Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

“POSTLINE PENASARAN”: PENDEKATAN OFFLINE DAN ONLINE UNTUK MENURUNKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI Rifqie Fauzie; Aniqoh Raudlatul Wardah; Indah Komala Sari; Dwi Linna Suswardany
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.976 KB)

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran guna mencegah pernikahan dini dan membentuk pendidik sebaya pada masyarakat Desa Jrakah, Selo, Boyolali. Postline Penasaran (Pos offline dan online Pelayanan Remaja Sadar Kesehatan) menggunakan pendekatan inovatif dengan mengkombinasikan intervensi secara offline dan online yang mengikuti budaya setempat terkini dalam berkomunikasi. Pendekatan offline dilakuk an dengan memberikan penyuluhan tatap muka dan diskusi bersama kelompok orang tua dan remaja, pembentukan pendidik sebaya, serta penyediaan tempat di Kantor Desa sebagai tempat diskusi dilengkapi koleksi buku kesehatan reproduksi. Pembentukan grup Whatsapp sebagai saluran peningkat akses terhadap literatur kesehatan reproduksi yang dijalankan oleh pendidik sebaya di bawah supervisi tim pengabdian dipilih sebagai pendekatan online program pengabdian ini. Pengabdian ini menunjukkan indikator keberhasilan program yang menjanjikan dan berkelanjutan, seperti kesediaan 33 pendidik sebaya baik orang tua maupun remaja menjadi pendidik sebaya yang aktif, inisiatif para pendidik sebaya untuk membuat visi, misi, dan rencana aksi kegiatan selanjutnya, serta dukungan kuat pimpinan setempat dalam bentuk SK pendidik sebaya dari Kepala Desa Jrakah dan SK program inovatif dari Kepala Puskesmas Selo. Program Postline Penasaran ini telah dipilih menjadi kegiatan inovatif Puskesmas Selo dan akan diterapkan pada desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Selo. Kombinasi pendekatan offline, online, dan pendidik sebaya orang tua dan remaja telah meningkatkan jangkauan promosi kesehatan yang dapat diduplikasikan ke area yang lebih luas.
Karakteristik Orang Tua Pada Bayi Stunting Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali Indah Komala Sari; Aniqoh Raudlatul Wardah; Dwi Linna Suswardany
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.478 KB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada balita yakni panang badantinggi badan bayi kurang dari -2 SD. Indonesia berada di peringkat tiga untuk masalah stunting sebesar 36,4% pada wilayah Regional Asia Tenggara tahun 2015-2017. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah kejadian stunting mencapai 28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik orang tua bayi stunting usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali. Metode penelitian deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dengan sampel sebanyak 139 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik orang tua bayi stunting banyak terjadi pada ibu usia aman (71,4%), 9 tahun pendidikan (87,8%), tidak memiliki BPJS (44,6%), pekerjaan petani (64,7%), sedangkan pada ayah pada usia aman (77,1%), 9 tahun pendidikan (85,6%), tidak memiliki BPJS (52,5%), pekerjaan petani (81,3%). Berdasarakan hasil penelitian tersebut peran Puskesmas sangat diperlukan untuk penunjang dan menurunkan angka stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali.
