Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Berat Molekul Kitosan terhadap Efisiensi Enkapsulasi BSA (Bovine Serum Albumin) Menggunakan Agen Crosslink Asam Sitrat Bani Amanullah Prasojo; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.849 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.62-66

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh berat molekul kitosan terhadap efisiensi enkapsulasi BSA (Bovine Serum Albumin) menggunakan agen crosslink asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi enkapsulasi (EE) BSA dengan pengaruh berat molekul kitosan dan crosslink asam sitrat dan menentukan energi interaksi antara kitosan dengan BSA melalui metode ab initio dan docking. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah hidrolisis kitosan dengan HCl, enkapsulasi BSA, dan perhitungan energi interaksi secara ab initio dan docking. Hasil penelitian menunjukkan Efisiensi enkapsulasi (EE) BSA oleh kitosan awal dan kitosan terhidrolisis yaitu 52,06% dan 66,63%. Asam sitrat sebagai agen crosslink juga dapat memperbesar efisiensi enkapsulasi. Efisiensi enkapsulasi kitosan awal dan kitosan awal ditambah asam sitrat yaitu 52,06% dan 52,79%. Hasil perhitungan ab initio menunjukan bahwa terjadi interaksi antara segmen trimer kitosan dengan asam amino asam aspartat pada BSA dengan energi interaksi sebesar -91,3871 kJ mol-1 dengan jarak optimum 1,799 Å, sedangkan docking menghasilkan energi interaksi -18,244 kJmol-1. Interaksi juga dilakukan antara segmen trimer kitosan dengan rantai A BSA menghasilkan energi -5,565 kJmol-1 dan energi antara segmen trimer kitosan dengan rantai B BSA -18,704 kJmol-1.
Pengaruh Waktu pada Pembentukan Kalsium Fosfat dengan Sistem Membran Selulosa Bakterial Febriani Sinambela; Tri Windarti; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.973 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.105-110

Abstract

Kalsium fosfat merupakan senyawa yang biasa digunakan sebagai material bio-implan karena bersifat biokompatibel, bioaktif dan osteokonduktif. Sistem membran selulosa bakterial adalah metode yang dapat digunakan dalam pembentukan kalsium fosfat. Pembuatan kalsium fosfat dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi sintesis selulosa bakterial menggunakan 1000 mL media air kelapa, 100 g gula pasir dan 0,6 g diamonium sulfat untuk membiakkan 100 mL starter bakteri Acetobacter Xylinum, pembuatan kalsium fosfat dengan variasi waktu 5, 6, 12, 24 dan 48 jam menggunakan sistem membran selulosa bakterial dan analisis produk sintesis menggunakan FTIR dan XRD. Berdasarkan analisis FTIR dan XRD, pembentukan kalsium fosfat menggunakan membran selulosa bakterial, pada variasi waktu 5, 6, dan 24 jam menghasilkan kalsium hidrogen fosfat dihidrat (CHPD) [CaHPO4.2H2O] , trikalsium fosfat (TCP) [Ca3(PO4)2], karbonat hidroksiapatit (CHA), dan hidroksiapatit (HA) [Ca10(PO4)6(OH)2] dan variasi waktu 12 dan 48 jam adalah CHPD, TCP dan HA. Semakin lama waktu pembentukan kalsium fosfat, fase kalsium fosfat semakin semikristalin. Selain itu, semakin lama waktu, ukuran kristalit CHPD sebagai produk utama cenderung semakin besar yaitu variasi waktu 5 jam sebesar 30,28 nm, variasi waktu 6,12, 24 jam sebesar 32,60 nm, dan variasi waktu 48 jam sebesar 33,90 nm.
Studi Interaksi antara Segmen Dimer Kitin dengan Molekul Kalsium Fosfat Menggunakan Metode ab Initio Ade Rahmani; Tri Windarti; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.965 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.43-47

Abstract

Chitin adalah polisakarida alami potensial yang digunakan sebagai adsorben. Salah satu contohnya adalah penggunaan kitin sebagai adsorben dalam pembuatan komposit kitin-kalsium fosfat. Penelitian ini merupakan penelitian teoritis dengan metode kimia kuantum ab initio pada tingkat teori dan himpunan dasar HF/6-31G(d,p) untuk memprediksi struktur dan interaksi yang terjadi dalam pembentukan kitin-kalsium fosfat. Hasil perhitungan menunjukkan interaksi antara kitin dimer dan kalsium fosfat. Energi interaksi antara kitin dimer dengan Ca+ adalah -359,837 kJ/mol pada jarak 2,25 Å. Interaksi PO43- dengan kitin dimer memiliki energi -274,770 kJ/mol pada jarak 3,20 Å. Interaksi CaPO4- dengan kitin dimer memiliki energi -64,058 kJ/mol pada jarak 2,50 Å. Untuk konfigurasi (kitin dimer... CaPO4-)II dan konfigurasi (kitin dimer... CaPO4-)II sebesar -21.475 kJ/mol pada jarak 3,85 Å. Energi interaksi antara kitin dimer dan Ca3(PO4)2 adalah -284.123 kJ/mol pada jarak 2,55 Å. Dan interaksi antara kitin dimer dengan (Ca5(PO4)3OH) adalah -105,200 kJ/mol pada jarak 2,50 Å.
Studi Kemampuan Adsorpsi Zeolit Alam Terdealuminasi terhadap Senyawa Fenol dan 2-Metoksifenol pada Asap Cair Sekam Padi: Eksperimen dan Komputasi AB Initio Wempie Gressangga; Suhartana Suhartana; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.807 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.94-99

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kemampuan adsorpsi zeolit alam terdealuminasi terhadap senyawa fenol dan 2-metoksifenol pada asap cair sekam padi. Penelitian ini dilakukan melalui dua pendekatan yaitu eksperimen dan komputasi ab initio. Dealuminasi zeolit dilakukan dengan pengasaman menggunakan asam HCl dan H2SO4. Zeolit alam sebelum dan sesudah didealuminasi dianalisis menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Asap cair sebelum dan sesudah adsorpsi dianalisis menggunakan GC-MS. Pemodelan dilakukan pada tingkat teori HF/6-31G** diperoleh energi interaksi terendah antara segmen dimer tetrahedral zeolit rasio Si-Al 2-0 dengan fenol sebesar -19,3313 kkal/mol dan dengan 2-metoksifenol sebesar -22,1246 kkal/mol. Dealuminasi zeolit alam menggunakan asam HCl 6N diperoleh rasio Si/Al tertinggi sebesar 19,2432. Hasil adsorpsi asap cair diperoleh kadar fenol dan 2-metoksifenol terendah ketika diadsorpsi menggunakan zeolit alam dengan rasio Si/Al tertinggi dengan kadar masing-masing 0,52% dan 28,4%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi rasio Si/Al mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi senyawa fenol dan 2-metoksifenol pada asap cair sekam padi, melalui hasil pemodelan juga dibuktikan bahwa segmen tetrahedral zeolit rasio Si-Al tertinggi memiliki energi interaksi terendah terhadap molekul fenol dan 2-metoksifenol.
Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi Segmen Dimer Kitosan dengan Vitamin C secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen Sekar Kusuma Dewi; Tri Windarti; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.437 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.63-68

Abstract

Studi interaksi antarmolekul antara kitosan dan vitamin C secara komputasi ab initio dan eksperimen untuk memahami penggunaan kitosan sebagai bahan dasar drug delivery telah dilakukan. Parameter yang dianalisis adalah energi interaksi dan spektra IR. Perhitungan dilakukan terhadap dua konformasi interaksi yaitu antara sisi atom N segmen dimer kitosan bermuatan parsial negatip masing-masing dengan sisi atom H pada cincin vitamin C yang bermuatan parsial positip (konformasi I) dan sisi atom H di luar cincin (konformasi II). Energi dan jarak interaksi konfigurasi I masing-masing sebesar -62,263 kJ mol-1 dan 1,897 Å, sedangkan konfigurasi II sebesar -32,641 kJ mol-1 dan 2,226 Å. Spektra IR menunjukkan mode-mode vibrasi pada kedua senyawa yang berinteraksi. Kesimpulan hasil pemodelan adalah bahwa kitosan dapat mengikat vitamin C dengan energi yang berbeda. Hasil pemodelan diverifikasi dengan absorpsi vitamin C oleh kitosan melalui pencampurkan 2,5 g kitosan dan 0,25 % larutan vitamin C. Pengukuran vitamin C yang tersisa dan uji lepas lambat vitamin C yang terserap dalam kitosan dalam media air dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kitosan dapat menyerap vitamin C sebesar 46,5 % serta pada 10 menit pertama konsentrasi vitamin C yang dilepas sebesar 95,15 ppm.
Pengaruh Berat Molekul Kitosan terhadap Efisiensi Enkapsulasi BSA (Bovine Serum Albumin) Menggunakan Agen Crosslink Na-TPP Nastiti Nastiti; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.811 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.104-109

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh berat molekul kitosan terhadap efisiensi enkapsulasi BSA (bovine serum albumin) menggunakan agen crosslink Na-TPP. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh berat molekul kitosan dan adanya agen crosslink Na-TPP terhadap efisiensi enkapsulasi BSA, serta memprediksi interaksi yang terjadi antara kitosan dan BSA menggunakan pemodelan molekul. Berat molekul kitosan diperkecil dengan metode hidrolisis dengan HCl 0,5N dan efisiensi enkapsulasi kitosan terhadap BSA ini ditentukan dengan pengukuran menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 278nm. Interaksi antara kitosan dan BSA dapat diketahui dengan optimasi dan penentuan energi interaksi dengan menggunakan metode ab initio dan molecular docking.. Berat molekul kitosan awal dan kitosan hasil hidrolisis HCl 0,5 N yaitu 1,666x105 Da dan 1,277x103 Da. Efisiensi enkapsulasi kitosan hasil hidrolisis lebih besar dibandingkan kitosan awal yaitu 57,111%, dengan penambahan Na-TPP menjadi 61,751%. Disimpulkan bahwa penggunaan kitosan hasil hidrolisis dengan berat molekul rendah dan adanya Na-TPP sebagai agen crosslink mampu meningkatkan kemampuan enkapsulasi kitosan. Interaksi antara kitosan dan BSA ditunjukkan dengan diperolehnya energi interaksi antara trimer kitosan dan glutamin dengan menggunakan ab initio sebesar -74,765 kJ mol-1, sedangkan dengan molecular docking adalah -13,221 kJ mol-1. Dengan molecular docking juga diperoleh energi interaksi antara trimer kitosan dengan glutamin pada rantai A dan B dari BSA sebesar -12,301 kJ mol-1 dan -9,665 kJ mol-1.
Studi Interaksi antara Segmen Dimer Kitosan dengan Peptida Ac-CA-NH2 dan Ac-TP-NH2 secara Komputasi Ab-Initio Diky Yopianto; Marta J. Sipangkar; Rikno Budiyanto; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.831 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.118-125

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem drug delivery dengan kitosan adalah kekuatan binding antara kitosan dengan ADTC1. Interaksi antara molekul kitosan dengan ADTC1 adalah melalui gugus –OH dan –NH2 pada monomer kitosan dengan gugus –Ac dan –NH2 pada monomer asam amino A, C, T, dan P pada peptida ADTC1. Telah dipelajari interaksi antara molekul Ac-CA-NH2 dan Ac-TP-NH2 penyusun peptida ADTC1 (Ac-CADTPPVC-NH2) dengan dimer kitosan. Konfigurasi interaksi yang lebih disukai atau lebih stabil dapat diperkirakan melalui interaksi komponen penyusun kitosan dan komponen penyusun peptida ADTC1 tersebut. Penelitian dibatasi pada dimer kitosan dan peptida Ac-CA-NH2 dan Ac-TP-NH2. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan energi interaksi antara peptida Ac-CA-NH2 dan Ac-TP-NH2 dengan segmen dimer kitosan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantum ab initio pada tingkat teori dan basis set HF/6-31 G(d,p). Hasilnya adalah energi interaksi konfigurasi-1 dan konfigurasi-2 antara dimer kitosan dengan peptida Ac-CA-NH2 masing-masing adalah -26,144 kJ mol-1 dan -66,5296 kJ mol-1 dengan panjang ikatan-H yang terbentuk rata-rata 2,010 Ǻ. Sedangkan energi interaksi konfigurasi-1 dan konfigurasi-2 antara dimer kitosan dengan peptida Ac-TP-NH2 masing-masingadalah sebesar -41,5616 kJ mol-1 dan -54,7272 kJ mol-1 dengan panjang ikatan-H yang terbentuk rata-rata 2,053 Ǻ. Kesimpulannya adalah energi interaksi cukup besar sehingga kitosan dapat menjadi sistem delivery bagi ADTC1, dan terdapat berbagai konfigurasi dengan energi interaksi yang berbeda yang diduga sebagai dasar pelepasan secara berkala peptida ADTC1 pada sistem delivery matrik kitosan.
Molecular Docking of Interaction between E-Cadherin Protein and Conformational Structure of Cyclic Peptide ADTC3 (Ac-CADTPC-NH2) Simulated on 20 ns Atiatul Manna; Marlyn Dian Laksitorini; Dwi Hudiyanti; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.527 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.30-36

Abstract

Pengobatan penyakit yang menyerang otak sangat sulit dilakukan karena penghantaran molekul obat menuju otak terhalang oleh molekul-molekul blood-brain barrier (BBB). Untuk mengatasinya telah dikembangkan metode baru dengan memodulasi junction antar sel menggunakan peptida. Salah satu peptida yang diperkirakan mampu memodulasi adalah ADTC3, yang diturunkan dari susunan asam amino kadherin. Modulasi terjadi diduga karena interaksi antara ADTC3 dengan E-kadherin. Pada penelitian ini telah dihitung energi interaksi antara ADTC3 dengan E-kadherin. Metode yang digunakan adalah dinamika molekul (DM) dan molecular docking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peptida siklik ADTC3 (Ac-CADTPC-NH2) hasil simulasi 20 ns (20.000 ns) berinteraksi kuat dengan domain EC1 E-kadherin dengan energy binding sebesar -31,55 kJ.mol-1 dan tetapan inhibisi Ki sebesar 2,96 µM pada konformasi ke-4487. Interaksi yang kuat ini diperkirakan sebagai daya penggerak memodulasi junction antar sel. Interaksi antara ADTC3 dengan E-kadherin terjadi pada situs residu E-kadherin Asp1, Trp2, Val3, Ile4, Lys25, Met92 yang berada pada daerah adhesion arm-acceptor pocket.
Studi Pendahuluan tentang Enkapsulasi Vitamin C dalam Liposom Kelapa (Cocos nucifera L.) Dwi Hudiyanti; Desita Triana; Parsaoran Siahaan
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.414 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.5-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari enkapsulasi vitamin C dalam liposom kelapa (Cocos nucifera L.). Efisiensi enkapsulasi liposom kelapa diperoleh sebesar 80,76%. Penambahan kolesterol pada membran liposom mempengaruhi besarnya efisiensi enkapsulasi. Penambahan kolesterol sebesar 30% meningkatkan efisiensi enkapsulasi menjadi sebesar 92,71%. Suhu mempengaruhi kemampuan liposom kelapa untuk menyimpan vitamin C dalam 8 hari. Penyimpanan pada suhu 5°C menurunkan kebocoran liposom kelapa.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari enkapsulasi vitamin C dalam liposom kelapa (Cocos nucifera L.). Efisiensi enkapsulasi liposom kelapa diperoleh sebesar 80,76%. Penambahan kolesterol pada membran liposom mempengaruhi besarnya efisiensi enkapsulasi. Penambahan kolesterol sebesar 30% meningkatkan efisiensi enkapsulasi menjadi sebesar 92,71%. Suhu mempengaruhi kemampuan liposom kelapa untuk menyimpan vitamin C dalam 8 hari. Penyimpanan pada suhu 5°C menurunkan kebocoran liposom kelapa.
PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS MELALUI PENERAPAN PETA KONSEP Nurbani, Anggita Repsi; Siahaan, Parsaoran; Amsor, Amsor
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v5i2.7542

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi proses pembelajaran fisika selama ini masih cenderung bersifat informatif dan matematis, siswa kurang terlibat aktif dalam proses membangun konsepnya sendiri melalui aktivitas ilmiah, sehingga mengakibatkan rendahnya penguasaan konsep di SMA Negeri 13 Bandung. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil nilai ulangan akhir sekolah siswa yang masih dibawah rata-rata nilai kriteria kelulusan minimum (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penguasaan konsep siswa melalui penerapan peta konsep. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 13 Bandung sebanyak 30 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penguasaan konsep siswa dilihat dari skor rata-rata gain yang didapat sebesar 0,69. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan peta konsep dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dengan kategori sedang. Untuk korelasi hubungan antara kemampuan membuat peta konsep dengan penguasaan konsep sebesar 0,51 yang termasuk ke dalam kategori cukup.
Co-Authors A. Suhandi A.F.C Wijaya A.F.C. Wijaya Achmad Samsudin Ade Rahmani ADI YULANDI Agus Subagio Amsor, Amsor Anam, M. Khairul Anggi Hanif Setyadin Anugrah Ricky Wijaya Anugrah, Daru Seto Bagus ARIF HIDAYAT Asep Saefullah Atiatul Manna Ayub Indra Badri Rahmatulloh Bambang Cahyono Bani Amanullah Prasojo Bungaran David Simanjuntak Choiril Azmiyawati Cynthia L. Radiman Cynthia L. Radiman Desita Triana Dieter Ziessow Dieter Ziessow Diky Yopianto Dwi Hudiyanti Dwi Hudiyanti E. Suhendi Efendi, Ridwan Eka Liandari Endang Sawitri Endi Suhendi Ermawati Dewi Ermawati Dewi, Ermawati Farach, Nurul Febriani Sinambela Friska, Reski Ivon Fungky Iqlima Nasyidiah Gadis Argi Kiranti Hendri Widiyandari Heni Rusnayati Heny Ekawati Haryono Hildayani, Suci I Gusti Bagus Wiksuana Ida Kaniawati Ika Mustika Sari Imelda F. Saragih Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Khafidhoh Nurul Aini, Khafidhoh Nurul Khairul Anam KL Putri Laura Virdy Darmalim Liana Dewi Nuratikah Marchelia Dwi Yanthi Marlyn Dian Laksitorini Marlyn Dian Laksitorini Marta J. Sipangkar Mohd Hafiz Dzarfan Othman Mr Sumar Hendayana Muhamad A. Martoprawiro Muhamad A. Martoprawiro Muhammad Cholid Djunaidi Nadira Cahyaning Mentari Nanik Wijayanti Nastiti Nastiti Nia Kurniasih Nor Basid Adiwibawa Prasetya Nurbani, Anggita Repsi Nurwarrohman Andre Sasongko Parlindungan Sinaga Permono Adi Putro Purwanto, Purwanto Putra Habib Dhitareka Redemtus Heru Tjahjana Restina Septiani Retno Ariadi Lusiana Rikno Budiyanto Risda Destari Royhanshah, Moch Freskha Fauzi Sasmita, Dedi Sekar Kusuma Dewi Simanjuntak, Bungaran David Sri Haryanti Suci Hildayani Suci Zulaikha Hildayani Suhartana Suhartana Susanto Imam Rahayu Susanto Imam Rahayu Tantri Nevi Astuti Taufik Rahman Tri Endro Pranowo Tri Windarti Unang Purwana Ustera Octovindra Wiedyanto Vina Rilantinawati Vivitri Dewi Prasasty Wahyu Setiabudi Wawan Setiawan Wempie Gressangga Yanthi, Marchelia Dwi Yenni, Rozi Prima Yunina Surtiana