Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi, Sandi; Suswanto, Iman; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2641

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.
Uji Patogenisitas Metarhizium anisopliae terhadap Larva Kumbang Janur Kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Adawiyah, Annisa Atul; Hendarti, Indri; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9092

Abstract

ABSTRAK Metarhizium anisopliae merupakan cendawan entomopatogen yang dapatmenginfeksi banyak jenis serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas M.anisopliae dalam mengendalikan larva hama kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Hama kumbang janur kelapa merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa. Penelitian berlangsung selama tiga bulan di Laboratorium Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak. Kegiatan meliputi uji pendahuluan menggunakan 6 perlakuan konsentrasi konidia dengan 3 ulangan dan didapatkan LC50 kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan kisaran di antara LC50 dengan nilai 6,1 x 104Metode aplikasi yang digunakan adalah metode semprot langsung pada 10 larva uji yang sudah ada di lipatan janur dalam cawan petri. Variabel pengamatan meliputi persentase mortalitas larva, viabilitas spora, persentase pupa yang dihasilkan, dan persentase imago yang dihasilkan. Data yang didapatkan terlebih dahulu dikoreksi dengan menggunakan rumusAbbott"™s kemudian dianalisis menggunakan Statistical Analysis System (SAS).Pada konsentrasi 6,1 x 106 konidia/ml dapat menyebabkan kematian 95% sedangkan pada konsentrasi 6,1 x 102 konidia/ml menyebabkan kematian 45%. Semakin tinggi konsentrasi konidia M.anisopliae makapersentase pupa dan imago yang terbentuk semakin rendah sedangkan viabilitas dari konidia yang digunakan termasuk kategori baikdengan nilai 66.32%.
PENGARUH PUPUK HIJAU DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI DI TANAH ALUVIAL OOK, YOHANES PROTASIUS; SARBINO, SARBINO; SUSWANTO, IMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman sawi. Kata kunci : Pupuk Hijau Daun Gamal, Sawi, AluvialPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman sawi
PERTUMBUHAN SETEK LADA SATU RUAS PADA BERBAGAI KOMPOSISI TANAH ALUVIAL DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Purnama, Petrus Riki; Anggorowati, Dini; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30671

Abstract

This study aims to obtain the composition of alluvial soil and oil palm empty fruit bunches (OPEFB) compost that provides the best growth of pepper cuttings. This research was conducted in Parit Demang village, South Pontianak. This study start from February 25th, 2018 to May 25th, 2018. This study used an experimental method with a Complete Randomized Design pattern (CRD) it"™s a dose of OPEFB compost with 4 levels treatment, each treatment consists of 6 replication and consisting of 10 sample plants. The first treatment alluvial soil composition : OPEFB compost (1:0), second treatment alluvial soil composition : OPEFB (1:1), third treatment alluvial soil composition : OPFB compost (1:2) and fourth treatment alluvial soil composition : OPEFB compost (1:3). Variables observed is: percentage of live seed (%), shoots length (cm), number of shoots per plants (unit), number of leaves (strand), roots volume (cm3), dry weight of shoots (gram) and dry weight of roots (gram). Based on the results of research on the composition of alluvial soil media: 1:2 OPEFB compost and alluvial soil media: 1:3 OPEFB compost gives the same good growth on pepper cuttings. The composition of alluvial soil media: 1:2 OPEFB compost is more effective because it does not require a lot of OPEFB compost so that it can be used in the pepper cutting nursery. Key Words : Alluvial Soil, OPEFB Compost, Pepper Cuttings One Segment
SENSITIVITY TEST OF DOUBLE ANTIBODY SANDWICH ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (DAS-ELISA) TO DETECT FOOT ROOT DISEASE (Phytophthora capsici L) IN PEPPER (Piper nigrum L) Ulum, Hasan Syamsul; Suswanto, Iman; ., Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36027

Abstract

Phytophthora capsici is the causal agent of foot rot, the most destructive disease of pepper in Indonesia and difficult to control. DAS-ELISA test to protect Phytophthora antigens based on antibodies that are very useful for protected plants can only be used up to the genus. This study was aimed to determine the sensitivity of Double Antibody Sandwich Enzyme Linked Immunosorbent Assay (DAS-ELISA) to detect stem rot disease (Phytophthora capsici) in each part of pepper plants (leaves, stems, and pure isolats) with different serial dilutions.The study was done at Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak. The sensitivity limit for each sample part of the pepper plant was tested through the dilution stage of the plant extract. The results of the sensitivity limits for each sample are different. Samples of the leaves and stems of pepper plants showed positive results of Phytopththora capsici at dilution rates of 100 and 10-1. Whereas in pure isolats positive results of P. capsici were detected until the dilution rate of 10-3. Keywords : Phytophthora capsici, ELISA, dilution
EFFECTIVITY TEST OF RICE PHYLLOSPHERE BACTERIA AGAINST Xanthomonas Oryzae AND RESPON OF Streptomycin sulfate RESISTANCE Simanjuntak, Elfidia; Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36744

Abstract

Leaf blight is one of the crucial diseases caused by Xanthomonas oryzae pv.oryzae (Xoo) bacterial. Using of phyllosphere bacteria as biocontrol agents to againts Leaf |Blight disease has problem because can not to combination with synthetic bactericide applied. This study aims to determining potention of rice phyllosphere bacteria isolate against Xanthomonas oryzae pv.Oryzae caused of Leaf Blight Disease, and in vitro test Streptomycin sulfate resistance response. This research was conducted in Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura during 2 months. This study used 21 rice filosphere bacteria isolates. This research used paper disc method with concentrate levels 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm. The result of this study showed that 6 isolates of rice filosphere bacteria have the potential to suppress the growth of Xanthomonas oryzae and are resistant to antibiotics (Streptomycin sulfate) up to 500 ppm. Key words: Leaf Blight Disease, biocontrol agent, phyllosphere, Resistance, Bactericide
Pengaruh Frekuensi Aplikasi Trichoderma sp. untuk Menekan Penyakit Hawar Pelepah Rhizoctonia solani Kuhn pada Tanaman Padi MUHLISIN, MA'RUF; SUSWANTO, IMAN; SARBINO, SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45200

Abstract

Rhizoctonia solani Kuhn penyebab penyakit hawar pelepah daun padi merupakan salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas tanaman padi. Penggunaan Trichoderma sp. merupakan salah satu pengendalian yang ramah lingkungan dan mudah untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Trichoderma sp. dalam menekan serangan patogen R. solani sekaligus pengaruhnya terhadap sifat agronomi tanaman dan mendapatkan frekuensi aplikasi terbaik dalam menekan penyakit hawar pelepah padi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan. Faktor yang diteliti ialah pemanfaatan agen hayati Trichoderma sp. dengan menguji 3 frekuensi aplikasi yaitu 1 x dosis 10 ml/rumpun , 2 x dosis 5 ml/rumpun, 3 x dosis 3,33 ml/rumpun dan 1 perlakuan pembanding tanpa pemberian agens hayati Trichoderma sp. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Trichoderma sp. dengan cara di semprotkan ke tanaman mampu menekan serangan penyakit hawar pelepah padi hingga 55,73%. Penggunaan Trichoderma sp. juga dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan dan anakan produktif. Frekuensi aplikasi terbaik terdapat pada perlakuan dosis 5 ml/rumpun dengan 2 kali aplikasi .