Pendampingan Pembuatan Desain Experiential Education dan Design Thinking untuk Mendukung Kegiatan Wisata Walking Tour Desa Wisata Mulur, Sukoharjo Priyono, Kuswaji Dwi; Setiawan, Wisnu; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mulur memiliki kekuatan dalam infrastruktur, pertanian, UMKM, dan kelembagaan seperti BUMDes dan PKK. Dengan lahan pertanian yang luas yang dikelilingi oleh sungai serta adanya Waduk Mulur sebagai ikon, desa ini akan mengembangkan wisata alam, budaya, petualangan, dan olahraga. Pembangunan pariwisata berbasis pertanian menjadi langkah tepat untuk mengembangkan potensi wisata alam dan atraksi desa, dengan konsep Agroeduwisata yang berfokus pada tata kelola berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa KKNMAs dari 5 PTMA di Desa Wisata Mulur adalah pemahaman yang bervariasi tentang design thinking, yang merupakan pendekatan penting dalam merancang produk wisata seperti walking tour. Mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi memiliki latar belakang yang berbeda dalam design thinking, sehingga menyebabkan kebingungan dalam mengelola waktu dan mencapai output yang diharapkan. Di sisi lain, pengelola KKN dan BUMDes di Desa Wisata Mulur juga menghadapi kesulitan dalam mendampingi mahasiswa secara terarah dan mandiri. Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bermaksud membuat panduan desain instruksional yang jelas untuk mengkombinasikan keahlian mereka dalam mendesain produk wisata dengan pelatihan yang diperlukan bagi mahasiswa dan masyarakat umumnya. Metode yang digunakan dalam capaian program PkM dengan kolaborasi gagasan DPL PTMA bersama BUMDes Desa Mulur. Hasil PkM ini berupa panduan yang komprehensif dan terintegrasi untuk kegiatan KKNMAs diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan memastikan bahwa mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan desa, terutama dalam pengembangan produk pendamping wisata Desa Mulur. Luaran Wajib PkM ini adalah naskah publikasi pada Seminar Nasional Urecol di UM Kudus, Video Youtube Kegiatan, dan Publikasi pada Media Massa Online, sedangkan Luaran Tambahan berupa Naskah Artikel pada Jurnal Abdimas Geomedisains UMS.
“POSTLINE PENASARAN”: PENDEKATAN OFFLINE DAN ONLINE UNTUK MENURUNKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI Fauzie, Rifqie; Wardah, Aniqoh Raudlatul; Sari, Indah Komala; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran guna mencegah pernikahan dini dan membentuk pendidik sebaya pada masyarakat Desa Jrakah, Selo, Boyolali. Postline Penasaran (Pos offline dan online Pelayanan Remaja Sadar Kesehatan) menggunakan pendekatan inovatif dengan mengkombinasikan intervensi secara offline dan online yang mengikuti budaya setempat terkini dalam berkomunikasi. Pendekatan offline dilakuk an dengan memberikan penyuluhan tatap muka dan diskusi bersama kelompok orang tua dan remaja, pembentukan pendidik sebaya, serta penyediaan tempat di Kantor Desa sebagai tempat diskusi dilengkapi koleksi buku kesehatan reproduksi. Pembentukan grup Whatsapp sebagai saluran peningkat akses terhadap literatur kesehatan reproduksi yang dijalankan oleh pendidik sebaya di bawah supervisi tim pengabdian dipilih sebagai pendekatan online program pengabdian ini. Pengabdian ini menunjukkan indikator keberhasilan program yang menjanjikan dan berkelanjutan, seperti kesediaan 33 pendidik sebaya baik orang tua maupun remaja menjadi pendidik sebaya yang aktif, inisiatif para pendidik sebaya untuk membuat visi, misi, dan rencana aksi kegiatan selanjutnya, serta dukungan kuat pimpinan setempat dalam bentuk SK pendidik sebaya dari Kepala Desa Jrakah dan SK program inovatif dari Kepala Puskesmas Selo. Program Postline Penasaran ini telah dipilih menjadi kegiatan inovatif Puskesmas Selo dan akan diterapkan pada desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Selo. Kombinasi pendekatan offline, online, dan pendidik sebaya orang tua dan remaja telah meningkatkan jangkauan promosi kesehatan yang dapat diduplikasikan ke area yang lebih luas.
Karakteristik Orang Tua Pada Bayi Stunting Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali Sari, Indah Komala; Wardah, Aniqoh Raudlatul; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada balita yakni panang badantinggi badan bayi kurang dari -2 SD. Indonesia berada di peringkat tiga untuk masalah stunting sebesar 36,4% pada wilayah Regional Asia Tenggara tahun 2015-2017. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah kejadian stunting mencapai 28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik orang tua bayi stunting usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali. Metode penelitian deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dengan sampel sebanyak 139 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik orang tua bayi stunting banyak terjadi pada ibu usia aman (71,4%), 9 tahun pendidikan (87,8%), tidak memiliki BPJS (44,6%), pekerjaan petani (64,7%), sedangkan pada ayah pada usia aman (77,1%), 9 tahun pendidikan (85,6%), tidak memiliki BPJS (52,5%), pekerjaan petani (81,3%). Berdasarakan hasil penelitian tersebut peran Puskesmas sangat diperlukan untuk penunjang dan menurunkan angka stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali.