau 2 kali siklus menstruasi. Teknik random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Jumlah sampel 36 responden terdiri dari 18 orang kelompok cyclofem dan 18 orang kelompok gestin f2. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji mann whitney. Hasil analisis uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,678 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan perubahan siklus menstruasi antara kelompok cyclofem dan kelompok gestin f2.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja Karang Taruna: Skrining dan Upaya Pencegahan Fadhilah, Siti; Rusliani, Dian Monalisa; Nuryati, Arum; Suryantara, Bima
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 1 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.537

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia terus meningkat akibat perubahan gaya hidup dan urbanisasi. PTM tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada usia muda. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung implementasi skrining PTM pada kelompok remaja Karang Taruna Tunas Harapan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini. Skrining dilakukan terhadap 24 peserta berusia 19–33 tahun menggunakan metode pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas), tekanan darah, kadar hemoglobin, serta kadar gula darah sewaktu dengan alat Easy Touch GCU. Hasil skrining menunjukkan bahwa 29,2% peserta memiliki status gizi kurang, 12,5% obesitas, 6,7% mengalami anemia, 11,1% terindikasi prediabetik, dan 8,4% mengalami hipertensi tingkat 1. Tindak lanjut dilakukan melalui edukasi kesehatan mengenai PTM, anemia, serta pengaturan pola makan dan gaya hidup. Tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia. Diperlukan dukungan dari pemerintah desa dan Karang Taruna dalam mengoptimalkan posyandu remaja agar kegiatan ini berkelanjutan. Program ini dapat menjadi model dalam deteksi dini PTM berbasis komunitas untuk meningkatkan kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja Karang Taruna: Skrining dan Upaya Pencegahan Fadhilah, Siti; Rusliani, Dian Monalisa; Nuryati, Arum; Suryantara, Bima
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 1 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.537

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia terus meningkat akibat perubahan gaya hidup dan urbanisasi. PTM tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada usia muda. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung implementasi skrining PTM pada kelompok remaja Karang Taruna Tunas Harapan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini. Skrining dilakukan terhadap 24 peserta berusia 19–33 tahun menggunakan metode pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas), tekanan darah, kadar hemoglobin, serta kadar gula darah sewaktu dengan alat Easy Touch GCU. Hasil skrining menunjukkan bahwa 29,2% peserta memiliki status gizi kurang, 12,5% obesitas, 6,7% mengalami anemia, 11,1% terindikasi prediabetik, dan 8,4% mengalami hipertensi tingkat 1. Tindak lanjut dilakukan melalui edukasi kesehatan mengenai PTM, anemia, serta pengaturan pola makan dan gaya hidup. Tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia. Diperlukan dukungan dari pemerintah desa dan Karang Taruna dalam mengoptimalkan posyandu remaja agar kegiatan ini berkelanjutan. Program ini dapat menjadi model dalam deteksi dini PTM berbasis komunitas untuk meningkatkan kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor terhadap Kelancaran Produksi Asi pada Ibu Menyusui Arisandi, Desy; Maimunah, Siti; Suryantara, Bima
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.275

Abstract

Pemberian ASI ekslusif dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang atau salah informasi banyak ibu yang merasa bahwa susu permula itu sama baiknya, ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Usaha untuk memperlancar pengeluaran ASI bisa dilakukan dengan pendekatan farmakologi atau non-farmakologi. Contohnya termasuk memijat punggung, menggunakan kompres hangat, merawat payudara, menyusui setiap 2-3 jam, banyak minum air putih, serta menggunakan ramuan herbal dengan makan makanan yang bergizi seperti jinten hitam dan daun kelor. Tujuan penelitian yaitu Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan konsumsi jinten hitam dan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Metode Penelitian Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Randomized Control Trial (RCT). Populasi penelitian ini melibatkan ibu menyusui usia 0-8 hari di Puskesmas Jembatan Kecil, Kota Bengkulu sejumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling, dengan 34 responden yang terdiri dari 17 orang kelompok jinten hitam dan 17 orang kelompok daun kelor. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji mann whitney. Hasil uji statistik uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,373 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak karena nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,373 > 0,05 dengan demikian dapat dikatakan antara kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor sama- sama berkontribusi dalam melancarkan ASI. Kesimpulan Kelancaran produksi ASI sama-sama meningkat pada kelompok pemberian jinten hitam selama tujuh hari dan kelompok pemberian daun kelor selama tujuh hari pada ibu menyusui.
Dampak Bencana Banjir Terhadap Kesehatan Ibu Hamil dan Anak-Anak Di Desa Kemang Kelurahan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan-Riau Fonda, Yulia; Suryantara, Bima; Hanifa, Fatya Nurul
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/9p041a49

Abstract

Penyuluhan yang untuk mengetahui dampak bencana banjir terhadap kesehatan ibu hamil dan anak-anak Di Desa Kemang Kelurahan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan-Riau bertujuan untuk dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil dan anak-anak yang terkena dampak banjir dan  menjaga kesehatan ibu hamil dan anak-anak dilingkungan Desa Kemang Kelurahan Pkl Kuras Kabupaten Pelalawan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah upaya memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan anak-anak. Pada kegiatan ini diberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan anak-anak. Pada saat kegiatan berlangsung dilakukan edukasi mengenai dampak banjir bagi ibu hamil dan anak-anak. Selama kegiatan tersebut peserta juga diberikan kesempatan untuk menceritakan keluhan kesehatan yang terjadi disaat banjir tersebut.
The Effectiveness of Endorphin Massage Combined with Nutmeg (Myristica fragrans) Aromatherapy in Reducing Pain and Anxiety During the Active Phase of the First Stage of Labor at Labuha Regional Hospital Warda, Warda; Kristiarini, Juda Julia; Suryantara, Bima
Open Access Health Scientific Journal Vol. 6 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v6i2.102

Abstract

Background: Labor pain and anxiety, primarily caused by uterine contractions, are common experiences during childbirth and can lead to complications if not properly managed. Non-pharmacological methods such as endorphin massage and nutmeg aromatherapy offer promising alternatives for pain and anxiety reduction. This study aimed to evaluate the effectiveness of endorphin massage in combination with nutmeg aromatherapy in reducing pain and anxiety during the active phase of the first stage of labor.Methods: A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was employed. The intervention group received endorphin massage alongside nutmeg aromatherapy, while the control group was given nutmeg aromatherapy alone. A total of 52 laboring women in the active phase of first-stage labor at Labuha Regional Hospital during May–June 2025 were recruited using purposive sampling, with 26 participants in each group. Data were collected using questionnaires and observation sheets. Descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, and both paired and unpaired statistical tests were utilized. The Mann-Whitney U test was used to assess group differences.Results: In the control group, Wilcoxon tests showed significant reductions in both pain (p = 0.000) and anxiety levels (p = 0.000) following the aromatherapy intervention. The treatment group demonstrated a significantly greater reduction in pain (Z = -6.102, p = 0.000) and anxiety (Z = -3.074, p = 0.002) compared to the control group, indicating the added benefit of endorphin massage.Conclusion: The combination of endorphin massage and nutmeg aromatherapy is effective in significantly reducing labor-related pain and anxiety. This method may be recommended as a supportive non-pharmacological intervention to enhance maternal comfort and care quality during labor, particularly by midwives.
Pemberdayaan Kader dan Edukasi Kepada Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Kekurangan Energi Kronik dan Anemia Pada Kehamilan Widyasari, Kiki; Suryantara, Bima; Issabella , Chentia Misse
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.806

Abstract

Kekurangan energi kronik pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko terjadinya anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, terkena penyakit infeksi, dan menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu, selanjutnya ibu juga berisiko mengalami persalinan lama, persalinan prematur, perdarahan post partum serta peningkatan tindakan section caesaria. KEK pada ibu hamil juga dapat menyebabkan intrauterine growth retardation (IUGR), atau bahkan intrauterine fetal death (IUFD), kelainan kongenital, anemia serta la(Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2021)hir dengan berat badan lahir rendah. Sesuai dengan pendekatan POD, Dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025di Wilayah kerja Puskesmas Sirah Pulau Padang, peserta sebanyak 15 ibu hamil dan 10 kader posyandu metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi,Penugasan. Survey dilakukan di Desa Serdang Menang, selanjutnya mengurus perizinan kepada kepala Puskesmas Sirah Pulau Padang. Hasil Kegiatan pemberdayaan kader dan edukasi kepada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sirah Pulau Padang berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan KEK dan anemia. Diperlukan keberlanjutan kegiatan serupa secara berkala agar ibu hamil mendapatkan pendampingan optimal untuk mencegah komplikasi kehamilan
EDAMAME:Edukasi Maternal Mental Health pada Kader Kesehatan Menggunakan Media Booklet di Puskesmas Kersanagara Cibeureum Kota Tasikmalaya Jawa Barat Astuti, Retnaning; Suryantara, Bima; Merida, Yunri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1055

Abstract

Program EDAMAME (Edukasi Maternal Mental Health) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil melalui edukasi berbasis booklet di Puskesmas Kersanagara, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman kader mengenai kesehatan mental maternal serta belum optimalnya peran kader dalam edukasi aspek psikologis kehamilan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan kepada kader kesehatan dengan memanfaatkan booklet sebagai media utama, disertai pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebelum edukasi seluruh responden berada pada kategori pengetahuan kurang (100%), sedangkan setelah edukasi sebagian besar berada pada kategori baik (68,0%) dan cukup (32,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa booklet EDAMAME efektif sebagai media edukasi yang sederhana, sistematis, dan mudah dipahami. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak promotif dan preventif kesehatan mental maternal di tingkat pelayanan kesehatan primer, sehingga berpotensi mencegah gangguan kesehatan mental pada masa kehamilan dan perinatal secara berkelanjutan.
Pemberian Edukasi Berbasis Booklet untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Asi Eksklusif di Desa Muko Dayah Hayatun, Hayatun; Suryantara, Bima; Merida, Yunri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1085

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi berbasis booklet untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif dan praktek langsung cara menyusui yang benar. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil di Desa Muko Dayah. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya edukasi tentang ASI eksklusif menggunakan booklet dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua ibu hamil yang hadir dalam acara pengabmas tersebut. Hasil pengabdian masyarakat pengetahuan ibu meningkat kategori pengetahuan baik dari pretest 20% setelah edukasi dan post test menjadi 76%. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dapat mengedukasi tentang ASI eksklusif, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya ibu hamil. Sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam program ASI eksklusif setelah melahirkan nanti.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMILDI PUSKESMAS LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA Yunita, Mawarni; Suryantara, Bima; Subaris Kasjono, Heru
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v5i1.5022

Abstract

The prevalence of anemia at <8 weeks gestation was 40%, 9-12 weeks gestation was 46.9%, 13-16 weeks gestation was 50%, 17-20 weeks gestation was 52.9%, 21-24 weeks gestation was 68.3% and >25 weeks gestation was 64.6%. According to WHO in 2020, the prevalence of pregnant women who experience Fe deficiency anemia is around 35-75% which increases with increasing gestational age. The research design used was an analytic survey with a cross-sectional approach. The population and sample in this study amounted to 54 people. Total sampling technique. Univariate and bivariate data analysis with frequency distribution tables.Between education and anemia prevention behavior, the p value (sig) =0.621> 0.05 means that there is no relationship between education and anemia prevention behavior. Statistical test results obtained p (sig) =0.851> 0.05 which means there is no relationship between work and anemia prevention behavior. Statistical test results obtained p (sig) =0.000> 0.05 which means there is a relationship between knowledge and anemia prevention behavior. The statistical test results obtained p (sig) =0.005 <0.05 which means there is a relationship between attitude and anemia prevention behavior. The statistical test results obtained p value (sig) =0.192 <0.05 which means there is a relationship of trust with anemia prevention behavior. The statistical test results obtained p (sig) =0.000 <0.05, which means that there is a relationship between husband/family support and anemia prevention behavior. The results of the statistical test obtained a p value (sig) = 0.232 < 0.05, which means that there is no relationship between support from health workers and anemia prevention behavior. of the 3 variables tested by multiple logistic regression in the first stage, two variables have a p-value <0.05 and the largest is the knowledge variable (p=0.000). This means that the most dominant variable associated with anemia prevention behavior is knowledge. The most dominant variable associated with anemia prevention behavior is knowledge.